Musical. Ah, ini adalah salah satu genre yang sangat kubenci untuk kureview sebab pengetahuanku mengenainya sangat terbatas. Beberapa film musical yang terkenal mulai yang klasik seperti A Sound of Music, yang lumayan lama seperti Evita sampai yang lebih modern seperti Chicago (juga disutradarai oleh Rob Marshall) semuanya belum pernah kutonton. Praktis hanya satu film musical yang pernah kutonton dan itu adalah Moulin Rouge! (saya juga sudah menonton Mamma Mia! tapi tidak tahu apakah itu boleh digolongkan musical atau tidak), film yang membuatku hingga kini tergila-gila dengan artis Nicole Kidman. Saya penasaran, apakah Nine (yang juga dibintangi oleh Nicole Kidman di dalamnya) memiliki daya magis yang sama seperti Moulin Rouge!.
Film Nine sebenarnya merupakan adaptasi dari adaptasi. Asal awal film ini adalah film semi-biografi dari kehidupan Frederico Fellini yang berjudul 8 1/2. Walaupun film tersebut meraih penghargaan Oscar untuk film berbahasa asing terbaik, publik mulai mengenalnya setelah ia diadaptasi ke format musical di tahun 1982. Sadar bahwa film ini sangat terkenal membuat sutradara Rob Marshall memasukkan nama-nama tenar dalam film ini. Melihat deretan aktor dan artis di dalamnya, bayangan saya akan film bermutu langsung terbentuk. Siapa tidak ngiler melihat Daniel Day-Lewis, Penelope Cruz, Marion Cottilard, Judi Dench, Nicole Kidman, sampai Kate Hudson dan Fergie-nya Black Eyed Peas semua tumpang tindih main di film ini?
Mungkin kalian bingung kenapa deretan nama di atas semuanya wanita dan hanya satu pria. Itu dikarenakan cerita dalam Nine adalah mengenai seorang sutradara berbakat Guido Contini yang tengah mengalami masalah dalam kehidupannya. Pada masa mudanya dulu, Guido selalu dikenal sebagai penelur film-film yang menggebrak dan mengubah dunia perfilman. Sayang sekali dua film terakhirnya gagal total (baca: flop). Dua kegagalan itu membuat Guido menjadi trauma dalam menyutradarai film terbarunya yang ia juduli Italia. Publik juga menanti dengan penuh antisipasi mengenai seperti apakah karya Guido kali ini. Apakah ia bisa kembali pada puncak performanya? Ataukah ia akan makin tenggelam dalam kegagalan?
Guido sendiri mengalami masalah krisis dalam kehidupannya. Waktunya entah bagaimana seakan terbagi pada tujuh wanita sehingga membuatnya tidak bisa berkonsentrasi pada pekerjaan menulis skenarionya. Ada sang istri Luisa yang berebut perhatian dengan wanita simpanannya Carla. Ada penata model make-upnya Lilli. Wartawati Vogue yang terus mengejar berita mengenai dirinya. Seorang pelacur dari bayangan masa kecilnya. Ibunya yang sudah meninggal; dan terakhir sampai bintang utama dalam film Italia yang ia sutradarai. Makin pusinglah kepala Guido. Bisakah ia menyortir semua masalah ini dan menghasilkan film berkelas?
Saya ngantuk nonton film ini. Ah, mungkin musical memang bukan film yang bisa saya nikmati. Dalam review The Princess and the Frog saya mengeluhkan bagaimana jalan cerita film animasi Disney tersebut terganggu karena setiap lima menit diselingi dengan acara menyanyi. Itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Nine. Praktis formula dalam film Nine seperti ini: Memperkenalkan gadis A — Gadis A bernyanyi-nyanyi — Memperkenalkan gadis B — Gadis B bernyanyi-nyanyi — Memperkenalkan gadis C — dan demikian seterusnya sampai semuanya selesai diperkenalkan. Dan setelah itu tambahkan sekitar sepuluh menit untuk penutupannya dan kamu akan mendapatkan Nine. Saya tahu ini adalah film musical dan pasti ada banyak nyanyian dan tarian di dalamnya; tapi perlukah sampai mengikuti formula sebaku dan semembosankan ini?
Yang lebih mengecewakan adalah timpangnya peran ketujuh wanita ini dalam kehidupan Guido. Dua yang paling menarik perhatianku hanyalah karakter Luisa dan Carla yang dua-duanya mencintai Guido dengan cara mereka sendiri. Seandainya film ini menggali mereka berdua mungkin film Nine akan lebih menarik, tapi karena harus membagi waktu dengan lima wanita lain, film ini seakan-akan kurang fokus. Beberapa gadis seperti Saraghina sang pelacur dan Stephanie sang wartawati praktis hanya muncul sekilas lalu – bernyanyi dan kemudian lenyap tanpa pernah disebut lagi. Cerita dalam film ini tidak akan berubah walau keberadaan mereka dihilangkan di dalamnya.
Juga cerita dan dunia dalam Nine tidak pernah terasa menarik untuk diimpikan. Saya malah bete melihat Guido sebagai seorang pria karakternya seakan-akan memohon dunia untuk mengasihani dia. Sulit bersimpati dengan karakter utama yang semua tingkahnya seenak perutnya sendiri. Saya bandingkan dengan Moulin Rouge! yang memperlihatkan bagaimana Ewan McGregor berusaha keras merebut hati Nicole Kidman hingga sang gadis es itu akhirnya luluh pada sang pemuda lugu. Duh, betapa jauhnya! Moulin Rouge! membuat saya bersemangat dan ingin mengunjungi tempat yang begitu hidup tersebut. Nine membuat saya depresi dan sebal dengannya.
Satu-satunya ‘penyelamat’ dalam Nine hanyalah design kostumnya yang memang bervariasi. Itu… dan tarian eksotis dari Penelope Cruz. Selesai menonton film ini, yang terbersit di benakku hanyalah “Kok engga ada fatwa dari MUI yang mengharamkan film ini ya? Dan kok bisa-bisa lolos gunting sensor Indonesia?”
Note: Ini adalah film ketiga di tahun 2009 yang memakai angka sembilan setelah District 9 dan 9.
Score: 4.5 (Catatan: Bonus 1 point untuk Penelope Cruz)
Movie Details
Director: Rob Marshall
Cast: Daniel Day-Lewis, Marion Cottilard, Fergie, Penelope Cruz, Nicole Kidman
Running Time: 118 Minutes








