Tag Archive | "Captain America"

Tags: , , , , , , ,

Captain America: Reborn

Posted on 29 January 2010 by Si Tukang Review

Captain America: Reborn #1 Cover

Captain America: Reborn #1 Cover

Bagi orang yang mengetahui tokoh komik Marvel hanya melalui film-filmnya, saya rasa Captain America mungkin hanya sekedar karakter sekunder – bahkan tertier yang tidak terkenal. Bayangkan, di saat Marvel sibuk memasukkan karakter-karakter superhero paling terkenal mereka seperti X-Men dan Spider-man ke layar lebar, Captain America terpinggirkan. Bahkan ketika superhero sekunder seperti Hulk, Fantastic Four, sampai Daredevil sudah masuk ke layar lebarpun Captain America masih saja dilupakan. Tidak mengherankan kalau tidak banyak orang yang mengetahui siapa itu Captain America. Empat tahun lalu ketika saya pertama kali mengenal komik Amerika saja saya menyangka Captain America itu seorang superhero dengan kostum ‘aneh’.

Setelah saya membaca lebih lanjut, bagaimanapun juga, saya baru menyadari betapa pentingnya sosok seorang Captain America dalam dunia Marvel. Sebagaimana halnya Superman di DC, Captain America adalah aspirasi bagi semua superhero dunia Marvel. Tidak kurang mulai dari Spider-man sampai The Punisher menjadi sosok yang segan dan menghormati sang pahlawan dengan julukan Sentinel of Liberty ini. Oleh karena itu, bukan hal yang mengherankan bahwa saat Captain America tewas di akhir kisah Civil War pada tahun 2005 Amerika menjadi gempar. Stasiun TV, Internet, sampai surat kabar semua ramai memberitakan kematian ikon Amerika itu. Tercatat dalam sejarah bahwa hanya kematian Superman belasan tahun yang lampaulah yang memiliki hype sebesar itu. Hal itu kian impresif mengingat pada jaman ini kebanyakan orang sudah tahu bahwa superhero tidak pernah mati secara ‘permanen’.

Setelah kematian Steve Rogers, penulis serial Captain America Ed Brubaker langsung memajukan cerita dengan memperkenalkan kepada dunia sang Captain America yang baru. Tameng legendaris Captain America ini kemudian diwariskan kepada Bucky, sidekick dari Captain America. Sekedar catatan saja, langkah Marvel ini sukses besar sehingga DC berusaha menirunya dengan ‘membunuh’ Bruce Wayne si Batman dan mewariskan mantel Batman pada Dick Grayson si Robin. Setelah tiga tahun Captain America absen dalam kancah dunia Marvel, Ed Brubaker menyatakan bahwa kini ia siap mengembalikan sang jagoan pada dunia Marvel. Dan cerita itu dipersiapkan dalam kronologi enam bagian yang dinamai Captain America: Reborn.

Sebelum membaca Captain America: Reborn, ada baiknya kalau pembaca komik tahu lebih dulu mengenai kisah dalam serial Captain America sebelumnya mulai dari The Death of the Dream, The Burden of Dreams, sampai The Man Who Bought America. Kenapa? Karena walaupun Captain America: Reborn diposisikan sebagai mini-seri, ada banyak sekali referensi pada kejadian-kejadian yang terjadi pada waktu saat dan setelah kematiannya. Pembaca yang langsung melompat membaca mini-seri ini dipastikan kebingungan akan keterlibatan karakter Red Skull, Sin, atau Sharon di dalamnya, terutama karena Ed Brubaker tidak mau membuang-buang waktu menjelaskan ulang mengenai apa saja koneksi mereka dalam kisah kebangkitan kembali Captain America.

Marvel juga menurunkan salah satu tim terbaik mereka untuk proyek ini. Selain memasrahi penulisan ceritanya kepada Ed Brubaker (yang adalah serial Captain America terbaik), artwork dalam komik ini ditangani oleh Bryan Hitch, tandem dari Mark Millar dalam serial The Ultimates dan Fantastic Four. Mendengar duet ini, saya hampir saja ngiler dan menjerit kegirangan. Saya tidak bisa membayangkan betapa dahsyat kolaborasi keduanya! Sayang setelah membaca enam edisi, saya memutuskan bahwa kerjasama mereka sebaiknya berakhir sampai di sini saja. Entah kenapa keduanya tidak tampil dalam performa terbaik mereka di komik ini. Cerita yang ditulis oleh Ed Brubaker mengenai ‘kenyataan’ di balik kematian dan kebangkitan kembali Steve Rogers seperti terlalu mengada-ada, kontras dengan penulisan Brubaker yang selama ini berpijak pada dunia spionasme dan realita. Hal ini diperburuk dengan gaya gambar Bryan Hitch yang kualitasnya turun drastis dibandingkan karya-karya sebelumnya. Silahkan bandingkan artwork dalam mini-seri ini dengan The Ultimates atau Fantastic Four. Bryan Hitch selama ini selalu membuktikan diri bahwa dia adalah artis yang mampu menggambar berbagai macam set dan kisah epik sehingga saya berharap kegagalan ini hanya menjadi batu kerikil kecil yang tak menghalangi dia bangkit lagi ke depannya.

Toh terlepas dari kelemahan dua orang tim kreatifnya, apa yang membuat Captain America: Reborn kehilangan semua impact dalam dunia Marvel adalah molornya jadwal terbit. Sejak kapan ada sebuah kisah epilog muncul terlebih dahulu sebelum kisah utamanya sendiri berakhir? Hal ini baru pertama kali saya jumpai di sini. Masa sih edisi kelima dari Reborn baru saja muncul kemudian epilog one-shot yang berjudul Who Will Wield the Shield muncul lebih dulu sebelum klimaks komik ini? Ini langsung membunuh semua misteri yang tersisa di komik keenamnya. Walaupun kita tahu bahwa Steve Rogers pasti kembali, ternyata misteri siapa yang bakalan menjadi Captain America malahan dijawab dalam Who Will Wield the Shield, bukannya edisi keenam dalam mini-seri Reborn.

Yah, terlepas dari semua kekurangan yang saya sebutkan tadi, Captain America: Reborn adalah sebuah ambisi bombastis seorang Ed Brubaker (walau sayangnya gagal) untuk mengembalikan Steve ke tengah dunia Marvel. Dan mengingat dunia Marvel kini dalam kekelaman setelah dikuasai oleh Norman Osborn (si Green Goblin!) dan Dark Avengers, tak ada saat yang lebih tepat bagi Cap untuk kembali beraksi.

Score: 6.6

Graphic Novel Details
Writer: Ed Brubaker
Penciller: Bryan Hitch
Publisher: Marvel Comics
Volume: 01 – 06 (Epilog one-shot Who Will Wield the Shield)

Comments (2)

Tags: , , , , , ,

The Superhero Identity Crisis Quiz

Posted on 29 December 2009 by Si Tukang Review

superman-quiz

Let’s start with an easy question: the alter-ego of Superman?
1. Christopher Reeves
2. Tom Welling
3. Clark Kent
4. Jor-El
5. CL
spider-man-quiz

Another easy question: the alter-ego of Spider-man is…?
1. Peter Petrelli
2. Peter Parker
3. Matt Parkman
4. Pak Parkir
5. Park Ji-Sung
batman-quiz

And yet another easy question (I’m too kind yeah?): Batman aka Caped Crusader aka The Dark Knight alter-ego is…?
1. Bruce Wayne
2. Bruce Banner
3. Alfred Messi
4. Sayid Al Jarrah
5. Michael Jon Carter
captain-america-quiz

Too much of easy questions? Okay, let’s up the difficulty a bit. Who’s the first Captain America?
1. Nick Fury
2. Adolf Hitler
3. Steve Roger
4. Bucky
5. Pietr Makalov
wolverine-quiz

The hot guy in the cinema. Wolverine real name is…?
1. Logan
2. Weapon X
3. Charles Xavier
4. James Howlett
5. Jimmy Corbain
green-lantern-quiz

In brightest day, In blackest night, no evil shall escape my sight. Those who worship evil’s might… beware my power… GREEN LANTERN’s light! But who’s the Green Lantern?
1. Guy Gardener
2. Hal Jordan
3. Abin Mati Suri
4. Sinetron
5. John Stewardess
hulk-quiz

Do you know the real identity of the Hulk? You better do, cos you won’t like him when he’s angry!
1. Alfred Molina
2. Otto Octavius
3. Cassidy Freeman
4. Davis Bloome
5. Bruce Banner
flash-quiz

Faster than a speeding bullet… Faster than even Superman… It’s the man who ride the lightning himself. It’s the Flash, and his real name is?
1. Bartholomew Kuma
2. Robert Jacobi
3. Barry Allen
4. Wally East
5. Jay Jay Carick
wonder-woman-quiz

She is the world greatest superheroine. A princess of the Amazon, a fierce warrior, and one of DC’s holy trinity. Wonder Woman alias is…?
1. Asia Argento
2. Megan Gale
3. Lady Theresa Croft
4. Lara Fabian
5. Diana Prince
hawkeye

One of the most popular member of the Avengers. He died in the Avengers Disassembled arc - only to be revived as Ronin a few years later. Hawkeye, Marvel most famous archer name is?
1. Hercules
2. Clint Barton
3. Roger Friedman
4. Andrew Melvin
5. Jared Cole

The leader of the Fantastic Four, as well as Marvel most genius mind. Mr Fantastic is also known as?
1. Ben Grimm
2. Johnny Storm
3. Reverend Ricardo
4. Gabriel Reese
5. Reed Richards
supergirl-quiz

The cousin of Superman that came from Argo City, as well as my personal favorite superheroine, the last daughter of Krypton: Supergirl alias is…?
1. Connor Kent
2. Linda Lee Danvers
3. Lana Lang
4. Linda Lane
5. Artemis Sullivan
she-hulk-quiz

Next; the cousin of Hulk. The She-Hulk is?
1. Angelina Banner
2. Sarah Carter
3. Jessica Siemens
4. Mira Maria
5. Jennifer Walters
robin-quiz

For now, there are three people who ever wear the costume of Robin. Who is the third Batman’s sidekick?
1. Stephanie Brown
2. Tim Drake
3. Jason Todd
4. Marcus Camby
5. Allen Crescent
iron-man-quiz

He’s not only known as Iron Man, but also as the world most flamboyant millionaire playboy. His name is…?
1. Anthony Marc
2. Eddie Brock
3. Justin Kyle
4. Jonn Jonnz
5. Tony Stark
mr-fantastic-quiz

The leader of the X-Men with an Optic Blast. Cyclops is also known as?
1. Scott Summers
2. Sidney Sheldon
3. Scott Speedman
4. Scarlet Speedster
5. Simon Sony
green-arrow-quiz

Green Arrow aka Emerald Archer aka…?
1. Dinah Lance
2. Jasper Vince
3. Lance Vance
4. Niko Davydenko
5. Oliver Queen
nightwing-quiz

He was the first Robin and also the leader of The Outsiders. Nightwing real name is…?
1. Jake T
2. Nelly Bertulloci
3. Shane Moley
4. Dick Grayson
5. William Stryker
catwoman-quiz

She was a villain, a Batman’s lover and a thief. Catwoman = ?
1. Cat Grant
2. Sabrina Menelly
3. Pied Piper Perabo
4. Selina Kyle
5. Helena Wayne
daredevil-quiz

Daredevil; the man without fear, the blind lawyer alter-ego is?
1. Jet Archson
2. Kingpin Bullseye
3. Matt Murdock
4. Ali Larter
5. Leon Redfield

Answers: 3, 2, 1, 3, 4, 2, 5, 3, 5, 2, 5, 2, 5, 2, 5, 1, 5, 4, 4, 3

Comments (4)

Tags: , , , , , ,

Marvel Super Hero Squad

Posted on 20 October 2009 by Si Tukang Review

Marvel Super Hero Squad DS Cover

Marvel Super Hero Squad DS Cover

(Review Based on DS Version)

Sejak DS diluncurkan hingga sekarang sebuah pertanyaan terus menggantung di benak para gamer Nintendo. Hampir semua game-game khas konsol Nintendo sudah dikeluarkan versi DSnya. Untuk Mario Kart ada Mario Kart DS. Begitu juga untuk Super Mario (New Super Mario Bros), Legend of Zelda (Phantom Hourglass), bahkan Metroid Prime (Hunters). Anehnya, salah satu franchise tersukses Nintendo yang merupakan battle royale dari semua karakter-karakter terpopulernya tidak pernah hadir di DS. Kalau kalian sudah bisa menebaknya, kalian benar. Game yang saya maksud adalah serial Brawl. Padahal dengan wi-fi pada DS, kesuksesan dari game ini adalah hal yang tergaransi. Nah, kalau kamu sudah keburu kangen dan ingin merasakan sensasi bermain Smash Bros Brawl pada DSmu, silahkan coba Marvel Super Hero Squad dari THQ. Tapi… bisakah ia memuaskan dahagamu?

Game Marvel Super Hero Squad ini terbagi dalam dua bagian: Story Mode dan Battle Mode. Story Mode membawamu melakoni berbagai karakter di game ini dalam enam skenario yang tersedia. Battle Mode memberi pilihan padamu untuk memilih jagoanmu dan bertempur dengan komputer ataupun pemain lain dalam mode wireless (sayang sekali fitur wi-fi tidak tersedia). Versi DS game ini menyediakan sepuluh karakter Marvel yang pastinya sudah familiar bagi penggemar komiknya. Enam superhero paling top Marvel ambil bagian di sini mulai dari Hulk, Captain America, Iron Man, Wolverine, Thor sampai Spider-man di kubu jagoan (Hero Team). Sebaliknya di pihak para musuh (Lethal Legion) hanya diwakili empat orang: Magneto, Abomination, Mystique dan Dr Doom yang menjadi penggagas dari persatuan para musuh.

Jangan membandingkan game ini dengan Marvel Ultimate Alliance 2 yang juga baru-baru ini dirilis karena dua game ini menyasar target pasar yang sangat berbeda. Game ini didesign untuk para gamer yang lebih muda. Buktinya grafis dalam game ini digambar semua secara chi-bi. Dialognya juga humoris dan penuh canda sehingga kekerasan dalam game ini hampir teredam sepenuhnya. Kalau dalam komik aslinya, mana mau Magneto diperintah-perintah oleh Dr Doom? Atau mana mau Hulk begitu saja mengikuti perintah Iron Man hanya karena ditawari akan dibelikan kue coklat sebagai sogokan?

Bagiku kelemahan terbesar dalam game ini adalah begitu singkatnya waktu permainan menikmati game ini. Saya belum memainkannya lebih dari tiga jam dan sudah bosan dengannya. Story Mode menawarkan enam skenario. Semua skenarionya sangat pendek (sekitar 5 - 10 menit) sehingga memainkan enam skenario dengan tiga tingkat kesulitan yang berbeda pun paling-paling akan makan waktu dua hingga tiga jam. Lagipula memainkan Story Mode hanya bertujuan membuka dua karakter unlockable sehingga setelah membukanya kamu dijamin segan memainkan Story Mode lagi. Battle Mode tidak lebih baik. Ada tiga jenis misi yang bisa kamu pilih tetapi hampir semuanya monoton. Yang pertama kamu bisa saling adu pukul sampai menyisakan satu pemenang terakhir. Dua yang sedikit lebih kreatif adalah, yang pertama mendownload data dengan cara berada di sebuah daerah tertentu dan mencegah musuh memasuki daerah tersebut dan, yang kedua menghancurkan / menjaga sebuah barang. Kontrol game yang sebenarnya cukup solid (saya suka dengan ide mereka meletakkan tombol gerakan super di touchscreen) menjadi sia-sia karena karakter-karakter dalam game ini dangkal. Kalau kamu pernah memainkan Super Smash Bros Brawl tentu tahu kalau setiap karakter harus kamu mainkan berulang kali untuk benar-benar tahu tiap gerakannya dan teknik memakainya. Sebaliknya untuk Marvel Super Hero Squad, tiap karakter memiliki move set yang terbatas sehingga setelah memakainya sebentar tidak ada lagi tantangan untuk mendalami karakter tersebut.

Sudah begitu, versi DS ini terasa inferior bila dibandingkan dengan versi konsol maupun versi PSP. Versi-versi tersebut menawarkan hingga 20 karakter - dua kali lipat dari versi DS dan ditunjang dengan grafis yang lebih mumpuni. Yah, saya tidak munafik akan hal ini karena DS memang tidak memiliki kemampuan hardware yang setanding dengan para pembandingnya; tapi memotong sampai SEPULUH karakter? Ayolah THQ, you can do better than that!

Sebagai kesimpulan, bila kalian punya adik kecil yang gemar akan superhero Marvel yang imut dan lucu, game ini akan membuatnya bersorak kegirangan. Sebaliknya bila kamu gamer yang sudah menanti-nantikan sensasi Brawl di DS, maaf tapi dahaga kalian belum bisa dipenuhi game ini.

Final Verdict

Gameplay: 5.0
Saya suka dengan kontrolnya yang sederhana, mudah dipelajari, sekaligus ergonomis dalam peletakan tombolnya. Sayangnya kontrol yang apik tidak dibarengi dengan variasi mode permainan maupun karakter yang cukup.

Graphic / Sound: 5.0
Dunia game ini penuh dengan warna-warna terang sehingga terlihat cerah dan menarik untuk anak-anak. Tiap karakter mendapat render chi-bi yang pas merepresentasikan keimutan mereka tanpa kehilangan sisi gahar mereka. Tetapi grafis in-gamenya kurang bagus. Yang paling kupermasalahkan adalah bagaimana mungkin Agen AIM Dr Doom dan Agen SHIELD Iron Man memiliki design yang serupa? Suara game ini pun direduksi hingga tinggal teriakan-teriakan “Hero Up!” maupun “Lethal Legion” dari variasi jagoan atau musuh.

Play Time: 2.0
Game ini benar-benar sangat pendek. Saya menyelesaikan enam skenario dalam game ini dengan tiga level kesulitan (Easy, Medium, Hard) dalam waktu dua jam lebih sedikit. Tidak adanya fitur wi-fi makin mengurangi waktu main game ini. Walau ada fitur download game pada DS lain, tidakkah lebih enak bila saya bisa bertanding melawan orang di seluruh dunia dari kamar saya sendiri?

Overall: 4.0

Game Details
Developer: THQ
Publisher: THQ
Genre: Action / Fighting

Comments (0)

Tags: , , , , , , , ,

The Ultimates - The Complete Season Two

Posted on 15 September 2009 by Si Tukang Review

The Ultimates Volume Two Cover

The Ultimates Volume Two Cover

Setelah mini-seri pertama The Ultimates mendapatkan kesuksesan besar, Marvel tidak tinggal diam begitu saja. Mark Millar dan Bryan Hitch langsung dikontrak ulang untuk menggarap 13 edisi berikutnya. Antisipasi publik saat ini kian meningkat. Semua menanti dengan penasaran, apa lagi yang bakalan disuguhkan duet Millar dan Hitch kepada pembaca kali ini? Edisi pertamanya langsung menjadi rebutan dan terjual bak kacang goreng di mana-mana. Sayangnya, season kedua ini dikenal dengan satu problem besar: jadwal terbit yang tidak teratur. Salah satu penundaan yang saya ingat ketika itu membuat saya sangat frustasi adalah tertundanya edisi terbitan edisi ke 13 selama hampir setengah tahun! Pasalnya, Mark Millar saat itu juga menghelmi proyek crossover terbesar sepanjang sejarah Marvel; Civil War dan dipaksa untuk berkonsentrasi terhadap proyek itu terlebih dahulu. Toh, setelah kini membaca semua rentetan buku season kedua The Ultimates, saya tahu bahwa keputusan Marvel saat itu tepat. Ketimbang buru-buru merilis sebuah komik dengan kualitas yang timpang, lebih baik merilisnya dengan kualitas sempurna.

Pada akhir season pertamanya, The Ultimates sudah menjadi selebriti dunia. Superhero paling ngetop. Bagaimana tidak? Mereka menggagalkan serangan monster bernama The Hulk. Mereka juga menghentikan invasi dari para alien bernama Chitauri. Walaupun begitu, diam-diam para musuh sudah bekerja di balik layar untuk menjatuhkan The Ultimates. Korban paling pertama adalah Bruce Banner. Data dari SHIELD dibocorkan oleh pihak misterius ke pers. Pers yang mendesus bahwa The Hulk dan Bruce Banner adalah satu orang langsung memintanya dieksekusi mati. Demi menjaga nama baik pemerintah dan memutus hubungan dengan sang Hulk, Bruce terpaksa dihukum mati oleh sahabat-sahabatnya sendiri.

Itu tidak berakhir di sana. Masa lalu Thor terungkap. Dia ternyata bukan superhero ataupun anak dewa Odin seperti yang selalu ia ungkapkan. Ia hanya seorang pasien RSJ yang meloloskan diri sambil membawa palu berkekuatan listrik Mjolnir. Thor yang dituduh banyak pihak sinting tidak punya pilihan lain selain melawan para sahabatnya sendiri. Toh ketika The Ultimates mulai menyerang negara-negara asing, Thorlah yang paling vokal menyatakan keberatannya karena menganggap bahwa The Ultimates sudah menginvasi negara-negara tersebut. Sebelum Thor ditangkap pemerintah, ia terus memberikan peringatan. Katanya kenyataan dan realitas sudah diputarbalikkan oleh Loki. Sang saudara tiri Thor itu adalah dewa tukang tipu sejati. Apakah The Ultimates sudah terkena tipuannya? Atau jangan-jangan Thor memang sudah gila?

Hampir seperti season pertama, season kedua dalam The Ultimates kali ini juga terbagi dalam dua story arc, tetapi kali ini memiliki kaitan yang lebih berdekatan. Apabila sebelumnya perang melawan Hulk dan perang melawan Chitauri jelas terpisah, kali ini pertikaian di tubuh anggota The Ultimates sendiri seakan merupakan prolog menjelang rencana besar sang musuh. Hasilnya, 13 edisi season kali ini lebih dekat berkaitan satu sama lain. Mengingat Millar tidak perlu repot-repot lagi menjelaskan karakter A itu siapa dan B itu siapa, maka ia langsung mengembangkan karakter-karakter tersebut dengan asumsi kita sudah membaca season pertamanya. Setiap karakter tetap mendapatkan spotlight yang sama, dan dua karakter Scarlet Witch dan Quicksilver yang sebelumnya lebih berposisi sebagai cameo kini masuk ke dalam deretan tim utama The Ultimates.

Mark Millar kali ini juga banyak memasukkan tema-tema politik dan agama. Ingat bahwa di tahun 2005 saat komik ini dirilis, publik Amerika banyak mendapat kecaman karena pasukan Amerika terus menginvasi daerah Timur Tengah (terutama Irak dan Afghanistan). Lebih dari itu Bush bahkan sembarangan menuduh Korut dan negara-negara tertentu sebagai ‘axis of evil’, sesuatu yang digambarkan secara gamblang oleh Millar di komik ini. Untuk referensi agamanya, Thor adalah analogi yang jelas dari sosok Yesus. Sama-sama mengaku sebagai anak Tuhan, dan sama-sama tidak dipercaya di masanya.

Saya tidak bisa banyak komentar tentang Bryan Hitch selain… luar biasa. Walaupun pada awalnya artworknya sedikit kedodoran (mungkin karena mengejar deadline?), Bryan Hitch adalah jaminan mutu bila ia memiliki cukup waktu untuk bekerja. Sebagai bukti adalah sepuluh halaman artwork yang menyambung satu sama lain membentuk landscape raksasa di edisi 13. Kalau saya di Amerika, saya jamin saya sudah membeli tiga edisi komik tersebut. Satu untuk saya robek halamannya dan jadikan poster di kamar, satu untuk saya simpan sebagai koleksi, sementara satu lagi untuk saya pamerkan kepada teman-teman saya. It’s that good.

Season kedua dari The Ultimates merupakan sebuah bukti bahwa sekuel tidak berarti lebih buruk dari prekuelnya. Walau saya tidak bilang bahwa season keduanya kali ini lebih baik dari season pertamanya, duet Millar dan Hitch lagi-lagi menyuguhkan sebuah komik superhero dengan drama politik dan plot twist yang cerdas. Membacanya lagi mengingatkan kenapa saya membenci Jeph Loeb yang menghancurkan dunia sempurna ini lewat garapannya di season ketiga The Ultimates dan Ultimatum.

Score: 9.5

Graphic Novel Details
Writer: Mark Millar
Penciller: Bryan Hitch
Publisher: Marvel Comics
Volume: 01 - 13

Comments (0)

Tags: , , , , ,

The Ultimates - The Complete Season One

Posted on 14 September 2009 by Si Tukang Review

The Ultimates Volume 1 Cover

The Ultimates Volume 1 Cover

Bagi pengikut komik Marvel tentu tahu bahwa dunia Ultimate yang diciptakan penerbit tersebut disokong oleh empat komik: Ultimate Spider-man, Ultimate X-Men, Ultimate Fantastic Four, dan The Ultimates. Saya rasa semua pengikut komik juga tahu bahwa Ultimate X-Men dan Ultimate Fantastic Four tidak pernah bisa menyamai serial paralelnya di kontinuitas resmi Marvel. Beda halnya dengan Ultimate Spider-man dan The Ultimates. Saya sudah mereview Ultimate Spider-man menjelang direbootnya serial ini oleh Marvel. Kini adalah giliran The Ultimates.

Pada hakikatnya, The Ultimates adalah The Avengers versi dunia Ultimate. Setiap karakter yang dulu pernah tergabung dalam The Avengers pun tergabung dalam The Ultimates seperti Captain America, Iron Man, Thor, Wasp, Hulk, dan banyak lainnya. Mereka dikomandoi oleh pemimpin SHIELD sendiri; tidak lain dan tidak bukan Nick Fury. Berbeda dengan Ultimate Spider-man yang merombak banyak hal tentang Peter Parker (seperti menjadikannya seorang anak remaja kembali), The Ultimates hampir selaras dengan padanannya di kontinuitas resmi. Captain America masih pahlawan perang yang sempat menghilang selama puluhan tahun sebelum ditemukan kembali di es. Begitu juga dengan Iron Man masih Tony Stark yang pemabuk tetapi juga konglomerat playboy.

Kenapa saya menulis season pertama untuk The Ultimates? Karena format penerbitannya berbeda dengan tiga komik yang lain. The Ultimates diterbitkan dalam bentuk mini-seri 13 edisi dan ditangani oleh duet Mark Millar dan Bryan Hitch. Keduanya saling melengkapi dengan sempurna. Millar adalah jagonya menulis cerita superhero dengan konspirasi politik, tidak hanya itu ia juga piawai meramu adegan aksi yang menegangkan dan memacu adrenalin. Visi Millar yang kadang gila-gilaan ini kemudian dibawa hidup di kertas oleh goresan Hitch. Ciri khas dari Bryan Hitch adalah penggambaran karakter realistis dan penggambaran dengan sudut pandang yang mementingkan aksi. Gabungan keduanya ditambah format penerbitan The Ultimates membuat komik ini seperti serial TV. Saya harus jujur bahwa setelah mendengar Disney membeli Marvel saya langsung berharap bahwa The Ultimates bisa diangkat ke layar kaca, baik dalam bentuk animasi atau dalam bentuk live-action. Memang pada kenyataan serial dunia Ultimate ini lebih ‘mudah’ difilmkan. Terbukti beberapa unsurnya sudah diadaptasi di dunia film. Film Iron Man mengambil basis karakter Tony Starks dari dunia Ultimates, demikian pula dengan karakter Nick Fury yang diperankan oleh Samuel L. Jackson (sudah direferensikan dalam komiknya setengah bercanda!). Terakhir, adegan di mana Bruce Banner dijatuhkan dan dipaksa menjadi Hulk pun dijiplak mentah-mentah (dalam kondisi berbeda) dalam reboot film The Incredible Hulk tahun lalu.

Karena ini season pertama, Mark Millar tidak semata-mata langsung terjun dalam aksi-aksi. Dalam tiga komik pertamanya ia hanya menguraikan kepada kita mengenai pembentukan The Ultimates, ditemukannya Captain America, dan memperkenalkan kita kepada karakter-karakter penting lain dalam komik ini. Kita diajak untuk sekali lagi mengenali para karakter klasik yang diintepretasikan ala Millar. Setelah semua pion tersusun rapi, Millar tancap gas. Misi pertama yang harus dihadapi oleh The Ultimates adalah melawan Bruce Banner yang karena cemburu mengubah dirinya menjadi Hulk. Baru selesai masalah yang satu ini, ancaman lebih besar muncul. Makhluk alien bernama Chitauri diketahui sudah bersembunyi di balik manusia selama puluhan tahun lamanya dan berusaha untuk menguasai manusia. Setelah mengetahui keberadaan makhluk ini, The Ultimates pun bergerak menghentikan mereka - tapi bisakah mereka melawan musuh yang mereka sendiri tidak tahu siapa? Bila ini mengingatkan kalian pada Secret Invasion, itu karena nama lain dari Chitauri adalah Skrull; nama yang cukup familiar bukan? Toh bagi saya sendiri, The Ultimates season pertama jauh lebih berkualitas daripada Secret Invasion yang kebanyakan aksi tapi minim cerita maupun pengembangan karakter.

Tidak peduli apakah kamu pembaca komik mula-mula atau veteran, apabila kamu belum pernah membaca The Ultimates, hanya satu hal yang bisa kukatakan padamu: kamu kelewatan sebuah maha-karya!

Score: 9.5

Graphic Novel Details
Writer: Mark Millar
Penciller: Bryan Hitch
Publisher: Marvel
Volume: 01 - 13

Comments (1)

Tags: , , , , ,

Captain America and The Avengers (NES)

Posted on 02 August 2009 by Si Tukang Review

Captain America and The Avengers NES Cover

Captain America and The Avengers NES Cover

Salah satu game arcade yang paling berkesan bagiku adalah Captain America and The Avengers. Selain memiliki grafis dan gameplay ala komik (lengkap dengan kata-kata “POW” klasik di layar) dan keempat karakter Avengers yang bisa dimainkan (Captain America, Vision, Iron Man, juga Hawkeye. Selain keempatnya, beberapa anggota Avengers lain juga tampil sebagai cameo dalam game ini. Dengan segala elemen tersebut, game ini menjadi sebuah klasik yang juga diport ke Sega Genesis dan SNES. Hanya saja review Retro kali ini bukan untuk game klasik tersebut. Ada satu port lagi yang dilakukan oleh DataEast (developer game ini) untuk NES. Tapi dengan kapasitas NES yang terbatas tentu tidak mungkin mengemulasikan game arcadenya secara sempurna.

Perubahan paling mencolok yang terjadi adalah genre game ini yang berubah dari beat-em-up menjadi action sidescrolling. Sebenarnya saya tidak mengerti kenapa DataEast harus mengubah genrenya, toh NES bukan tidak mampu menangani genre beat-em-up. Ingat Battletoads maupun Double Dragon yang menyajikan game beat-em-up yang memuaskan? Toh action sidescrolling juga merupakan genre unggulan buat NES, jadi saya tidak mau banyak mengeluh soal ini.

Keluhan pertama saya datang ketika melihat karakter yang bisa mainkan. Karena poster promosi dan cover game ini sama dengan arcadenya, saya tertipu mengira bisa memainkan empat karakter. Boro-boro empat karakter, di awal saja disebutkan bahwa Mandarin mengalahkan Iron Man dan Vision sehingga karakter yang bisa kamu pakai hanyalah Captain America dan Hawkeye. Semula saya menyangka bahwa kamu mungkin bisa membebaskan Iron Man dan Vision di tengah game dan kemudian menjadikan mereka playable character juga. Harapan tinggal harapan. Sampai akhir game kamu hanya ‘terjebak’ dengan kedua karakter itu, plus Wasp yang kadang menceramahimu saat pergantian stage.

Lebih parahnya lagi, kedua karakter ini tidak berimbang. Captain America jauh jauh jauh lebih superior ketimbang Hawkeye. Kekuatan lemparan tamengnya jauh di atas tembakan panah Hawkeye. Peluru musuh juga mental bila mengenai tamengnya. Cap juga bisa melakukan super dash yang membuat ia kebal sejenak serta bisa menyerang musuh. Praktis kamu bakalan sering memakai Cap ketimbang Hawkeye untuk melalui level-level yang sulit. Satu-satunya kelebihan Hawkeye adalah ia bisa menembak dengan sudut miring, sesuatu yang tidak bisa dilakukan Cap, tapi tidak banyak berguna juga.

Nah, sistem levelnya sialnya lebih menganjurkanmu untuk bermain secara bergantian. Kamu akan mengakses kota-kota dalam map Amerika dan untuk bergerak ke kota lain kamu harus melewati musuh-musuh yang ada dalam kota tersebut. Keuntungan bila kamu memajukan kedua karaktermu bersama-sama adalah bila sampai salah satu karaktermu mati, karakter yang lain bisa melanjutkan tanpa perlu mengulangi dari level-level awal lagi. Bicara soal levelnya, game ini cukup repetitif. Sering kali kamu mengulangi dua hingga tiga stage dengan design yang sama PERSIS hanya dengan warna dan variasi musuh yang berbeda. Ini berbeda dengan stage di game Sonic atau Mario misalnya yang satu dunia satu tema tetapi tiap levelnya berbeda design. Dalam game ini kamu seakan-akan mengulangi level yang sama hanya dengan warna yang berbeda! DataEast seakan ingin memperpanjang waktu main game ini dengan menduplikat level-level yang ada.

Saya rasa kalian sudah tahu bagaimana perasaan saya mengenai game ini. Ketimbang mencari dan memainkan versi inferior ini, lebih baik tiup debu di cartridge SNES / SEGAmu dan mainkan versi superior dari Captain America and The Avengers. AVENGERSSSS… ASSEMBLEEE!!!

Final Verdict

Gameplay: 4.5
Walaupun action sidescrolling, musuhnya terasa kurang greget. Permainan pun terasa kering dan membosankan. Temponya berbeda total dengan versi Arcadenya yang cepat dan seru. Lebih parah lagi, kedua karakter yang disediakan timpang.

Graphic / Sound: 3.0
Memakai ulang level yang sama adalah hal yang benar-benar memalukan DataEast! Kemudian sprite character Cap dan Hawkeye cukup bagus untuk jaman itu, tetapi sedikitnya variasi musuh yang dilempar game ini pada kita sangat mengecewakan.

Play Time: 2.0
Sekalipun kamu penggemar berat grup superhero Marvel ini, rasanya kamu tidak akan tahan memainkan game ini lama-lama. Saya ingat muak memainkannya ketika saya SD dulu dan mengulanginya sekarang membangkitkan kenangan buruk tersebut.

Overall: 3.1

Game Details
Developer: DataEast
Publisher: DataEast
Genre: Action Sidescrolling
System: NES

Comments (2)

Advertise Here
Advertise Here