Sebelum ini dunia FPS dengan setting perang bagiku terbatas pada tiga kata: Call. of. Duty. Bukan rahasia kalau saya memang suka dengan serial yang diedarkan oleh Activision ini. Saya pernah menamatkan Call of Duty pertama, kedua, Modern Warfare dan Modern Warfare 2. Bahkan saya menobatkan Modern Warfare 2 sebagai game terbaik tahun lalu. Padahal yang namanya FPS dengan setting perang tidak hanya terbatas pada serial Call of Duty semata. Sebelum Call of Duty digagas saja sudah ada Medal of Honor, dan masih ada banyak serial lain seperti ARMA dan tentu saja Battlefield. Battlefield mulai mengambil perubahan pada serialnya sejak memiliki tajuk Bad Company dan dirilis pada tahun 2008 lalu. Diposisikan oleh publisher EA sebagai saingan Call of Duty, ia gagah menantang Modern Warfare dan World At War yang dirilis berdekatan dengannya. Tahun lalu, Modern Warfare 2 dirilis dan menjadi game dengan penjualan terbesar (sampai saat artikel ini ditulis). EA tentu saja tidak mau kalah dan tak berselang lama Bad Company 2 pun dirilis.
Cerita dalam Bad Company 2 masih mengambil karakter-karakter yang sama dari prekuelnya. Kamu masih mengendalikan Preston Marlow dengan dibantu oleh ketiga rekanmu: George Haggard Jr, Samuel Redford, dan Terrance Sweetwater. Berempat, kalian diminta oleh pemerintahan Amerika untuk mencari tahu kebenaran di balik mitos ‘Operation Aurora’. Konon merupakan senjata rahasia negeri Jepang yang (mungkin) tidak keburu digunakan karena mereka dinuklir terlebih dahulu. Karena hampir setiap misimu hanya berangkat berempat, ada feel yang berbeda memainkan Call of Duty dan Battlefield. Kalau Call of Duty lebih berasa seperti perang frontal, ini lebih seperti covert ops. Toh saya sebenarnya lebih menyukai chemistry antara keempat rekanan ini. Sering kali dialog mereka dalam cutscene yang nyeleneh dan tolol membuat saya tertawa terbahak-bahak, berbeda dengan seri Call of Duty / Modern Warfare yang cenderung lebih serius. Dalam hal penyutradaraan aksi, bagaimanapun juga, Modern Warfare masih jauh lebih bombastis (sekaligus kalah realistis).
Bicara soal realistis dalam gameplaynya, Bad Company 2 mempertahankan unsur yang membuat game pertamanya berbeda: environment yang bisa dihancurkan. Sebagai gamer Modern Warfare, pengikutan ini membuat saya harus mengatur ulang strategi bermainku. Ambil ilustrasi berikut sebagai contohnya: Dalam Modern Warfare 2, ketika saya disuruh menghancurkan tank dengan RPG / Rocker Launcher, saya mengendap-endap di jendela dengan berlindung dinding rumah kemudian membidik dan menghancurkan tank tersebut. Saat saya hendak mengulangi strategi yang sama di game ini… BAM! Mendadak saat saya tengah membidik dinding yang saya gunakan untuk berlindung sudah hancur ditembak oleh tank menjadi puing-puing. Belum hilang keterkejutanku… BAM! Saya terkapar di tanah, tertembak tank tanpa terlindungi.
Tentu saja bisa menghancurkan environment tidak hanya menjadi penyulit tetapi bisa berbalik kamu manfaatkan. Ada satu daerah di game ini yang sulit sekali saya lewati karena dipenuhi sniper yang bersembunyi di balik dinding dan atap-atap rumah. Baru saya melintas sebentar saja saya sudah ditembak tewas. Akhirnya saya ubah strategi, saya gunakan pelontar granat dari mobil dan secara membabi-buta menembaki dinding dan rumah tempat mereka bersembunyi. Di kala sisa-sisa dari mereka berusaha berlari berganti posisi menembak, di saat itulah saya gantian membantai diri mereka yang terekspos. Cukup unik bukan? Bukan sekedar menghancurkan environment saja yang menjadi pembeda Bad Company 2 dengan game sejenis. Beberapa tambahan lain turut membuatnya jadi real. Ketika sebuah helikopter tengah terbang dekat padang pasir, pandanganku jadi terganggu untuk menyerang musuh yang meloncat turun dikarenakan debu-debu yang berterbangan. Realistis!
Satu-satunya keluhanku pada mode Single Playernya adalah pada jongkoknya AI dari ketiga rekanku. Sudah cukup sulit menghadapi bejibun musuh dengan cuma empat orang, lebih sulit lagi dikarenakan ketiga temanku biasanya cuma asal menembak tapi jarang sekali mengenai musuh. Pada akhirnya harus saya yang selalu turun tangan menembak supaya skenario bisa dilanjutkan. Sebaliknya bila AI temanku jongkok, AI musuh lumayan cerdas. Walaupun saya bermain pada mode Easy kesulitan tetap tinggi – terutama di skenario-skenario akhir.
Konon sih, Bad Company 2 tidak pernah ditujukan untuk pasar Single Player (walaupun Campaign Modenya memakan waktu hampir dua kali lipat Campaign Mode Modern Warfare 2) tetapi untuk pasar Multiplayer. Bahkan, EA mendedikasikan sebuah server khusus untuk gamer bermain online – memastikan mereka mendapatkan permainan lancar ketika perang di dunia maya. Untuk yang satu ini Activision sepertinya harus belajar banyak, mengingat Modern Warfare kerap dikecam karena online modenya yang sering putus dan banyak masalah. Sebenarnya saya menyayangkan tidak bisa menjajal game ini online karena banyak sekali situs review yang saya baca menyebutkan bahwa Bad Company 2 menitikberatkan kerjasama tim bukannya aksi heroik individu dalam permainan. Yah, suatu hari nanti mungkin…
So my verdict is… kepindahan banyak developer Infinity Ward saya rasa menjadi pukulan berat bagi Activision. Belum lagi dua foundernya yang lompat perahu ke EA. Hm… mungkinkah ke depannya ada DICE bekerja sama dengan studio game baru para founder Infinity Ward itu? Mungkinkah hasilnya sebuah FPS dengan aksi sekeren Modern Warfare 2 dan tingkat realisme seperti Bad Company 2. Whoa! I’m drooling already!
Final Verdict
Gameplay: 9.0
Jauh lebih realistis dibandingkan Modern Warfare 2. Environment yang bisa dihancurkan memberi banyak kedalaman pada gameplaynya. Juga jangan harap kamu bisa berlari keluar dari tempat persembunyian ala Rambo kalau mau selamat.
Graphic / Sound: 9.0
Detailnya luar biasa. Developer DICE terutama pamer kemampuan engine game mereka saat di hutan (lebat daun dan pepohonan terlihat sangat nyata) dan saat hancur-hancurnya bangunan. Pengisi suara karakter juga sesuai dengan sifat-sifatnya. Yang kurang hanya theme megah. Mungkin perlu menyewa komposer Hollywood juga?
Play Time: 9.0
Dengan catatan kamu memiliki koneksi online, Bad Company 2 bisa menjadi game yang bakalan kamu mainkan untuk tempo yang sangat lama bila kamu pecinta game bergenre FPS.
Overall: 9.0
Game Details
Developer: Digital Illusion CE (DICE)
Publisher: EA
Genre: FPS










