Tag Archive | "Batman"

Tags: , , , , , , , ,

Justice League: Crisis On Two Earths

Posted on 05 March 2010 by Si Tukang Review

Justice League: Crisis On Two Earths DVD Cover

Justice League: Crisis On Two Earths DVD Cover

Sebuah film animasi direct-to-DVD yang baru lagi dari DC! Kelihatannya film animasi sekarang telah menjadi media yang tepat untuk mentranslasikan serial-serial komik DC dan Marvel. Justice League: Crisis on Two Earths merupakan titel yang spesial karena untuk pertama kalinya DC mengangkat kata ‘Crisis’ yang sinonim dengan judul-judul besar ke layar lebar.  Seperti halnya Green Lantern: First Flight yang dirilis beberapa waktu lalu, Crisis on Two Earths menanamkan benih krisis lebih besar yang nantinya akan mengancam seluruh multiverse DC.

Kalau kalian belum terlalu familiar dengan konsep multiverse DC, saya sarankan untuk membaca review saya mengenai graphic novel Crisis on Infinite Earths, Infinite Crisis, dan 52. Kelamaan apabila saya harus menjelaskan lagi mengenai asal muasal dan arti multiverse. Intinya universe yang pembaca komik kenal selama ini tidak hanya satu. Di jagad raya yang kita kenal sekarang ini Superman, Batman, Wonder Woman, dan para jagoan lain membentuk Justice League dan merupakan pelindung bumi. Akan tetapi, belum tentu kenyataan begitu sama di setiap jagad raya lainnya.

Pada awal film ini, diperlihatkan Lex Luthor dan The Joker tengah bekerja sama untuk membobol sebuah brankas rahasia. Lagi-lagi rencana iblis? Tunggu dulu. Ada yang aneh. Di sini Joker mendadak saja mengorbankan diri supaya Lex bisa lolos dari kejaran musuh mereka. Lebih anehnya lagi, para superhero yang muncul dengan kejinya membunuh The Joker yang sudah tidak berdaya melawan. Ini karena dunia yang kita lihat bukanlah dunia kita biasa melainkan sebuah dunia lain bernama Earth-Two. Di sini peran masing-masing karakter terbalik. Lex Luthor dan The Jester (versi The Joker dunia ini) adalah pemimpin Justice League sementara Ultraman (Superman), Owlman (Batman), Superwoman (Wonder Woman), dan yang lainnya justru membentuk liga kejahatan yang bernama Crime Syndicate of America (CSA).

Lex yang terdesak menggunakan barang yang tadinya dicuri dari brankas untuk pindah dimensi ke dunia para superhero DC. Walaupun semula sempat terjadi salah sangka (maklum, Lex Luthor kan penjahat besar di dunia ini), Superman dan anggota Justice League lain bersedia untuk membantu Lex. Permasalahan ternyata jauh lebih pelik daripada yang dibayangkan semula. Di dunia Earth-Two, bahkan para penduduk bumi sudah ketakutan dan tidak berani melawan para CSA. Satu-satunya yang menghentikan CSA mengambil alih pemerintahan adalah senjata nuklir yang siap diledakkan oleh sang presiden apabila CSA melakukan kudeta. Tambahan lagi, Owlman (kembaran Batman) ternyata memiliki adegan terselubung…

Secara keseluruhan, saya lebih puas dengan Crisis on Two Earths dibandingkan percobaan DC sebelumnya (Superman/Batman: Public Enemies). Pertarungan demi pertarungan yang disajikan kali ini juga lebih kreatif mengingat ada lebih banyak karakter yang tergabung di sini. Walau penuh dengan baku hantam di sana-sini, Crisis on Two Earths tidak melupakan cerita. Satu hal terpenting yang akhirnya berhasil diangkat film ini adalah menahbiskan konsep multiverse di bumi. Konsep dunia paralel ini dijelaskan kepada penonton oleh Owlman (dalam adegan di mana ia menjelaskan pada Superwoman) dengan sangat jelas sehingga semua orang pasti bisa mengertinya. Ini tentu membuka jalan crossover-crossover yang lebih megah lagi di masa mendatang. Crisis on Infinite Earths anyone?

Crisis on Two Earths ini juga tentunya tidak sempurna. Beberapa karakter seperti Green Lantern atau Wonder Woman seakan hadir sebagai tempelan saja di film ini sementara Martian Manhunter dan Batman lebih dikedepankan. Mungkinkah ini karena Green Lantern dan Wonder Woman sudah pernah mendapatkan feature filmnya sendiri? Omong-omong soal sosok Green Lantern, saya menerima dengan baik perubahan karakter dari John Stewart ke Hal Jordan. Maaf bung Stewart, but Hal Jordan really is the greatest GL ever.

Meski demikian, perubahan para pengisi suara film ini tidak saya terima dengan baik. Untuk pertama kalinya pengisi suara film ini adalah nama-nama yang sama sekali tidak familiar di telinga saya. Siapa itu Mark Harmon? Vanessa Marshall? James Woods? Ke mana Kevin Conroy? Keri Russell? Tim Daly? Saya sangat kecewa para karakter yang biasa mengisi suara para anggota Justice League ini absen secara misterius. Walaupun para pengisi suara film ini tidak buruk-buruk amat, mereka masih kalah kelas dengan para pengisi suara terdahulu yang sudah memiliki pengalaman dan intimasi dengan karakter-karakter superhero DC. Satu-satunya yang memiliki kualitas di atas rata-rata hanyalah James Woods yang mengisi suara Owlman.

So my verdict is… apabila kamu penggemar komik-komik DC, apa lagi yang kalian tunggu? Segera buru film ini karena dijamin takkan mengecewakanmu!

Note: Saya menonton versi bajakannya, untuk versi aslinya ada bonus animasi pendek mengenai The Spectre, salah satu sosok terkuat di karakter DC yang adalah roh pembalas dendam. Oh ya, Sam Liu yang menyutradarai film ini juga menyutradarai film Planet Hulk.

Score: 7.5

Movie Details
Director: Lauren Montgomery, Sam Liu
Cast: Mark Harmon, James Woods, Chris Noth, William Baldwin, Gina Torres
Running Time: 75 Minutes

Comments (0)

Tags: , , , , , ,

The Superhero Identity Crisis Quiz

Posted on 29 December 2009 by Si Tukang Review

superman-quiz

Let’s start with an easy question: the alter-ego of Superman?
1. Christopher Reeves
2. Tom Welling
3. Clark Kent
4. Jor-El
5. CL
spider-man-quiz

Another easy question: the alter-ego of Spider-man is…?
1. Peter Petrelli
2. Peter Parker
3. Matt Parkman
4. Pak Parkir
5. Park Ji-Sung
batman-quiz

And yet another easy question (I’m too kind yeah?): Batman aka Caped Crusader aka The Dark Knight alter-ego is…?
1. Bruce Wayne
2. Bruce Banner
3. Alfred Messi
4. Sayid Al Jarrah
5. Michael Jon Carter
captain-america-quiz

Too much of easy questions? Okay, let’s up the difficulty a bit. Who’s the first Captain America?
1. Nick Fury
2. Adolf Hitler
3. Steve Roger
4. Bucky
5. Pietr Makalov
wolverine-quiz

The hot guy in the cinema. Wolverine real name is…?
1. Logan
2. Weapon X
3. Charles Xavier
4. James Howlett
5. Jimmy Corbain
green-lantern-quiz

In brightest day, In blackest night, no evil shall escape my sight. Those who worship evil’s might… beware my power… GREEN LANTERN’s light! But who’s the Green Lantern?
1. Guy Gardener
2. Hal Jordan
3. Abin Mati Suri
4. Sinetron
5. John Stewardess
hulk-quiz

Do you know the real identity of the Hulk? You better do, cos you won’t like him when he’s angry!
1. Alfred Molina
2. Otto Octavius
3. Cassidy Freeman
4. Davis Bloome
5. Bruce Banner
flash-quiz

Faster than a speeding bullet… Faster than even Superman… It’s the man who ride the lightning himself. It’s the Flash, and his real name is?
1. Bartholomew Kuma
2. Robert Jacobi
3. Barry Allen
4. Wally East
5. Jay Jay Carick
wonder-woman-quiz

She is the world greatest superheroine. A princess of the Amazon, a fierce warrior, and one of DC’s holy trinity. Wonder Woman alias is…?
1. Asia Argento
2. Megan Gale
3. Lady Theresa Croft
4. Lara Fabian
5. Diana Prince
hawkeye

One of the most popular member of the Avengers. He died in the Avengers Disassembled arc - only to be revived as Ronin a few years later. Hawkeye, Marvel most famous archer name is?
1. Hercules
2. Clint Barton
3. Roger Friedman
4. Andrew Melvin
5. Jared Cole

The leader of the Fantastic Four, as well as Marvel most genius mind. Mr Fantastic is also known as?
1. Ben Grimm
2. Johnny Storm
3. Reverend Ricardo
4. Gabriel Reese
5. Reed Richards
supergirl-quiz

The cousin of Superman that came from Argo City, as well as my personal favorite superheroine, the last daughter of Krypton: Supergirl alias is…?
1. Connor Kent
2. Linda Lee Danvers
3. Lana Lang
4. Linda Lane
5. Artemis Sullivan
she-hulk-quiz

Next; the cousin of Hulk. The She-Hulk is?
1. Angelina Banner
2. Sarah Carter
3. Jessica Siemens
4. Mira Maria
5. Jennifer Walters
robin-quiz

For now, there are three people who ever wear the costume of Robin. Who is the third Batman’s sidekick?
1. Stephanie Brown
2. Tim Drake
3. Jason Todd
4. Marcus Camby
5. Allen Crescent
iron-man-quiz

He’s not only known as Iron Man, but also as the world most flamboyant millionaire playboy. His name is…?
1. Anthony Marc
2. Eddie Brock
3. Justin Kyle
4. Jonn Jonnz
5. Tony Stark
mr-fantastic-quiz

The leader of the X-Men with an Optic Blast. Cyclops is also known as?
1. Scott Summers
2. Sidney Sheldon
3. Scott Speedman
4. Scarlet Speedster
5. Simon Sony
green-arrow-quiz

Green Arrow aka Emerald Archer aka…?
1. Dinah Lance
2. Jasper Vince
3. Lance Vance
4. Niko Davydenko
5. Oliver Queen
nightwing-quiz

He was the first Robin and also the leader of The Outsiders. Nightwing real name is…?
1. Jake T
2. Nelly Bertulloci
3. Shane Moley
4. Dick Grayson
5. William Stryker
catwoman-quiz

She was a villain, a Batman’s lover and a thief. Catwoman = ?
1. Cat Grant
2. Sabrina Menelly
3. Pied Piper Perabo
4. Selina Kyle
5. Helena Wayne
daredevil-quiz

Daredevil; the man without fear, the blind lawyer alter-ego is?
1. Jet Archson
2. Kingpin Bullseye
3. Matt Murdock
4. Ali Larter
5. Leon Redfield

Answers: 3, 2, 1, 3, 4, 2, 5, 3, 5, 2, 5, 2, 5, 2, 5, 1, 5, 4, 4, 3

Comments (4)

Tags: , , , , , , , , ,

How Geek Can You Go?

Posted on 25 November 2009 by Si Tukang Review

Ini adalah kuis iseng-iseng yang saya ciptakan ketika saya nganggur (walaupun masih ada setumpuk game dan film yang belum saya jamah maupun saya review). Kuis ini sendiri bertujuan mencari tahu segeek apakah kamu dan terbagi dalam empat kategori: film / serial TV, anime / manga / tokusatsu, game, dan komik. Kuis ini juga dibagi dalam lima tingkat kesulitan mulai dari yang paling mudah ke yang paling sulit. Jawaban saya sertakan di akhir tiap kuis, tetapi usahakan untuk mencoba menjawab terlebih dahulu sebelum melihat kuncinya. Kalau sekedar mengintip kuncinya saja tidak seru bukan?

Jadi… apakah kamu siap mencari tahu seberapa geeknya dirimu?

nerd-4

Stage I: A Geeky Beginning

Tingkat kesulitan: Sangat gampang. Kecuali kamu hidup di bawah batu atau di dalam gua selama ini kamu seharusnya tahu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut.

1. Superman adalah salah seorang superhero terkuat yang pernah diciptakan. Hanya saja itu bukan berarti dia tidak punya kelemahan. Apakah kelemahan utama Superman? (Komik)
a. Batu bara
b. Warna kuning
c. Wanita
d. Batu kryptonite
e. Emas

2. Dalam tubuh Naruto, bersemayam jiwa siluman…? (Anime / Manga)
a. Rubah berekor sembilan
b. Elang berekor dua
c. Gurita berkaki delapan
d. Monster berkaki satu
e. Mata tanpa kaki

3. Mana di antara karakter berikut yang tidak berasal dari Nintendo? (Game)
a. Master Chief
b. Mario
c. Link
d. Samus Aran
e. Kid Icarus

4. Film animasi layar lebar berwarna pertama dari Disney adalah? (Film)
a. Steamboat Willie
b. Cinderella
c. The Little Mermaid
d. Peter Pan
e. Snow White and the Seven Dwarfs

Kunci Stage I: d, a , a, e

nerd-51

Stage II: Embrace the Nerd You

Tingkat kesulitan: Sedikit lebih sulit dibandingkan stage pertamanya, seharusnya stage ini belum memberi kesulitan apapun bagi kalian para geek sejati.

1. Kota manakah yang menjadi basis operasi Spider-man dalam memberantas kejahatan? (Komik)
a. San Diego
b. San Fransisco
c. New York
d. Los Angeles
e. Seattle

2. Serial Kamen Rider manakah yang melabeli monsternya dengan nama Unknown? (Tokusatsu)
a. Kamen Rider Ryuki
b. Kamen Rider Agito
c. Kamen Rider Black RX
d. Kamen Rider Super One
e. Kamen Rider Kabuto

3. Mana di antara game di bawah ini yang belum pernah digarap versi layar lebarnya? (Game)
a. Super Mario Bros
b. Tomb Raider
c. Metroid
d. Mortal Kombat
e. Doom

4. Titanic memang menjadi film terlaris sepanjang masa, tetapi bila disesuaikan dengan inflasi, manakah film yang sebenarnya menjual paling banyak tiket? (Film)
a. Masih tetap Titanic
b. Gone with the Wind
c. Star Wars
d. The Dark Knight
e. Casablanca

Kunci Stage II: c, b, c, b
nerd-2

Stage III: May the Nerd be with you

Tingkat kesulitan: Di sinilah ke’nerd’an kalian akan mulai diuji. Buat kalian yang hanya kuat di satu dua bidang tertentu saja sebaiknya berpikir-pikir lagi sebelum masuk ke sini. Ingat, the way of the geek is a path hard to follow (mode lebay: on).

1. Mana di antara karakter penjahat berikut yang tidak tergabung dalam gallery villain-nya Batman? (Komik)
a. Captain Cold
b. Joker
c. Killer Croc
d. Hush
e. Scarecrow

2. Berapakah harga bounty buruan dari Tony Tony Chopper sekarang ini (setelah insiden Water Seven)? (Anime / Manga)
a. 500.000.000 B
b. 50.000.000 B
c. 500.000 B
d. 50 B
e. 0.5 B

3. Karakter burung kuning yang selalu menjadi tunggangan setiamu setiap berpetualang di dunia Final Fantasy adalah? (Game)
a. Moogle
b. Kuhjara
c. Quack
d. Chocobo
e. Bahamut

4. Dalam film Star Trek yang manakah terjadi dialog berikut ini “The need of the many outweighs the need of a few, or the one” (Film)
a. Star Trek: First Contact
b. Star Trek: Wrath of Kahn
c. Star Trek: Nemesis
d. Star Trek
e. Star Trek: The Voyage Home

Kunci Stage III: a, d, d, b
nerd-1

Stage IV: Nerd Herd

Tingkat Kesulitan: Kalau kamu bisa sampai di tingkatan ini, kamu bisa menepuk dadamu sendiri dan dengan bangga berkata kalau kamu seorang nerd. Nah sekarang coba jawab pertanyaan-pertanyaan yang hanya bisa diketahui para geek berikut ini.

1. Civil War membelah para superhero Marvel dalam dua kubu besar. Siapakah karakter superhero yang akhirnya tewas di penghujung cerita Civil War? (Komik)
a. Wolverine
b. Iron Man
c. Captain America
d. Cyclops
e. Black Widow

2. Gundam kedua yang dipiloti oleh Athrun Zala dalam serial Gundam Seed adalah? (Anime)
a. Aegis Gundam
b. Wing Gundam
c. Freedom Gundam
d. Justice Gundam
e. Zeta Gundam

3. Ketika kamu hendak menghentikan jaksa yang terus menekan tersangkamu, apa kata-kata yang harus kamu teriakkan di mikrofon DSmu ketika bermain Phoenix Wright? (Game)
a. Take that!
b. Wait a minute!
c. Stop it!
d. Shut up!
e. Objection!

4. Siapa di antara para artis berikut yang tak pernah tampil satu film dengan Brad Pitt? (Movie)
a. Angelina Jolie
b. Tom Cruise
c. Kirsten Dunst
d. Jennifer Aniston
e. Christoph Waltz

Kunci Stage IV: c, d, e, d
need-3

Stage V: Nerd as the way of life for Geeky is the new Sexy

Tingkat Kesulitan: Sebelum mengerjakan bagian terakhir dari kuis ini berjanjilah dulu kepadaku untuk keluar dari kamarmu setelahnya. Sungguh. Hidup ini lebih dari sekedar baca komik, main game dan nonton film dan serial favoritmu kok. Oke? Oke?

1. Ada banyak karakter yang menyandang nama Green Lantern di dunia DC, tetapi manakah yang di antara mereka merupakan Green Lantern yang paling pertama diperkenalkan pada pembaca? (Komik)
a. Abin Sur
b. Sinestro
c. Guy Gardner
d. Hal Jordan
e. Alan Scott

2. Identitas asli dari Servant Saber di Fate / Stay Night adalah? (Anime)
a. Jean D’Arc
b. Hercules
c. Gilgamesh
d. Arturia Pendragon
e. Miyamoto Musashi

3. Game manakah yang mencetak penjualan terbesar di hari pertamanya dirilis? (Game)
a. Halo 3
b. Grand Theft Auto IV
c. Call of Duty: Modern Warfare 2
d. Metal Gear Solid 4: Gun of the Patriot
e. Super Mario Galaxy

4. Karakter-karakter serial TV Lost ini meninggal dunia di season ketiga kecuali: (TV)
a. Charlie Pace
b. Mr Eko
c. Ana Lucia
d. Paulo Fernandez
e. Niki Fernandez

Kunci Stage V: e, d, c, c

Nah. Bagaimana hasil dari kuis kalian? Mau dipost dalam bagian komentar supaya bisa didiskusikan bersama? ^^;

Comments (2)

Tags: , , , , , , ,

Batman Begins

Posted on 06 November 2009 by Si Tukang Review

Batman Begins Poster

Batman Begins Poster

(Review Ditulis Di Tahun 2005)

Franchise komik DC bisa dibilang mati bersamaan dengan berakhirnya franchise Batman pada tahun 1997. Film keempat Batman yang bertajuk Batman And Robin mendapat hujatan dan kecaman dari berbagai pihak. Banyak pihak menilai bahwa film Batman yang terakhir ini tidak sesuai dengan asal muasal sang dark knight yang lebih bernuansa kelam. Setelah mati suri sekitar 8 tahun, pada summer 2005, Batman kembali dihidupkan melalui film Batman Begins.

Dari nama yang disandangnya, tidak heran banyak orang lantas membanding-bandingkannya dengan film Batman yang pertama. Apa bedanya ? Bila Batman pertama lebih banyak menekankan mengenai aksi Bruce Wayne ketika ia sudah menjadi Batman, maka Batman Begins lebih menyoroti mengenai bagaimana proses perubahan Bruce Wayne yang notabene seorang manusia biasa menjadi seorang Batman yang lebih dari sekedar manusia biasa. Batman Begins dijanjikan oleh Christopher Nolan memiliki suasana yang kelam ketimbang colorful. Hal yang wajar mengingat dasar ceritanya diangkat dari Batman: Year One karya Frank Miller yang memang gelap. Hanya saja berbeda dengan nuansa dark yang ditawarkan Tim Burton, kekelaman tone Batman Begins lebih disebabkan oleh alur dan settingnya memang gelap.

Di masa itu, Gotham City adalah kota yang terbelah menjadi dua aspek sosial. Orang-orang berada memang memiliki kedudukan dan posisi sosial yang enak di mana mereka dapat hidup berfoya-foya, sementara di daerah kumuh, banyak orang yang tidak punya bahkan kesulitan untuk memenuhi sekedar kebutuhan perut mereka semata. Jurang sosial ini menyebabkan semakin banyak kriminalitas merajalela di Gotham. Bruce Wayne adalah korban dari kriminalitas ini, ayah dan ibunya yang tergolong darah ningrat diserang pada sebuah malam dan terbunuh di depan matanya sendiri. Berangkat dari peristiwa itu, Bruce muda menjadi seorang yang pendendam. Ia belajar mengandalkan amarah serta kebenciannya untuk menjadi pusat kekuatannya. Ia belajar menyelami pikiran para teroris agar suatu saat dapat membalaskan dendamnya. Di penjara, ia kemudian ditemukan oleh seorang Henry Ducard. Ducard adalah seorang anggota League of Shadows. Pemimpin League of Shadows; Ras Al Gul melihat potensi dalam diri Bruce untuk menjadi pemimpin League of Shadows miliknya.

Sayangnya, usai menjalani latihan, Bruce Wayne tetap tak membuang hati manusianya. Ia memutuskan bahwa cara dari League of Shadows terlalu ekstrim - ia pun kembali ke Gotham dan dalam kehidupan gandanya menjadi sang manusia kelelawar. Tentunya usahanya ini tidak mudah karena seluruh kota tengah berada dalam cengkeraman erat seorang bos mafia yang bekerja sama dengan pemimpin utama dari rumah sakit jiwa. Tidak berhenti sampai di sana, sebagai Bruce Wayne pun ia harus menghadapi masalah konflik internal dalam perusahaan yang diwarisi oleh ayahnya; juga masalah kehidupan asmaranya dengan gadis pujaannya: Rachel Dawes.

Cerita yang begitu kuat dalam film ini adalah kekuatan utama darinya. Christopher Nolan memang mengambil alur penceritaan maju mundur yang agak membingungkan di awal kisah. Hanya saja bila disimak dengan sungguh, alur cerita mengalir dengan enak dan mudah dimengerti dalam penuturannya. Motif dari para villain dalam kisah ini mungkin akan membuat mereka yang tak seberapa familiar dengan Batman berkerut; tetapi tidak lebih. Dialog filosofis dalam film ini tidak terasa menggurui ataupun menggiring cerita menjadi membingungkan. Dialog filsafatnya malahan terasa berbobot dan pas.

Cerita yang cukup sempurna ini diperkuat dengan daftar casting yang brilian dan pas pada posisi mereka masing-masing. Christian Bale memiliki karisma sebagai Bruce Wayne yang terbaik. Sejajar dengan Val Kilmer karena memang muka yang ia miliki sesuai dengan penggambaran Bruce Wayne; seorang yang angkuh, dingin, sekaligus kesepian jauh dalam lubuk hatinya. Sayangnya sebagai Batman; karisma yang dimiliki Bale tak sekuat Michael Keaton yang masihlah Batman terbaik hingga saat ini bagiku. Alfred diperankan dengan sempurna oleh Michael Caine. Tidak hanya bersikap sebagai pelayan semata; Alfred dengan segala kehangatan kasih yang ia berikan secara sempurna menjadi sosok ayah yang ideal bagi Bruce yang telah kehilangan orang tuanya sejak kecil. Liam Neeson yang entah kenapa sering tampil sebagai sosok mentor juga muncul dengan idealismenya sendiri tetapi memikat. Wajah matang didukung dengan akting yang prima menjadikannya sebagai sosok mentor yang sayang kepada sang murid, tetapi tetap berdedikasi pada idealismenya.

Kendati tidak sebrilian ketiga sosok di atas, Morgan Freeman dan Gary Oldman tidak boleh diremehkan. Morgan Freeman memang tidak diberi ruang besar tetapi ia berhasil menggunakan setiap frame di mana ia tampil untuk merebut simpati penonton. Dengan segala gadget yang ia kembangkan; sedikit banyak ia mirip dengan M dalam seri James Bond. Gary Oldman mulai melepas kebiasaan yang spesialisasi karakter jahat dengan menerima tugas menjadi Jim Gordon; letnan polisi yang suatu hari nanti menjadi komisaris sekaligus mitra terlama Batman dalam memerangi kejahatan di Gotham.

Lepas dari segala kelebihan di atas, Batman Begins tidak terlepas dari beberapa kelemahan teknis yang menganggu. Batmobile yang ditampilkan dalam film ini lebih pas mengusung nama Battank. Belum lagi pergeseran karakter Batman yang biasa ditampilkan sebagai hero menjadi seorang anti-hero yang masih dimusuhi oleh para polisi. Terakhir; adalah kemunculan Katie Holmes yang rasanya salah orang. Bila dicermati lagi Nicole Kidman dan Michelle Pfeiffer memiliki pesona wanita dewasa yang pas dengan Val Kilmer dan Michael Keaton saat itu. Sementara Katie Holmes; dia lebih mirip sebagai adiknya Bruce Wayne ketika beradu akting dengannya. Agak disayangkan mengingat Holmes tampil cukup maksimal dalam film ini; mencurahkan bakat aktingnya.

Batman Begins adalah sebuah film komplit yang membawa Batman kembali ke dunia yang sebenarnya. Dunia kelam yang digemari oleh para penggemarnya. Dengan penutup yang menggoda; tidak heran kalau kita mengharapkan sebuah sekuel bukan ? Hail to the Dark Knight!

Score: 9.5

Movie Details
Director: Christopher Nolan
Cast: Christian Bale, Michael Caine, Liam Neeson, Ken Watanabe
Running Time: 141 Minutes

Comments (4)

Tags: , , , , , ,

Blackest Night Batman

Posted on 17 October 2009 by Si Tukang Review

Blackest Night Batman Poster

Blackest Night Batman Poster

Dari awal diberitakannya Blackest Night pada akhir Sinestro Corps War di tahun 2007, ini menjadi even DC yang paling saya nanti-nantikan. Dalam waktu sekejab saja karakter Hal Jordan sang Green Lantern menjadi idola superhero favorit saya di DC, menggantikan posisi Superman maupun Batman. Hingga kini Blackest Night sudah dimulai dan konsepnya mulai terbentuk dengan jelas. Cincin-cincin hitam itu bisa membangkitkan para mayat apapun dan memakai memori lama mayat tersebut. Sampai sekarang belum ketahuan apa tujuan utama para Black Lantern karena mereka selama ini menyerang dan memakan jantung manusia maupun Lantern yang lain.

Mengingat kekacauan terjadi secara sporadis di seluruh dunia, DC selaku penerbit kisah ini tidak semata-mata membiarkan Blackest Night menjadi even tertutup seperti Sinestro Corps War dulu. Blackest Night kali ini digadang-gadang sebagai even terbesar DC langsung mendapat crossover besar-besaran. Jalan cerita utama Blackest Night memang berada pada serial utamanya dan komik Green Lantern yang berfokus pada Hal Jordan dan Barry Allen (Green Lantern dan The Flash). Tetapi di lain tempat terjadi kekacauan di mana-mana. Tiga tie-in pertama yang diluncurkan oleh DC mengulas apa yang terjadi bila Superman, Batman, dan para Titans berhadapan dengan mayat hidup tersebut.

Yang paling pertama selesai adalah Batman, yang sekaligus juga merupakan tie-in paling menarik di mataku. Seperti yang kebanyakan pembaca komik tahu, setelah even dalam Final Crisis dan Batman RIP, mantel Batman tidak lagi dikenakan oleh Bruce Wayne. Kini sosok Batman sudah beralih generasi pada Dick Grayson, yang dikenal juga sebagai Robin pertama atau Nightwing. Robin ketiga Tim Drake kini beralih menjadi Red Robin sementara posisi Robin sebagai sidekick Dick Grayson diisi oleh Damien Wayne, tidak lain tidak bukan anak dari Bruce dengan Talia Al-Gul. Yang menarik untuk dicermati di sini adalah sosok Dick. Menghadapi para Black Lantern adalah ‘tugas besar’ pertamanya. Jadi bisakah ia menghadapi para mayat hidup yang membuat Green Lantern dan The Flash sekalipun kewalahan?

Jawabannya adalah: bisa. Peter J. Tomasi sebagai penulis cerita tie-in ini memang cerdik dalam membangun momentum cerita. Black Lantern yang dihadapi oleh Dick dan Tim bukan sekedar Black Lantern biasa tetapi para Black Lantern yang memiliki kaitan dengan mereka. Dick dan Tim, sebagaimana halnya Bruce, pernah kehilangan orang tua mereka dalam fase kehidupan mereka. Kali ini cincin hitam itu membawa kembali orang tua mereka. Keduanya pun dilempar pada pertanyaan: “apakah ini kesempatan kedua mereka untuk bertemu dengan orang tua mereka kembali?”. Dan melalui dialog-dialog yang ada, Peter J. Tomasi mampu menyentuh hubungan-hubungan emosional itu, sekaligus membuka sedikit tabir misteri mengenai para Black Lantern. Tidak heran sih, selain Geoff Johns, Peter J. Tomasi adalah sosok kedua yang paling punya andil dalam penciptaan crossover ini.

Satu hal lagi yang saya suka dari penanganan Tomasi adalah bagaimana ia tidak memaksakan pertarungan frontal antara Batman dan rekan-rekannya dengan para Black Lantern. Konyol bila melihat Batman atau Robin beradu jotos menghadapi para Black Lantern yang jelas-jelas lebih kuat dari mereka. Tanpa memberi spoiler apapun, saya sangat puas dengan bagaimana akhir pertarungan serta klimaks dalam cerita ini. Tentu saja ini bukannya tanpa keluhan. Mengingat ini hanya sebuah tie-in, akhir dari mini-seri tiga jilid ini terasa sangat tanggung. Saya tahu bahwa kemungkinan besar cerita Batman dilanjutkan pada serial utamanya tapi konklusi setelah klimaksnya yang terlalu tiba-tiba meninggalkan saya dengan perasaan kurang puas.

Terakhir yang membuat saya sangat bangga adalah ilustrator komik tiga seri ini adalah Ardian Syaf, seorang komikus Indonesia yang kini bekerja di bawah naungan DC. Diijinkannya Syaf menggambar tie-in untuk Blackest Night merupakan bukti besarnya kepercayaan DC kepada dirinya, dan Syaf membayar penuh kepercayaan ini dengan karyanya yang menakjubkan. Tidak tanggung-tanggung media sebesar situs IGN saja memuji karyanya sebagai aspek terbaik dalam tie-in ini. Melihat jalan cerita padat kualitas yang ditawarkan Tomasi kepada pembaca, itu berarti IGN sungguh kagum pada karya Syaf. Maju terus Syaf. Maju terus komik Indonesia!

Score: 8.6

Graphic Novel Details
Writer: Peter J. Tomasi
Penciller: Ardian Syaf
Publisher: DC Comics
Volume: 1 - 3

Comments (0)

Tags: , , , , ,

Superman / Batman: Public Enemies

Posted on 09 October 2009 by Si Tukang Review

Superman / Batman: Public Enemies Cover

Superman / Batman: Public Enemies Cover

DC makin memantapkan dirinya sebagai perilis film-film animasi direct-to-DVD yang berkualitas. Tahun ini saja mereka sudah merilis tiga film. Yang pertama adalah Wonder Woman, disusul dengan Green Lantern: First Flight, dan terakhir adalah Superman / Batman: Public Enemies. Berbeda dengan kedua rilis sebelumnya yang adalah cerita orisinil, Public Enemies diangkat dari story arc pertama komik dengan judul yang sama.

Komik Superman / Batman pertama kali diluncurkan di bawah penulis Jeph Loeb dan dianggap sebagai kontinuitas resmi DC sampai saat Loeb meninggalkan DC dan bergabung dengan Marvel. Yang pernah membaca review saya mengenai komik The Ultimates Season 3 dan Ultimatum pasti tahu kalau saya benar-benar membenci tulisan-tulisan Loeb yang saya anggap membodohi pembaca dan kurang berkualitas. Toh, ada kalanya Jeph Loeb menjadi penulis favorit saya ketika menulis Batman: Hush dan serial Superman / Batman ini.

Ketika krisis ekonomi terjadi di Amerika Serikat, kerusuhan dan kekisruhan terjadi. Rakyat tidak lagi pada pemerintahan yang lama. Lex Luthor memanfaatkan hal ini. Dengan image tampil bersih kembali setelah dari penjara, ia memenangkan simpati banyak orang dan akhirnya berhasil duduk sebagai presiden Amerika. Dengan segera Lex Luthor berhasil menurunkan kemiskinan dan meningkatkan keamanan dengan bantuan para superhero yang bekerja di bawahnya. Toh Superman sendiri tetap skeptis kalau musuh besarnya itu bisa bertobat. Superman yakin bahwa sebenarnya Lex Luthor tengah mempersiapkan sebuah skema busuk di balik kebaikannya.

Perkara besar terjadi ketika sebuah meteor kryptonite raksasa meluncur ke bumi. Lex Luthor dengan arogansinya menolak untuk meminta bantuan para superhero dan merancang sendiri design nuklir untuk meledakkan meteor tersebut. Toh desakan dari para bawahannya membuat Lex Luthor mencoba meminta bantuan dari Superman. Namanya juga Lex Luthor, ia sudah menyiapkan jebakan supaya Superman seakan-akan menyerangnya. Sial bagi Superman (dan Batman yang kebetulan membantunya), mereka kemudian disebut oleh Lex Luthor sebagai kriminal dan dihargai 1 Milyar USD. Kini para penjahat maupun superhero semua mengejar-ngejar mereka. Bisakah mereka membersihkan nama baik mereka sekaligus menghentikan meteor kryptonite menghancurkan bumi?

Salah satu ciri khas dari komik Superman / Batman yang ditulis oleh Loeb adalah balon pikiran dari Superman dan Batman. Menghadapi sebuah perkara, Loeb menuliskan pemikiran dari Superman dan Batman sehingga para pembaca tahu kenapa dua superhero ini memiliki nilai fundamental yang sangat berbeda. Selain itu Loeb juga memasukkan berbagai unsur psikologis dalam story arc pertamanya. Superman dibesarkan oleh keluarga Kent dalam nilai-nilai kebenaran sehingga baginya membela kebenaran adalah sesuatu yang wajib ia lakukan. Sebaliknya masa kecil Batman direnggut darinya ketika orang tuanya dibunuh di hadapannya, Bruce menjadi Batman karena terpaksa; tak ingin ada lagi orang yang mengalami nasib sama sepertinya. Itu baru sedikit perbedaan yang dimasukkan oleh Loeb. Yang saya sayangkan, semua nilai-nilai psikologis itu hilang dalam film ini. Hasilnya tinggallah obral adegan aksi dari awal hingga akhir film. Tidak jelek tetapi sulit menilai film ini sebagai sesuatu yang lebih dalam - sesuatu yang sebenarnya bisa dicapai oleh film ini.

Bicara soal obral adegan aksi, saya sungguh puas dengan Public Enemies. Translasi grafisnya dilakukan dengan amat baik oleh DC. Walaupun Ed McGuiness bukanlah artis favorit saya (karakter yang ia gambar cenderung terlalu bergaya anime dan terlalu berotot), saya akui kalau ia lebih dari sanggup menggambar adegan-adegan aksi yang keren. Untungnya semua itu berhasil ditranslasikan ke filmnya - bahkan lebih dahsyat dari adegan di komiknya. Pengisi suara dari serial Superman dan Batman yang lama seperti Clancy Brown, Kevin Conroy, dan Tim Daly pun turun gunung untuk mengisi suara karakter khas mereka. Untuk nama baru sendiri yang mencuri perhatianku jelas Allison Mack si pemeran Chloe dalam Smallville yang di sini mengisi suara Power Girl.

Buat orang yang sudah membaca komiknya, Superman / Batman: Public Enemies versi animasi ini mungkin akan mengecewakan karena mengubah beberapa plot detail yang penting (asal tahu saja, dalam versi komiknya cerita ini merupakan prolog dari kedatangan Supergirl ke bumi). Di lain pihak, untuk mereka yang belum membaca komiknya mungkin akan kebingungan karena jalan ceritanya yang sedikit melompat-lompat. Walau secara keseluruhan ini bukan film yang buruk, saya rasa kedua film animasi DC lainnya pada tahun ini masih lebih superior dibandingkannya dari segi kualitas.

Score: 7.2

Movie Details
Director: Sam Liu
Cast: Clancy Brown, Kevin Conroy, Tim Daly, Xander Berkeley, Allison Mack
Running Time: 64 Minutes

Comments (5)

Tags: , , , , ,

Batman: Arkham Asylum

Posted on 08 October 2009 by Si Tukang Review

Batman: Arkham Asylum Cover

Batman: Arkham Asylum Cover

(Review Based on PC Version)

Welcome to the Mad House

Game yang diangkat dari cerita superhero biasanya memiliki peluang 50-50. Bisa jadi game tersebut keren dan inovatif seperti Spider-man 2 yang menggabungkan unsur GTA dan superhero. Sebaliknya kalau salah garap, hasilnya bisa seperti Superman 64 yang mendapat kritik massa karena dianggap menjadikan sang manusia baja seperti orang idiot.

Ketika saya mendengar bahwa Batman: Arkham Asylum akan dirilis secara simultan untuk 360, PS3, dan PC, saya masih ragu akan kualitasnya. Mengingat sekarang DC tinggal punya properti Batman setelah kesuksesan The Dark Knight tahun lalu, saya khawatir kalau-kalau penerbit komik tertua di dunia ini kemudian sekedar rilis judul game tanpa memperhatikan kualitasnya. Bukankah tahun lalu sudah ada Lego Batman? Apa perlu rilis game Batman lagi tahun ini?

Saya berubah pikiran setelah game ini sibuk mendapat pujian sana-sini dari berbagai situs game. Beberapa situs game terkemuka macam IGN dan Gamespot bahkan terang-terangan menyatakan kalau Batman: Arkham Asylum merupakan game adaptasi superhero terbaik! Kesempatan saya merasakan game ini langsung datang saat saya bertandang ke rumah teman saya. Singkat cerita: dalam kurun waktu semenit memainkannya, saya langsung mengupgrade spesifikasi komputer saya keesokan hari guna memainkan game ini di rumah. Pendapat saya seiya sekata dengan IGN maupun Gamespot. Batman: Arkham Asylum adalah game adaptasi superhero terbaik yang selama ini pernah dirilis.

The Clown Prince of Crime Is Back

Setiap kali Joker berulah, Batman menghentikan aksinya dan mengembalikan Joker ke rumahnya: Arkham Asylum. Hanya saja kali ini Batman heran. Kenapa menangkap Joker begitu mudah? Seakan-akan Joker sengaja untuk ditangkap dan dibawa ke Arkham Asylum. Menyadari bahwa ini mungkin merupakan jebakan dari Joker, Batman kali ini ikut masuk ke dalam penjara para pesakitan Gotham itu. Dugaan Batman menjadi kenyataan. Tak lama setelah dibawa masuk, Joker berhasil meloloskan dirinya dan kabur ke dalam penjara dengan bantuan Harley Quinn, sang abdi setianya. Joker bahkan sudah merancang rencana agar para polisi tidak bisa datang menolong setelah sebelumnya menyebar begitu banyak bom yang ia ancam ledakkan bila ada bantuan masuk ke Arkham.

Dengan polisi sibuk menangani perkara bom tersebut, Joker membebaskan para kriminal-kriminal untuk menguasai Arkham. Satu-satunya harapan untuk menghentikan mereka adalah Batman. Tapi ini tidak akan menjadi hal yang mudah. Selain Joker dan Harley Quinn, banyak sekali musuh sang manusia kelelawar yang ditangkap olehnya meradang. Para psikopat macam Bane, Killer Croc, sampai Scarecrow jelas menunggu-nunggu untuk balas dendam. Bisakah Batman mengambil-alih kendali di Arkham Asylum sebelum semuanya tak tertolong? Apa rencana di balik pengambilalihan Joker ini?

Jangan heran bila cerita dalam game ini di atas standar game-game Batman lainnya. Maklum saja, Batman: Arkham Asylum mendasarkan ceritanya pada kontinuitas resmi komik Batman, tidak seperti game lain Batman yang berdasar kontinuitas serial animasi maupun film layar lebarnya. Bicara soal serial animasi, naskah dalam game ini dipenai oleh Paul Dini. Bagi para pembaca komik DC, nama ini tentu tidak asing lagi. Paul Dini, berikut dengan Geoff Johns dan Grant Morrison adalah penulis banyak cerita Batman, baik di layar kaca maupun di buku komik. Pantas saja ia begitu mengenal tiap-tiap karakter dalam game ini, baik musuh maupun kawan dari Batman. Sekedar fakta unik, karakter Harley Quinn yang pertama muncul dalam serial TV Batman ya diciptakan oleh Paul Dini ini.

Cape Crusader Multi-Profession

Tentu saja sebuah game tidak bisa sekedar dilihat dari ceritanya saja. Seseru apapun ceritanya, game tetap membutuhkan sisi interaktif dengan para pemain, kalau tidak apa bedanya ia dengan sekedar film atau komik yang pasif menyodorkan pada pembaca / penonton belaka? Selama ini, game Batman acap kali lupa bahwa si manusia kelelawar bukan hanya superhero belaka - tetapi juga detektif terbaik dunia DC. Batman juga bukan jagoan macam Superman atau Spider-man yang gayanya adalah langsung maju menyerang para musuh secara brutal. Seperti yang ditegaskan dalam film-film Batman baru karya Christopher Nolan, Batman lebih banyak beroperasi di balik bayangan, menganalisa sang musuh, memakai otak dan ototnya untuk memberantas kejahatan. Dan semua aspek itu tertuang secara sempurna dalam Batman: Arkham Asylum.

Sempurna di sini bukanlah kata yang berlebihan. Pernah membayangkan genre Metal Gear Solid, Resident Evil, sampai GTA dicampur menjadi satu dengan dunia Batman? Nah, hasilnya adalah Arkham Asylum ini. Mengingat ada begitu banyak penjahat di dalam Arkham Asylum lepas dari kurungan, bukan hal yang bijak bila kamu langsung main terjang saja. Empat lima musuh mungkin masih bisa ditangani oleh Batman yang jago berkelahi (sistem bertarungnya sederhana tetapi adiktif dan memiliki kontrol yang fluid), tetapi musuh yang sudah mencapai lebih dari sepuluh orang dan membawa senjata senapan? Nanti dulu. Sebagai Batman, kamu harus memanfaatkan keadaan di sekelilingmu dan gadget yang kamu bawa. Kamu bisa menjebak musuh dengan bom plastik, bisa juga diam-diam menyergap mereka dari belakang, atau memisahkan mereka dari rombongan dan melawan mereka satu demi satu. Caranya benar-benar bebas terserah kamu! Semakin banyak kamu melawan musuh, semakin tinggilah experience yang kamu dapat untuk mengupgrade Batman mendapatkan gerakan-gerakan yang baru.

Game ini juga untuk pertama kali membuka tabir isi dan membiarkanmu menjelajahi Arkham sesuka hatimu. Pada dasarnya penjara ini terletak di sebuah pulau yang terpisah dari Gotham sehingga dalam game ini kamu bebas mengeksplorasi seluruh pulau tersebut. Area yang kamu jelajahi juga bervariasi dan tidak monoton sehingga kamu tidak mungkin kebosanan (apalagi dengan jalan cerita yang hampir terus menerus memompa adrenalin). Selain para kriminal cecunguk kelas teri yang dilepas oleh Joker, game ini juga menyajikan deretan musuh Batman yang lebih berbobot. Setiap pertarungan melawan boss benar-benar memorable. Sedikit spoiler saja, salah satu yang paling berkesan bagiku adalah pertarungan pertama melawan Scarecrow. Batman yang terkena gas beracun Scarecrow mengalami halusinasi melihat mayat orang tuanya di kamar mayat. Settingnya jadi benar-benar menyeramkan ala Resident Evil. Belum lagi setelah itu Scarecrow tahu-tahu nongol dari kantung mayat!

Karena saya memainkan versi PCnya, saya tidak terlalu tahu kualitas versi 360 dan PS3nya. Yang jelas, apabila kartu grafismu memadai, game ini sudah memanfaatkan fitur terbaru nVidia yang bernama PhysX. Teknologi ini memungkinkan render game yang interaktif dengan lingkungan sekitarnya. Contohnya bila Batman menghajar musuh ke dinding, maka dinding itu pun ikut retak atau mungkin bahkan hancur dengan suksesnya. Fitur PhysX ini pastinya akan memberikan dimensi baru dalam permainan bila kamu memang penggila berat game. Terakhir mengenai suaranya juga diisi oleh para pengisi suara kelas atas pada bidangnya, seperti Kevin Conroy dan Mark Hamill (the force is strong in Mr Joker eh Luke Skywalker!).

Seperti yang saya katakan di awal review tadi, Batman: Arkham Asylum adalah game adaptasi superhero terbaik. Lebih dari itu, ia bisa dinikmati oleh semua gamer, terlepas apakah kamu familiar atau tidak dengan mitologi sang manusia kelelawar. Final verdict: kandidat game terbaik tahun ini!

Final Verdict

Gameplay: 9.5
Gameplaynya benar-benar dalam dan bervariasi. Sebagai sang jago martial arts, kamu harus menghadapi berbagai musuh. Sebagai sang detektif, kamu harus mencari petunjuk yang ditinggalkan musuhmu untuk menentukan langkahmu berikutnya. Sebagai manusia, kamu harus mengendap tanpa membabi-buta. Benar-benar portrayal Batman yang lengkap!

Graphic / Sound: 10
Apalagi dimainkan dengan teknologi PhysX nVidia, suasana sekeliling Arkham Asylum mulai dari pulau sampai ruangan dalam yang artistik dan menakutkan… suasananya menakjubkan dengan campuran setting film horror dan thriller. Para bossnya semua memorable dengan design yang setia pada konsep komiknya. Setiap karakter juga diisi oleh para artis papan atas yang sudah berpengalaman.

Play Time: 9.5
Mengungkap semua rahasia Arkham Asylum memberikan tantangan tersendiri karena bonus-bonus unik yang tersembunyi di dalamnya. Wawancara dengan Joker atau Killer Croc saat mereka mau dimasukkan ke dalam Arkham Asylum misalnya memberi background cerita yang lebih jelas mengenai kehidupan para psikopat ini.

Score: 9.8

Game Details
System: 360, PS3, PC
Developer: Rocksteady
Publisher: Eidos
Genre: Action Adventure

Comments (10)

Tags: , , , , , ,

Batman: No Man’s Land

Posted on 01 October 2009 by Si Tukang Review

Batman: No Man's Land Cover

Batman: No Man's Land Cover

Pada tahun 1999, DC melancarkan sebuah saga besar-besaran untuk kisah Batman. Saga ini nantinya akan mengubah nasib kota Gotham selama-lamanya; sekaligus menjadi dasar untuk beberapa cerita dunia DC ke depannya. Saga untuk kota Gotham ini dinamakan: No Man’s Land. Saga ini tidak hanya mengambil semua porsi dalam cerita Batman saja, tetapi juga dalam cerita Robin, Nightwing, Catwoman, hingga Azrael. Singkatnya, semua elemen Batman tergabung masuk di dalam cerita ini. Bagaimana ramuan dalam No Man’s Land ini jadinya?

Batman: No Man’s Land

An Earthquake that Changed Gotham Forever…

… and after the Earth shattered and the buildings crumbled, the nation abandoned Gotham City. Then only the valiant, the venal, and the insane remained in the place they called No Man’s Land.

Itulah pembukaan dari No Man’s Land. Cukup untuk menggambarkan apa yang terjadi pada Gotham.

Sebuah gempa dengan skala 7.6 Richter menghantam Gotham. Gempa dengan ukuran luar biasa besar dan hebat ini mengakibatkan kerusakan yang benar-benar parah pada Gotham. Bangunan hancur dan rubuh, jalanan dan infrastruktur hancur total. Ratusan hingga ribuan orang tewas. Tetapi itu bukanlah hal yang paling mengenaskan. Apa yang terjadi berikutnya adalah Amerika memutuskan untuk memutuskan semua hubungan dengan Gotham. Gotham yang selama ini memang sudah dianggap kota kriminal dianggap tidak layak diselamatkan – dan dianggap tak perlu lagi ada.

Tidak butuh waktu lama bagi orang-orang di dalam Gotham untuk menyadari bahwa pemerintah telah meninggalkan mereka. Karena itu, mereka mulai menjadi liar. Saling berperang untuk memperebutkan kekuasaan. Yang lebih parah adalah Arkham Asylum tempat Batman menawan musuh-musuhnya ikut hancur. Para kriminal kabur dan menjadi semakin beringas. Masing-masing membentuk gang mereka sendiri dan berebut kekuasaan. Gotham menjadi kota yang tidak memiliki penguasa. Tidak heran banyak orang yang menjulukinya NML (No Man’s Land).

Dan di manakah Batman saat itu? Tidak ada di mana-mana. Superhero yang biasanya tanpa lelah membela Gotham ini tidak berada di sana karena ia begitu kecewa akan dirinya sendiri. Sebagai Bruce Wayne, ia telah melakukan lobi terhadap pemerintah supaya mereka tidak menutup jalan ke Gotham. Ia gagal total. Dan karena itu ia kecewa. Kekecewaan itu memuncak menjadi sebuah kepasrahan. Tetapi apakah Batman akan selamanya meninggalkan Gotham?

… into a No Man’s Land

Ketika Batman sudah bisa mengatasi keputus-asaannya, ia kembali ke Gotham. Tetapi ia menyadari bahwa Gotham yang ditinggalkannya beberapa bulan sudah berubah total. Gotham yang sekarang tidak lagi menakutinya. Tidak lagi menakuti sosok Batman yang sudah meninggalkan mereka berbulan-bulan.

Penguin menguasai seluruh jaringan kota. Para penduduk Gotham tidak menganggap emas sebagai suatu yang berharga lagi. Mereka beramai-ramai menukarkan emas dan segalanya untuk sekedar makanan, atau minuman. Penguin adalah satu-satunya orang yang bisa memasukkan barang dari luar Gotham yang dikarantina itu.

Keadaan lainnya tidak lebih baik. Gotham Police Department (GPD) beserta Huntress memang mempertahankan teritori mereka masing-masing, tetapi teritori yang lain dikuasai oleh Two Face, Scarecrow, Killer Croc, dan banyak kriminal-kriminal sinting lainnya. Robin dan Nightwing pun tidak bisa kembali ke dalam Gotham karena mereka diperintahkan oleh Batman untuk tidak berada dalam kota itu. Para anggota JLA pun semuanya tengah menghadapi kesulitan mereka sendiri sehingga tidak bisa banyak membantu menghadapi apa yang terjadi pada Gotham.

Yang mungkin paling menghancurkan Batman adalah ketika Jim Gordon yang adalah mitra terlamanya dalam membela kejahatan turut kehilangan kepercayaan kepada dirinya yang telah meninggalkan Gotham terlalu lama.

Dan dari sana dimulailah perjuangan Batman untuk merebut kembali wilayah demi wilayah yang dikuasai oleh para penjahat itu. Semula, Batman memang beroperasi sendirian, tetapi lambat laun ia mengerti bahwa ia tidak bisa menghentikan semua ini sendirian. Perlahan-lahan, ia kembali mengumpulkan orang-orang yang paling ia percayai untuk membantu menyelesaikan masalah ini; Robin, Nightwing, Oracle, Huntress, Azrael, Catwoman, Batgirl yang baru, hingga Jim Gordon. Bahkan Superman pun sesekali datang untuk membantu Batman (kendati Batman lebih suka beroperasi sendiri tanpa bantuannya).

Perlahan-lahan akan ketahuan oleh pembaca bagaimana merebut petak demi petak di Gotham hanyalah bagian dari sebuah skema besar yang mengerikan yang menunggu Gotham. Perlahan-lahan orang yang menjadi biang kerok sebenarnya dari aksi di balik penyegelan Gotham akan ketahuan, dan ketika semua itu nampaknya bisa diselesaikan; dideklarasikannya Gotham terbebas dari No Man’s Land akan juga diingat sebagai saat tragedi yang sangat menyedihkan.

Survival of the Fittest

Satu tahun penuh adalah waktu yang dibutuhkan untuk keseluruhan saga No Man’s Land. Semua seri Batman yang muncul pada tahun ini digunakan untuk mengcover cerita dalam No Man’s Land. Dan bahkan itu saja tidak cukup. Untuk memperkuat cerita dalam No Man’s Land, bahkan beberapa komik Azrael, Catwoman, Robin, Nightwing, sampai Young Justice juga digunakan untuk menceritakan saga No Man’s Land ini.

Yang saya sukai dalam No Man’s Land adalah ceritanya yang dibangun dari banyak sekali sudut pandang. Memang kita akan paling sering mendapatkan cerita dari sudut pandang Batman dan Oracle, tetapi sering juga kita akan mendapatkan cerita dari sudut pandang para teman Batman yang lain. Selain itu, kita juga akan mendapatkan cerita dari sudut pandang Jim Gordon, Alfred, dan banyak sekali penduduk Gotham yang tertinggal di kota tersebut (beserta alasan kenapa mereka memilih bertahan di NML). Karena eventnya sendiri berlangsung selama setahun penuh maka penceritaan dalam NML ini digarap dengan kontribusi sangat banyak artis dan penulis yang masing-masing nanti menyusun sebuah cerita besar yang rapi dan berkesinambungan.

Seiring cerita dalam NML berlanjut, kita akan makin mengerti alasan-alasan kenapa Batman tidak langsung menghabisi semua musuh-musuhnya, atau kenapa ia dahulu sempat mengasingkan diri. Kita juga bisa melihat bagaimana perbedaan cara bekerja Batman dan Superman dalam saga ini (sekaligus perbedaan besar antara Metropolis dan Gotham City). Kenapa Batman memilih untuk bekerja sama dengan Penguin? Kenapa ia menyerahkan penjagaan dalam Arkham Asylum kepada penjahat lainnya? Kenapa ia mengutus bawahan serta sidekicknya baru menjelang pertengahan cerita?

Unsur psikologi manusia juga sangat banyak mendapatkan penekanan dalam cerita ini. Sebuah hal yang wajar sebenarnya – mengingat musuh Batman kebanyakan adalah orang-orang sinting. Untuk beberapa potongan dalam penceritaannya, saya paling menyukai bagian penceritaan Scarecrow dan Joker. Kedua penjahat ini benar-benar digambarkan paling sinting dan sekaligus memiliki story arc paling kokoh. Untuk cerita singkat dalam Batman, saya paling menyukai cerita dalam NML ini ketika dipandang dari sisi Alfred (kapan lagi Alfred akan ditaruh sebagai tokoh utama?).

No Man’s Land adalah sebuah saga panjang Batman yang menurutku sangat mengesankan. Dia berdiri sejajar dengan Batman: The Killing Joke, Batman: Hush, dan Batman: The Dark Knight Returns sebagai seri-seri Batman yang paling memorable yang pernah kubaca. Yang lebih luar biasa? Apabila judul lain Batman itu kebanyakan cuma mini-seri / one shot, maka NML adalah saga Batman yang bisa membuatku tetap tertarik sepanjang tahunnya!

Score: 8.5

Graphic Novel Details
Writer: Various Writer
Penciller: Various Artist
Publisher: DC Comics
Volume: Various Titles

Comments (0)

Tags: , , , , ,

Super Capers

Posted on 23 August 2009 by Si Tukang Review

Super Capers Poster

Super Capers Poster

Saya menonton Super Capers dengan ekspektasi bahwa B-movie ini adalah sebuah film superhero dengan budget rendah dan merupakan parodi dari film-film superhero lainnya. Yah, seperti Superhero Movie hanya untuk rilis langsung ke DVD. Maka dari itu, ketika film ini ternyata cukup lucu dan ceritanya cukup orisinil, saya mendapat kejutan yang menyenangkan.

Ed Gruberman hendak menjadi seorang superhero semenjak kematian kedua orangtuanya. Sayangnya keinginannya ini terhalangi oleh satu hal: ia tidak punya kekuatan super. Ketika Gruberman tanpa sengaja menyerang seorang kriminal yang tengah menodong seorang wanita, ia malahan ditangkap polisi karena disangka menyerang orang tak berdosa. Beruntung bagi Gruberman sang hakim masih mau mendengarkan pembelaannya dan tidak langsung memasukkannya ke dalam penjara. Gruberman justru diberi kesempatan untuk bergabung dengan sebuah grup superhero bernama Super Capers untuk belajar bagaimana mendapatkan kekuatannya.

Super Capers terdiri dari superhero-superhero paling konyol sepanjang sejarah. Brainard adalah seorang man-child yang masih tidur dengan mamanya walau sudah berumur 50 tahun dan memiliki kemampuan telekinesis. Will Powers punya kekuatan macam Superman tetapi ia punya masalah dengan rupanya dan takut diejek gendut atau jelek. Puffer Boy hanya bisa membangkitkan kekuatannya ketika takut. Q adalah pencipta gadget yang terobsesi dengan Qnya di James Bond (ia juga punya ciptaan robot yang bicara persis gaya Arnold Schwarzenegger). Satu-satunya superhero yang agak normal di sini adalah Felicia Freeze, sang superheroine yang memiliki kemampuan membekukan sesuatu dan langsung menarik perhatian Ed. Apakah Ed bisa belajar dari Super Capers?

Tadinya saya mengira film ini seperti Superhero Movie yang penuh parodi. Nyatanya pendapat saya keliru total. Walau dipenuhi parodi di sana-sini (dari Batman, Robin, Star Wars, James Bond, The Matrix dan lain-lain), Super Capers tidak pernah terjebak dalam rentetan parodi demi parodi seperti yang menjadi masalah kronis kebanyakan film parodi belakangan ini. Selain itu, Super Capers juga cukup cerdas dalam menggabungkan humor orisinil bercampur parodi sehingga penonton tidak jenuh dengan humor begitu-begitu saja. Cerita dalam film ini pun cukup pintar untuk ukuran B-movie dan memiliki plot twist yang tak kusangka menjelang akhir film.

Mengingat film ini dirilis langsung untuk DVD, bisa dimaklumi kalau budgetnya kecil. Gara-gara alasan ini, Super Capers terlihat sangat minim dari segi kostum (jelek sekali dan bahkan tidak body-fit), segi spesial efek (dengan action yang sangat minim), sampai segi latar belakang (mansion superheronya menyedihkan). Pun dari pemainnya tidak terlalu banyak nama beken yang bergabung dalam film ini. Yang saya kenali paling-paling Ryan McPartlin (Mr Awesome di Chuck) dan Danielle Harris yang masih saja memiliki wajah dan perawakan gadis berumur 20an (walau ia sudah berusia 32 tahun!). Dua cameo yang lumayan terkenal ambil bagian adalah Tom Sizemore dan Adam West (dan tentu saja ada candaan bagaimana West adalah mantan Batman di serial TV jadul dulu). Sebagai kompensasinya, sang sutradara juga berusaha mengoptimalkan musik dalam film ini (semua direkam dengan orkestra) untuk memberi penonton kepuasan, setidaknya dari kualitas sisi audionya.

Sejujurnya jangan harapkan Super Capers untuk bersaing dengan film-film superhero macam The Dark Knight atau Spider-man 2 atau bahkan Sky High. Toh dengan segala kesederhanaan yang ia tawarkan, Super Capers membuktikan bahwa untuk sebuah film parodi yang kompeten dan memancing tawa masih perlu cerita. Semoga dengan film ini para studio besar mulai melirik Ray Griggs dan memberinya budget lebih tinggi untuk film-film parodinya yang lain ketimbang melulu mendanai Aaron Seltzer dan Jason Friedberg meracuni kita dengan film mereka.

Score: 6.6

Movie Details
Director: Ray Griggs
Cast: Justin Whalin, Samuel Lloyd, Ryan McPartlin, Danielle Harris
Running Time: 86 Minutes

Comments (2)

Tags: , , , , ,

The Prestige

Posted on 15 July 2009 by Si Tukang Review

The Prestige Poster

The Prestige Poster

(Review Ditulis Di Tahun 2006)

Batman Begins adalah alasan kenapa aku menonton film ini. Karena begitu puasnya aku menonton Batman Begins dari Christopher Nolan, aku jadi penasaran dan tertarik melihat film ini. Yang mengejutkanku adalah Christian Bale dan Michael Caine (yang tampil begitu kompaknya di Batman Begins) sekali lagi tampil dalam film ini. Belum lagi dengan tambahan Hugh Jackman. Wolverine dan Batman tampil dalam satu layar? Tambahan lagi mereka duel sebagai para pesulap! Ini baru tontonan!

Robert Angier dan Alfred Borden keduanya adalah sahabat baik yang sangat tergila-gila dengan ilmu sulap (mereka juga pesulap). Tetapi kemudian segalanya berubah ketika sebuah kecelakaan terjadi di pertunjukan sulap mereka. Kecelakaan itu merenggut nyawa dari Julia Angier (istri dari Robert Angier) dalam atraksi sulap. Kemarahan Robert pun ditumpahkan kepada Alfred. Mereka yang semula sahabat berubah menjadi musuh besar yang saling menyerang dan mengacaukan permainan lainnya. Tidak hanya itu, mereka masing-masing juga memiliki asisten yang selalu melindungi mereka. Perseteruan keduanya ini makin lama menjadi makin tajam dan merembet kepada keluarga mereka.

Keduanya sebenarnya memiliki gaya sulap yang berbeda. Sementara Alfred Broden kurang jago dalam menggaet perhatian para penonton (tetapi dia sangat luar biasa dalam menciptakan trik-trik sulap baru), sebaliknya Robert Angier adalah seorang penarik minat penonton dan menguasai panggung (tetapi kalah terampil dengan Alfred dalam menemukan ilmu-ilmu yang baru). Akhirnya Robert mengirim asistennya yang bernama Olivia kepada Alfred guna mengorek rahasia Alfred. Bagaimanakah titik puncak dari perseteruan mereka ini? Yang jelas, sebagaimana ilmu sulap - akan begitu banyak plot yang diputar balik sepanjang cerita.

Seperti halnya saya menonton Batman Begins, The Prestige menyuguhkan deretan aktris papan atas yang mampu tampil luar biasa. Hugh Jackman dan Christian Bale sangat fasih dalam memerankan Robert Angier dan Alfred Borden (yang saya sayangkan hanyalah Nolan kurang memberi kesempatan penonton menunjukkan awal-awal masa di mana mereka berdua masih bersahabat karib - entah kenapa rasanya kurang dalam). Sebagai peran pendukungnya, Michael Caine - Scarlett Johansson - sampai David Bowie sekalipun mampu mencuri perhatian dari para penonton dengan performa mereka yang apik. Ilmu sulap demi ilmu sulap juga ditunjukkan dan perlahan misteri di baliknya dibongkar oleh Christopher Nolan (Tidak, sang sutradara tidak repot-repot membeberkan kepada kita mengenai trik sulap sederhana, tetapi trik-trik sulap yang berkelas tinggi).

Melalui film ini, saya belajar banyak mengenai dunia sulap yang sebagaimana halnya dunia bisnis lain, penuh dengan intrik dan persaingan tajam di dalamnya. Dan hal kedua yang saya pelajari adalah… mata kita justru merupakan bagian yang bisa jadi sangat menipu kita. The Prestige adalah tontonan apik yang menyuguhkan kejutan demi kejutan sampai pada detik terakhir film ini diputar. Bravo untuk tontonan apik dari Nolan ini, sudah lama rasanya otak saya tidak bekerja ketika menonton bioskop!

Score: 8.5

Movie Details
Director: Christopher Nolan
Cast: Hugh Jackman, Christian Bale, Michael Caine
Running Time: 128 Minutes

Comments (2)

Advertise Here
Advertise Here