Setelah beberapa saat berhenti dari marathon Studio Ghibli (karena satu dan berbagai hal, marathon ini sempat tertunda selama lebih dari dua bulan), kini saya kembali melanjutkan marathon nonton ini. Yang pertama saya tonton adalah The Cat Returns / Neku no Ongaeshi. Entah kenapa saya memilih film ini. Mungkin karena ada kata ‘Return’ yang secara simbolis memaknai kembali berlanjutnya marathon ini?
Ingatkah kalian akan film Whisper of the Heart yang sempat kureview beberapa saat lalu? Film tersebut mengisahkan kehidupan seorang gadis bernama Shizuku yang gemar menulis. Karya pertama gadis muda ini berkutat mengenai petualangannya dengan seekor kucing (terinspirasi dari patung kucing) bernama Baron. Bagian yang sebenarnya hanya berlangsung selama beberapa menit ini ternyata mendapatkan sambutan meriah sekaligus mengangkat tokoh Baron sebagai tokoh yang disenangi oleh penonton. Karena melihat tingginya animo akan sosok Baron, Studio Ghibli pun mengumumkan bahwa mereka akan membuat film pendek mengenai kisah petualangan Baron. Dalam pengembangannya, Hayao Miyazaki kemudian memutuskan untuk memperbesar proyek ini menjadi sebuah film penuh. Mengingat pada saat itu ini akan menjadi film pertama Studio Ghibli setelah memenangkan penghargaan film animasi terbaik tahun 2001 di ajang Academy Award (melalui film Spirited Away) maka harapan setinggi langit disematkan pada film ini.
Haru, protagonis utama dalam cerita ini, adalah seorang gadis yang baik hati tetapi sedikit pemalu dan kurang bisa tegas. Sifatnya yang terkadang plin-plan dan kelewat baik ini kemudian malahan membawa petaka bagi dirinya. Saat melihat seekor kucing hampir tertabrak mobil, kebaikan Haru membuatnya menyelamatkan nyawa sang kucing. Sang kucing pun selamat dan ajaibnya mengatakan terima kasih kepada Haru. Haru kaget bukan kepalang dan tahu-tahu kucing itu sudah berlalu. Baru saja Haru menyangka bahwa ia sedang bermimpi, malamnya ia didatangi oleh rombongan para kucing yang ingin berterima kasih pada Haru. Rupa-rupanya kucing yang diselamatkannya tadi adalah pangeran dari kerajaan kucing.
Rasa terima kasih dari kerajaan kucing bukannya membuat Haru senang malah membuatnya tambah pusing. Seperti bagaimana para kucing mengiriminya puluhan tikus sebagai hadiah sampai kemudian mengajaknya pergi ke kerajaan kucing guna dijodohkan dengan sang pangeran kucing yang tadinya ia selamatkan! Apakah Haru akan berubah menjadi kucing dan selamanya tinggal di dunia para kucing? Atau akankah ia bisa tumbuh dewasa dan memiliki kemauannya sendiri?
Beberapa kali dalam review saya sebelumnya, saya suka mengeluhkan sebuah film yang terlalu panjang sehingga terasa bertele-tele. Untuk The Cat Returns justru sebaliknya; saya merasa bahwa film ini terasa terlalu cepat dengan tempo hanya kurang lebih 70 menit. Selain memperkenalkan penonton dengan karakter Haru, kebanyakan karakter lain seperti hanya dimunculkan karena plot cerita membutuhkan mereka muncul saat itu. Bahkan karakter Baron yang ditonjol-tonjolkan dalam cerita ini pun tidak memiliki latar belakang apapun sehingga susah untuk turut mendukungnya dalam perjuangannya menyelamatkan Haru (tambahan lagi karakternya jatuh dua dimensional sekali). Karakter lain seperti Muta dan sang raja kucing yang lalim sepertinya hanya jadi tempelan semata. Jelas ada sesuatu yang salah pada film ini bila saya merasa lebih mengenal Baron dari film Whisper of the Heart yang hanya memberinya porsi kecil dalam cerita ketimbang film ini yang jelas-jelasan seharusnya memberi porsi lebih besar pada dirinya.
Satu lagi keluhanku adalah cara film ini menyampaikan penggambarannya secara terlalu eksplisit. Salah satu keindahan film animasi Studio Ghibli (terutama karya Hayao Miyazaki dan Isao Takahata) adalah penyampaian mereka yang bisa bercampur antara implisit dan eksplisit. The Cat Returns tidak terlihat begitu. Bahkan pada penggambaran kucingnya saja langsung terlihat kalau kucing A merepresentasikan China, kucing B merepresentasikan Mesir, kucing C merepresentasikan Arab, dan seterusnya. Dunia para kucing – walaupun imajinatif – tetap terasa datar dan membosankan, apalagi bila mengingat Studio Ghibli bisa menciptakan dunia seorisinil Spirited Away setahun sebelumnya. Perubahan hati Haru yang terjadi di akhir cerita juga tidak terasa seperti ia perjuangkan melainkan seperti kado yang ditulis oleh penulis hanya untuk mendapatkan sekedar sebuah ending yang memuaskan penonton.
Kendati saya menyukai tajamnya gambar dan penggunaan warna-warna cerah dalam film ini, saya bisa mengatakan kalau The Cat Returns adalah karya Studio Ghibli yang paling mengecewakan bagiku (setidaknya sampai saat ini). Suatu fakta yang menarik di sini adalah Whisper of the Heart yang bisa dibilang prekuel dari film ini disutradarai oleh Yoshifumi Kondo yang diharapkan bisa menjadi penerus Miyazaki dan Takahata. Lagi-lagi dalam The Cat Returns yang didapuk adalah sutradara debutan Hiroyuki Morita; dan sayangnya terbukti bahwa film-film terbaik Studio Ghibli memang masih yang dibesut oleh duet gaek tersebut.
Score: 6.7
Movie Details
Director: Hiroyuki Morita
Cast: Chizuru Ikewaki, Yoshihiko Hakamada, Tetsu Watanabe
Running Time: 72 Minutes








