Tag Archive | "Avatar"

Tags: , , , , ,

And the Oscar goes to…

Posted on 08 March 2010 by Si Tukang Review

academy-awards-82

Perayaan Academy Awards tahun 2010 sudah berlangsung pagi tadi. Bagi kalian yang kelewatan menonton acaranya, demikianlah deretan para pemenangnya. Apakah jagoan yang kalian unggulkan berhasil mendapat piala Oscar?

BEST PICTURE
- The Hurt Locker

DIRECTING
- Kathryn Bigelow for The Hurt Locker

BEST ACTRESS IN A LEADING ROLE
- Sandra Bullock for The Blind Side

BEST ACTOR IN A LEADING ROLE
- Jeff Bridges for Crazy Heart

BEST ACTOR IN A SUPPORTING ROLE
- Christoph Waltz for Inglourious Basterds

BEST ACTRESS IN A SUPPORTING ROLE
- Mo’Nique for Precious

BEST WRITING – ORIGINAL SCREENPLAY
- Mark Boal for The Hurt Locker

BEST WRITING – ADAPTED SCREENPLAY
- Geoffrey Fletcher for Precious

BEST ANIMATED FEATURE FILM
- Up

BEST FOREIGN LANGUAGE FILM
- The Secret in Their Eyes (Argentina)

BEST DOCUMENTARY – FEATURE LENGTH
- The Cove

BEST DOCUMENTARY – SHORT FILM
- Music by Prudence

SHORT FILM – LIVE ACTION
- The New Tenants

SHORT FILM – LIVE ACTION
- Logorama

BEST ACHIEVEMENT IN CINEMATOGRAPHY
- Avatar

BEST ACHIEVEMENT IN ART DIRECTING
- Avatar

BEST ACHIEVEMENT IN COSTUME DESIGN
- The Young Victoria

BEST ACHIEVEMENT IN MAKEUP
- Star Trek

BEST ACHIEVEMENT IN VISUAL EFFECTS
- Avatar

BEST ACHIEVEMENT IN EDITING
- The Hurt Locker

BEST ACHIEVEMENT IN SOUND EDITING
- The Hurt Locker

BEST ACHIEVEMENT IN SOUND MIXING
- The Hurt Locker

BEST ACHIEVEMENT IN MUSIC – ORIGINAL SCORE
- Michael Giacchino for Up

BEST ACHIEVEMENT IN MUSIC – ORIGINAL SONG
- Crazy Heart – “The Weary Kind”

Pendapat pribadiku mengenai hasil Academy Awards 2010 ini
- Yang paling membuat gw tertarik itu The Blind Side, karena gw senang sekali dengan film-film olahraga inspirational seperti ini. Kudos buat Ms Sandra Bullock yang punya keberanian datang ke Razzie Award karena dia jadi artis pertama yang dapat Razzie dan Academy Awards di tahun yang sama. Dan kalau boleh jujur, gw bakalan bilang kalau All About Steve is NOT THAT BAD. You want a bad movie and a bad actress? Silahkan lihat Saw VI. Silahkan lihat Dragonball: Evolution. Silahkan lihat Street Fighter: Legend of Chun-Li. Silahkan lihat Halloween II. Silahkan lihat Friday the 13th. Silahkan lihat The Final Destination. Go Sandra Bullock go!

- Up memenangkan dua penghargaan sebagai film animasi terbaik dan musik original score terbaik. SUdah layak dan sepantasnya. Musiknya Michael Giacchino di awal film kalau didengarkan sampai sekarang juga bakalan terkenang abadi sebagai bukti kisah cinta dan kehidupan dua insan manusia. It’s just beautiful. Pribadiku sih sebenarnya juga menjagokan Up memenangkan Best Picture… tapi mungkin belum saatnya. Gw akan terus menantikan terjadinya saat itu!

- Kecewa untuk Best Original Screenplay dan Best Adapted Screenplay. Gw menjagokan Inglourious Basterds dan Up in the Air untuk kedua bagian itu. Terutama untuk Up in the Air, gw merasa kecewa banget film ini dishut-down dengan begitu kejamnya oleh panitia Oscar. Enam nominasi, nol piala. Duh. Gw belum nonton Precious, but gw akan menaikkan standar penilaian gw secara ini film yang ‘konon’ mampu mencuri Adapted Screenplay dari salah satu film favorit gw tahun lalu.

- Avatar juga pulang dengan malu. Sebelumnya dijagokan bakalan menyapu penghargaan kategori teknis dan bersaing ketat dengan The Hurt Locker dalam dua piala paling bergensi (Film dan Sutradara terbaik) nyatanya harus berbagi dalam kategori teknis (Best Sound Editing dan Mixing semua disambar The Hurt Locker). Lebih menyesakkan lagi adalah bagaimana film terbaik dan sutradara terbaik harus direlakan James Cameron kepada mantan istrinya. Kathryn Bigelow menjadi sutradara wanita pertama yang memenangkan Oscar! Selamat! Dan setahu saya The Hurt Locker ini termasuk film pemenang Oscar yang pendapatannya sangat – sangat rendah (tidak sampai 20 Juta USD!!!). Saya tidak ingat kapan terakhir kalinya ada film pemenang Oscar yang meraup dollar lebih sedikit darinya!

Well, that’s all. Sampai jumpa di tahun depan dalam ajang Academy Awards berikutnya!

Comments (6)

Tags: , , , , , ,

My Top Movies of 2009

Posted on 27 February 2010 by Si Tukang Review

Setelah melihat list dari Pak Awya dan Pak Gilasinema, saya baru sadar bahwa saya ternyata belum buat list saya sendiri dari tahun 2009 lalu. Dulu mau buat tapi saya pikir saya masih banyak sekali film tahun 2009 yang belum nonton. Sekarang sudah lewat dua bulan di tahun 2010, jadi bisa dibilang list ini sudah agak terlambat.Yah… lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali… inilah list film-film terbaik tahun 2009 buatku.

10. Inglorious Basterds (8.8)

inglourious-basterds

Film ini menandai kembali berkaryanya Quentin Tarantino setelah vakum beberapa tahun lamanya. Beberapa orang benci dengan film ini karena penuh dengan dialog, beberapa lagi mencintainya. Saya pribadi angkat empat jempol untuk film ini. Walaupun panjangnya hampir mencapai tiga jam, sama sekali tidak satu saatpun yang membosankan menontonnya. Plus penampilan Christoph Waltz praktis menenggelamkan semua pemain lain yang berada satu layar dengannya.

09. Avatar (8.9)

avatar

Ketika saya menulis list ini, Avatar bakalan menjadi film pertama sepanjang sejarah yang menembus angka 700 Juta USD. Sebuah pencapaian yang fenomenal untuk sebuah film yang tadinya disangka bakalan ‘biasa-biasa’ saja. Buat saya pribadi, walaupun cerita dari Avatar tergolong biasa saja, efek visual dan keberanian James Cameron menciptakan sebuah dunia baru bernama Pandora layak diacungi jempol. Saya berharap bahwa kalau sekuelnya jadi dibuat, Cameron akan lebih berfokus pada ceritanya.

08. Up in the Air (9.0)

up-in-the-air

Dari semua film, yang rasanya paling susah untuk kurangkum dengan kata-kata kelihatannya ya film ini. Buatku sendiri, paruh pertamanya benar-benar brilian dan saya sangat menikmati tukar kata-kata antara Anna Kendrick dan George Clooney. Paruh terakhirnya walau sedikit menurun tetap menarik untuk disimak, plus sebuah twist ending yang seakan menampar penonton. Berisi berbagai macam pesan sosial di dalamnya, film terbaru Jason Reitman ini tidak berusaha sok suci atau terlampau preachy.

07. Michael Jackson’s This Is It (9.0)

this-is-it

Saya tadinya sempat ragu memasukkan film ini dalam list, karena ini kan sebenarnya lebih tergolong dokumenter / konser. Tapi ah, bukankah konser Miley Cyrus juga terhitung sebagai film ketika dirilis tahun lalu? Lagipula ini adalah konser terakhir sang raja pop… His final moments. His curtain call. And his best performance ever. Moonwalk in heaven MJ, you’ll forever be the king.

06. District 9 (9.0)

district-9

Lupakan Transformers: Revenge of the Fallen. Film itu cuma kebanyakan ledakan karena punya budget berlebih. Kalau kamu benar-benar pecinta science-fiction, District 9 adalah sebuah film untukmu. Sleeper hit dari segi kualitas maupun finansial, film garapan Neill Blomkamp ini mendobrak banyak sekali hal-hal baku dalam sebuah film alien. Alien tidak lagi datang ke kota-kota besar Amerika tetapi di Johannesburg. Dan yang paling radikal adalah bagaimana bila bukan alien yang menyerang manusia tapi justru manusia yang menjajah alien?

05. Coraline (9.0)

coraline

Graphic novelnya yang dikarang Neil Gaiman sudah sensasional, dan adaptasinya ke layar lebar tidak kalah memukaunya. Harry Selick yang sebelumnya sudah pengalaman lewat The Nightmare Before Christmas lagi-lagi berhasil menciptakan sebuah dunia fantasi kisah anak-anak yang bisa dinikmati oleh semua orang di keluarga. Andaikata tidak ada Up, Coraline sudah pasti saya jagokan sebagai film animasi terbaik tahun ini.

04. Adventureland (9.1)

adventureland

Salah satu film paling underrated tahun ini. Hampir semua orang yang saya tanyai tidak pernah menonton film ini. Sayang sekali, karena seperti (500) Days of Summer, film ini juga mengena buat saya karena ceritanya yang sangat personal. Dialog dan akting tiap para pemainnya down-to-earth, musiknya fantastis (worth to watch sekedar buat setiap OSTnya saja). Drama coming-to-agenya juga pas buat mereka-mereka yang baru lulus kuliah dan masih bingung mau melangkah ke mana.

03. (500) Days of Summer (9.4)

500-days-of-summer

Dari cara penceritaannya yang lompat sana-lompat sini… dari awalnya yang menyebutkan bahwa ini bukan sebuah kisah cinta melainkan kisah akan cinta… Saya langsung jatuh cinta dengan film ini. Menuturkan kisah klasik pria jatuh cinta pada wanita sementara sang wanita biasa-biasa saja sama sang pria, yang membuat film ini masuk ke dalam daftar saya adalah karena ia merupakan cerminan dari kisah cinta yang pernah saya – dan segudang orang lain – alami.

02. Star Trek (9.4)

star-trek

Sebelumnya saya tidak ngefans dengan Star Trek. Antipati sih tidak karena saya cukup enjoy menonton Star Trek: First Contact dulu. Tapi reboot franchise yang digarap oleh JJ Abrams ini mengubah total paradigma pandanganku. Mendadak Star Trek tidak lagi identik dengan ‘nerd’ tetapi dengan ‘cool’. Setelah Batman Begins dan Casino Royale, Star Trek adalah bukti bahwa sebuah reboot – bila dilakukan dengan benar – bisa membangkitkan franchise yang mati suri / stagnan.

01. Up (9.7)

up

Menurut saya Up adalah salah satu film terbaik yang pernah dibuat oleh Pixar; dan datang dari studio yang secara konstan melahirkan film animasi bertaraf Oscar, ini merupakan jaminan mutu tersendiri buatnya. Ada begitu banyak hal yang bisa kupuji dalam film ini, mulai dari ceritanya yang menyentuh, karakter (berikut balon) yang kaya warna… tidak heran film ini menjadi film animasi kedua setelah Beauty and the Beast yang mendapatkan nominasi film terbaik di Academy Awards.

Honorable Mention (alias film-film bagus yang hampir masuk sepuluh besar)

- Law Abiding Citizen (8.6)
Pure mindless fun. Kalau mau dipikir dengan logika sebenarnya banyak banget adegan di dalamnya yang tidak masuk akal. Tapi bila bisa menerimanya, maka film ini jadi film thriller paling seru dan menegangkan tahun ini. Salah satu film guilty pleasureku buat tahun ini.

- Paranormal Activity (8.8)
Menurutku ini adalah salah satu film terseram yang kutonton tahun ini. Lupakan Saw atau Friday the 13th yang penuh darah, 30 menit terakhir dalam Paranormal Activity begitu mencekam dan melewati kadar takut yang pernah kualami saat nonton Ju-On dulu (saya tidak takut nonton The Ring).

- Taken (8.8)
Suprise hit di awal tahun, film yang disutradarai Pierre Morel ini menempatkan Liam Neeson sebagai mantan agen yang bersedia melakukan apapun untuk mengejar putrinya yang diculik sindikat perdagangan manusia. Hasilnya? Sebuah film intense selama 93 menit yang tak pernah berhenti bergerak.

- 9 (8.7)
Entah kenapa saya cinta mati dengan karya yang satu ini. Bagaimana cintanya saya dengan film ini? Saya nonton Up tiga kali, saya nonton Coraline dua kali, tapi saya sudah nonton 9 sampai ENAM kali. Detail dunianya, ceritanya, bahkan sekedar bercengkerama bersama dengan kesembilan manusia jerami angka adalah keasyikan tersendiri. Catat kata-kata saya: film ini bakalan jadi cult classic di tahun-tahun mendatang.

Udah nonton tapi memang ga masuk list (alias film-film yang bagus, tapi belum cukup untuk masuk 10 besar)
- The Hurt Locker: Bagus… tapi ga sebagus yang kuperkirakan. Beberapa momennya juga agak membosankan.
- Watchmen: Film superhero favoritku tahun ini. Kelemahan dari film ini cuma durasinya yang terlalu panjang dan paruh pertamanya yang bikin banyak penonton awam kebingungan.
- Drag Me To Hell: Mrs Ganush adalah salah satu sosok nenek paling memorable tahun ini. Pelajaran berharga yang saya dapat setelah nonton; jangan kurang ajar ama nenek-nenek tukang kutuk.
- Zombieland: Lucu dan sukses memadukan genre horror dan komedi. Kalau jadi dibuat sekuelnya pasti masuk daftar most anticipatedku.
- 2012: Lagi-lagi sebuah film guilty pleasure buatku. Bisa dibilang ini adalah anti-thesis dari Avatar. Bila Avatar menciptakan dunia, Roland Emmerich membuatnya kiamat. Apa proyek berikutnya sutradara gendeng ini? Menghancurkan galaksi bima sakti mungkin?

Belum nonton dan berpeluang masuk list (alias… er… ya… film-film yang saya belum nonton *ditimpuk*)
- Moon
- The Fantastic Mr Fox
- The Lovely Bones
- Invictus
- The Blind Side
- Precious
- Where the Wild Things Are

Bagiku pribadi, tahun 2009 ini adalah tahun yang mengasyikkan. Ada banyak sekali film-film yang berhasil membuatku terkesan. Bahkan dibanding tahun 2008 yang ada The Dark Knight, Iron Man, Slumdog Millionaire, sampai Wall-E saja saya masih memilih 2009 (secara hanya empat film itu saja yang benar-benar memorable bagiku dari tahun lalu). Semoga saja di tahun 2010 bisa mempertahankan kualitas film seperti 2009 ini.

Comments (6)

Tags: , , , , , , , , ,

Top 10 Movie Scenes of the Year

Posted on 24 December 2009 by Si Tukang Review

Walaupun bukan jaminan apakah film itu bermutu atau tidak, kadang sebuah film bisa dikenang hanya karena salah satu adegannya semata. Ambil contoh film Titanic, film terlaris karya James Cameron ini mungkin bukan film favorit semua orang, tetapi adegan di mana Titanic terbelah dan tenggelam adalah bukti valid yang sangat memorable. Atau siapa yang tidak terkesan melihat pertama kali seekor T-Rex meraung dalam Jurassic Park? Di antara puluhan film yang sudah kutonton tahun ini, inilah sepuluh adegan paling memorable yang kuingat. Tentu saja list ini mengandung spoiler akan film yang bersangkutan, so be warned. Juga harap diingat, segemar-gemarnya saya nonton film, saya tidak menonton SEMUA film pada tahun ini sehingga kalau ada adegan dari film favorit anda yang kelewatan; mungkin saja saya belum sempat menontonnya – harap mafhum ya?

10. Hi, I’m Autumn dari (500) Days of Summer
Why: Karena sepanjang film (500) Days of Summer kita melihat adegan romantis antara Tom dan Summer – yang sayangnya – berakhir dengan tragis khususnya bagi Tom. Walaupun Tom semakin dewasa karena pengalamannya bersama Summer, itu tidak mengubah sifat dasarnya yang tetap percaya kepada cinta dan nasib. Dan seakan menjawab kepercayaan Tom, nasib ‘menghadiahkan’ kepadanya pertemuan kedua dengan seorang gadis bernama Autumn. Dan tanggal kalender 500 yang bergulir kembali menjadi angka 1 kusambut dengan tepuk tangan.

09. Smooth Criminal dari Michael Jackson’s This Is It
Why: This Is It adalah swan song dari Michael Jackson. Sang entertainer terhebat sepanjang masa itu meninggal dunia – meninggalkan segudang kontroversi di belakangnya. Tetapi bukti kejeniusannya masih terlihat ketika footage gladi resik konser terakhirnya ditayangkan. This Is It masih menunjukkan bagaimana sang raja pop menari dan menyanyi didukung dengan banyak sekali efek (They Don’t Really Care About Us, Earth Song, sampai versi 3D Thriller). Toh, yang paling luar biasa dari semuanya bagi saya adalah Smooth Criminal yang mempertemukan MJ dengan Humphrey Bogart. Sentuhan teknologi yang spektakuler.

08. Optimus Prime VS The Decepticons dari Transformers: Revenge of the Fallen
Why: Salah satu film yang paling mengecewakanku pada tahun ini adalah sekuel dari Transformers ini. Boleh jadi ini film paling sukses di box office, tetapi ceritanya yang amburadul dan terlalu mementingkan efek membuatnya nyaris tak bisa dimengerti. Walau begitu saya tetap tidak bisa menyangkal bila pertarungan Optimus Prime melawan tiga Decepticons sekaligus guna melindungi Sam adalah salah satu adegan terkeren tahun ini. Sinematografi pun tidak melulu diclose-up sehingga kita bisa dengan jelas melihat siapa yang tengah bertarung dengan siapa, satu-satunya kemajuan yang didapat Bay apabila dibandingkan dengan prekuelnya.

07. Fighting Winged Beast dari 9
Why: Jangan pernah meremehkan para boneka-boneka stitchpunk dalam film 9. Mereka memang sangat kecil, tingginya tidak lebih dari panjang lenganmu mungkin, tetapi mereka bisa melawan para mesin yang jauh lebih besar dan mampu membinasakan hampir seluruh umat manusia. Salah satu pertarungan yang paling keren melawan mesin-mesin yang dikirim membinasakan melawan mereka adalah ketika mereka melawan Pteranodon mesin. Walau beberapa dari mereka memiliki perbedaan pendapat, kunci dari kemenangan mereka adalah kerja sama semuanya dalam pertarungan. Adegan ini langsung mengingatkanku pada Daud melawan Goliat, hanya saja kali ini Daud-nya tidak cuma satu.

06. Wikus VS Army dari District 9
Why: Menonton tingkah laku para manusia yang begitu diskriminatif terhadap para alien di District 9 membuatku muak dengan tingkah laku mereka. Dan demikian juga perasaanku pada Wikus, sang tokoh utama yang terpaksa menjadi ‘hero’ demi menyelamatkan dirinya sendiri. Walaupun Wikus pertama kali merupakan karakter yang pengecut dan membenci para alien tersebut, ia mulai mengenal para alien dan belakangan justru menolong teman aliennya meloloskan diri. Keberanian dan perubahan hati Wikus itulah yang membuat scene pertarungannya melawan para tentara menjadi begitu memorable. Karena selain seru, kita sebagai penonton turut berharap Wikus bisa melindungi para teman-temannya itu.

05. Bar Dialogue dari Inglourious Basterds
Why: Misi para Basterds pada pertengahan film ini awalnya simpel saja. Bertemu dengan sang artis Jerman Bridget von Hammersmark yang diam-diam menjadi mata-mata bagi mereka. Tak disangka, hanya karena keterlambatan singkat, mereka jadi harus bercakap-cakap dengan para tentara NAZI. Pembicaraan mereka sebenarnya sederhana, dan kadang mereka malahan bermain game ice breaker. Toh, apapun kejadian santai yang terjadi di layar, jantung para penonton tetap dibuat berdetak kencang mengenai apakah kedok para Basterds akan ketahuan atau tidak… dan apa yang kiranya akan terjadi bila sampai mereka ketahuan. Kalau bukan Quentin Tarantino, siapa lagi yang bisa membuat adegan percakapan begitu lucu sekaligus begitu mendebarkan?

04. The Ending dari Star Trek
Why: Ada banyak hal yang sangat memorable dari reboot Star Trek yang dilakukan oleh JJ Abrams ini. Dari awal saja saya sudah dibuat ternganga dengan kapal Nero yang muncul dari lubang hitam. Saya tambah terperangah lagi melihat kelahiran Kirk yang bersamaan dengan kematian sang ayah – salah satu momen kematian terbaik tahun ini. Selanjutnya saya terus dibuat terpana hampir dari awal hingga akhir oleh film sci-fi terbaik tahun ini, tetapi momen terbaiknya hadir di penghujung film. Seiring dengan kata-kata Spock menyatakan “Space, the final frontier…” nyaris saja air mata mengalir dari mata saya. Ya. Franchise sci-fi terbesar sepanjang masa itu akhirnya telah kembali.

03. California Destruction dari 2012
Why: Ada Tweet iseng yang beredar di internet setelah film 2012 diluncurkan. Intinya sang poster bertanya “Emmerich kau banci! Kapan kau jadi pria sejati dan menghancurkan seluruh galaksi?”. Pertanyaan itu membuat saya terbahak – tetapi juga sangat valid. Dalam 2012, Emmerich sudah sukses memanjakan mata penonton dengan efek-efek gila-gilaan di mana dunia kiamat. Yang paling dahsyat bagiku tentunya terjadi saat California hancur dihajar gempa terbesar sepanjang masa. Melihatnya membuat saya terperangah dan memegangi kursi saya erat-erat. Beberapa detik kemudian saya sadar saya sesak nafas – rupa-rupanya karena saya lupa bernafas karena tegangnya!

02. Welcome to Pandora dari Avatar
Why: James Cameron menghabiskan lebih dari 10 tahun, menciptakan teknologi baru, dan menghamburkan uang sebesar hampir 500 Juta USD. Semua demi menciptakan sebuah dunia bernama Pandora. Dan usahanya tidak sia-sia. Setiap momen melihat dunia Avatar membuat saya terkagum-kagum akan visi artistik dari Cameron. Mulai dari momen-momen kecil seperti bagaimana ada cahaya menyala ketika menginjak tanah, sampai pertempuran besar guna mempertahankan kebebasan Pandora.

01. The Life of Carl and Ellie dari Up
Why: Aneh. Di tahun yang penuh dengan efek kehancuran bumi, pertempuran para robot, penciptaan dunia baru, dan segudang lagi adegan memukau mata dan memekakkan telinga, nyatanya adegan terbaik tahun ini bagiku adalah opening sederhana dari film Up. Kalau dipikir-pikir, adegan ini biasa-biasa saja dengan mengkronologikan kehidupan suami istri Carl dan Ellie (bahkan tanpa kata-kata maupun dialog dan hanya diiringi oleh musik sentimental Michael Giacchino). Tapi justru kesederhanaannya itulah yang memikat hatiku. Dan kalau boleh jujur dan sedikit personal, cinta dan rumah tangga mereka yang saling mengisi, melengkapi, dan mencintai itulah yang ingin kumiliki suatu hari nanti. Tidak sedikit mata yang sembab menangis (saya salah satunya) melihat akhir dari prolog film Up tersebut.

Dan itulah sepuluh scene terbaik dan yang termemorable yang kualami selama tahun 2009 ini. Percaya atau tidak, ada banyak banyak lagi adegan mengesankan yang terpaksa tidak bisa kuikutkan dalam list ini. Dan honorable mentions itu adalah:
- Kemunculan kembali sang Governator dari Terminator: Salvation
- Mrs Ganush sudah duduk di belakang mobil dari Drag Me to Hell
- Kate mendadak diseret turun dari ranjang dan keluar kamar oleh sebuah kekuatan misterius dari Paranormal Activity
- Twist mengenai siapakah jati diri Esther sesungguhnya dari Orphan
- Catfight antara Scarlet dan Baroness di GI Joe: Rise of the Cobra (Yes, I am a pervert)
- The Comedian bertarung dengan sosok misterius diiringi lagu Unforgettable di Watchmen

How about you guys?

Comments (9)

Tags: , , , , , ,

Avatar (2009)

Posted on 19 December 2009 by Si Tukang Review

Avatar Poster

Avatar Poster

James Cameron memang orang gila yang suka bikin sensasi dengan budget film-filmnya. Di tahun 1991, dia adalah orang pertama yang membuat film berbudget 100 Juta USD lewat Terminator 2: Judgement Day. Di tahun 1997 lagi-lagi orang dibuat dia terperangah dengan membuat film berbudget 200 Juta USD lewat Titanic. Setelah Titanic memecahkan semua rekor box office dan masih berdiri sebagai film terlaris sepanjang masa hingga kini (12 tahun setelah filmnya dirilis), Cameron turut vakum lama dari dunia perfilman, padahal sebenarnya ketika Titanic sukses, rumor mengenai Avatar sudah mencuat sebelum kemudian proyek ini ditangguhkan oleh Cameron sendiri yang merasa bahwa teknologi saat itu belum cukup untuk menghidupkan visinya.

Tahun demi tahun berlalu, Cameron mencermati perkembangan teknologi dunia film yang menghasilkan Gollum melalui trilogi Lord of the Rings, King Kong, sampai Davy Jones di Pirates of the Caribbean. Di samping itu, ia sendiri juga aktif menciptakan sebuah teknologi kamera 3D. Ketika film ini mulai aktif digarap lagi, rumor terus bermunculan mengenai kapan ia akan dirilis. Tadinya hendak dirilis di tahun 2007, film ini dimundurkan rilisnya ke 2008, dan akhirnya Mei 2009. Seakan ingin mengulang keberuntungannya dengan Titanic (yang jadwal rilisnya juga dipindah dari Summer 1997 ke Winter 1997), Avatar lagi-lagi dipindahkan jadwalnya menjadi Desember 2009.

Trailer-trailer pendek sampai pertunjukan spesial Avatar (sepanjang 16 menit) terus mendapat pergunjingan orang. Beberapa menilainya secara positif, beberapa khawatir Cameron cuma bakalan main efek saja di film ini. Toh ketika film ini ditonton para kritikus, tanggapan mereka hampir seiya sekata. Avatar adalah film yang harus kalian tonton dan kalian alami sendiri. Dan itu jugalah alasan kenapa pada pagi ini saya langsung meluncur ke kota Jogjakarta demi menontonnya. Apakah Avatar berhasil memukau saya dengan budget sampai 300 Juta USD yang dikucurkan demi membuatnya?

Di tahun 2154, kita sudah tahu bahwa kita tidak lagi sendiri. Sebuah perusahaan bahkan sudah menemukan sebuah mineral yang sangat berharga di sebuah planet nun jauh di sana bernama Pandora. Di sana, kedatangan manusia tidak langsung disambut baik oleh penduduk setempat bernama Na’vi. Manusia ingin mengambil mineral melimpah yang celakanya tertimbun tepat di bawah tempat pemukiman para suku Na’vi. Dalam organisasi manusia sendiri terdapat dua sisi pendekatan terhadap para Na’vi. Para militan di bawah pimpinan Kolonel Quatrich ingin mengambil cara yang paling cepat dan efektif dengan mengganyang para Na’vi memakai senjata mereka. Sebaliknya, para ilmuwan di bawah pimpinan Dr. Grace Augustine berusaha melakukan pendekatan sosial dengan mengajarkan mereka bahasa Inggris bahkan menciptakan sebuah sistem bernama Avatar.

Avatar adalah sosok makhluk campuran dari DNA manusia dan DNA Na’vi yang bisa dipakai oleh manusia yang memiliki gen sama. Sebuah pengendali Avatar bernama Tony meninggal setelah dirampok orang sehingga saudara kembarnya Jake Sully-lah yang mengambil tanggung jawab untuk ke planet Pandora menjadi pengendali Avatar. Bedanya dengan yang lain, Jake Sully adalah mantan marinir yang kedua kakinya lumpuh karena perang. Sadar bahwa Jake memiliki latar belakang militer yang sama dengannya, Kolonel Quatrich meminta Jake untuk tidak sekedar menjalin persahabatan dengan para Na’vi, tetapi juga menjadi mata-mata yang memberi mereka informasi mengenai kelemahan para Na’vi. Seiring dengan berlalunya waktu, Jake pun makin jatuh cinta kepada dunia Pandora dan suku Na’vi. Siapa yang harus ia dukung ketika perang antara keduanya tak bisa terelakkan?

Kalau kalian merasa bahwa cerita ini familiar, jangan heran. Bila disuruh meringkas Avatar, saya akan mengatakan bahwa ini adalah Dance with the Wolves atau The Last Samurai atau Pocahontas yang tidak lagi bersetting di dunia ini tetapi di luar angkasa sana. Kesamaannya sungguh kentara. Seorang yang berasal dari pihak yang menginvasi kemudian merasakan hidup bersama dengan pihak yang diinvasi dan akhirnya berubah menjadi sang pemimpin untuk memberontak balik. Kita semua tahu kisah klise itu, tetapi di tangan Cameron semua masih bisa terasa cukup orisinil untuk ditonton lagi. Cameron juga masih seorang sutradara yang piawai mengatur tempo film. Di awal film kita diajak untuk berkenalan melihat dunia Pandora. Temponya dirasa oleh banyak orang (bahkan oleh teman yang bersamaku nonton) lambat, tetapi Cameron sebenarnya tengah menyisipkan begitu banyak detail dunia Pandora di dalamnya. Dan ketika peradaban itu mendapatkan serangan di pertengahan film, penonton pun ikut terharu karena merasa bahwa Pandora sudah merupakan dunia yang mereka kenal. Itulah bedanya Cameron dengan Michael Bay atau Roland Emmerich. Ia memberi kita sebuah alasan untuk peduli pada karakter dan dunia di dalamnya, bukan sekedar meledakkan atau menghancurkan segala sesuatu di layar saja.

Tapi sebagus apapun cerita dalam Avatar, ia akan masuk ke dalam buku sejarah sebagai film dengan teknologi terdahsyat saat ini. Saya menonton banyak film dan bisa dengan mudah membedakan mana yang karakter yang CG dan mana yang bukan. Avatar adalah kasus yang berbeda. Melihat para Na’vi di berjalan di tengah manusia, melihat kedipan mata mereka, melihat kulit biru dan gerakan mereka. Semuanya membuat saya kesulitan membedakan mana yang CG dan mana yang bukan. Na’vi bukan satu-satunya yang mencuri perhatian saya tetapi dunia Pandora sendiri secara keseluruhan. Seperti yang saya katakan di paragraf di atas, perhatian Cameron terhadap detail-detail kecil dunianya luar biasa. Mulai dari habitat tanamannya (perhatikan bagaimana tanaman tertentu bisa menyala ketika diinjak), air terjun, pohon raksasa, hingga pulau yang terapung di angkasa. Seakan melihat animasi film Ghibli Laputa: Castle in the Sky, hanya kali ini versi live-actionnya. Di kubu manusia dan mesin-mesinnya sendiri ada beberapa yang mengingatkanku pada film lama Cameron, terutama robot yang dipakai Ripley bertarung dalam Aliens. Design ini membuat para penonton bersama dengan Jake mengenal dan mencintai dunia Pandora di dalamnya.

James Cameron juga tidak kembali sendiri – tetapi membawa tim sukses bersamanya. Ada artis Sigourney Weaver yang memerankan Dr Grace, kedua kalinya mereka bekerja sama setelah Aliens. Selain itu James Horner yang dulu membuat musik Titanic dipasrahi menggarap musik film ini. Selain OSTnya, ada lagu I See You yang dinyanyikan oleh Leona Lewis. Walau saya ragu lagu ini bakalan setenar My Heart Will Go On-nya Celine Dion, saya rasa I See You adalah lagu yang tepat untuk merepresentasikan film ini. Sam Worthington yang menjadi Jake Sully sendiri mencuri perhatian saya dalam perannya di Terminator Salvation – dan dalam film ini ia sekali lagi menunjukkan kemampuan aktingnya. Bila bisa terus mendapatkan peran pada film-film Box Office seperti ini, karir aktor Australia ini rasanya bisa mulus-mulus saja di Hollywood.

Satu-satunya kelemahan yang bisa saya dapat dari Avatar (dan itupun setelah membaca review lain) adalah tudingan yang mengatakan bahwa beberapa karakter di kelompok Na’vi terasa terlalu standar. Sebagaimana kebanyakan film serupa, ada sang pemimpin suku dan istri berikut putrinya, ditambah seorang ksatria suku lain yang kemudian menjadi rival sang jagoan utama. Toh lepas dari kekurangan minor itu, Avatar adalah salah satu film terbaik tahun ini. Silahkan bilang kalau 2012 di mana Emmerich menghancurkan segalanya itu seru, tetapi semua orang tahu bahwa membangun jauh lebih sukar ketimbang menghancurkan sesuatu. Dan itulah yang dilakukan James Cameron melalui Avatar. Ia membangun sebuah dunia. Sebuah dunia bernama Pandora. Welcome to the world.

Note: Walau dilansir resmi bahwa budgetnya ‘hanya’ 237 Juta USD, banyak pihak menyatakan bahwa budget Avatar mencapai 300 Juta USD. Beberapa bahkan berani mengasumsikan kalau budgetnya sampai menembus setengah milyar USD!

Score: 8.9

Movie Details
Director: James Cameron
Cast: Sigourney Weaver, Sam Worthington, Michelle Rodriguez, Zoe Saldana
Running Time: 161 Minutes

Comments (38)

Advertise Here
Advertise Here