Dua film yang saat ini bertengger dalam puncak posisi film favorit tahun 2010 bagiku adalah Toy Story 3 dan How to Train Your Dragon (saya belum menonton Shrek Forever After tetapi menilik dari review yang sudah ada kelihatannya film ini lebih berpotensi saya ejek daripada saya puji). Lantas trailer-trailer dari sebuah film berjudul Despicable Me muncul. Karena trailernya menyebutkan bahwa film ini berasal dari Chris Meledandri yang membawakan kita Ice Age pertama dan kedua, saya menyangka kalau ini adalah karya lain Blue Sky Studios. Belakangan saya baru tahu kalau Chris sudah pindah membuka studio baru sendiri bernama Illumination Entertainment yang berkolaborasi dengan Universal merilis film ini sebagai animasi pertama mereka.
Berbeda dengan film animasi kebanyakan, lakon dari Despicable Me adalah seorang supervillain bernama Gru. Gru yang botak bersama para kroni-kroninya (disebut Minions – yang belakangan malah lebih populer dari filmnya sendiri) sayangnya sudah mulai melempem. Ketika Piramid di Mesir dicuri oleh seorang pencuri muda baru bernama Vector, Gru cuma bisa gigit jari dalam kegagalan. Mau kembali menaikkan pamornya, Gru menyusun sebuah rencana untuk mencuri bulan. Caranya mudah: ambil senjata pengecil (shrinking ray), bangun roket menuju bulan, tembak bulan dengan senjata pengecil, bawa bulan kecil itu kembali ke bumi, fortuna kembali didapat!
Tapi rencana Gru menjadi kacau ketika senjata pengecil yang mati-matian ia curi justru dicuri lagi oleh Vector. Mati-matian Gru berusaha mengambil balik tetapi semua usahanya digagalkan mekanisme pertahanan benteng Vector yang luar biasa. Saat Gru hampir menyerah, ia melihat bahwa tiga anak yatim piatu yang menjajakan kue bisa masuk dengan mudah ke tempat Vector. Ide pun muncul di benak Gru, ia mengadopsi ketiga anak itu demi menggunakan mereka mengambil senjata di tempat Vector. Berhasilkah rencana Gru? Atau justru kehadiran ketiga anak itu bakalan mengubah hati dingin sang supervillain?
Toy Story 3 dan How to Train Your Dragon menawarkan sebuah cerita anak-anak yang cukup gelap. Bagaimana tidak? Yang satunya bercerita mengenai growing up sementara yang satu malah ada adegan anak kehilangan kaki… dibandingkan dengan dua film tersebut, Despicable Me relatif lebih ringan dan bermain aman. Tidak berarti filmnya jelek. Paruh pertamanya sejujurnya saja sedikit membosankan ketika penonton diperkenalkan dengan karakter-karakter di film ini. Saat itu saya praktis cuma tertawa sesekali dengan tingkah laku para Minions yang lucu bin ajaib. Film ini mulai terasa likable sesudah Gru mengadopsi ketiga anak yatim piatu. Margo, Edith, dan Agnes yang semua berbeda sifat ini sering berbenturan dengan Gru. Tentu saja semua penonton tahu bahwa akhirnya Gru akan berubah sifat setelah bertemu dengan ketiga anak kecil ini, tetapi toh sebuah klise yang ditangani dengan baik tetap bisa menyentuh hati penonton… mana Agnesnya itu imuttt sekali. Ingin deh punya anak seperti dia –> curhat colongan karena satu-satunya adik sepupu berusia dua tahun yang kupunya sepertinya menemukan kepuasan batin hanya dengan memukuli dan menarik-narik rambutku.
Walau kualitas animasinya sendiri biasa saja, bahkan sebenarnya bisa dibilang sedikit di bawah rata-rata Pixar atau Dreamworks, film ini menebusnya dengan kualitas efek 3D yang mengagumkan. Dibandingkan dengan Toy Story 3 yang efek 3Dnya datar-datar saja, Despicable Me jelas menang jauh (hint: jangan langsung beranjak begitu film selesai karena ada berbagai eye-popping 3D effect!). Juga tepuk tangan pantas diberikan kepada Steve Carell yang mampu mengubah suaranya beraksen asing demi menjiwai peran Gru. Saya nyaris-nyaris tidak mengenali suaranya!
So my verdict is… Despicable Me adalah sebuah film animasi ringan yang cocok ditonton bersama dengan keluarga atau teman-temanmu. Tidak seemosional Toy Story 3 atau seseru How to Train Your Dragon memang, tetapi film ini bisa mengingatkan betapa penting dan berartinya hal-hal kecil seperti mencium kening atau membacakan buku cerita sebelum tidur bagi anak-anakmu. Sebuah rutinitas yang sering terlupakan seiring dengan makin sibuknya jaman.
Score: 8.3
Movie Details
Director: Pierre Coffin & Chris Renaud
Cast: Steve Carell, Jason Segel, Russell Brand, Julie Andrews
Running Time: 95 Minutes








