Setelah lima tahun melalui petualangan-petualangannya, akhirnya Yorick dan Agent 355 memasuki babak akhir dari petualangan mereka dengan menuju ke Paris. Demikian juga akhir dari salah satu graphic novel terbaik Vertigo di luar serial Sandman (karya Neil Gaiman) dan Fables (karya Bill Willingham). Berakhir juga proyek maraton review pertama situs TukangReview.com yang sempat terbengkelalai karena kelalaianku. Bagaimanakah akhir dari petualangan sang pria terakhir di bumi?
Setelah DNAnya dan Ampersand diambil untuk diteliti oleh Dr Mann, Yorick pun tak lagi ‘dibutuhkan’ untuk menyelamatkan umat manusia. Setelah kejadian di China, Yorick dan Agent 355 berpisah secara permanen dengan Dr Mann dan Rose. Terbebas dari beban tanggung jawab menyelamatkan umat manusia, Yorick pun kembali dengan tujuan awalnya: mencari Beth DeVille sang kekasih. Agent 355 yang sudah kepalang basah bertujuan untuk menemani Yorick dan menjaganya. Dari sini sudah ditunjukkan oleh Vaughan bahwa Agent 355 sebenarnya mencintai Yorick - walaupun ia terus berusaha menutupi fakta tersebut dengan alasan bahwa ia hanya mencintai Yorick seperti seekor ibu harimau yang cinta kepada anaknya.
Yang tidak diketahui oleh Yorick dan Agent 355 adalah bukan hanya mereka berdua yang kini tengah menuju ke Paris - lokasi terakhir di mana Beth diketahui berada - tetapi juga dua grup lain. Grup yang pertama adalah para gadis seperti Ciba, Natalya, Hero, dan Beth kedua yang berusaha mencari Yorick di Paris. Grup kedua jauh kurang ramah karena berisi para tentara Israel di bawah pimpinan Alter. Alter yang terus mengejar keberadaan Yorick kini mengetahui bahwa sang pria terakhir bumi itu menuju Paris dan berniat mencegatnya di sana. Yang terakhir, Beth DeVille sendiri juga berada di Paris dituntun oleh visi yang ia lihat dan percaya bahwa ia akan bertemu dengan Yorick di sini.
Bagaimanakah hasilnya ketika semua orang-orang tersebut bertemu di Paris? Apakah Yorick dan Beth akan bisa bertemu kembali? Siapakah yang pada akhirnya dipilih oleh Yorick… Beth sang tunangan yang tak pernah ia temui selama lima tahun, atau Agent 355 yang selama ini setia menjaganya di sampingnya. Satu hal yang pasti: serial ini tidak pernah dikenal dengan jalan cerita yang klise. Bahkan sampai story arc terakhir dan halaman terakhirnya sekalipun Vaughan tidak pernah berhenti menyuguhkan plot twist yang membuat saya terkejut - karena tak pernah menyangkanya sama sekali.
Setelah story arc Whys and Wherefores berakhir di edisi ke 59, Vaughan menggunakan keseluruhan edisi 60 (edisi spesial yang dijuduli Alas) sebagai epilog dari kisah Y - The Last Man. Dari sanalah baru terbuka maksud Vaughan menulis serial ini. Sejak semula, Vaughan tidak pernah bermaksud menekankan cerita pada aspek wabah misterius. Bagi Vaughan, inti utama dari Y - The Last Man adalah bagaimana pentingnya peran seorang wanita dalam kehidupan pria, dan bagaimana seumur hidupnya pria tidak akan pernah lepas dari ketergantungannya pada wanita - mulai dari ibu, kakak perempuan, adik perempuan, cinta pertama, cinta monyet, sahabat, hingga cinta sejatinya. Dan setelah mengerti hal itu, membaca Y - The Last Man dari awal hingga akhir lagi terasa lebih bermakna. Vaughan secara simbolis telah menempatkan masing-masing karakter wanita dalam komik ini sebagai representasi posisi-posisi wanita dalam kehidupan kita.
Vaughan beruntung memiliki partner seperti Pia Guerra dan Goran Sudzuka untuk membantu ia menghidupkan visinya. Goran Sudzuka selalu setia mengisi kisah-kisah one-shot Vaughan dan walaupun artworknya jauh dari menawan, setidaknya Sudzuka selalu menghadirkan artwork yang konsisten. Sebaliknya melihat karya Guerra berkembang dari story arc yang satu ke story arc yang lain membuat saya kian gemar akan artis yang satu ini. Saya harap bisa membaca lagi karya-karya lain yang ia gambar.
Pada akhirnya, Y - The Last Man adalah kisah bagaimana bocah terakhir dunia bertumbuh dan berkembang menjadi pria terakhir di dunia. Kisah yang menakjubkan - yang tak boleh dilewatkan oleh siapapun yang menggemari graphic novel dengan cerita dewasa.
Score: 10
Graphic Novel Details
Writer: Brian K. Vaughan
Artist: Pia Guerra
Publisher: Vertigo (DC Comics)
Volume: 55 - 60















