(Review Based on PSP Version)
Walaupun koleksi library handheld PSP tidak sebanyak DS, itu bukan berarti handheld Sony kalah kualitas dengan handheld Nintendo. Salah satu komplain terbesar yang disampaikan orang terhadap PSP adalah karena terlalu banyak game remake yang hadir di PSP dan saya juga setuju akan hal ini. Toh, kalau remakenya sebaik Tekken 5: Dark Resurrection dulu, saya sih tidak merasa akan ada banyak orang yang menggerutu. Semenjak Dark Resurrection diluncurkan, game tersebut kemudian menjadi tonggak bagi game fighting lainnya di PSP. Bahkan remake Soulcalibur: Broken Destiny yang dirilis juga oleh Namco dianggap bagus tapi belum sebaik Dark Resurrection.
Sebenarnya di akhir tahun 2007, Tekken 6 diluncurkan di arcade Jepang. Setahun kemudian versi upgradenya dirilis dengan sub-judul Bloodline Rebellion diluncurkan (dengan tambahan dua karakter baru). Seharusnya sih versi PS3 dan PSPnya juga diluncurkan di tahun yang sama, tetapi ternyata dalam ‘penyabotan’ yang dilakukan oleh Microsoft, perilisannya ditunda selama setahun (satu dari beberapa penyabotan yang dilakukan oleh Microsoft, termasuk merebut serial Final Fantasy bernomer dari Sony). Kini di tahun 2009, versi home console dan PSPnya pun dirilis. Bagaimanakah hasilnya?
Tekken 6 ini menampilkan versi Bloodline Rebellion yang berarti selain ada lima karakter baru dan 33 karakter lama (34 kalau menghitung Panda), muncul juga Alisa Bosconovitch; cucu android dari Dr Bosconovitch dan Lars Alexandersson; si anak haram dari Heihachi Mishima. Total jendral ada 41 karakter yang siap kamu pakai dalam game ini – menjadikan Tekken 6 sebagai Tekken dengan roster terbesar. Apa yang membuat saya kagum dengan versi PSPnya adalah bagaimana handheld ini bisa memasukkan semua karakter dalam handheldnya. Salut Namco. Salut.
Grafis dalam Tekken 6 luar biasa. Tiap karakter game memiliki render animasi dan gerakan yang sangat halus untuk ukuran PSP. Juga beberapa arena tertentu memiliki segi interaktifnya dalam pertarungan. Saat kamu menghajar dan sukses memasukkan combo ke dinding misalnya, maka dinding itu akan jebol dan membuka arena baru untuk pertempuran. Walaupun tentu saja kualitas grafis versi PSP ini tidak bisa dibandingkan dengan home console atau Arcade (come on, they’re next-gen standard), saya tetap salut dengan usaha Namco ini. Siapa sangka mereka masih bisa membuat standar grafis game fighting yang lebih tinggi lagi dibanding apa yang dulu mereka raih melalui Dark Resurrection?
Mengenai karakter lama sendiri, hampir semuanya masih memiliki cara permainan yang sama dengan pada iterasi game sebelumnya sehingga kalau kamu sudah biasa dengan karakter itu, kamu tak perlu belajar lagi cara menggunakan mereka. Saya memang jarang main game fighting dan satu-satunya karakter yang saya percaya saya bisa mainkan dengan ‘lumayan’ (baca: tidak diganyang Perfect oleh para jago Tekken lain) adalah memakai Hwoarang. Ketika saya memainkan game ini lagi, Hwoarang tetap sama cepat dan mematikan tendangannya dengan Tekken 5: Dark Resurrection. Di antara beberapa karakter baru yang dihadirkan, saya paling tertarik dengan tiga karakter: Bob, Alisa, dan Zafina. Bob mendobrak tradisi kalau orang gendut pasti pelan, Alisa adalah robot cyborg yang sekilas lihat agak overpowered (makanya sebagai amatiran Tekken yang suka button mashing dia jadi favorit kedua saya setelah Hwoarang), dan yang terakhir Zafina yang gaya berantemnya agak… aneh. Salah satu pose kemenangan Zafina di mana ia merangkak ala laba-laba malahan mengingatkan saya pada setannya Ju-On (loh, apa hubungannya ya?).
Dalam gameplaynya sendiri, satu penambahan yang paling kentara di mataku adalah Rage System di mana ketika darah karaktermu sudah turun di bawah 10% maka karaktermu akan memiliki aura merah yang bersinar di mana semua seranganmu akan memiliki daya rusak yang lebih dahsyat. Kalau kalian pernah bermain Garou: Mark of the Wolves, Rage System mirip dengan TOP System-nya. Mode permainan dalam Tekken 6 sendiri sedikit kurang variatif. Terlepas dari Arcade Mode, Story Mode, dan Challenge Mode yang sebenarnya menawarkan hal yang sama, tidak ada lagi tambahan mode selain adu jotos. Hilangnya Scenario Campaign yang mirip dengan Tekken Force agak mengecewakan tetapi sekali lagi menyadari keterbatasan hardware PSP, mungkin ini merupakan keputusan yang terbaik. Toh Scenario Campaign juga banyak dikritik sebagai kelemahan dari Tekken 6 versi konsol kok. Setidaknya semua film ending dari para karakter tetap dipertahankan secara utuh oleh Namco di sini. Beberapa sangat serius, beberapa pendek dan ga jelas, beberapa lagi super kocak dan mengundang tawa terbahak. Bila ada kekurangan vital di gameplay Tekken 6, itu adalah tidak adanya opsi untuk bertarung melawan musuh di dunia online (hanya bisa secara wireless dan itupun temanmu harus memiliki kopi Tekken 6). Yah, mungkin jaringan internetnya sendiri yang kurang memadai? Entahlah.
Lepas dari beberapa kekurangan yang ada, Tekken 6 masih membuktikan dirinya sebagai salah satu franchise fighting terbaik yang ada di pasaran saat ini. Keterlambatan satu tahun rilisnya tidak menjadikan gameplaynya uzur, yang membuktikan bahwa game berkualitas ini selalu bisa kamu mainkan kapan saja bersama teman-temanmu. Siapkah kamu membuktikan apakah kamu masih sang King of Iron Fist?
Final Verdict
Gameplay: 9.0
Roster yang lengkap di PSP sejumlah 41 orang membuat saya girang. Semua karakternya juga memiliki kemampuan yang berimbang. Kekurangan mode permainan dan dukungan online play tidak bisa sepenuhnya disalahkan kepada Namco karena keterbatasan hardware PSP. Sebagaimana Dark Resurrection, Tekken 6 juga adalah sebuah game yang must-have bila kamu seorang gamer gitar (gila tarung).
Graphic / Sound: 9.5
Benar-benar nyaris sempurna. Tekken 6 menawarkan variasi tempat tarung yang berbeda, animasi karakter yang sangat halus dari karakter favorit fan ala Jin Kazama, Hwoarang, atau Paul Phoenix, sampai yang kurang dipakai macam Jack-6 atau Roger Jr. Setiap karakter juga didesign dengan berbeda dari pose maupun kostumnya. Kalau kalian bosan dengan kostumnya, ada opsi mengganti penampilan karakter favoritmu dengan membeli aksesoris kustomisasi.
Play Time: 8.5
Kurangnya dukungan bermain online sedikit mengurangi waktu bermain game ini. Toh bagi saya Tekken 6 di PSP adalah training ground-ku. Saya bisa membawa PSPku ke mana-mana sambil berlatih kemampuan, sementara bermain di 360, PS3, ataupun Arcade adalah saat di mana saya bisa unjuk kemampuan hasil latihanku. Hasilnya? Errr… kurang begitu berhasil sih. Saya tetap terkapar menghadapi musuh-musuh. Apa mungkin memang tidak bakat ya main game fighting? *menghela nafas panjang*
Overall: 9.0
Game Details
Developer: Namco Bandai
Publisher: Namco Bandai
Genre: 3D Fighting








