Tag Archive | "Aliens"

Tags: , , ,

Aliens in the Attic

Posted on 20 November 2009 by Si Tukang Review

Aliens in the Attic Poster

Aliens in the Attic Poster

Salah satu kepuasan terbesar dalam menonton film adalah bila sebuah film melebihi ekspektasiku. Pernah kan kalian mengalami perasaan yang sama? Kalian masuk ke gedung bioskop karena iseng tidak ada kerjaan – sekedar menonton film apa saja yang tayang di sana, lantas keluar dengan wajah tersenyum puas karena film yang kalian tonton itu melebihi ekspektasi kalian. Nah, itulah perasaan yang kudapat usai menonton film Aliens in the Attic.

Keluarga Pearson cinta kebersamaan. Kebersamaan. Itulah nilai utama yang ditanamkan oleh suami-istri Stuart dan Nina kepada anak-anak mereka. Itu juga sebabnya ketika nilai Tom turun drastis (padahal dia cukup pintar untuk menghack database sekolahnya dari rumah – tanpa ketahuan pihak sekolah), ia tetap diajak untuk pergi untuk liburan bersama. Di sana, Tom bersama dua saudarinya Bethany (diperankan oleh Ashley Tisdale yang ngetop melalui trilogi High School Musical) dan Hannah (yang sangat amat teramat imut sekali – got it? She’s adorably cute!) bertemu dengan saudara sepupu mereka yang lain. Tom meradang. Hidup di tengah para sepupu yang jarang akur dengannya, hidup di tengah keluarganya yang sepertinya tidak pernah mengenalnya, dan hidup di dunia tanpa koneksi internet atau komputer yang menjadi hobinya. Semuanya menjadi ramuan pas untuk bencana. Tambahkan itu dengan kedatangan dari pacar Bethany – Ricky yang mendadak saja datang tanpa diundang. Lengkap sudah.

Oh, tapi apa yang dianggap Tom sebagai musibah tidak ada apa-apanya ketimbang musibah sungguhan yang sebentar lagi terjadi. Ricky bukan satu-satunya tak diundang. Ketika Tom sedang memperbaiki antena TV rumahnya mendadak saja sekelompok alien mungil datang dari luar angkasa dan mendarat di atap vila keluarga Pearson. Yang lebih gawat lagi, mereka punya senjata sangat berbahaya bagi orang dewasa. Alat yang bisa mengendalikan orang dewasa sebagai boneka mereka! Ricky jatuh menjadi korban pertama. Beruntung senjata ini tidak berlaku bagi anak-anak dan remaja. Tom dengan para saudaranya pun membentuk aliansi untuk menghentikan para alien tersebut… demi keselamatan keluarga mereka… dan demi keselamatan dunia.

Tadinya saya tidak berharap banyak dengan film ini begitu melihat nama Ashley Tisdale yang digadang-gadang sebagai salah satu pemeran utamanya. Membaca ringkasannya di atas pun saya rasa beberapa dari kalian pasti geleng-geleng. Memang sih premisenya terkesan bodoh, tetapi ternyata film ini cukup lucu ketika ditonton. Ingat kalau ini adalah film keluarga sehingga tidak ada adegan alien mencacah dan menerkam manusia. Tidak ada juga kekerasan mainan terhadap anak-anak seperti halnya film Small Soldiers. Yang ada malahan adegan-adegan konyol dan tolol seperti Home Alone – hanya kali ini musuhnya tidak diperankan oleh bandit tetapi para alien. Dan walaupun Ashley Tisdale banyak dipromosikan, toh ternyata tokoh utama dipegang oleh Carter Jenkins sebagai Tom. Mungkin Tisdale terus dikedepankan karena dialah artis yang lumayan beken saat ini. Dua pemain lain yang selalu bisa membuat saya tergelak setiap kali tampil di layar adalah Robert Hoffman dan Doris Roberts. Robert Hoffman berperan sebagai Ricky – tetapi kadar komedi orang ini baru kelihatan setelah ia dikendalikan remote control oleh para alien. Doris Roberts di sini juga tampil sama lucunya. Nenek yang satu ini walaupun sudah berusia 79 tahun masih juga bisa bermain funky. Sedikit bocoran saja bahwa duel keduanya adalah adegan terkeren – dan terkocak – sepanjang film.

Tentu saja Aliens in the Attic masih jauh dari sempurna. Beberapa pesan mengenai keluarga yang berusaha disampaikan olehnya masih terasa terlalu mentah, dipaksakan, dan agak sedikit menggurui. Kalau adegan itu dihilangkan mungkin malahan filmnya terasa lebih padat. Kurangnya musik-musik pop remaja yang biasanya menghiasi film sejenis juga mengecewakan – apalagi karena musik pengiring yang diciptakan John Debney terasa datar-datar saja. Bila harus membandingkan antara dua film keluarga lain yang saya tonton di tahun ini, Aliens in the Attic lebih memuaskan ketimbang Hannah Montana The Movie tapi masih kalah seru dibanding G-Force.

Score: 6.8

Movie Details
Director: John Schultz
Cast: Carter Jenkins, Ashley Tisdale, Austin Butler
Running Time: 86 Minutes

Comments (6)

Tags: , , , ,

Monsters VS Aliens

Posted on 17 April 2009 by Si Tukang Review

Monsters VS Aliens Poster

Monsters VS Aliens Poster

What is wrong with you Dreamworks? What is wrong with you???” adalah kata-kata yang ingin kuteriakkan begitu selesai menonton Monsters VS Aliens. Untuk kedua kalinya berturut-turut (sebelumnya Madagascar 2) studio animasi ini mengecewakanku. Saya tidak percaya bahwa tidak sampai setahun yang lalu studio yang sama mampu membuaiku dengan salah satu film terbaik mereka (that is Kungfu Panda).

Ketika sebuah meteor memasuki orbit bumi, para kru pengamat alien kalang kabut memberitakannya kepada pemerintah. Di lain tempat, seorang gadis bernama Susan Murphy sama sekali tidak tahu menahu mengenai hal itu. Yang ia tahu adalah ia baru saja dilamar oleh sang tunangan, dan kehidupannya sebagai pengantin baru akan dimulai. Yang tidak disangka oleh Susan adalah ia kejatuhan meteor itu tepat sebelum momen pernikahannya.

BOOM!

Mati? Tamat? Usai? Tidak. Justru Susan terkena radiasi dan berubah menjadi gadis raksasa. Masih ia terbingung-bingung dengan perubahan yang terjadi pada dirinya, pasukan pemerintah langsung muncul dan menangkapnya. Kenyataannya, di dunia ini monster benar-benar ada. Karena takut manusia tidak bisa menerima kehadiran para monster ini, pemerintahan Amerika menangkapi dan mengurung para monster ini dalam sebuah lembaga. Susan dianggap sebagai monster, diberi nama Ginormica dan dimasukkan dalam fasilitas tersebut. Ia takkan pernah lagi melihat dunia luar… selamanya.

Tapi sosok alien dalam diri Gallaxhar datang ke bumi ini karena mengejar cairan radiasi meteor yang mengubah Susan menjadi Ginormica. Kiriman robot Gallaxhar yang siap menghancurkan dunia ini membuat pemerintah mati kutu. Seluruh senjata normal mereka gagal! Akhirnya, seperti tertebak dari judulnya, mereka pun mengerahkan kelima monster ‘peliharaan’ mereka.

Kalau soal ide, saya beri film ini dua jempol. Ia memiliki premise yang orisinil dan sangat berpotensi menjadi film yang menjanjikan. But oh boy, what a mess they have turned that into. Karakterisasi para monster dalam film ini buruk sekali. Saking buruknya, Dr Cockroach, BOB, dan The Missing Link gagal memberi kesan apapun kepada saya. Gallaxhar sebagai penjahat hadir sebagai salah satu villain paling cupu yang pernah saya tonton di layar lebar, dibandingkan dengan Tay Lung di Kungfu Panda, Gallaxhar lebih mirip tukang lawak. Kehadirannya menyerang bumi pun terasa bagaikan dipaksa masuk dalam cerita. Adakah alasannya kenapa ia mendadak saja mau menyerang sebuah planet? Tidak. Kalau mau menguasai seluruh galaksi seperti yang ia katakan, kenapa tidak mulai dari planet lain yang lebih gampang ditaklukkan?

Berlanjut ke komedinya. Super garing. Ada satu adegan ketika presiden Amerika hendak membuka percakapan dengan sang alien dan ia memulainya dengan… memainkan theme Beverly Hills Cop. Ada satu kali lagi ketika The Missing Link melihat dunia kembali dan melakukan referensi yang begitu kentara tentang film An Inconvenient Truth-nya Al Gore (duh, seakan film itu tidak cukup diparodikan saja!). Ada banyak sekali adegan-adegan komedi yang terlalu slapstick yang mungkin disukai anak-anak tetapi membuat para orang dewasa ngantuk melihatnya. Singkatnya: tidak ada yang kreatif dari film ini. Penggambaran para alien dan monsternya sangat dua dimensional dan klise. Ceritanya dangkal, dan tidak ada pesan moral apapun yang saya dapatkan darinya. Hubungan para karakter pun kurang tergarap sehingga saya rasa sulit bagi penonton untuk bersimpati pada Susan maupun para monster lainnya.

Dua kegagalan Dreamworks (setidaknya secara kualitas) membuat saya tidak berharap banyak lagi dengan film-film mereka. Yah… setidaknya masih ada studio Pixar yang film-filmnya tidak pernah gagal memuaskan saya.

Score: 5.2

Movie Details
Director: Rob Letterman, Conrad Vernon
Cast: Reese Whiterspoon, Seth Rogen, Hugh Laurie, Kiefer Sutherland
Running Time: 94 Minutes

Comments (0)

Advertise Here
Advertise Here