Sistem hukum di Indonesia rasanya membuat semua orang geleng-geleng kepala. Bukan rahasia agaknya kalau saya mengatakan bahwa siapa yang punya uanglah yang berhak mengendalikan hukum. Pernah saya bertemu dengan orang yang ditipu sebanyak 30 milyar rupiah, ketika melaporkan penipu kepada polisi dan masuk pengadilan justru kalah karena dituduh mencemarkan nama baik. Lebih ironis lagi sang pelapor kalah karena sang penipu menggunakan uang 30 milyar hasil tipuannya untuk melicinkan jalannya keluar dari jeratan hukum. Tapi kalau kalian pikir sistem hukum di Indonesia adalah yang terparah di dunia, mungkin anggapan kalian berubah setelah menonton Law Abiding Citizen ini.
Tanpa sebab dan tanpa alasan, dua orang kriminal memasuki rumah dari seorang Clyde Shelton dan dengan keji membantai sang istri dan anak di hadapannya. Yang ironis, dengan semua bukti yang bertebaran pun laporan forensik kepolisian Amerika tidak bisa mendapatkan hasil yang konklusif. Jaksa penuntut Nick Rice yang mewakili Clyde Shelton celakanya juga seorang yang sangat mementingkan rekor menangnya di pengadilan (karena ia ingin terus dipromosikan). Sadar bahwa kasus Clyde tidak bisa dimenangkan, Nick enggan untuk terus berusaha dan justru mencari jalan kompromi dengan sang penjahat. Hasil terakhirnya: karena seorang kriminal ‘bernyanyi’ setelah diajak kompromi, partnernya dihukum mati tetapi dia sendiri hanya mendapat hukuman ringan penjara tiga tahun. Nick lega dan ia merasa Clyde pun seharusnya puas karena hukum - setidaknya sebagian - sudah dilaksanakan.
Yang Nick tidak tahu: Clyde tidak terima. Yang Nick juga tidak tahu: Clyde bukan orang biasa. Jauh dari biasa. Clyde Shelton adalah salah seorang agen ahli strategi jenius yang dimiliki pemerintah. Dia selalu berhasil menciptakan rencana-rencana yang brilian. 10 tahun berlalu semenjak kasus Clyde berakhir ketika sang agen menuntut balas. Dan kini Clyde tidak lagi menempuh jalur hukum layaknya seorang law abiding citizen (warga taat hukum). Kali ini ia memutuskan membawa hukum ke tangannya sendiri. Tidak hanya para penjahat yang menghabisi keluarganya sajalah yang membayar - tetapi seluruh sistem hukum di Amerika yang ia nilai bobrok.
Saya percaya bahwa sebagai sebuah film intelektual yang menyangkut agen rahasia di dalamnya, Law Abiding Citizen gagal total. Terlalu banyak adegan di dalam film ini yang tidak masuk akal. Secerdas-cerdasnya Clyde, mustahil dia bisa melakukan semua hal yang dia lakukan dalam film ini. Mau tahu betapa cerdas dirinya? Bayangkan Michael Scofield dari serial Prison Break. Sudah? Kini lipat gandakan kecerdasannya dan kamu dapatkan Clyde Shelton. Tunggu dulu - tunggu dulu. Walau saya bilang Law Abiding Citizen gagal sebagai film intelektual, sebagai film thriller ia mungkin adalah film terbaik yang saya tonton tahun ini. F. Gary Gray dengan efisien terus memompa adrenalin kita dari menit awal film hingga menit terakhirnya. Hampir tidak ada adegan sia-sia dalam film ini, semuanya bertujuan memajukan plot dan membantu para penonton mengerti sosok dan rivalitas dari Nick dan Clyde.
Kebetulan keduanya pun diperankan secara apik oleh Jamie Foxx dan Gerard Butler. Tahun ini kelihatannya Gerard Butler memang sibuk sekali! Setelah flirting dengan Katherine Heigl di The Ugly Truth dan menjadi karakter yang dikontrol dalam Gamer, ia masih juga bisa total menghidupkan perannya sebagai Clyde. Jamie Foxx sendiri dari sananya bukan aktor kacangan, entah kenapa sukses selalu menghindarinya walaupun ia sudah memenangkan piala Oscar melalui menampilannya di Ray. Di sini Foxx juga sukses mengimbangi Butler lewat sosok Nick Rice yang terombang-ambing mengenai apakah ia harus melanggar hukum (yang selama ini ia junjung) untuk menghentikan sepak terjang Clyde? Sedikit trivia, sebenarnya peran mereka berkebalikan pada awalnya. Foxx mendapat bagian sebagai Clyde dan Butler mendapat bagian sebagai Nick. Walau tinggal impian, menarik membayangkan bagaimana kalau itu yang terjadi.
Walau bukan tanpa kekurangan, Law Abiding Citizen jelas merupakan sebuah film yang tak boleh dilewatkan kalau kamu penggemar film thriller.
FUN FACT: Penulis skenario dari film ini adalah Kurt Wimmer yang karya garapannya bisa jadi hit atau miss di mataku. Saya suka dengan Equilibrium, tapi benci setengah mati dengan Ultraviolet.
Score: 8.6
Movie Details
Director: F. Gary Gray
Cast: Jamie Foxx, Gerard Butler, Leslie Bibb
Running Time: 109 Minutes











