Review




Salah satu franchise film yang paling membingungkan buat diikuti adalah Universal Soldier. Setelah film pertamanya yang disutradarai oleh Roland Emmerich (that guy who made Independence Day dan 2012) timeline kisahnya menjadi berantakan. Dua film Universal Soldier berikutnya tidak menampilkan Van Damme dan dirilis langsung via format home entertainment. Baik Universal Soldier II: Brothers in Arms maupun Universal Soldier III: Unfinished Business tidak diterima baik oleh penonton sehingga akhirnya dianggap tidak masuk dalam timeline utama setelah Universal Soldier: The Return dirilis.

Universal Soldier: The Return ditunggu-tunggu oleh penonton sebab menampilkan kembalinya Van Damme dan sosok Luc Devereaux yang sesungguhnya. Tadinya dianggap sebagai sekuel yang sesungguhnya film ini rupanya malah demikian buruknya sehingga boleh dibilang ‘berjasa’ membunuh franchise Universal Soldier. Satu dekade lamanya Universal Soldier mati suri bersamaan dengan menurunnya pamor sang bintang utama untuk dibangkitkan kembali pada Universal Soldier: Regeneration tahun 2009 lalu. Disutradarai oleh John Hyams dan dibintangi kembali oleh duet Van Damme serta Dolph Lundgren film inilah yang dianggap sebagai sekuel sesungguhnya bagi Universal Soldier.

Universal Soldier: Day of Reckoning Poster

Karena kesuksesan film tersebut di golongan penggemar film action kelas B serta martial arts digaraplah sekuelnya tiga tahun kemudian dengan tim sukses yang sama: Hyams, Van Damme, dan Dolph Lundgren. Dengan sub-judul Day of Reckoning apakah film ini bisa mempertahankan track sukses dari franchise ini?

Kisah dalam Universal Soldier: Day of Reckoning dibuka dengan kelabu. Seorang pria bernama John menemukan dirinya terbangun dari koma sembilan bulan setelah istri dan anaknya dibantai secara keji di hadapannya. Siapakah sang pembantai? Dalam sebuah plot twist yang sangat mengejutkan (di awal cerita) diperlihatkanlah kepada penonton bahwa identitas sang pembunuh tak lain tak bukan adalah Luc Deveraux, protagonis utama Universal Soldier selama ini. FBI menyatakan bahwa Deveraux adalah sosok yang lepas kontrol dan meminta John untuk melaporkan keberadaan Deveraux seandainya ia mendapatkan kembali ingatannya mengenai insiden sembilan bulan lalu secara lebih mendetail. Dibakar oleh aroma dendam John tak sudi melaporkan Deveraux dan memutuskan untuk menuntut balas seorang diri.

Come with me if you want to live!

Sedikit mengejutkan bahwa lakon utama dari kisah ini bukanlah Van Damme maupun Dolph Lundgren yang dipajang sebagai tokoh utama di poster film ini melainkan Scott Adkins. Kendati belum banyak dikenal moviegoers kalangan mainstream sebenarnya Adkins sudah cukup terkenal di kalangan pecinta martial art dengan film cult-hit ala Ninja. Kalian yang menonton The Expendables 2 mungkin mengenalnya sebagai tangan kanan dari Van Damme yang sempat bertarung satu lawan satu menghadapi Jason Statham di klimaks film. Sayangnya seperti kebanyakan aktor laga Scott Adkins masih kesulitan berakting. Mayoritas adegan laga mampu ia lakoni dengan baik tetapi aktingnya di adegan-adegan yang memerlukan akting emosional jadi datar karena aktingnya. Yah ini sebenarnya tak merupakan kesalahan Adkins seorang diri tetapi juga pada Van Damme dan Lundgren sih.

Kalian mungkin berpikir “Lagian Universal Soldier kok dinilai ceritanya? Yang penting gebuk-gebukannya seru tidak?“. Alasan kenapa saya menyorot ceritanya adalah karena John Hyams benar-benar mengubah citra Universal Soldier dalam film ini. Tak lagi film ini menitikberatkan kisah pada aksi melainkan pada drama pergumulan dalam diri John serta konspirasi di balik kenapa Luc membantai keluarga John. Sayangnya dengan skenario kelas dua yang disodorkan kepada penonton saya menemukan diriku kebosanan setiap kali ada adegan drama berkepanjangan. Turut memperparah keadaan adalah adegan aksi yang ditawarkan di film ini biasa-biasa saja. Untuk film berbudget minim saya tak mengharapkan ledakan dahsyat ala film The Expendables 2 tapi ah untuk menyaingi level kebrutalan The Raid saja film ini pun tak sanggup. Seakan menunjukkan fisik yang sudah rapuh Van Damme maupun Dolph Lundgren pun kelihatan kalah kelas ketika adu hantam dengan Scott Adkins yang masih segar bugar di era keemasannya (dia masih 36 tahun).

Hmm… saya sedang merenung ngapain ya saya nongol di sini?

So my verdict is… Universal Soldier: Day of Reckoning adalah film dengan cerita super membosankan dengan pacing sangat lambat dan akting buruk karakter utamanya. Tambahkan adegan martial art yang biasa-biasa saja maka makin lengkaplah kekecewaanku akan film ini. Oh ya, dengan kadar violence dan gore yang kelewat tinggi ini film yang benar-benar harus dijauhi oleh kaum hawa.

Score: D