Review




Saya belum pernah menonton film garapan sutradara Alfred Hitchcock tapi tentu saja saya mengenal namanya. Bagaimana tidak, dia adalah sutradara yang mendefinisikan genre thriller dan horror di masanya, dan bisa dibilang pengaruhnya hingga kini masih terasa pada sineas-sineas senior yang dahulu masih muda pada jamannya. Akan tetapi hampir selalu di balik sebuah kepribadian jenius juga terdapat sebuah kegelapan di dalamnya (seperti Mark Zuckerberg dan Steve Jobs mungkin?). Dan rahasia Alfred Hitchcock saat syuting film The Bird dan Marnie, dua masterpiece terakhirnya, yang diangkat oleh film The Girl.

Tahun ini nama Hitchcock memang tengah populer. Di luar film layar kaca The Girl ada juga adaptasi layar lebar yang akan dibintangi oleh si aktor gaek Anthony Hopkins nanti. Layar kaca? Betul. The Girl bukanlah film layar lebar tetapi layar kaca garapan studio HBO.

Hidup dari seorang model yang ingin menjadi artis, Tippi Hedren, berubah 180 derajat ketika sosoknya memikat sang sutradara Alfred Hitchcock. Hitchcock yang baru saja menggarap magnum opus karyanya: Psycho, berusaha membuat sesuatu yang lebih hebat lagi. The Bird adalah proyek tersebut. Dengan kata-katanya sendiri Hitchcock menyatakan film ini akan lebih besar dan lebih menyeramkan dari Psycho. Kesenangan Tippi berubah menjadi horor ketika ia menyadari bahwa sang sutradara ternyata menyukainya. Setelah Tippi menolak pernyataan cinta dari sang sutradara, Hitchcok pun ‘menghukumnya’ dengan memaksanya menjalankan hal-hal yang ‘mengerikan’ dalam syuting.

She is the girl

Saya percaya bahwa tak semua yang ditunjukkan dalam film ini benar, sama halnya dengan The Social Network, J. Edgar maupun film biopik Steve Jobs yang masih dalam produksi. Ini adalah upaya dramatisasi dari seorang sosok terkenal yang selama hidupnya sarat dengan kontroversi. Ah, siapa sangka bahwa pada masa sebelum ada Kardashian bersaudara dan reality show tolol Jersey Shore sosok-sosok nyentrik selalu ada di dalam kehidupan kita? Anyway, kembali pada film ini lagi rasanya The Girl terlalu menyorot sosok Hitchcock dari mata Tippy Hedren. Dan kalau itu yang dikehendaki maka sutradara Julian Jarrold sukses mengantagoniskan sang sutradara.

The Girl adalah film yang penuh greget karena sang sutradara mampu menyeimbangkan aspek sejarah (saya jadi belajar banyak mengenai sosok Hitchcock dan film-filmnya selain Psycho) dan aspek dramanya (pertentangan antara Tippy dan Hitchcock makin tereskalasi dari saling tidak suka sampai abusif). Salah satu scene yang terasa mencekam adalah saat sang sutradara memaksa Tippy untuk mengulangi sebuah adegan dengan burung berulang-ulang selama lima hari sebagai bentuk hukuman dan penyesahan moral baginya. Ah, HAM di era 1960an nampaknya belum berjalan ya di Amerika sana?

The Director and the Artist

Selain upaya Julian Jarrold yang perlu mendapat tepuk tangan gemuruh dalam film ini adalah performa dari Toby Jones dan Sienna Miller yang secara sempurna menghidupkan sosok Alfred Hitchcock dan Tippy Hedren. Toby Jones… sempurna sebagai Hitchcock. Ia menampilkan sang sutradara yang jenius – terlihat dari bagaimana ia mengajar Hedren – sekaligus sosoknya yang rapuh dan kurang percaya diri karena kekurangan fisiknya. Gerak-geriknya dan caranya berbicara dan raut mukanya luar biasa. Ganjaran sebuah nominasi Emmy Awards saya rasa pantas buatnya.

Di sisi lain Sienna Miller pun tidak kalah mentransformasikan sosok Tippy yang tadinya ceria dan kagum kepada Hitchcock menjadi sosok yang tertekan, depresi, bahkan jijik dan benci kepada sang sutradara. Begitu hebatnya Miller ia mampu menggambarkan kekurangan akting Tippy (yang adalah artis amatir saat ditemukan oleh Hitchcock) dengan berakting sedikit lebai di adegan-adegan film The Bird maupun Marnie. Setali tiga uang dengan Toby Jones, saya berharap Miller mendapatkan nominasi Emmy Awards untuk perannya di sini. Terlepas dari performa keduanya jangan lupa dengan Imelda Staunton yang juga mencuri perhatian sebagai Alma, istri sang sutradara yang harus makan hati dengan kelakuan nyentrik suaminya.

Horrifying Experience

So my verdict is… secara keseluruhan saya terkesan dengan film The Girl ini. Apabila film Hitchcock yang akan beredar di akhir tahun nanti (konon film ini akan mengambil kisah penggarapan film Psycho) bisa menyamai kualitas film HBO ini maka saya pasti akan puas keluar dari theater dengan senyum lebar.

Score: A-