Review
Salah satu novel klasik yang paling populer di dunia adalah Les Miserables karangan dari Victor Hugo. Merupakan kisah epik politik romansa yang mencakupi waktu berdekade-dekade kisah Les Miserables sudah dibaca oleh puluhan juta orang dan diadaptasi dalam berbagai medium lain. Salah satu medium yang sangat populer menjadi rumah kedua bagi Les Miserables adalah medium theater di mana ia pun menjadi salah satu musical paling populer sepanjang masa. Hollywood sendiri sudah berulang kali mengadaptasi Les Miserables ke layar lebar terakhir kali pada tahun 1998 dengan Liam Neeson muda sebagai bintang utamanya.
Di tahun 2012 ini ada versi baru dari Les Miserables yang disutradarai oleh Tom Hooper. Apa yang membedakan ini dari versi adaptasi sinema film-film Les Miserables sebelumnya adalah versi ini lebih seperti translasi dari panggung broadway ke layar lebar dengan bintang-bintang kelas A Hollywood. Coba tilik deretan nama yang terlibat dalam film ini: Hugh Jackman, Russell Crowe, Anne Hathaway, Amanda Seyfried, Sacha Baron Cohen, sampai Helena Bonham Carter. Siapa tidak terpana dengan deretan nama seperti ini terlibat dalam satu proyek… disutradarai oleh sutradara muda pemenang Oscar pula! Sungguh sebuah dream team! Tapi bisakah kumpulan dari semua bakat ini menghasilkan karya yang menggugah hati penonton?
Jean Valjean adalah napi yang sudah menyelesaikan masa tahanannya tapi tidak benar-benar bebas. Abad 18 adalah abad perubahan di Perancis. Satu demi satu Raja yang naik setelah diktator Napoleon silih berganti digulingkan karena rakyat tak puas dengan kinerja mereka. Akibatnya ekonomi memburuk dan rakyat kelaparan sementara orang-orang atas terus bertarung. Di saat ini Jean Valjean yang nyaris putus asa dengan hidupnya mendapatkan kesempatan kedua dan memutuskan untuk memulai hidupnya dengan membantu sesama. Bertahun-tahun berlalu dan Valjean sepertinya sudah melupakan kehidupannya yang lalu.
Di saat itulah Valjean bertemu dengan wanita bernasib malang bernama Fontaine. Ingat dengan nasib Fontaine yang hampir sama dengan dia dulu Valjean memutuskan untuk menolong Fontaine. Sungguh sayang ia terlambat dan Fontaine terlebih dahulu meninggal dunia. Di saat itulah Valjean bersumpah akan mendidik dan membesarkan anak Fontaine: Cosette layaknya anaknya sendiri. Ini tidak akan mudah bagi sang mantan napi sebab seorang Jendral yang sangat taat hukum: Javert, mencurigainya dan ingin menangkapnya.
Begitu menonton film ini saya langsung sadar kenapa ada pihak yang tertawa dan seakan begitu anti dengannya. Masalahnya ada pada kekeraskepalaan dari Tom Hooper untuk meminta seluruh film ini dinyanyikan. Kalau kalian biasa menonton musical seperti Mamma Mia atau Rock of Ages maka para pemain akan melakukan dialog secara ‘normal’ dan baru mulai bernyanyi ketika ada adegan yang mengharuskan momen tersebut terjadi. Ini tidak dalam Les Miserables. Setiap aktor praktis menyanyikan tiap dialog yang mereka ucapkan. Ini membuat film ini menjadi agak aneh dan membutuhkan saya waktu sekitar 40 – 45 menit untuk bisa mengondisikan diriku masuk ke dalamnya. Bahkan begitupun saya merasa bahwa sesekali saya menahan diri untuk tidak tertawa melihat Hugh Jackman atau Russell Crowe dari nada datar mendadak suaranya meliuk naik seakan mendendangkan dialog mereka.
Memaksakan dialog untuk dinyanyikan tak hanya menganggu momen film ini di saat para aktor-artisnya bicara saja tetapi juga mengurangi impact di momen-momen di mana mereka memang perlu bernyanyi. Dikarenakan mereka terus menerus bernyanyi maka ketika masuk momen nyanyian yang sesungguhnya penonton mungkin sudah keburu bosan atau mati rasa dengan kemampuan mereka. Singkat kata: daya magisnya tak lagi maksimum. Bayangkan saja seandainya Tom Hooper menyimpan momen-momen nyanyian untuk saat yang menguras emosi saja. Pastinya film ini akan lebih menggemuruh lagi di hati penonton.
Akan tetapi hanya itu saja keluhanku akan film yang luar biasa ini. Apabila keras kepalanya Tom Hooper untuk menjadikan dialog sebagai nyanyian saya anggap blunder sang sutradara menebusnya secara brilian dengan memaksa semua artis dalam film ini bernyanyi secara live. Hasilnya adalah ada nada-nada yang mungkin terasa sumbang di sana-sini tetapi impact emosinya sangat raw dan maksimal. Kalau tidak percaya perhatikan saja performa Anne Hathaway saat menyanyikan I Dreamed a Dream. Saya sangka setelah Susan Boyle menyanyikannya di Britain’s Got Talent saya takkan lagi bisa tergetar hatinya oleh penyanyi lain yang menyanyikannya. Anne Hathaway menghancurkan segala kebimbanganku itu. Satu kata untuknya: spektakuler. Dan itu baru satu contoh saja. Banyak adegan-adegan lain dalam film ini yang emosinya begitu tersampaikan kepada penonton karena para aktor ini berolah vokal secara langsung. Sungguh film musical-musical berikutnya perlu melakukan hal ini!
Hanya karena saya menyebutkan nama Anne Hathaway tak berarti casting lain bermain buruk. Hugh Jackman tampil total sebagai Jean Valjean. Film ini praktis merupakan ajang Jackman beraksi – menunjukkan bagaimana dirinya merupakan seorang artis yang mampu melakukan bermain dalam segala genre film (he’s not just Wolverine y’know) sementara Russell Crowe dengan segala absolute justicenya sangat pas. Kontras sekali dengan saat ia dulu menjadi Maximus sang Gladiator. Amanda Seyfried yang namanya diletakkan di tempat keempat sebenarnya tak buruk penampilannya. Sayang waktunya tak banyak dan cerita tak memberi dia menunjukkan olah vokal yang juga sangat merdu. Bahkan Sacha Baron Cohen dan Helena Bonham Carter pun muncul di sini sebagai dua sosok yang mampu menghidupkan suasana dan tawa penonton dengan musik riang mereka. Untuk bintang pendatang yang mengejutkanku? Tentu saja Samantha Barks yang walau hanya sekilat tampil tapi mampu membuatku trenyuh dengan nasibnya.
So my verdict is… Les Miserables adalah sebuah film yang nyaris sempurna di mataku. Ah, seandainya saja Tom Hooper tak memaksakan semua dialog dilagukan di film ini mungkin saja film ini bisa mendapatkan bulat sempurna dariku. Andaikatapun kalian bukan penggemar film musical Les Miserables adalah tour de force yang sayang untuk dilewatkan. Koleksi juga CD OSTnya!
Score: A-















Om, kalo ngereview jangan nanggung,,,
jangan narik sudut pandang dari novel aja, atau dari sutradara aja, atau bahkan pendapat pribadi,,, jadi keliatan bodoh reviewannya… sotoy…
coba deh nonton Les Mis version Broadway, atau 25th konsernya this is a classic theatre, wajar aja almost dialog should be singing mode…
KyKy,
Les Miserables ini kan adaptasi bebas dari Tom Hooper. Dia bisa saja kan mengambil dasar basis dari novelnya yang bukan musical? Kenapa harus mengacu total sama dengan versi Classic Theater-nya?
Why not take the best from two worlds? Kenapa tidak campurkan dialog biasa (after all Musical tak berarti harus dinyanyikan semua dialog) dan momen yang memang butuh nyanyian supaya impactnya lebih powerful?
Sekali lagi Ky, saya rasa kamu suka meleset kalau ngasih komentar – saya tak sedang melakukan review untuk versi Broadway tetapi untuk versi film.
Hehe, lain kali kalau komentar coba ya jangan sotoy dulu…
saya kenal les miserables, dari filmnya yang dibintangi liam neeson. terus terang favorit saya di film itu adalah tokoh inspektur Javert yang menurut saya diperankan dengan sempurna oleh Geoffrey Rush. Sosok yang keras, kaku, dan sangat textbook.
begitu saya lihat Russel Crowe bernyanyi di film ini, langsung image saya tentang Inspektur Javert jadi berantakan :p. Akhirnya setelah satu jam saya nggak tahan untuk melihat image Inspektur Javert tambah hancur, dan memutuskan untuk meninggalkan bioskop.
Geoffrey Rush still the best Inspector Javert
moviemaniac
Wah saya ingin sekali deh menonton film Les Mis yang versi Liam Neeson. Jujur saja ini Les Mis versi pertama yang saya tonton. Baik berbentuk musical atau drama period.
I told you Dennis, Russel Crowe itu gak bisa akting sambil nyanyi. Adegan konfrontasi Javert dan Valjean yang seharusnya menggugah malah jadi melempem gara2 Crowe
Setuju sama moviemaniac, Geoffrey Rush memang Javert terbaik untuk versi film, malah lebih baik dari Javert-nya John Malkovich dalam versi Gerard Depardieu.
Tapi bagi saya, Javert terbaik untuk semua lakon ada di versi musikal Broadway: Terrence Mann.
Suara tenornya menggelegar, bikin merinding abis. dan dialah yang bikin aku memandang Javert sebagai sosok yang paling kompleks diantara seluruh tokoh Les Mis
Hahaha…
Ando, saya akan coba menonton nanti versi lain-lainnya.
So far saya sendiri menganggap Russell Crowe memang yang kurang impresif kalau dibandingkan dengan dua nama besar lainnya: Hugh Jackman dan Anne Hathaway, walaupun dia masih lebih bagus daripada Seyfried (bukan salahnya Seyfried tapi lebih karena Cosette karakter yang underdeveloped)…
Saya sendiri tapi masih cukup menikmati Stars nya, apa mungkin karena belum ada pembandingnya itu ya?
nonton film ini jadi teringat film sweeney todd nya johnny depp soalnya ada si helena sama baron juga, walaupun sweeney todd sama sama film musikal tapi di film sweeny tod dialognya juga lebih banyak dibanding les miserabes, kalau di les miserables dialog paling cuma kaya kalimat2 pendek doang. sebenarnya kalo dibuat lebih banyak dialognya juga oke kayak tukang review bilang kayak di film mama mia juga!
H23 saya belum menonton sweeney todd nih. Hiks. Ada cohen dan carter ya di sana juga? Ah, kapan ya bisa sempatkan diri menonton… Hehehe
Baru pertama nonton les mis juga nih, dan biasanya gw ga suka yg namanya drama musical tapi gw sempet2in nonton film ini karena deretan castnya juga reviewnya yg baik.. Dan film ini merupakan pengecualian, acting pemain sangat luarbiasa dan emosional, Beracting di drama musical merupakan suatu tantangan bagi para artis disini dan gw cukup terkesima dengan actingya hugh jackman.. he’s deserve an oscar this year! Dan gw setuju dengan bagaimana dialog yg dipaksa dinyanyikan membuat gw cukup geli..
Hugh Jackman, selain Denzel Washington dan Daniel Day Lewis memang calon kuat pemenang Oscar.
However, saya merasa bahwa Daniel Day Lewis masih akan menang untuk tahun ini bro whatever…
Nonton di bioskop atau sudah bisa ditonton di home theater nih bro?
Daniel Day Lewis emang bener2 calon pemenang terkuat.. akting kalemnya di Lincoln bener2 stunning, walaupun gw belum pernah liat A.Lincoln speech atau berbicara tapi gw rasa Actingnya udah hampir mendekati sosoknya.. but i hope Hugh Jackman got an Oscar this year.. hahaha.. dan hampir semua film udah gw nonton di dvd dan via torrent
gw pikir filmnya ga bakal tayang di bioskop indo tapi tenyata beberapa keluar..