Review

Tahun 1940 dan 1950an di Amerika adalah jaman di mana para gangster memiliki kuasa yang tak kalah dengan para aparat penegak hukum. Amerika memang baru saja menghadapi dua dekade yang paling sulit dalam kehidupan mereka: masa Great Depression di 1930an dan terlibat dalam Perang Dunia II di dekade 1940an. Hasilnya negara ini masih belum cukup kuat untuk mengatasi segala perkara dalam negeri mereka. Ini adalah masa-masa di mana para gangster ala Al Capone merajai jalanan Amerika.

Salah seorang bawahan Al Capone yang akhirnya juga terkenal sebagai seorang gangster adalah Mickey Cohen. Awalnya bermarkas di Chicago Mickey kemudian ditempatkan oleh para koleganya untuk berkuasa di Los Angeles. Mickey kemudian menjadi makin gila kuasa. Tidak hanya dia berani menentang kolega yang menempatkan dia di tempat itu ia juga makin berani melawan hukum. Karena hampir semua panel hukum mulai dari kepala polisi, jaksa, sampai hakim ada di bawah tangannya maka tidak ada yang berani melawan Mickey Cohen.

Gangster Squad Poster

Muak akan tingkah laku Cohen yang makin menjadi-jadi kepala utama polisi di Los Angeles menugaskan Sersan John O’Mara untuk membentuk kesatuan khusus yang bergerak di luar divisi kepolisian. Tujuan dari kesatuan yang ia bentuk hanya satu: menghentikan sepak terjang Mickey Cohen. Caranya boleh apa saja: menghancurkan bisnis Cohen, menghabisi para bawahan Cohen, atau menyeret sang kepala gangster langsung ke muka hukum. Akan tetapi tugas dari kesatuan yang nantinya dikenal sebagai Gangster Squad ini tentu tak mudah. Mickey tidak bakalan tinggal diam melihat kekaisaran kriminalnya diobrak-abrik…

Gangster Squad karya Ruben Fleischer ini berusaha tampil beda dari kebanyakan film gangster / mafia serupa dengan cara menyajikan kisah secara simpel. Pengarahan semacam ini seharusnya pas karena resume Ruben Fleischer sebelum ini rata-rata merupakan film yang sederhana dan kadang berbumbu komedi seperti Zombieland dan 30 minutes or Less. Harapan saya tadinya adalah Gangster Squad bisa jadi tontonan ringan ala Zombieland dalam genre gangster tetapi juga mampu memberi impact yang berarti. Sialnya segalanya terasa terlalu diringankan dan disederhanakan di film ini. Penjahat Mickey Cohen yang sebenarnya seorang penjahat kompleks di sini ditampilkan dengan sadis dan sedikit psikopat oleh Sean Penn. Burukkah penampilan Penn? Tidak, tetapi tidak ada juga yang spesial darinya dibandingkan dengan segala kriminal penjahat yang tampil di layar lebar. Sean Penn memainkannya secara meyakinkan tetapi tidak berbeda.

Hot as Blonde, Hot as Red

Hal yang sama bisa dikatakan untuk para karakter lain di dalam film ini. Film ini dipenuhi dengan aktor tua muda berbakat: Josh Brolin, Ryan Gosling, Emma Stone, dan banyak lagi tetapi bakat mereka semua tersia-siakan dengan naskah yang seadanya dan terlalu ringan. Saya tahu kalau Gangster Squad memang berusaha tampil berbeda dari film gangster kebanyakan (yang sinonim dengan tontonan berat) tapi hasil yang terlalu mementingkan style (koreografi aksi keren serta settingnya cukup detail menghidupkan Los Angeles era 1950an) rasanya malah menjadi bumerang. Kurang cocok dan kurang pas dengan seleraku.

So my verdict is… Gangster Squad punya potensi untuk digali lebih dalam, dibuat lebih serius, dan menjadi semacam LA Confidential kedua dengan sudut pandang yang berbeda. Sayang sekali film ini berakhir dengan kurang memaksimalkan potensinya kendati sudah didukung dengan aktor-aktor kelas A di dalamnya.

Take down the mob

Score: B-