Review
Dalam ritual tahunan dunia entertainment ada beberapa hal yang selalu bisa dipastikan muncul: game Call of Duty, season terbaru dari serial TV ngetop, dan tentu saja film petualangan Detektif paling terkenal di Jepang: Detektif Conan. Dirilis pada tahun 2012 sebagai film ke 16 dari Detektif Conan The Eleventh Striker juga berfungsi sebagai peringatan J. League yang kini menginjak usia 20 tahun. Film ini menjadi salah satu film paling sukses di Jepang tahun ini menunjukkan betapa besar daya tarik sang meintantei kecil (yang kalau dipikir-pikir Conan seharusnya sudah lebih tua dari Shinichi karena sudah 16 tahun lebih terperangkap di badan anak kecil!)
Film ini dibuka dengan Detektif bodoh Kogoro Mouri mendapatkan telpon ancaman bom. Benar saja, saat Kogoro tak menanggapinya serius mobil di depan kantornya langsung diledakkan. Kogoro hanya diberi pesan misterius mengenai bom yang akan diledakkan apabila sang Detektif tak bisa memecahkan kodenya. Bisa ditebak kalau sang Detektif dan kesatuan polisi Tokyo yang inkompeten itu gagal mencari tahu di mana letak bom. Tugas itu hanya bisa diselesaikan oleh Conan yang mendapatkan informasi dari Ran. Setelah sukses melakukan deaktivasi bom di stadium sepakbola tak berarti ancaman sudah berlalu. Sementara polisi mengumpulkan para tersangka pengeboman, ancaman berikutnya terus berdatangan. Siapakah sebenarnya pelaku pengeboman?
Awal dari The Eleventh Striker yang disutradarai oleh Kobun Shizuno ini terbilang agak lamban dan membosankan. Saya malah sempat skeptis dengan plotnya mengingat ancaman bom bukan barang baru di film ini. Ingat dengan film 1, 5, dan 12 yang sempat mengeksplorasi tema serupa? Mengingat film ini juga memperingati 20 tahun ulang tahun J. League maka beberapa pemain sepakbola meminjamkan suara dan kekhasan wajah badan mereka untuk digarap dalam versi animasi. Apabila kalian pengikut J. League (saya kok ragu di Indonesia ada yang mengikuti liga sepakbola ini) maka akan senang melihat sosok-sosok terkenal muncul di film ini memberi nasehat kepada Conan maupun muncul sekedar untuk glorified cameo (King Kazu).
Untung saja tempo film yang di awal hingga pertengahan berjalan lambat mulai panas mesin memasuki babak keduanya. Sebagai penonton kita mulai diajak untuk menebak siapa kiranya sang pelaku pengeboman yang sesungguhnya. Skrip yang ditulis oleh Kazunari Kouchi kali ini lebih kuat dari biasanya sehingga saya sendiri turut tertipu menebak siapa sang pelaku yang mengirimkan ancaman pengeboman. Bagusnya lagi walau masih ada beberapa plot hole tak ada yang fatal menganggu logika film ini (atau paling tidak logika dalam dunia animasi Conan). Saya juga suka dengan klimaks film ini di mana nasehat-nasehat dari para pemain sepakbola yang tadinya seperti iklan bagi J. League rupanya pun turut berperan dalam cerita… menutupnya dengan manis tanpa terasa terlalu promosi.
Seperti mayoritas anime Jepang yang saya tonton animasi dalam film ini tajam dan bagus. Pengisi suara yang sudah lama terlibat dalam proyek ini juga membawa usaha terbaiknya di sini. Saya pribadi merasa senang bahwa ini adalah kedua kalinya berturut-turut bahwa Conan tak perlu berbagi spotlight dengan dua otak jenius lain di serialnya: Kaitou Kid dan Heiji.
So my verdict is… Detective Conan: The Eleventh Striker mungkin bukan film yang sempurna tetapi sebagai sebuah animasi tahunan dari sang Meitantei cilik… ia cukup menghibur kok. It’s a goal!
Score: B













wah ane maLah suka kaLo ada Kaito Kid nya haha. .
Saya juga Vallen… sama kok. Tapi saya rasa ada baiknya kadang Conan diberi kesempatan spotlight sendiri tanpa berbagi dengan Kaito or Heiji.
Hihihi
kapan balek gede nyaaaa

harusnya cepet2 dibikin gede, trus muncul kasus2 lawan black organization nya ….
@Lawfer : menurut ane
Conan yg pantas membongkar rahasia BLack Organization. .
Trus mati di dueL akhir meLawan bos organisasi. .
Rasanya cerita Detective Conan Lebih seru kaLo karakter utamanya mati ( Naruto juga). .
:p