Review




CZ 12 yang merupakan singkatan dari Chinese Zodiac 12 adalah film aksi Hong Kong pertama Jackie Chan sejak Rob-B-Hood. Sebagai sang raja stunt Jackie Chan memang kini sudah tak muda lagi. Usianya yang mendekati kepala enam tentunya tidak memungkinkan Jackie untuk selalu beraksi ke sana-sini. Dalam film aksinya yang konon adalah yang terakhir ini Jackie Chan akhirnya memenuhi harapan para penggemar yang selalu menginginkan sebuah film penggenap trilogi Armour of God. 21 tahun menanti dahaga para fans bisakah terpuaskan?

Abad 19 lalu bagi Cina adalah abad yang pahit. Mereka adalah sebuah negara yang dulunya begitu jaya dan perkasa akan tetapi kekalahan dari negara-negara barat dalam Perang Candu membuat para kulit putih begitu dominan akan para mata sipit. Serangan pada Summer Palace – salah satu lambang budaya Cina – menghancurkan tempat itu dan para bangsa asing menjarah berbagai artifak kuno Cina termasuk 12 kepala shio. Pada jaman ini kepala shio itu beredar di pasaran dan dijual di lelang kelas internasional.

CZ 12 Poster

Menyadari bahwa bangsa Cina akan melakukan segala hal untuk membeli kembali warisan budaya mereka supaya tak jatuh ke tangan orang asing (mengingat ekonomi Cina kini sudah bangkit) ada pihak-pihak jahat yang ingin memanfaatkan rasa patriotisme tersebut untuk keuntungan mereka sendiri. Dalam film ini pihak jahat tersebut direpresentasikan oleh perusahaan MP. Kepala dari MP sudah berhasil menjual beberapa kepala shio dan masih ingin mengeruk keuntungan lebih banyak. Mereka pun meminta bantuan dari JC, seorang treasure hunter yang sangat jago dan tak pernah gagal mencuri artifak apapun. Sukseskah JC mencuri semua artifak kepala shio yang tersisa?

CZ 12 membuktikan kalau Jackie Chan masih aktor laga yang piawai untuk ukuran pria berusia 58 tahun. Tentu saja jangan mengharapkan ia bisa baku hantam segahar Tony Jaa atau Iko Uwais… sudah bukan usianya lagi. Akan tetapi berapa banyak sih aktor berusia 58 tahun masih bisa berjumpalitan ke sana-sini dan melakukan banyak stunt yang cukup berbahaya? Jackie Chan membuktikan kalau dirinya masih bisa. Di lain sisi ia sadar juga kalau tak semuanya bisa ia lakukan sendiri. Dalam film ini Jackie Chan berbagi spotlight dengan beberapa rekan muda termasuk bintang Korea Kwon Sang-woo dan bintang Perancis Laura Weissbecker.

Jackie's back!

Mengikuti pakem dari Armour of God juga CZ 12 mengambil setting syuting di berbagai negara mulai dari Cina hingga Eropa. Kendati begitu saya merasa kok sinematografinya kurang maksimal untuk menunjukkan lansekap maupun kekhasan dari masing-masing daerah. Ambil contoh kejar-kejaran yang dilakukan oleh JC dengan para tentara di awal film: terjadi di sebuah jalanan highway yang bisa saja dilakukan di Hong Kong ketimbang di Perancis. Oh ya kalau kalian mengharapkan sebuah aksi stunt super sinting yang biasanya selalu disajikan oleh Jackie Chan sebagai kejutan bagi para penonton di tiap filmnya… bersiaplah untuk kecewa karena kalian takkan menemukannya di sini.

Kendati cukup menghibur dalam departemen aksi saya tak bisa mengatakan hal yang sama untuk ceritanya. CZ 12 memiliki skrip yang benar-benar berantakan dan cerita dalam film ini sepertinya benar-benar difungsikan untuk sekedar mengakomodasi terjadinya setpiece aksi demi setpiece aksi. Kalau ditonton sekedar untuk fun dan lucu-lucuan untuk kali pertama mungkin bolehlah tetapi kalau dikaji sedikit lebih dalam saja… hancur terurai sudah semua benang penghubung cerita yang ada. Dan walaupun saya juga seorang Tionghoa jujur saja saya kurang suka dengan bagaimana film ini – sebagaimanapun halusnya – berusaha berdakwa mengenai bagaimana bangsa Cina menjadi korban bangsa asing di masa lalu.

Not so daring stunt

So my verdict is… CZ 12 adalah sebuah tontonan aksi yang fun dari Jackie Chan. Akan tetapi jangan berharap ini akan menjadi masterpiece seperti saat dia pada jaman jayanya dulu. Kalau mencari yang seperti itu maka dijamin kalian akan kecewa berat!

Score: B-