Archive | Others

Tags: , , , ,

Kungfu: The Legend of Chun Yi

Posted on 05 January 2010 by Si Tukang Review

Kungfu: The Legend of Chunyi Poster

Kungfu: The Legend of Chunyi Poster

(Review Ditulis Di Tahun 2007)

The show is more energetic than River Dance
Deputy Irish Ambasaddor to China

A memorable journey to a world of Kungfu and Zen
Si Tukang Review

The Martial Art begins

25 Mei 2007, Saya menunggu hari ini dengan penuh rasa antusias. Sudah lama semenjak saya menonton sebuah pertunjukan kungfu secara live. Apalagi yang bertaraf internasional seperti yang saya saksikan barusan. “Kungfu: The Legend of Chun Yi” disebut-sebut sebagai show kungfu terbaik di daerah China utara. Pertunjukan ini bahkan diadakan di Red Theatre (sebuah gedung theatre raksasa di Beijing) tiap harinya. Ini rasanya cukup membuktikan betapa tinggi animo orang dalam menontonnya (saya menontonnya di hari Kamis – dan pertunjukannya full house).

Saya sampai di Red Theatre pada pukul 6.30, sejam lebih awal ketimbang saat pertunjukan dimulai nantinya. Saya sempat berkeliling melihat gallery yang ada serta mengamati harga karcis yang bervariasi mulai dari 180 RMB (sekitar 200 Ribu Rupiah) untuk kelas yang paling rendah sampai 680 RMB (hampir 750 Ribu Rupiah) untuk kelas VIP yang termahal. Uff, cukup mahal. Untung saja saya menontonnya secara gratis karena dibiayai oleh sekolah.

Semakin mendekati waktu pertunjukan, saya semakin menyadari kalau gedung yang semula lenggang ini makin terisi dengan orang-orang dari berbagai negara. Saya melihat beberapa rombongan turis dari negara India, Amerika, Perancis, Jerman, dan banyak negara-negara Eropa lainnya. Jam 7.30 pun tiba, seorang biksu sudah ada di depan pintu, menyambut kita dengan duduk bersila. Kita pun masuk dan dibawa ke dalam sebuah dunia lain. Dunia Shaolin dan Kungfu.

Legend of Chun Yi

Lotus blooms in silent. This one split of  moment becomes eternal

Cerita ini terbagi menjadi 7 bagian:
Bagian I: Initiation
Bagian II: Learning
Bagian III: Casting
Bagian IV: Illusion
Bagian V: Remorse
Bagian VI: Temple Gate
Bagian VII: Epilogue

Seorang biksu muda baru saja tiba di kuil Shaolin. Biksu kecil ini terlihat sangat takut dengan keadaan di Shaolin, tetapi biksu kepala di Shaolin menceritakan kepadanya mengenai legenda seorang biksu kecil lainnya. Biksu kecil ini juga dulunya takut seperti dia – namanya adalah Chun Yi.

“Chun Yi muda dulunya adalah anak penakut yang tak ingin masuk ke kuil dan tak ingin meninggalkan orang tuanya. Toh, pada akhirnya Chun Yi masuk ke ke kuil – bertemu dengan dua sahabat baik, dan berlatih dengan keras. Tahun demi tahun berlalu dengan cepat, Chun Yi sekarang telah menjadi seorang biksu yang tangguh. Ia menguasai berbagai jurus binatang: mulai dari kodok, ular, monyet, sampai kalajengking sekalipun. Tubuhnya keras bagaikan besi dan banyak yang menganggapnya sebagai biksu terkuat di Shaolin. Tetapi saat di mana seorang merasa bahwa dirinya paling kuat itulah saat di mana ia paling rentan. Di saat inilah Chun Yi pun jatuh dalam cobaan.

Chun Yi jatuh hati kepada ilusi yang ia ciptakan sendiri. Ia kembali mengingat nafsu duniawi yang telah lama ia tinggalkan. Ia terbalut ego dan kebangaan hati bahwa ia sudahlah yang paling kuat. Ia tantang semua temannya dan melihat bahwa tubuhnya telah sakti mandraguna tak tertembus senjata apapun juga. Beruntung sebelum segalanya terlambat sang biksu kepala membawa Chun Yi kembali ke jalan Buddha yang benar lagi. Chun Yi bangkit kembali dan melakoni tugas terberatnya sebagai seorang Buddha.

Sebagai seorang biksu Buddha, untuk menjadi warrior monk, adalah sebuah tradisi bagi Chun Yi berjalan melewati Temple Gate. Gerbang kuil ini akhirnya berhasil dilewati oleh Chun Yi dan kedua temannya. Melihat bahwa Chun Yi kini telah berhasil, sang biksu kepala bisa meninggalkan dunia fana dengan tenang dan mengangkat Chun Yi menjadi penggantinya.”

Ketika sang biksu kepala selesai menceritakan kisahnya, biksu kecil itu tidak lagi takut. Ia bertanya apakah sang biksu kepala adalah Chun Yi? Pertanyaan ini dijawab dengan sebuah anggukan diiringi kata-kata “Ya. Akulah Chun Yi itu.”. Biksu kepala yang kini sudah tua itu tak lain tak bukan Chun Yi.

A Journey to the World of Kungfu and Zen

Koreografi kungfu yang dilakukan dalam pertunjukan ini sangat layak mendapatkan acungan jempol. Mereka berhasil memadukan gerakan tarian balet yang lembut, gaya taichi yang mengalir bagaikan air dan angina, sampai pada penampilan berbagai jenis jurus binatang yang kuat dan bergelora. Semua gerakan ini dilakukan dinamis oleh lebih dari 20 orang yang ada di panggung. Beberapa adegan seperti salto ke belakang berulang-ulang dengan kepala, menghantamkan kepala dengan tiga besi sekaligus, sampai tarian balet dan terbang di udara mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari penonton.

Kekurangan utama dari acara ini mungkin terletak pada penggunaan bahasa Inggris sebagai presentasi utama dan bahasa mandarin sebagai subtitlenya. Ini sangat tidak saya setujui. Saya lebih menginginkan hal yang sebaliknya. Untung saja lagu yang dinyanyikan masih memakai bahasa mandarin sehingga tidak semua nuansa oriental di dalamnya terrampok.

Pada akhirnya, show ini sangatlah memuaskanku. Ketika saya keluar dari ruang pertunjukan, ternyata semua biksu yang tadi beraksi sudah menunggu di depan. Bukan – bukan untuk meninju atau menghajar kita tentu saja, tetapi untuk melayani kita berfoto dengan mereka. Toko-toko di depan pun menggelar berbagai merchandise mulai dari DVD, CD OST, sampai baju yang bisa kita beli dan bawa pulang sebagai kenang-kenangan yang berarti dan berharga dari dunia Kungfu.

Comments (5)

Tags: , , , , , , , , ,

Salut Pada Pelayanan PS Enterprise

Posted on 04 January 2010 by Si Tukang Review

Note: Sebelumnya saya ingin menyatakan bahwa postingan ini tidak bersifat mempromosikan toko PS Enterprise. Postingan ini semata-mata merupakan bentuk dari rasa terima kasihku atas tanggapan profesional dari toko game terkemuka di Jakarta tersebut - yang saya harap bisa ditiru oleh toko-toko game lainnya.
Pada tanggal 4 Desember 2009 lalu, saya pergi ke Jakarta untuk menjemput adik sepupuku. Teman karibku yang ingin membeli Nintendo Wii kemudian titip untuk membelikan dua Nintendo Wii buat dia dan kakak sepupunya. Karena sudah tahu bahwa harga barang di PS Enterprise terkenal miring, dia pun meminta saya untuk membelikan di sana.

Selesai bertransaksi dan sebelum membawa konsol game tersebut pulang tentu saja saya mencoba Nintendo Wiinya terlebih dahulu (apalagi karena ini titipan teman dan bukan barang murah). Ternyata semua aksesoris dan kelengkapannya sudah beres. Saya pun pulang ke Solo dan menyampaikan kedua Nintendo Wii itu kepada keluarga temanku (temanku dan kakak sepupunya bekerja di Singapura). Selama dua minggu lebih barang tersebut ditinggal di sana.

Setelah dua minggu kemudian, temanku pulang ke Solo untuk berlibur akhir tahun. Ketika ia membuka, ia terkejut melihat power adapter buat salah satu Nintendo Wiinya tidak ada. Ketika ia menanyakan padaku, saya juga kaget karena saya tidak pernah membuka bungkusan tersebut sekalipun dalam perjalanan pulang ke Jakarta ke Solo. Memang ada kemungkinan power adapter tersebut tertinggal di PS Enterprise ketika dicoba, tetapi saya pun sudah tidak terlalu ingat mengenai detail kejadiannya.

Daripada langsung membeli Power Adapter Wii baru, saya mencoba menelepon PS Enterprise (kepada Ci Mery) dan menjelaskan secara langsung duduk perkaranya. Ci Mery menjanjikan bahwa ia akan mengusut hal ini dan mengabari saya pada hari Senin berikutnya (karena saya menelepon di hari Sabtu saat toko sedang sangat sibuk). Saya pun pasrah menantikan. Saat itu saya pikir kalau memang hilang ya sudah tanggung jawab saya yang tidak teliti memeriksa barang.

Ternyata pada hari Senin, Ci Mery mengatakan padaku bahwa ia tidak ingat apakah ada Power Adapter yang tertinggal atau tidak (hal ini sangat amat kumaklumi karena ada puluhan bahkan ratusan penjualan tiap harinya di PS Enterprise), tetapi - salutnya - ia berjanji bahwa ia akan mengirimkan Power Adapter tersebut secara gratis - baik untuk ongkos Power Adapter maupun untuk ongkos kirimnya - sebagai bentuk tanggung jawabnya. Sampai begitu tidak enak akan kebaikan tersebut, saya akhirnya mengatakan pada Ci Mery bahwa saya hendak menanggung ongkos kirimnya. Hebatnya lagi, pada keesokan sorenya Power Adapter sudah sampai di rumah teman saya - yang berarti Ci Mery tidak menunda-nunda sama sekali pengirimannya walaupun sekedar pengiriman barang gratis dari Ci Mery.

Saya angkat empat jempol saya untuk pelayanan istimewa seperti ini. Jujur saja, pengalaman saya membeli dari toko game lain di Jakarta itu jauh sekali dari memuaskan. Saya ambil dua contoh berikut:

1. Beberapa tahun yang lalu saya membeli Nintendo DS di sebuah toko game, sebut saja toko Super Mario Bros. Ternyata setelah saya membawa pulang Nintendo DS tersebut, Supercardnya (merk lain sejenis kartu R4 untuk memainkan game bajakan di DS dan saya beli sepaket di toko game itu) tak bisa dimainkan di dalamnya. Usut punya usut, serial Nintendo DS yang dipakai ternyata salah, padahal saya sudah memakaikan lapisan anti-gores (yang saya beli dari toko itu juga) padanya. Saat toko Super Mario Bros menukarinya, mereka menolak mengganti lapisan anti-gores saya dan menganggap saya harus mafhum untuk kesalahan toko. Setelah bertengkarpun mereka hanya melepas lapisan anti-gores dari DS lama saya (sehingga sudah tidak terlalu lengket) dan menempelkannya pada DS baru. Kapok sungguh belanja di tempat itu.

2. Saat membelikan Nintendo DS Lite buat adik keponakan, saya pergi membelinya di toko game lain, sebut saja toko Tombol. Saya lebih percaya diri ketika beli di sini karena saya aktif bergabung dengan sebuah komunitas online yang toko tersebut naungi. Seusai saya membeli Nintendo DS Lite, saya tidak digubris selama hampir 20 menit karena mereka sibuk melayani pembeli lain. Akhirnya karena capek menunggu, saya pulang dulu. Saya kaget setelah adik saya melapori pada malamnya bahwa Power Adapternya rusak ketika digunakan untuk menchargenya.

Esok harinya ketika saya kembali ke toko Tombol, penjualnya mengatakan kalau kemarin ia belum sempat menjelaskan cara pemakaian Power Adapter kepadaku dan menyalahkanku karena pulang cepat-cepat. Ia lantas menunjukkan padaku sebuah Power Adapter bajakan DS lain dari China; untuk diberikan kepadaku? Tentunya tidak. Saya dipaksa membeli lagi Power Adapter tersebut. Mengingat saya masih punya hubungan baik di komunitas online yang dinaungi toko Tombol, terpaksalah saya membeli tanpa banyak omel. Tentu saja, itu juga saat terakhirku memperlihatkan muka di toko tersebut.

Dari dua pengalaman di atas, bisa dilihat dan dibuktikan sendiri bagaimana berbedanya kualitas pelayanan toko PS Enterprise. Tidak heran kalau PS Enterprise selalu ramai, dicari, dan direkomendasikan oleh banyak orang. Acungan jempol buat PS Enterprise, dan semoga terus maju di tahun 2010 ini!

Comments (6)

Tags: , , , , , ,

The Superhero Identity Crisis Quiz

Posted on 29 December 2009 by Si Tukang Review

superman-quiz

Let’s start with an easy question: the alter-ego of Superman?
1. Christopher Reeves
2. Tom Welling
3. Clark Kent
4. Jor-El
5. CL
spider-man-quiz

Another easy question: the alter-ego of Spider-man is…?
1. Peter Petrelli
2. Peter Parker
3. Matt Parkman
4. Pak Parkir
5. Park Ji-Sung
batman-quiz

And yet another easy question (I’m too kind yeah?): Batman aka Caped Crusader aka The Dark Knight alter-ego is…?
1. Bruce Wayne
2. Bruce Banner
3. Alfred Messi
4. Sayid Al Jarrah
5. Michael Jon Carter
captain-america-quiz

Too much of easy questions? Okay, let’s up the difficulty a bit. Who’s the first Captain America?
1. Nick Fury
2. Adolf Hitler
3. Steve Roger
4. Bucky
5. Pietr Makalov
wolverine-quiz

The hot guy in the cinema. Wolverine real name is…?
1. Logan
2. Weapon X
3. Charles Xavier
4. James Howlett
5. Jimmy Corbain
green-lantern-quiz

In brightest day, In blackest night, no evil shall escape my sight. Those who worship evil’s might… beware my power… GREEN LANTERN’s light! But who’s the Green Lantern?
1. Guy Gardener
2. Hal Jordan
3. Abin Mati Suri
4. Sinetron
5. John Stewardess
hulk-quiz

Do you know the real identity of the Hulk? You better do, cos you won’t like him when he’s angry!
1. Alfred Molina
2. Otto Octavius
3. Cassidy Freeman
4. Davis Bloome
5. Bruce Banner
flash-quiz

Faster than a speeding bullet… Faster than even Superman… It’s the man who ride the lightning himself. It’s the Flash, and his real name is?
1. Bartholomew Kuma
2. Robert Jacobi
3. Barry Allen
4. Wally East
5. Jay Jay Carick
wonder-woman-quiz

She is the world greatest superheroine. A princess of the Amazon, a fierce warrior, and one of DC’s holy trinity. Wonder Woman alias is…?
1. Asia Argento
2. Megan Gale
3. Lady Theresa Croft
4. Lara Fabian
5. Diana Prince
hawkeye

One of the most popular member of the Avengers. He died in the Avengers Disassembled arc - only to be revived as Ronin a few years later. Hawkeye, Marvel most famous archer name is?
1. Hercules
2. Clint Barton
3. Roger Friedman
4. Andrew Melvin
5. Jared Cole

The leader of the Fantastic Four, as well as Marvel most genius mind. Mr Fantastic is also known as?
1. Ben Grimm
2. Johnny Storm
3. Reverend Ricardo
4. Gabriel Reese
5. Reed Richards
supergirl-quiz

The cousin of Superman that came from Argo City, as well as my personal favorite superheroine, the last daughter of Krypton: Supergirl alias is…?
1. Connor Kent
2. Linda Lee Danvers
3. Lana Lang
4. Linda Lane
5. Artemis Sullivan
she-hulk-quiz

Next; the cousin of Hulk. The She-Hulk is?
1. Angelina Banner
2. Sarah Carter
3. Jessica Siemens
4. Mira Maria
5. Jennifer Walters
robin-quiz

For now, there are three people who ever wear the costume of Robin. Who is the third Batman’s sidekick?
1. Stephanie Brown
2. Tim Drake
3. Jason Todd
4. Marcus Camby
5. Allen Crescent
iron-man-quiz

He’s not only known as Iron Man, but also as the world most flamboyant millionaire playboy. His name is…?
1. Anthony Marc
2. Eddie Brock
3. Justin Kyle
4. Jonn Jonnz
5. Tony Stark
mr-fantastic-quiz

The leader of the X-Men with an Optic Blast. Cyclops is also known as?
1. Scott Summers
2. Sidney Sheldon
3. Scott Speedman
4. Scarlet Speedster
5. Simon Sony
green-arrow-quiz

Green Arrow aka Emerald Archer aka…?
1. Dinah Lance
2. Jasper Vince
3. Lance Vance
4. Niko Davydenko
5. Oliver Queen
nightwing-quiz

He was the first Robin and also the leader of The Outsiders. Nightwing real name is…?
1. Jake T
2. Nelly Bertulloci
3. Shane Moley
4. Dick Grayson
5. William Stryker
catwoman-quiz

She was a villain, a Batman’s lover and a thief. Catwoman = ?
1. Cat Grant
2. Sabrina Menelly
3. Pied Piper Perabo
4. Selina Kyle
5. Helena Wayne
daredevil-quiz

Daredevil; the man without fear, the blind lawyer alter-ego is?
1. Jet Archson
2. Kingpin Bullseye
3. Matt Murdock
4. Ali Larter
5. Leon Redfield

Answers: 3, 2, 1, 3, 4, 2, 5, 3, 5, 2, 5, 2, 5, 2, 5, 1, 5, 4, 4, 3

Comments (4)

Tags: , , , , ,

Efek Negatif Video Game

Posted on 13 December 2009 by Si Tukang Review

(Artikel Ditulis Di Tahun 2007)

NEGATIVE EFFECTS OF VIDEO GAME
- this generation brainwasher? -

negative-effect-pic

Grand Theft Auto IV went on sale in stores around the world at 12:01 a.m. this morning, and already reports of criminal midnight launch madness are starting to filter in. BBC News is reporting on a pair of incidents, with news of a stabbing outside a Gamestation in Croydon and a mugging by another game store in Lancashire.
- Gamespot.com -

Ketika saya membaca berita di atas saya terkejut. Betapa berubahnya dunia dan industri video game dari apa yang saya ingat dulu. Seingat saya dulu video game selalu diasosiasikan dengan dua hal: Mario melompat-lompat dan anak kecil. Hal ini menggelitik saya untuk menggali lebih lanjut dan menggarap artikel mengenai efek-efek negatif yang bisa ditimbulkan dari bermain video game.

Catatan Penulis:
Sebagai pembukaan saya hendak mengatakan kalau saya adalah seorang gamer semenjak usia lima tahun. Saya ingat ketika ayah saya pertama kali membelikan saya game Super Mario dan Contra. Saya ingat bagaimana saya merengek meminta orang tua saya membelikan saya Super Nintendo dan Sony Playstation. Bahkan hingga kini di Beijing, Nintendo DS dan PSP senantiasa mendampingi saya untuk memenuhi kebutuhan gaming saya. Intinya: artikel yang saya garap ini berasal dari sudut pandang seorang gamer. Saya bukan seorang yang tidak tahu mengenai game dan berusaha sembarangan menuduh bahwa video game itu buruk – sebagaimana yang dilakukan oleh beberapa pihak. Selamat membaca!

Dalam artikel ini, saya membagi efek negatif dalam bermain video game menjadi tiga macam; apa saja itu? Read along!

PORNOGRAFI

Oi” panggil teman saya suatu hari “Datang deh ke rumah gw. Ada game baru super seru nih!
Mengingat saya memang seorang penggemar game, saya langsung mendatangi rumah teman saya. Ketika saya melihat ke layar TV widescreennya, mata saya terbelalak. Betapa tidak? Yang ada di hadapan saya adalah dua gadis (model 3D) berbikini yang tengah bergulat di dalam lumpur.
Sinting kan? Ini game barunya Konami nih! Namanya Rumble Roses! Seru bok! Ada berbagai jenis cewe cakep buat diajak bergulat – gw lagi nelponin anak-anak lain ni. Kita bikin turnamen gulat cewe-cewe seksi yuk!” seloroh teman saya. Saya hanya mengangguk-angguk tanpa memperhatikan apa kata-katanya. Mata saya terpaku pada dua gadis di layar TV yang terus bergulat satu sama lain.

Pornografi. Ya, itulah salah satu hal yang sekarang menjadi efek negatif utama dalam game-game masa kini. Seiring dengan makin majunya teknologi, makin realistis jugalah gadis-gadis model 3D. Ingat ketika pada tahun 2001 film Final Fantasy The Spirits Within dulu menggemparkan jagad perfilman karena kerealistisnya? Kini, grafis semacam itu sudah menjadi standar yang bisa ditemui pada kebanyakan game-game Playstation. Contoh lain adalah game seperti Dead or Alive Volleyball. Semua orang tahu bahwa permainan voli dalam game ini hanyalah alasan untuk membalut isi sesungguhnya dalam game ini. Pada kenyataannya: Dead or Alive Volleyball adalah sebuah game di mana gadis-gadis model 3D berperan dalam adegan-adegan ala model!

ADDICTION

Bermain game bisa menjadi sebuah pengalaman yang adiktif. Ingat ketika game Ragnarok Online memulai demam game online di seluruh Indonesia empat tahun silam? Saya ingat. Ketika itu demi meningkatkan kekuatan karakternya, mendapatkan item-item khusus guna menjadikan sang karakter unik dan lain daripada yang lain, sampai menjadikan karakternya memiliki banyak uang; orang menjadi seakan kesurupan memainkan game online. Ada orang yang memainkan game online selama berpuluh-puluh jam non-stop; di Korea ada seorang gamer meninggal setelah bermain game 50 jam non-stop. Di Indonesia sendiri, guru-guru SMU di kotaku sampai turun tangan ke warnet untuk mengecek apakah murid mereka sedang bermain di sana. Maklum saja, pernah suatu hari hanya ada 25 dari 42 orang masuk di kelasku. 17 yang lainnya? Di warnet, membuat kompetisi antar gamer untuk mempertahankan ‘markas’ mereka dari serangan gamer lain.

Seakan-akan bermain saja tidak cukup, terjadi transaksi di dunia nyata mengenai game online ini. Saya ingat bahwa teman-teman saya yang kekurangan uang di dunia game membeli uang dari dunia nyata! Sempat ketika Ragnarok Online mengalami masa paling populer 100 Ribu uang di dunia Ragnarok sama dengan 100 Ribu Rupiah!

ANARCHY AND VIOLENCE

…dan ini mungkinlah kontroversi terpanjang dunia video game. Di tahun 1992 dulu orang tua ramai-ramai memprotes game Mortal Kombat – salah satu game tersadis pada jamannya – mana lagi game yang membiarkan anda merobek jantung lawan anda atau mencacah lawan anda sampai menjadi potongan-potongan kecil? Toh, protes dan efek-efek itu hanya bisa menghentikan kekerasan dalam video game untuk sejenak.

Bicara soal anarkisme dan kekerasan dalam video game, tidak mungkin tidak membicarakan Rockstar Games. Rockstar adalah perusahaan terbesar industri video game saat ini; sesungguhnya game yang dirilis olehnya tidak banyak tapi semuanya mendapatkan perhatian khusus dari media massa. Bully contohnya, adalah sebuah game yang memposisikan anda sebagai seorang anak preman di sekolah anda. Tujuan anda adalah menjadi preman penguasa sekolah dan anda dihalalkan memakai semua cara. Dan yang saya maksud semua di sini termasuk membenamkan kepala anak-anak yang tidak menuruti perintah anda dalam WC, mempermainkan guru-guru yang tidak menyukai anda, sampai secara bebas tawuran! Toh, setiap gamer yang mendengar nama Rockstar pasti akan mengasosiasikannya dengan Grand Theft Auto (GTA). Serial ini adalah franchise terbesar di industri video game modern. Serial keempatnya yang baru dirilis penjualannya dalam waktu sehari mencapai angka 310 Juta USD. Sebagai perbandingan: Spider-man 3 yang adalah film terlaris tahun lalu ‘hanya’ mencatat angka 330 Juta USD sepanjang masa pemutarannya di bioskop Amerika.

Sayangnya, seri GTA ini banyak dikritik oleh banyak pihak karena dianggap menawarkan anarkisme dan kekerasan. Kok bisa? Well, GTA adalah sebuah game yang bebas. Bebas di sini adalah anda ditempatkan dalam sebuah kota yang hidup dan anda bisa melakukan apapun yang anda inginkan. Menghadang mobil orang dan mencurinya? Boleh. Menggunakan mobil curian anda menggilas para pejalan di trotoar yang tidak tahu menahu? Silahkan. Menggunakan flamethrower membobol bank dan membakar para polisi yang berisik mengejar anda? Tentu saja. Atau menjual heroin dengan menyamarkan mobil anda sebagai mobil jualan es krim? Ide brilian!

Berdasarkan penjelasanku di atas, nampaknya jelas bukan kenapa banyak politisi dan bahkan beberapa pendeta gereja turun tangan mencela game GTA? Apakah ada di antara mereka yang berhasil? Jawabannya: tidak.

Closing Comment
“Efek negatif tidak hanya ada pada dunia video game”. Itulah alasan yang selalu dikemukakan oleh para gamer ketika dituduh hobinya memiliki efek negatif. Efek kekerasan atau anarki? Film macam Die Hard atau Transformers juga banyak meledakkan bangunan di sana-sini! Efek pornografi? Bukankah ada film-film XXX yang bebas diunduh dari internet? Lantas kenapa harus video game yang dikambinghitamkan?

Pada kenyataannya, memainkan game memiliki efek pengaruh psikologi yang lebih besar sekedar menonton film atau mendengar musik. Kenapa? Beberapa penelitian psikologi menyatakan bahwa menonton film atau mendengar musik menempatkan penonton / pendengar pada posisi pasif; sedangkan dalam game, gamer ditempatkan dalam posisi aktif.

Lantas apakah memang game-game macam GTA, Rumble Roses, sampai Ragnarok Online itu buruk? Bagi saya, jawabannya kembali pada diri kita masing-masing. GTA adalah salah satu game favorit saya sepanjang masa. Apa mungkin dunia nyata mengijinkan saya mencuri mobil orang, menabrakkannya pada mobil-mobil lain lantas meledakkannya di depan markas polisi untuk membuat onar? Tapi apakah saya melakukannya karena saya seorang psikopat sinting? Bagi saya, GTA hanyalah sekedar sarana escapism yang pas buat menyalurkan imajinasi-imajinasi liar saya, dan menilik penjualan GTAIV yang mencetak rekor; saya rasa saya tidak sendiri. Yang penting adalah anda tidak mengaplikasikan apa yang anda lakukan di video game di dalam dunia nyata.

Be responsible. Play safe.

By: Si Tukang Review (a true gamer in life and heart)

Comments (5)

Tags: , , , , , , , , ,

How Geek Can You Go?

Posted on 25 November 2009 by Si Tukang Review

Ini adalah kuis iseng-iseng yang saya ciptakan ketika saya nganggur (walaupun masih ada setumpuk game dan film yang belum saya jamah maupun saya review). Kuis ini sendiri bertujuan mencari tahu segeek apakah kamu dan terbagi dalam empat kategori: film / serial TV, anime / manga / tokusatsu, game, dan komik. Kuis ini juga dibagi dalam lima tingkat kesulitan mulai dari yang paling mudah ke yang paling sulit. Jawaban saya sertakan di akhir tiap kuis, tetapi usahakan untuk mencoba menjawab terlebih dahulu sebelum melihat kuncinya. Kalau sekedar mengintip kuncinya saja tidak seru bukan?

Jadi… apakah kamu siap mencari tahu seberapa geeknya dirimu?

nerd-4

Stage I: A Geeky Beginning

Tingkat kesulitan: Sangat gampang. Kecuali kamu hidup di bawah batu atau di dalam gua selama ini kamu seharusnya tahu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut.

1. Superman adalah salah seorang superhero terkuat yang pernah diciptakan. Hanya saja itu bukan berarti dia tidak punya kelemahan. Apakah kelemahan utama Superman? (Komik)
a. Batu bara
b. Warna kuning
c. Wanita
d. Batu kryptonite
e. Emas

2. Dalam tubuh Naruto, bersemayam jiwa siluman…? (Anime / Manga)
a. Rubah berekor sembilan
b. Elang berekor dua
c. Gurita berkaki delapan
d. Monster berkaki satu
e. Mata tanpa kaki

3. Mana di antara karakter berikut yang tidak berasal dari Nintendo? (Game)
a. Master Chief
b. Mario
c. Link
d. Samus Aran
e. Kid Icarus

4. Film animasi layar lebar berwarna pertama dari Disney adalah? (Film)
a. Steamboat Willie
b. Cinderella
c. The Little Mermaid
d. Peter Pan
e. Snow White and the Seven Dwarfs

Kunci Stage I: d, a , a, e

nerd-51

Stage II: Embrace the Nerd You

Tingkat kesulitan: Sedikit lebih sulit dibandingkan stage pertamanya, seharusnya stage ini belum memberi kesulitan apapun bagi kalian para geek sejati.

1. Kota manakah yang menjadi basis operasi Spider-man dalam memberantas kejahatan? (Komik)
a. San Diego
b. San Fransisco
c. New York
d. Los Angeles
e. Seattle

2. Serial Kamen Rider manakah yang melabeli monsternya dengan nama Unknown? (Tokusatsu)
a. Kamen Rider Ryuki
b. Kamen Rider Agito
c. Kamen Rider Black RX
d. Kamen Rider Super One
e. Kamen Rider Kabuto

3. Mana di antara game di bawah ini yang belum pernah digarap versi layar lebarnya? (Game)
a. Super Mario Bros
b. Tomb Raider
c. Metroid
d. Mortal Kombat
e. Doom

4. Titanic memang menjadi film terlaris sepanjang masa, tetapi bila disesuaikan dengan inflasi, manakah film yang sebenarnya menjual paling banyak tiket? (Film)
a. Masih tetap Titanic
b. Gone with the Wind
c. Star Wars
d. The Dark Knight
e. Casablanca

Kunci Stage II: c, b, c, b
nerd-2

Stage III: May the Nerd be with you

Tingkat kesulitan: Di sinilah ke’nerd’an kalian akan mulai diuji. Buat kalian yang hanya kuat di satu dua bidang tertentu saja sebaiknya berpikir-pikir lagi sebelum masuk ke sini. Ingat, the way of the geek is a path hard to follow (mode lebay: on).

1. Mana di antara karakter penjahat berikut yang tidak tergabung dalam gallery villain-nya Batman? (Komik)
a. Captain Cold
b. Joker
c. Killer Croc
d. Hush
e. Scarecrow

2. Berapakah harga bounty buruan dari Tony Tony Chopper sekarang ini (setelah insiden Water Seven)? (Anime / Manga)
a. 500.000.000 B
b. 50.000.000 B
c. 500.000 B
d. 50 B
e. 0.5 B

3. Karakter burung kuning yang selalu menjadi tunggangan setiamu setiap berpetualang di dunia Final Fantasy adalah? (Game)
a. Moogle
b. Kuhjara
c. Quack
d. Chocobo
e. Bahamut

4. Dalam film Star Trek yang manakah terjadi dialog berikut ini “The need of the many outweighs the need of a few, or the one” (Film)
a. Star Trek: First Contact
b. Star Trek: Wrath of Kahn
c. Star Trek: Nemesis
d. Star Trek
e. Star Trek: The Voyage Home

Kunci Stage III: a, d, d, b
nerd-1

Stage IV: Nerd Herd

Tingkat Kesulitan: Kalau kamu bisa sampai di tingkatan ini, kamu bisa menepuk dadamu sendiri dan dengan bangga berkata kalau kamu seorang nerd. Nah sekarang coba jawab pertanyaan-pertanyaan yang hanya bisa diketahui para geek berikut ini.

1. Civil War membelah para superhero Marvel dalam dua kubu besar. Siapakah karakter superhero yang akhirnya tewas di penghujung cerita Civil War? (Komik)
a. Wolverine
b. Iron Man
c. Captain America
d. Cyclops
e. Black Widow

2. Gundam kedua yang dipiloti oleh Athrun Zala dalam serial Gundam Seed adalah? (Anime)
a. Aegis Gundam
b. Wing Gundam
c. Freedom Gundam
d. Justice Gundam
e. Zeta Gundam

3. Ketika kamu hendak menghentikan jaksa yang terus menekan tersangkamu, apa kata-kata yang harus kamu teriakkan di mikrofon DSmu ketika bermain Phoenix Wright? (Game)
a. Take that!
b. Wait a minute!
c. Stop it!
d. Shut up!
e. Objection!

4. Siapa di antara para artis berikut yang tak pernah tampil satu film dengan Brad Pitt? (Movie)
a. Angelina Jolie
b. Tom Cruise
c. Kirsten Dunst
d. Jennifer Aniston
e. Christoph Waltz

Kunci Stage IV: c, d, e, d
need-3

Stage V: Nerd as the way of life for Geeky is the new Sexy

Tingkat Kesulitan: Sebelum mengerjakan bagian terakhir dari kuis ini berjanjilah dulu kepadaku untuk keluar dari kamarmu setelahnya. Sungguh. Hidup ini lebih dari sekedar baca komik, main game dan nonton film dan serial favoritmu kok. Oke? Oke?

1. Ada banyak karakter yang menyandang nama Green Lantern di dunia DC, tetapi manakah yang di antara mereka merupakan Green Lantern yang paling pertama diperkenalkan pada pembaca? (Komik)
a. Abin Sur
b. Sinestro
c. Guy Gardner
d. Hal Jordan
e. Alan Scott

2. Identitas asli dari Servant Saber di Fate / Stay Night adalah? (Anime)
a. Jean D’Arc
b. Hercules
c. Gilgamesh
d. Arturia Pendragon
e. Miyamoto Musashi

3. Game manakah yang mencetak penjualan terbesar di hari pertamanya dirilis? (Game)
a. Halo 3
b. Grand Theft Auto IV
c. Call of Duty: Modern Warfare 2
d. Metal Gear Solid 4: Gun of the Patriot
e. Super Mario Galaxy

4. Karakter-karakter serial TV Lost ini meninggal dunia di season ketiga kecuali: (TV)
a. Charlie Pace
b. Mr Eko
c. Ana Lucia
d. Paulo Fernandez
e. Niki Fernandez

Kunci Stage V: e, d, c, c

Nah. Bagaimana hasil dari kuis kalian? Mau dipost dalam bagian komentar supaya bisa didiskusikan bersama? ^^;

Comments (2)

Tags: , , , , , , ,

The 5 Hottest Babe of Summer

Posted on 21 October 2009 by Si Tukang Review

Film-film blockbuster yang mengisi summer biasanya memiliki dua tendensi. Yang pertama berisi banyak adegan ledakan dan yang kedua memiliki banyak stok gadis cantik di dalamnya. Nah, seiring dengan berakhirnya musim panas 2009, TukangReview.com akan mengadakan penghargaan bagi lima gadis tercantik yang telah menghibur kita selama masa liburan ini sekaligus menjadikan kita kian berkeringat di musim panas.

moon-bloodgood

5. Moon Bloodgood (Terminator Salvation)
John Connor boleh menjadi pria yang didaulat menyelamatkan umat manusia dari penjajahan para mesin, tetapi tanpa Letnan Blair Williams dalam cerita, semua itu takkan berarti. Kalau bukan karena hubungan cintanya dengan Blair, mungkin saja cyborg Marcus Wright akan memilih untuk membela para robot bukan para manusia. Pilihan yang tepat Marcus, karena kami juga akan memilih si seksi Moon Bloodgood ketimbang metal-metal yang dingin itu…
Saksikan dia juga di: Street Fighter - Legend of Chun-Li di mana dia sayangnya harus mendapatkan peran sekunder di belakang Kristin Kreuk.

katherine-heigl

04. Katherine Heigl (The Ugly Truth)
Dalam hal meraup dollar, mungkin The Proposal-nya Sandra Bullock lebih jumawa ketimbang The Ugly Truth-nya Katherine Heigl. Toh buat saya (dan beberapa teman pria yang lain), masa keemasan Sandra Bullock sudah lewat (sorry Ms. Bullock, you’re pretty in Speed, but you look like Ryan Reynolds auntie now…). Sebaliknya bagi Katherine Heigl yang namanya kian mencorong, film The Ugly Truth yang menduetkannya dengan Gerard Butler seakan menahbiskan namanya sebagai ratu film komedi romantis summer (sebelumnya duet dengan Seth Rogen dalam Knocked Up).
Saksikan dia juga di: Serial TV Grey’s Anatomy! Setelah banyak pergunjingan bahwa ia akan mundur di akhir season lalu, Katherine Heigl memutuskan kembali lagi pada serial TV yang membesarkan namanya itu. Sampai kapan saya tidak tahu, tetapi nikmatilah selagi dia ada.

anna-friel

3. Anna Friel? (Land of the Lost)
Oh my dear dear Chuck… How I miss you so much! Ketika Pushing Daisies dicancel secara prematur di season dua, hal pertama yang saya lakukan adalah mencari proyek berikutnya karakter Chuck yang diperankan oleh Anna Friel. Betapa bahagianya ketika saya melihat ia bersama Will Ferrell akan menggawangi komedi petualangan Land of the Lost. Sungguh sayang bahwa film itu jeblok secara komersial maupun kualitas. Yah, siapa sih yang tidak meradang melihat sosok alim Anna Friel dipegangi (maaf) buah dadanya oleh bocah monyet tengil itu!
Saksikan dia juga di: Dengan begitu tingginya apresiasi saya terhadap Pushing Daisies dan begitu rendahnya kesadaran orang terhadap serial ini, sekali lagi saya ulangi bahwa Pushing Daisies adalah salah satu serial TV terunik yang sampai kini tiada duanya. Watch it!

sienna-miller

rachel-nichols
2. Rachel Nichols & Sienna Miller (GI Joe: The Rise of Cobra)
Rachel Nichols dulu ia pernah didaulat menjadi pengganti Jennifer Garner dalam serial TV J.J. Abrams Alias. Apa daya justru di season pertama ia muncul menjadi season terakhir bagi Alias. Nichols harus mengubur dalam-dalam impiannya untuk tampil sebagai bintang layar kaca yang baru. Toh, kesabaran itu berbuah manis ketika ia nongol sebagai Scarlet O’Hara pada film GI Joe: The Rise of Cobra. Adegan catfightnya dengan Sienna Miller menjadi adegan duel favorit saya pada summer ini (sorry Optimus Prime dan para Decepticon!). Sementara Sienna Miller sendiri? Terima kasih telah memenuhi impian masa kecil kita melihat si Baroness yang seksi!
Saksikan mereka juga di: Buat Rachel Nichols, J.J Abrams tidak begitu saja melupakan dia dan mengajaknya bergabung tampil cameo dalam Star Trek terbaru tahun ini. Untuk Sienna Miller sayangnya, belum ada proyek besar baru untuknya. Now let’s hope for GI Joe the sequel…

megan-fox

01. Megan Fox (Transformers: Revenge of the Fallen)
Kelihatannya tahun ini menjadi tahunnya rubah betina yang satu ini. Semenjak kemunculannya dua tahun lalu lewat franchise Transformers, Megan Fox langsung melesat masuk radar para geek dan pria seantero jagat. Dan antusiasme tersebut ditunjukkan banyak orang secara gila-gilaan. Dalam konvensi Comic-Con lalu ada orang yang cukup sinting meminta Megan Fox bermesraan dengannya. Ada pendapat menyatakan dia sebagai Angelina Jolie baru. Ada berita mengenai Megan Fox adalah seorang pria atau bencong. Ada juga kisah perseteruan Megan Fox dengan Michael Bay yang saling serang di media. Yang paling terakhir adalah dia menjadi pembawa acara Saturday Night Live, salah satu acara komedi terpopuler di Amerika. Anehnya semua perbincangan itu masih belum bisa membawa film terbarunya: Jennifer’s Body menuju sukses. Sedikit saran buat Ms Fox, kalau mau mengikuti jejak Angelina Jolie sukses maka jangan ragu untuk… *Si Tukang Review disambit pembaca*
Saksikan dia juga di: Jennifer’s Body… tapi mengingat film ini tidak dirilis di Indonesia karena tidak lulus sensor maka nantikan saja DVD Uncutnya, yang memang merupakan versi yang seharusnya ditonton.

Nah, demikian lima - oke, enam - gadis yang telah membuat hidup jadi lebih hidup! Saya sebelumnya hendak memasukkan Jordana Brewster (Fast and Furious) dan Diane Kruger (Inglorious Basterds) sebelum akhirnya mengurungkan niat tersebut karena dua film tersebut tidak terhitung sebagai film summer lagi.

Comments (6)

Tags: , , , , ,

Behind the Scene of TukangReview.com

Posted on 23 September 2009 by Si Tukang Review

Artikel yang kali ini lain dari biasanya.

Apabila biasanya gw mereview game, film, dan komik yang gw mainkan, dalam artikel ini gw akan mengajak pembaca untuk masuk menjelajah ke dalam kamarku dan melihat bagaimana proses pengerjaan review-review yang biasa kutulis. Karena itu gaya penulisan dalam artikel kali ini bakalan sedikit beda dengan biasanya. Lebih santai dan kaga terlalu mementingkan unsur bahasa Indonesia yang benar. ^^;;

Oh well, enough introductions. Welcome to my room. Welcome to my world!

key-lock

Caption 1: Nah. Yang ini adalah pintu menuju kamar ‘kerja’ (baca: main dan tidur) gw. Kenapa ada fungsi kunci elektriknya? Well, bukan demi mencegah maling masuk ke kamar gw sih. Dulu tuh fungsi kamar ini buat gudang barang tidak pakai, sehingga dipasang kunci elektrik buat mencegah sembarang orang bisa masuk ke sini. Setelah kamarnya gw beres-beresin dan ubah jadi tempat hiburan gw, gw malas buat menghilangkan kunci elektriknya. Akhirnya biarin saja deh dipasang.

small-tv

Caption 2: Setelah masuk ke dalam kamar, barang pertama yang kalian bakalan lihat adalah TV ini. TV merk Toshiba ini sudah menemani gw dari lamaaaa banget. Lihat aja designnya yang masih tabung dan gendut kontras dengan era TV Plasma dan LCD sekarang. Toshiba bapuk gw ini juga tidak punya fasilitas widescreen, HD-TV, HDMI atau whatever teknologi jaman sekarang sehingga sebenarnya kurang memadai untuk dibuat mereview film-film blockbuster atau game-game generasi kini yang biasanya pakai efek gila-gilaan. Toh kalau sekedar buat bermain PS2, nonton serial TV dan film-film drama ringan, this TV still works wonders.

handheld

Caption 3: Ah! Sahabat terbaik gw. Kalian sadar tidak kalau kebanyakan game yang saya review itu berasal dari dua handheld Nintendo DS dan PSP. Apakah itu karena gw benci dengan 360 sehingga tidak mau mereview game-gamenya? Sebenarnya bukan. Seperti yang gw pernah bilang sebelumnya, hidup gw itu ga melulu berkisar mereview ini-itu. Gw punya kerjaan tetap lain dan kehidupan sosial. Praktis yang paling enak buat kumainkan ya game-game handheld yang bisa gw bawa ke mana-mana.

iPod-nya sendiri itu ukurannya 120 GB. Biasa kalau gw lagi dalam perjalanan bisnis ke luar kota, sehari sebelumnya gw mengisi iPod gw dengan serial-serial TV (gw convert dari AVI ke MP4, format yang dikenali sama iPod) dan menontonnya sepanjang perjalanan. Kalau handphonenya? Well – ga ada alasan sih. Gw iseng aja masukin. ^^;; Merknya Nokia 5310 dan layarnya udah retak (ketabrak ujung meja). Sekarang lagi mengais sedikit uang demi bisa menggantinya… syukur-syukur dengan buah arbei hitam (Blackberry). Hi hi hi.

dvd-player

Caption 4: Gw punya satu prinsip kalau beli DVD player. Beli yang merk China sehingga gw tidak usah repot-repot dengan Region Code. Gw dulu malas beli DVD player dan maunya memainkan via Laptop saja. Ampun deh. Ternyata kalau dimainkan via Laptop ada batas penggantian Region Code. Ganti lima kali dan kamu ga bisa ganti lagi. Akhirnya daripada menyia-nyiakan kesempatan penggantian Region Code berkali-kali, gw memutuskan beli satu DVD player yang merknya murah-murah meriah – jatuhlah pilihan gw ke Amex. Dengar-dengar sih kalau yang mahal dan bermerk kaya Sony atau Samsung juga terikat Region Code sana-sini malah cuma bisa main DVD orisinil. Duh, engga deh. Makasih.

lg-lcd

wd-tv

x-box-360

Caption 5: Kalau yang ini… heavy hitter gw. Walau gw punya Toshiba kecil kesayangan gw, handheld gw yang bisa dibawa ke mana-mana dan DVD Player yang bisa memainkan film-film… kelihatannya jauh dari afdol kan kalau kita bicara soal generasi terkini? Nonton Lord of the Rings atau main game Call of Duty 4: Modern Warfare mana serunya kalau main di TV kecil dan DVD biasa? Jadinya kalau gw main game-game 360, biasanya gw pindah ke kamar sekunder gw (rencana dijadikan home theater suatu hari nanti) buat memainkannya. Main Dead Space widescreen dengan efek suara surround menjadi sebuah pengalaman yang jauh lebih menyeramkan. Tidak percaya? Silahkan coba sendiri.

Kalau WD-TV sendiri? Alat ini adalah jawaban bagi orang yang koceknya tidak tebal (like me) tetapi masih ingin menikmati film-film dengan kualitas terkini (baca: Blu-ray). Membeli film-film Blu-Ray Rip atau HD (banyak kok yang jual di Kaskus seperti Bluray-Murah) yang berukuran rata-rata 10 – 30 GB, memasukkannya ke dalam Hard Disk (saya pakai Western Digital yang 500 GB) lantas ditancapkan pada WD-TV, pasang kabel HDMI dan akhirnya tancapkan ke TV LCD LG gw. Hasilnya? Eureka! Kualitas gambar setara Blu-Ray dengan harga per film serendah Rp. 15.000 – 20.000.-. Lovely. Oh, kadang saya juga menonton serial TV dalam bentuk AVI melaluinya. Maklum, kalau nonton AVI lama-lama di komputer (ehem… marathon nonton Lost di akhir pekan ehem…) bisa bikin mata pening dan pegal juga.

desktop

macbook

Caption 6: Dan… ini yang terakhir. Komputer gw baru selesai gw upgrade dua hari lalu (Ganti Pentium Core Duo 2.93GHZ, kartu grafis Sapphire 512MB, dan HD 250 GB). Fungsinya dua: yang pertama untuk main game karena gw tidak mau memforsir 360 buat main semua game (takut nanti 360 gw kena penyakit kanker yang namanya RROD – Red Ring of Death) sementara yang kedua adalah untuk menulis review dan membackup seluruh situs TukangReview.com kalau-kalau terjadi kerusakan pada data onlinenya (dan dengan banyaknya spam yang gw terima per hari… brrr… merinding membayangkan bila gw tidak membackup situ situ secara berkala).

Gadget terakhir gw adalah Apple MacBook gw. Dulu iseng-iseng beli karena bosan sama Windows, sekarang saya harus jujur mengakui kalau saya seorang Apple fans. Cepat, jarang kena virus, stabil, MacBook membebaskan gw dari sakit kepala yang biasa gw hadapi kalau gw memakai Laptop Windows (dua laptop gw sebelum ini: Toshiba dan Vaio semua under Windows dan semuanya sering bikin gw sakit kepala). Dia juga sering gw bawa ke mana-mana (dulu ketika gw ke China dan tidak bisa memakai Desktop, MacBooklah yang jadi andalan gw untuk tetap mengupdate situs ini secara berkala).

Dan… berakhirlah perjalanan kita di kamar gw. TukangReview.com pada awalnya bermula dari hobi iseng-iseng gw buat menulis review (karena tangan gw suka gatal buat ngetik sesuatu) dari game yang saya mainkan, film yang saya tonton, atau komik yang saya baca (semua saya baca secara digital). Terima kasih untuk dukungannya selama ini, and of course… more reviews to come. ^^V

Comments (6)

Tags: , , , ,

Disney Buy Marvel - My Thought

Posted on 04 September 2009 by Si Tukang Review

Berita terbesar dunia hiburan beberapa hari belakangan ini hanya satu: Disney membeli Marvel dengan harga USD 4 Milyar. Itu adalah pembelian terbesar dari Disney setelah sebelumnya membeli studio Pixar seharga USD 7.4 Milyar. Walau pembelian dari Disney kali ini jauh lebih kecil ketimbang saat mereka membeli Pixar, tidak semua pihak mengatakan pembelian yang dilakukan Disney kali ini langkah yang bagus. Ada pihak yang memuji (dan sudah banyak fanart di internet mengenai bagaimana kemungkinan kerjasama keduanya) tetapi ada juga yang mengkritik sampai mengatakan bahwa langkah Disney kali ini adalah blunder besar.

Beverly Hills Wolverine?

Beverly Hills Wolverine?

Kenapa timbul pendapat seperti itu? Hal ini mungkin karena di awalnya Pixar memang sudah bekerja sama dengan Disney sehingga ketika mereka hendak melepaskan diri dan berdiri independen, Disney bergerak cepat untuk langsung mengambil mereka. Disney juga sinonim dengan dunia kartun sehingga mengambil Pixar yang adalah studio animasi terbaik dunia saat ini merupakan langkah yang tepat. Ini berbeda dengan Marvel. Walaupun komik Marvel ditujukan untuk pangsa pasar anak muda cowo, pasar film mereka sedikit berbeda dengan Disney - begitu pikir banyak orang.

Tetapi bagi saya pemikiran tersebut adalah pemikiran yang dangkal.

Disney adalah kaisar dari dunia hiburan yang tak tergoyahkan. Dan yang terpenting: Disney tidak sinonim dengan anak kecil dan kartun saja. Sebagai contoh, selain Pixar, Disney juga memiliki studio film Buena Vista. Buena Vista memang merilis beberapa film anak-anak seperti G-Force atau Enchanted, tetapi mereka juga menghasilkan film-film dewasa seperti The Village (karya M. Night Shyamalan) dan Pirates of the Caribbeans (film pertama Jack Sparrow mungkin buat keluarga - tapi film kedua dan ketiganya? Nanti dulu!). Diversifikasi dari Disney makin terlihat jelas dengan studio ABC yang juga di bawahnya. Ini adalah studio TV yang menghasilkan serial seperti Lost dan Desperate Housewives, satu lagi tanda kalau Disney berani membidik kaum dewasa seperti dia membidik kaum anak-anak.

Dengan begitu banyaknya media yang disediakan Disney, saya rasa makin banyak lagi properti Marvel yang bisa disajikan di layar lebar. Satu poin pesimistis yang saya dengar dari banyak orang adalah bagaimana mereka mengatakan bahwa Marvel yang dibeli Disney tidak lengkap sebab dua peraup dollar utama mereka kini dikuasai oleh studio lain. Tidak salah. Franchise Spider-man sekarang dipegang Sony (yang triloginya mengeruk hampir USD 3 Milyar) sementara X-Men dipegang oleh 20th Century Fox (yang franchisenya mengeruk hampir USD 2 Milyar dengan perilisan spin-off Wolverine tahun ini). Tapi saya rasa Disney berani menatap masa depan, mereka tahu bahwa cepat atau lambat properti itu akan kembali ke tangan empunya - Marvel - dan dalam arti lain juga akan jatuh ke tangan mereka. Spider-man 4 mungkin lepas, tapi bagaimana dengan film-film manusia laba-laba atau mutant-mutant yang selanjutnya?

Kingdom Hearts IV - Square Enix + Marvel + Disney

Kingdom Hearts IV - Square Enix + Marvel + Disney

Bahkan sekarang pun Disney bisa mengambil franchise-franchise Marvel lainnya. Iron Man, Thor, Captain America, sampai film mega proyek Marvel The Avengers sangat mungkin sekali akan diedarkan nanti di bawah bender Buena Vista. Ingat bahwa film Iron Man yang pertama sepenuhnya diproduseri oleh Marvel (pengedaran dilakukan oleh Paramount yang kemudian mengambil beberapa persen komisi keuntungan). Disney yang menaungi Marvel kini tentunya memiliki hak mengedarkannya. Dan masih ada segudang konsep dalam dunia Marvel yang masih menunggu penayangan ke layar lebar. The Runaways, Deadpool, Black Panther, Luke Cage, banyak sekali superhero Marvel yang sangat berpotensi untuk diangkat. Ingat, Marvel bukan DC. Sementara DC melulu mengajukan Superman dan Batman untuk memuaskan penonton, Marvel berani bereksperimen dan mengirimkan superhero kelas A sampai C mereka. Kadang pertaruhan ini gagal dengan Elektra, tetapi acap kali mereka berhasil dengan superhero kelas C seperti Daredevil dan Ghost Rider mendapat status box office.

Kini dengan dibelinya House of Ideas oleh The Magic Kingdom, the possibility is limitless. Seberapa besar ini akan mengubah wajah dunia entertainment di tahun-tahun berikutnya, mari kita nantikan saja bersama.

Comments (2)

Tags: , , , , ,

Top 5 Chuck - Sarah Moments

Posted on 22 August 2009 by Si Tukang Review

Mungkin bukan rahasia lagi kalau gw CINTA dengan serial Chuck. In fact, sebelum gw menonton Chuck serial favorit gw berisi daftar: Friends, Lost, How I Met Your Mother, Pushing Daisies dan Terminator: The Sarah Connor Chronicles… dan setelah nonton Chuck list tersebut berubah menjadi: Chuck, Chuck, Chuck, Chuck, dan… Chuck. Maaf buat semua serial TV yang lain - but Chuck is just too damn good. (Chuck nerd mode: On)

Dan sebagaimana kebanyakan serial favorit gw lainnya, gw mendedikasikan satu list lima moment terbaik Sarah dan Chuck (yang sekaligus juga my favorite on-screen couple saat ini!). Kenapa gw begitu suka dengan mereka berdua? Entah. Mungkin karena chemistry sempurna dari Zachary Levi dan Yvonne Strahovski? Mungkin karena hubungan manis mereka yang selalu antara on-off membuatmu berharap mereka bisa jadian?

So without further ado, these are the top five moments in Chuck: (Content SPOILER, so be warned!)

05. Chuck VS The Helicopter (Season 1, Episode 2)
Scene: Setelah Sarah diselamatkan oleh Chuck, Chucknya sendiri malah terjebak dan harus naik mengemudikan helikopter. Beruntung bahwa Sarah kemudian menginstruksikan kepada Chuck bagaimana untuk menjalankan helikopter secara benar. Setelah mendarat, Sarah memarahi Chuck karena menganggapnya tidak bertanggung jawab dan menyalahi perintah langsung darinya.

04. Chuck VS The Wookie (Season 1, Episode 4)
Scene: Ketika Chuck sampai jatuh berlutut dan bertanya dengan memohon kepada Sarah untuk memberitahukan kepadanya sesuatu mengenai dirinya - sekedar nama tengahnya yang tidak dijawab Sarah apapun juga. Tetapi ketika Chuck berlalu, Sarah berbisik pelan bahwa nama tengahnya adalah “Lisa”. Itu momen pertama dalam Chuck yang membuatku trenyuh dan benar-benar berharap bahwa mereka bisa jadian.

03. Chuck VS The Truth (Season 1, Episode 8 )
Scene: Setelah kena serum kejujuran, Chuck menggunakan hal ini untuk menanyakan kepada Sarah bagaimana perasaan Sarah sesungguhnya kepada Chuck… yang dijawab Sarah dengan kata-kata bahwa ia biasa-biasa saja dengan Chuck… Dan mematahkan hati Chuck. Belakangan setelah Sarah sendiri, ia baru mengakui kalau ia sudah dilatih untuk berbohong bahkan di bawah serum kejujuran sekalipun.

02. Chuck VS the EX / the Fat Lady / the Gravitron (Season 2, Episode 6 - 8 )
Scene: Ketika mantan pacar Chuck, Jill, yang sudah begitu dalam melukai hati Chuck kembali lagi. Sarah terbakar api cemburu. Tetapi Chuck sendiri malah CLBK. Di akhir sebuah episode setelah menyelamatkan Jill, Sarah mengatakan bahwa untuk membalas budinya “Jill tidak boleh melukai Chuck lagi”. Sesuatu yang dilakukan oleh Jill tepat satu episode kemudian setelah dia ketahuan merupakan agen FULCRUM. Dan gw bersorak bahwa di akhirnya Chuck memilih menangkap Jill dan melupakan CLBKnya setelah Jill hendak melukai Sarah. Cinta lama memang harus digantikan cinta baru!

01. Chuck VS The Imported Hard Salami (Season 1, Episode 9)
Scene: Sebuah bom yang hampir meledak gagal dicegah oleh Sarah dan Chuck. Di saat detik-detik terakhir sebelum meledak, Sarah tidak bisa lagi menahan perasaannya dan langsung mencium Chuck - sebuah ciuman terakhir sebelum bom tersebut meledak. Anehnya, bom tersebut tidak jadi meledak… tetapi sekaligus menyadarkan Chuck bahwa Sarah memang menyimpan rasa terhadap dirinya.

Dan sebenarnya ada segudang lagi adegan-adegan romantis di dalam Chuck. Kurasa keberadaan kedua orang yang saling mengisi dengan sempurna inilah yang membuat kita mau mendukung hubungan keduanya. Ingat bagaimana Chuck masih patah hati setelah Jill mencampakkannya? Seperti kata pepatah bahwa cinta barulah yang membuatmu lupa akan cinta lama, Sarah datang untuk membuat Chuck akhirnya lupa kepada Jill (dan semua keluarga dan sahabat Chuck mendukung Sarah ketimbang Jill). Setali tiga uang dengan Sarah, berada bersama Chuck membuatnya dia bisa mengingat kembali hidup normal tanpa menjadi seorang agen rahasia.

Chuck dan Sarah… bahagialah selamanya!

Comments (18)

Tags: , , , , , , ,

The 5 TV Series Moments That Made Me Cry

Posted on 05 August 2009 by Si Tukang Review

Bukan rahasia kalau gw pernah (sering?) nangis dalam nonton film. Gw memang bukan seorang yang merasa harus menahan tangis bila memang perlu menangis. Asalkan sebuah media (apapun itu; mulai dari film, komik, bahkan musik) menyentuh hatiku, maka gw selalu mengijinkan diri gw menangis. Nah, sebelumnya gw pernah melist beberapa film yang pernah membuatku menangis. Bagaimana dengan serial TV? Ini dia list lima momen dalam serial TV yang pernah membuat gw menangis. Bagaimana dengan kalian? Apakah menangis juga dalam momen-momen yang kusebutkan ini? Perhatian, list ini hanya akan mengikutkan serial-serial barat, jadi jangan mengomel kalau serial Jepang, Korea, Taiwan, Hong Kong, China atau sinetron Manohara favorit kalian tidak masuk dalam list ini. Obviously contain SPOILER.

5. Chuck Defends Morgan
TV Series: Chuck
Episode: Season 2, Chuck VS The Best Friend
Scene: Secara keseluruhan, episode ini menyorot hubungan Chuck dengan Morgan. Sering kali ketika Chuck absen dari kerjaan dan harus melakoni tugasnya sebagai agen rahasia, Morgan selalu menutupi jejaknya walau tidak tahu apa yang sebenarnya Chuck lakukan. Ketika dalam sebuah misi, Chuck harus mengkhianati Morgan (walau demi menyelamatkan nyawanya), saya bisa melihat bagaimana hal tersebut nyaris menghancurkan persahabatan keduanya, dan bagaimana hancurnya hati Chuck ketika ia  dipaksa mengatakan kata-kata yang menjelekkan sahabatnya. Ketika Chuck menjelaskan hubungannya dengan Morgan kepada Sarah, mata gw berkaca-kaca karena terharu. Dialog itu benar-benar mendeskripsikan persahabatan keduanya. Ending episode ini juga sangat pas dengan Jeffster menyanyikan lagu Africa-nya Toto serta menunjukkan perubahan dalam diri Morgan untuk tumbuh lebih dewasa dan tidak melulu tergantung pada Chuck. Definitely one of the best episode in an already awesome TV Series.

Link: Jeffster singing Africa to close this wonderful episode

4. I love you Claire Bear
TV Series: Heroes
Episode: Season 1, Company Man
Scene: Ada kalanya di mana gw adalah pecinta serial Heroes. Itu adalah masa-masa season pertamanya saat Heroes masih merupakan serial yang fresh dan penuh dengan ide orisinil. Salah satu ide yang menarik di Heroes adalah bagaimana mereka berusaha menyorot cerita satu demi satu karakter: mulai dari Hiro, Peter, Claire, dan lain-lain. Ironis bahwa sebuah serial yang terkenal dengan beberapa skenario dalam satu episodenya, episode terbaiknya justru datang dari episode yang fokus pada hanya satu karakter saja. Episode ini ditulis dan digarap oleh Bryan Fuller dan menitikberatkan cerita pada Claire dengan sang ayah angkatnya Noah Bennet (kala itu hanya dikenal dengan nama HRG - Half Rimmed Glass). Hubungan keduanya dibangun dengan pelan-pelan hingga kita sebagai penonton disadarkan kenapa Noah begitu menyayangi Claire. Endingnya di mana Noah mengorbankan dirinya dan membiarkan ingatannya dihapus supaya Claire bisa kabur dari kejaran The Company adalah salah satu bukti nyata bahwa Heroes - pernah bisa - menyentuh hubungan dan emosi ayah-anak yang terdalam.

Link: What a father would do for his daughter

3. Marshall And Lily in the Airport
TV Series: How I Met Your Mother
Episode: Season 4, Three Days of Snow
Scene: Marshall dan Lily sempurna sebagai pasangan. Salah satu daya tarik utama dalam HIMYM adalah melihat keduanya bersama. Walaupun kelihatan membosankan (mereka pacaran selama lebih dari sepuluh tahun, dan berujung pada pernikahan, tanpa pernah punya pacar lain lagi!) menurutku Marshall dan Lily adalah sebuah bukti dari the one and only love; soulmate. Keduanya juga memiliki tradisi unik buat menjaga keromantisan pernikahan mereka. Seperti sama-sama membuat janji menu makan malam, atau keharusan Marshall menjemput Lily dari airport. Salah satu ujian terbesar hubungan mereka datang ketika usia pernikahan mereka sudah menginjak tahun kedua. Apakah memang masih perlu segala tradisi formal semacam menjemput istrimu dari airport? Apalagi ketika itu tengah turun badai salju terbesar sepanjang sejarah di New York! Episode ini sendiri penuh dengan plot twist sehingga gw tidak mau banyak menspoilerkannya. Satu hal yang jelas, ketika ending dan plot twist tersebut tersibak, gw spontan bangkit berdiri dan ikut bertepuk tangan. Yes. It’s THAT moving.

Link: Download the episode here (
http://hotfile.com/dl/8776373/4bb458e/How_I_Met_Your_Mother_-_s04e13_-_Three_Days_Of_Snow.mkv.html)

2. She’s already a mother
TV Series: Friends
Episode: Season 10, The One With the Birth Mother
Scene: Kalau Marshall dan Lily adalah salah satu pasangan terbaik di layar kaca, maka gelar pasangan terbaik bagiku jatuh di tangan pasangan Monica - Chandler. Pasangan ini dari awalnya sudah unik dan romantis. Ingat finale season enam di mana Chandler meminta Monica menikahinya (dan ternyata Monica juga sudah menyiapkan hal yang sama?). Sangat romantis! Tetapi momen terbaik keduanya bagiku datang saat Monica dan Chandler (yang sebenarnya sangat menghendaki bayi) menyadari bahwa mereka tidak bisa memiliki bayi. Mereka mengambil satu-satunya cara yang lain: mengadopsi bayi. Demi memperbesar peluang, mereka sampai berpura-pura menjadi orang lain. Malangnya, kedok mereka terbongkar dan ibu sang bayi sempat ogah menyerahkan bayi itu kepada mereka. Itulah saat Chandler keluar dan praktis memohon kepada sang ibu untuk mempertimbangkan kembali keputusannya. Itulah saat pertama gw menonton serial TV dan tidak bisa menahan air mata gw tumpah. Chandler… you’re the man.

Link: Chandler Speech

1. My Greatest Hits
TV Series: Lost
Episode: Season 3, Greatest Hits
Scene: Ayolah. Siapa di antara kalian yang tahu gw dan tidak tahu that this is coming?

Charlie Pace adalah karakter favoritku di Lost. Gw pernah menulis kenapa dia jadi idola gw walaupun dia terbilang biasa dan sebenarnya lebih banyak merepotkan ketimbang membantu. Charlie adalah pecandu narkoba sebelum pesawat Oceanic 815 jatuh ke pulau tersebut. Ketika semua orang hanya beradaptasi dengan kehidupan di pantai, Charlie juga harus beradaptasi dengan kehidupan tanpa narkoba. Dan ia berhasil menahan godaan itu! Sialnya, di season ketiga, Desmond (karakter lain di Lost) terus mengalami visi bahwa Charlie akan meninggal dan Desmond terus berusaha mencegah dan menghentikannya.

Sampai sebuah visi yang menunjukkan bahwa supaya Claire - gadis yang diam-diam disukai Charlie - bisa meloloskan diri dari pulau itu, Charlie harus mati. Sebelum Charlie menerima kematiannya, ia menuliskan lima hal yang merupakan memori terindah dalam hidupnya. Bisakah kalian menebak apa yang merupakan peringkat pertama dari kelimanya?

Ia menulis “The day I meet you” di peringkat pertama dan menujukan surat itu kepada Claire.

Flashback menunjukkan bahwa dari saat pertama Charlie melihat Claire, ia sudah mencintai gadis itu, dan walau ia tak pernah mengatakan apapun kepada Claire (dan Claire juga salah kaprah dan menyangka bahwa Charlie hanya teman baiknya), Charlie SELALU melakukan segalanya - bahkan mengorbankan nyawanya - bagi Claire. I think that’s the measure of a true gentleman. Itulah yang menjadikan Charlie Pace my most favorite TV character. Ever.

Oh, dan kelihatannya Charlie juga merupakan karakter favorit banyak orang. Pada konferensi Lost baru-baru ini, ketika ditunjukkan slideshow dari karakter-karakter yang sudah meninggal, tebak siapa yang mendapat applause paling panjang dan meriah? You guessed it. It’s Charlie.

Link: Charlie’s Greatest Hits

Comments (0)

Advertise Here
Advertise Here