Game Monster Hunter pertama dirilis di konsol PS2 pada tahun 2004 oleh Capcom. Game ini bisa dimainkan sendirian, tetapi disebut sebagai RPG yang unik karena menggunakan sistem online - sesuatu yang belum banyak ditemui oleh RPG konsol saat itu. Dikembangkan dan disempurnakan melalui sekuel-sekuelnya, puncak dari popularitas franchise ini datang justru saat dirilis di sistem portabel PSP. Monster Hunter Freedom menjadi game pertama PSP yang mampu mencetak penjualan di atas 1 juta kopi. Kesuksesan game handheldnya lalu berlanjut dengan sekuel-sekuel yang penjualannya terus meningkat, Freedom 2 menembus angka 2 juta kopi sementara game terbaru Freedom Unite hingga kini masih tercatat sebagai game PSP terlaris.
Di saat puncak popularitasnya, Capcom lalu menjalin kerjasama untuk menciptakan manga yang berdasarkan gamenya. Ini merupakan hal yang biasa sebagai cara promosi yang efektif di Jepang sana. Ingat kalau game seperti Blue Dragon, Suikoden, sampai berbagai serial Tales juga memiliki seri manganya? Apa yang membuat saya tertarik adalah Capcom kali ini mengontrak Hiro Mashima - mangaka yang menulis Rave, Fairy Tail, dan Monster Soul - untuk menulis kisah Monster Hunter Orage (Orage). Tentunya menulis manga untuk Monster Hunter tidak semudah RPG-RPG yang saya sebutkan di atas. Kebanyakan RPG di atas sudah memiliki jalan cerita dari gamenya yang tinggal diadaptasi oleh para mangakanya, Monster Hunter (terutama yang dirilis di PSP) lebih menitikberatkan pada permainan onlinenya sehingga Mashima memutuskan untuk merajut kisahnya sendiri dalam Orage.
Di dunia Orage terdapat banyak sekali guilde-guilde tempat para Monster Hunter mendapatkan tugas mereka. Begitu juga dengan tokoh utama kisah ini Shiki Ryuuhou. Shiki yang kehilangan gurunya di masa muda memiliki satu tujuan dalam petualangannya: memburu naga Miogaruna. Suatu saat Shiki bertemu dengan seorang hunter lain bernama Irie Jescar. Di luar dugaan Shiki dan Irie, ternyata Irie adalah anak dari guru Shiki tersebut. Irie juga ingin mencari Miogaruna, tetapi banyak orang melecehkan dan menertawakannya karena menganggap bahwa itu hanya legenda belaka. Melihat Shiki memiliki satu tujuan dengannya, Irie pun memutuskan untuk mengikuti Shiki. Dari sinilah dimulai perjalanan keduanya mencari Miogaruna. Tentunya dalam perjalanan tersebut mereka juga akan bertemu dengan sekutu-sekutu dan musuh baru.
Sulit untuk menilai jalan cerita Monster Hunter Orage. Di satu sisi, ceritanya sangat sederhana karena Mashima lagi-lagi menjadikan komik ini sebagai sebuah mini-seri (hanya ada 14 chapter). Gara-gara pendek ini, saya merasa bahwa banyak cerita yang seharusnya bisa digali lebih dalam akhirnya berakhir tanggung. Juga terasa bahwa Mashima seakan-akan memburu pace cerita - terutama di chapter-chapter akhir. Kenapa Mashima tidak memanjangkan kisah ini… saya tidak mengerti. Mungkinkah karena dia mau memfokuskan diri pada Fairy Tail? Hanya saja jangan keburu mendiskreditkan Orage sebagai manga tidak layak baca karena pernyataan di atas. Walau sama-sama mini-seri, Orage saya nilai jauh lebih superior dibandingkan dengan mini-seri Mashima sebelumnya; Monster Soul. Bila dalam Monster Soul kita tidak diberi introduksi mengenai siapa saja Aki dan kawan-kawannya, Mashima memberi jatah halaman lebih banyak untuk kita mengenal Shiki dan teman-temannya. Bahkan dari 14 chapter yang ada, Mashima menghabiskan hampir setengahnya untuk membangun dasar dan fondasi tiap karakter. Saya rasa bagi yang mengikuti karya Mashima sebelumnya pasti tahu kalau nilai terkuat dari mangaka ini adalah pada variasi karakter unik yang ia ciptakan - dan Orage pun bukan perkecualian.
Tidak ada yang spesial dari artwork Orage. Walaupun ia berusaha menciptakan karakter yang lebih berbeda sekarang, entah kenapa saya tetap merasa Shiki seperti gabungan Haru diberi rambut hitam Musica sementara Irie adalah Elie / Lucy yang badass. Tapi kekurangan yang paling menganggu adalah background yang sering absen dalam panel-panel tertentu ketika Mashima tengah menggambar adegan pertarungan. Terlepas dari semua kekurangan yang ada, saya merekomendasikan manga ini kepada setiap kamu penggemar game Monster Hunter maupun Hiro Mashima.
Score: 6.7
Manga Details
Writer: Hiro Mashima
Penciller: Hiro Mashima
Publisher: Kodansha
Chapter: 01 - 14












