Selama ini pasar Amerika dikenal sulit sekali menerima sebuah text-based novel game. Karena alasan itulah kebanyakan game love simulation seperti Tokimeki Memorial atau game hent… (*ditimpuk*) tidak pernah mendapatkan rilis di Amerika. Tren mulai berubah tahun-tahun belakangan ini, di DS sendiri ada begitu banyak game text-based yang masuk seperti Hotel Dusk, Time Hollow, dan banyak lagi. Entah kebetulan entah tidak, saya merasa bahwa tren ini dimulai sejak kesuksesan Phoenix Wright menembus kalangan mainstream gamer.
Mungkin kalian bertanya-tanya, apakah itu Ace Attorney? Apakah itu Phoenix Wright? Jawabannya: game simulasi persidangan. “Ah, persidangan? Bosan dong karena penuh dengan dialog-dialog hukum yang berat macam novelnya John Grisham?” begitukah pikiran kalian? Kalau iya maka baca lebih lanjut review yang akan mengubah pandanganmu terhadap game ini.
Ace Attorney: Phoenix Wright, sesuai judulnya, menempatkan gamer dalam posisi seorang pengacara (defense attorney) rookie bernama Phoenix Wright. Dalam game yang terbagi di lima skenario ini, kamu akan membela klienmu yang terlibat dalam kasus-kasus pembunuhan yang misterius. Uniknya, klien yang kamu bela di sini tidak bersalah dan difitnah oleh sang pembunuh yang sebenarnya. Adalah tugasmu sebagai pembela keadilan (mode lebay) untuk menyingkap kebenaran, membebaskan klienmu dari tuduhan dan menangkap sang pelaku yang sebenarnya! Tentunya tugasmu tidak akan mudah karena kamu akan berhadapan dengan para jaksa (prosecutor) yang berusaha sekuat tenaga menyeret klienmu ke penjara.
Gameplay dalam Phoenix Wright terbagi dua bagian. Yang pertama adalah mode penyelidikan di mana sebagai Phoenix kamu akan menginspeksi TKP dan mewawancarai para saksi untuk mengumpulkan barang bukti. Setelah mendapatkan cukup bukti, kamu akan masuk ke fase kedua di ruang pengadilan. Di sini para juri akan memanggil saksi yang akan memberikan pernyataan (testimonial) mereka akan bagaimana kejadian pembunuhan terjadi. Tentu saja apabila klienmu benar, berarti ada yang salah dengan pernyataan para saksi tersebut. Sebagai Phoenix, kamu akan bertanya lebih lanjut dan mencari kontradiksi (contradiction) dalam pernyataan mereka. Bila ketemu, tunjukkan barang bukti (evidence) yang akan membawa klienmu (tersangka / defendant) selangkah menuju kebebasan. Tapi hati-hati, kegagalanmu untuk mempresentasikan barang bukti yang benar pada statemen yang tepat akan mengurangi kredibilitasmu di mata hakim. Berbuat salah terlalu banyak - lima kali - dan kamu akan kalah dalam kasusmu!
Game ini pertama kali dirilis di Jepang pada tahun 2001 pada platform GBA dengan judul Gyakuten Saiban. Kesuksesannya di Jepang disusul dengan dua rilis game Gyakuten Saiban lain, membentuk salah satu trilogi terbaik dunia game. Saat DS diluncurkan, Capcom meremake Gyakuten Saiban dan menambahkan bonus satu kasus di dalamnya yang memanfaatkan fitur DS (game aslinya hanya terdiri dari empat kasus). Kasus tambahan dalam DS ini merupakan salah satu nilai plus versi remakenya karena memberi metode penyelidikan baru yang tadinya tidak memungkinkan di media GBA. Sebagai contoh kamu tidak hanya bisa menginspeksi foto tetapi juga video kali ini. Kamu juga bisa meniup mikrofon DS untuk mencari sidik jari tersangka yang tertinggal di lokasi. Wah, serasa jadi detektif beneran deh!
Apa yang membuat Ace Attorney begitu sukses tidak cuma terletak di ceritanya saja tetapi juga pada deretan cast yang memorable. Mulai dari Phoenix Wright dan Fey bersaudara yang menjadi asisten sebagai protagonis cerita, game ini menghadirkan deretan karakter yang penuh warna dan membekas di hati. Saya tidak mau berspoiler lebih lanjut, tetapi yang jelas setiap tersangka, setiap saksi, dan setiap jaksa yang kamu hadapi dalam game ini akan membuatmu terpingkal, terharu, hingga geram dengan tingkah mereka. Lokalisasi ke Amerika yang ditangani Alexander O. Smith (translator dari beberapa game Final Fantasy) juga dengan cerdik tidak mentah-mentah mentranslasikan dari versi Gyakuten Saiban melainkan mengubah sedikit cita rasanya ke dalam budaya Amerika (yang lebih global). Purist mungkin ingin tetap memainkan Gyakuten Saiban (well, that’s their loss) tapi penulisan dalam Ace Attorney: Phoenix Wright sudah mendapatkan apresiasi sebagai game dengan skrip terbaik di DS oleh banyak media cetak maupun online.
So my verdict is… tunggu apa lagi? Adalah dosa besar bila kamu memiliki DS dan kelewatan salah satu title terbaiknya ini (saya menaruhnya di posisi kedua hanya di belakang Mario Kart DS). Selamat datang ke dunia pengadilan!
Final Verdict
Gameplay: 9.5
Yang membuatku terkagum-kagum dengan Ace Attorney adalah bagaimana mereka bisa menjaga pace permainan. Dalam investigasi, kamu dibuat tertawa dengan dialog-dialog ‘ajaib’ yang kamu dapatkan dari para saksi. Tapi dalam persidangan, kamu bakalan geregetan dan saling bertukar argumen menghadapi jaksa. Ada kepuasan sendiri yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata bila kamu berhasil memenangi debatmu. Kasus keempat dan kelima dalam game ini merupakan kasus-kasus epik yang duel antaramu melawan jaksa yang tidak kalah dengan pertarungan menghadapi final boss di RPG-RPG. Tidak percaya bisa seseru itu? Buktikan sendiri.
Graphic / Sound: 8.5
Berhubung ini adalah sebuah game yang diangkat dari GBA, kekurangan terutama ada pada bagian visualnya. Toh, sebuah game teks tidak mementingkan grafis sedemikian rupa bukan? Dalam review saya mengatakan kalau tiap karakter di dalam game ini memorable, dan faktor yang membantu kememorablean mereka adalah designnya yang unik dan berbeda untuk setiap karakter. Audionya juga berkualitas prima. Digubah ulang dalam versi orkestra membuktikan kualitas music game ini.
Play Time: 8.0
Bila ada titik lemah dalam game ini, itu pastilah waktu permainannya. Ace Attorney menderita kelemahan setiap game text-based lainnya: nilai replayabilitynya. Apabila kamu selesai memainkan game ini sekali, tidak ada alasan untuk mengulang memainkannya lagi, kecuali sudah beberapa tahun kemudian dan kamu sudah lupa ceritanya (biasanya saya memainkan ulang game lama begitu ada seri Ace Attorney baru mau keluar). Toh, lima skenario yang ditawarkan game ini akan memakan waktu 15 – 20 jam permainanmu; tergolong cukup panjang dibandingkan kebanyakan game text-based adventure lainnya.
Overall: 8.9
Game Details
Developer: Capcom
Publisher: Capcom
Genre: Adventure

















