Review
Sang pengacara cilik yang ditulis oleh John Grisham kembali lagi. Seusai memecahkan kasus pembunuhan dan menolong temannya yang diculik sekarang Theo mungkin harus menghadapi kasus yang paling personal yang selama ini ia hadapi. Bagaimana mungkin tidak personal? Theo adalah seorang anak baik-baik, dia selalu rajin bersekolah dan membantu teman-temannya, akan tetapi sekarang ia sedang dituntut hukuman penjara dalam kejahatan kriminal yang rasa-rasanya tidak pernah ia lakukan!
Semua ini terjadi pada awal minggu yang damai dan penuh semangat oleh Theo. Tersangka yang telah ditangkap di awal buku pertama (saya sengaja merahasiakan identitasnya supaya tak menjadi spoiler bagi mereka yang belum membaca) akan segera menjalani persidangan keduanya dan Theo tak sabar untuk menonton kasus tersebut. Apa daya ternyata sang tersangka justru kabur dan tidak ketahuan jejaknya. Belum sempat Theo turut meramal ke mana sang tersangka kabur ia keburu dihadapkan permasalahannya sendiri. Seseorang menerornya.
Awalnya ban sepedanya digembosi dan Theo menyangka bahwa ini sekedar perbuatan iseng saja. Akan tetapi teror semakin tereskalasi saat locker Theo dijebol, kantor orang tuanya dilempari batu yang nyaris membocorkan kepala Theo, sampai puncaknya Theo dituntut akan sebuah tindakan kriminal yang tak pernah dia lakukan. Siapa yang begitu dendamnya kepada Theo sampai-sampai ingin mencelakakan sang pengacara cilik? Apakah ini ada kaitannya dengan kasus di buku pertama atau ada musuh lain yang mengincar Theo?
Saya paling enjoy dengan kisah Theodore Boone yang terbaru ini. Di buku pertama John Grisham sepertinya masih agak kaku menulis sosok Theo sehingga ia tampak kurang seperti anak-anak dengan jalan pikiran yang sudah sangat dewasa. Baru di buku kedua dan buku ketiga inilah Grisham sepertinya tahu bagaimana menulis buku dengan tokoh sentral anak-anak. Theo bertindak lebih dekat dengan anak seusianya: seorang bocah 13 tahun yang bisa merasa geram ketika dipermainkan, bosan ketika harus ikut kumpul oleh orang tuanya, sekaligus juga frustasi dan takut ketika hukum yang selama ini menjadi sahabatnya kini berubah menjadi lawannya.
Tensi dalam buku ini pun terus tinggi tetapi Grisham menjaganya tidak sampai keluar konteks. Kalian takkan menemukan sosok paman Theo, Ike, tergorok mati dengan darah bermuncratan di mana-mana misalnya untuk meneror sang bocah. Segala teror yang dilakukan di sini membuat kisah menegangkan tetapi masih pas untuk porsinya sebagai bacaan remaja / anak-anak yang realistis. Dan setelah mengikuti begitu banyak novel di mana sosok hero remajanya dihadapkan dengan kejadian-kejadian super tidak realistis (Harry Potter, Percy Jackson harus menyelamatkan dunia sementara Katniss Everdeen harus ikut duel maut bertahan hidup) maka petualangan Theo menjadi angin segar. Saya tahu bahwa tren bacaan remaja saat ini adalah konsep petualangan yang fantasi sehingga saya salut dengan keberanian Grisham melawan tren tersebut dengan seri Theodore Boone.
Kekurangan dalam buku ini ada pada nuansanya yang kelewat serius. Hampir di setiap halaman keadaan Theo sepertinya bertambah parah. Ada satu bagian di mana Grisham bahkan memaksakan masuk sebuah sub-plot yang humoris sekedar untuk menjaga mood dan tensi buku tidak terlalu gelap. Bagian itu memang berhasil sih tapi entah kenapa malah sedikit menganggu flow cerita. Saya juga agak menyayangkan kurangnya partisipasi April dalam buku ini. Setelah menjadi fokus di buku sebelumnya saya berharap Theo dan April akan lebih sering memecahkan kasus bersama. Dukungan April kepada Theo saat sahabatnya terjerat masalah hukum rasanya kok masih minim sekali. Saya mengerti bahwa April masih dihadapkan pada permasalahannya sendiri ditambah dengan even dalam novel ini berjalan secara real time sehingga ketika April mengetahui keadaan Theo maka keadaan sudah terlalu terlambat. Pun begitu saya tetap ingin keduanya lebih banyak menghabiskan waktu bersama. Mungkin di buku berikutnya?
So my verdict is… Theodore Boone: The Accused adalah bacaan yang sangat mengasyikkan yang langsung kuselesaikan dalam satu kali duduk. Tak sabar rasanya menunggu petualangan-petualangan berikutnya dari sang bocah setengah pengacara setengah detektif ini. Dan hei… darinya saya juga belajar banyak mengenai hukum di Amerika lo!
Score: 8.5












Hwaa..kok sy ketinggalan ya,belum baca..:P
Ayuk dibaca anne…
Udah terbit di toko buku terdekat.