Review
Sudahkah kalian membaca graphic novel luar biasa karangan trio Ed Brubaker, Greg Rucka, dan Michael Lark ini? Apa? Belum? Kenapa? Saya sudah bilang dalam review buku pertamaku, Gotham Central adalah sebuah graphic novel yang beda dari yang lain. Sebuah graphic novel tentang pembunuhan dan para psikopat tetapi bersetting di kota Gotham. Tidakkah kalian penasaran bagaimana nasib para polisi yang tinggal di kota tersinting di dunia?
Buku kedua ini memuat sebelas volume dari buku nomer 11 hingga 22, ini menjadikannya satu volume lebih tebal dari buku sebelumnya. Dikarenakan setiap kisahnya yang lebih pendek, ada empat cerita yang dimuat di dalam buku ini mulai dari: Daydreams and Believers, Soft Targets, Life is Full of Disappointments, dan Unresolved. Semua kisah di buku keduanya ini memiliki standar mutu yang tinggi dan dituturkan dengan cara yang berbeda-beda, membuktikan bagaimana hebatnya Greg Rucka dan Ed Brubaker dalam mengarang.
Dari keempat kisah ini favoritku adalah Soft Targets dan Life is Full of Disappointments. Soft Targets bercerita tentang Joker yang secara misterius dan sadis menembaki orang-orang dengan senapan sniper-nya. Setelah sang walikota dan berbagai aparat hukum ditembak mati oleh Joker semua warga jelas panik dan berbondong-bondong meninggalkan kota Gotham sebelum Natal. Bisakah kepolisian Gotham menangkap Joker sebelum jatuh lebih banyak korban lagi dari pihak mereka? Kisah ini dituturkan dengan tempo tinggi ala film / serial aksi macam Die Hard dan 24. Menegangkan.
Sebaliknya Life is Full of Disappointment kentara menurunkan tempo setelah story arc sebelumnya. Tidak ada penjahat super yang harus dihadapi oleh anggota Gotham Central. Kasus yang diselesaikan pun dioper ke tiga pasangan agen polisi yang digunakan oleh duet Brubaker dan Rucka tidak hanya memberi kasus tersebut pandangan yang berbeda tetapi juga menggali hubungan antar para karakter di GCPD. Hebatnya lagi misteri yang tertulis di sini tetap terjaga dari awal hingga akhir.
Ini tidak berarti saya tak memiliki kekecewaan dengan buku kedua. Kekecewaan terbesar saya ada pada Life is Full of Disappointments. Loh? Bukannya saya barusan memuji story arc tersebut di paragraf sebelumnya? Ya. Jalan ceritanya. Tidak untuk artworknya. Bagi saya goresan tangan Michael Lark sudah tak tergantikan. Ia mampu menangkap grittiness kehidupan para polisi dan atmosfir sendu kota Gotham. Saya masih bisa memaafkan Brian Hurtt karena artworknya yang cenderung mirip dengan gaya Lark (ditambah ia hanya menulis untuk satu kisah stand alone). Masalahnya beda dalam Life is Full of Disappointments di mana Greg Scott menggambar untuk tiga edisi berturut-turut. Penurunan kualitas sangat kentara dan saya sempat kesulitan membedakan siapa-siapa karakter yang mana. Artwork dalam story arc ini – no pun intended – is a big disappointment for me!
Di luar kekecewaan minor tersebut, buku kedua Gotham Central masih mempertahankan level tinggi kualitas yang ditetapkan oleh buku pertamanya. Sebagai penggemar graphic novel, Gotham Central adalah sebuah serial yang kudu kalian ikuti.
Score: 9.0














