New York, I Love You

New York, I Love You Poster

New York, I Love You Poster

Pada tahun 2006 dulu ada sebuah film Perancis berjudul Paris, je t’aime yang memiliki konsep penyutradaraan yang sangat unik. Film tersebut tidak disutradarai satu tetapi beberapa sutradara sekaligus. Caranya adalah dengan membagi-bagi film tersebut menjadi potongan-potongan cerita pendek. Hasilnya ternyata sukses dan membuat sang penggagas; Emmanuel Benbihy tertarik untuk mencobanya lagi. Paris, je t’aime menjadi pembukaan dari kumpulan film yang divisikan Benbihy bernama Cities of Love. Kota kedua yang diangkat menjadi sorotan adalah Big Apple: New York.

Sama dengan sebelumnya, film New York, I Love You ini disutradarai oleh 11 sutradara dari berbagai negara, mulai dari India sampai Amerika, mulai dari Jiang Wen sampai Brett Ratner. Berhubung film ini mengambil setting di kota New York, ada lebih banyak bintang tenar yang ambil bagian di film ini. Saya merasa deretan bintang yang disuguhkan New York, I Love You tidak kalah dengan Valentine’s Day. Bila film bertema hari Valentine itu punya bintang seperti Jessica Alba, Jessica Biel, dan Julia Roberts maka New York, I Love You punya Shia LaBeouf, Natalie Portman (juga tampil di Paris, je t’aime), Orlando Bloom, Ethan Hawke, dan banyak lagi.

Peraturan penyutradaraan dalam film ini masih sama di mana mereka diberi segmen utama berdurasi sekitar delapan hingga sepuluh menit, dua hari untuk melakukan syuting, dan satu minggu untuk melakukan editing. Nah, walaupun saya merasa setiap sutradara di sini adalah sutradara yang tenar dan berbakat, batasan ini jugalah yang menjadi kelemahan terbesar film ini. Saya tidak mengerti kenapa Benbihy harus memberikan tenggat waktu pada para penggarap film. Pesan saya kepadanya: sebuah karya seni tidak bisa diburu bung! Dipaksa cepat-cepatan, dan hasilnya bakalan berantakan!

New York, I Love You sebenarnya tidak berantakan-berantakan amat. Dari sepuluh cerita pendek yang ditawarkan, saya bisa menikmati beberapa di antaranya. Segmen yang disutradarai oleh Jiang Wen tentang dua penipu yang adu licik adalah pembukaan yang cukup nendang. Begitu juga dengan segmennya Shunji Iwai yang sederhana dan seperti membaca sebuah serial cantik yang dihidupkan ke layar lebar: ringan tapi membawa sebuah senyum simpul di wajah kita. Tapi tidak semua segmennya saya anggap sukses. Beberapa terasa terlalu tidak jelas ke mana arah tujuannya (can anybody please decode Shekhar Kapur’s part?) sementara beberapa lainnya terasa seperti prolog film yang kemudian terpotong begitu saja. Benbihy sendiri kelihatannya mengerti kelemahan ini dengan menambahkan satu skenario tambahan yang penyampaiannya diputus-putus, seakan menjadi benang merah untuk keseluruhan film ini.

So my verdict is… bahwa pada akhirnya New York, I Love You tidak bisa serta merta begitu saja kamu nilai sebagai satu film secara keseluruhan karena ia memang tidak pernah diposisikan seperti itu. Kemungkinannya sangat kecil bahwa kamu bisa menikmati semua cerita pendek yang ia tawarkan; sebaliknya hampir mustahil juga kalau tidak satupun dari sepuluh cerita yang ia tawarkan gagal memenangkan hatimu. Yah, untuk cerita ensembel seperti ini sih, bagaimanapun juga, saya tetap lebih suka Love Actually.

Sekedar catatan iseng nih. Setelah New York, I Love You, Benbihy berniat meneruskan franchise City of Lovenya ke Shanghai (Shanghai, Wo Ai Ni) dan Rio De Janeiro (Rio, Eu Te Amo). Bagaimana kalau para sutradara Indonesia juga bekerja sama dan membuat film Jakarta, Gw Cinta Lu? Bayangkan saja Mira Lesmana, Joko Anwar, Rudi Soejarwo, dan sutradara-sutradara kelas atas Indonesia lain menyutradarai bintang-bintang terbaik Indonesia dalam satu film. Premisenya boleh jadi menjiplak, tetapi saya rasa hasil jadinya tetap lebih layak dibanggakan ketimbang Suster Keramas atau Hantu Binal Jembatan Semanggi bukan?

Note: Apabila kalian penasaran siapa sutradara favoritku di film ini, saya memilih Brett Ratner dengan alasan segmen ceritanya sederhana tapi universal (siapa yang tidak pernah melewati prom night?) dan bisa dimengerti siapa saja, memiliki pembukaan dan penutupan yang kuat tanpa mengambang. Plus saya suka dengan Anton Yelchin yang wajahnya imut.

Score: 6.0

Movie Details
Director: Jiang Wen, Mira Nair, Shunji, Iwai, Yvan Attal, Brett Ratner, Allen Hughes, Shekhar Kapur, Natalie Portman, Faith Akin, Joshua Marston, Randy Balsmeyer
Cast: Bradley Cooper, Hayden Christensen, Natalie Portman, Orlando Bloom, Christina Ricci, Maggie Q, Shia LaBeouf, Andy Garcia, Ethan Hawke
Running Time: 102 Minutes

Love It? Share It!
  • Print
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Google Buzz
  • Plurk
  • Technorati
  • Tumblr

Tags: , , , , , ,

2 Responses to “New York, I Love You”

  1. movietard
    23. Feb, 2010 at 11:02 pm #

    NYILY jadi salah satu hiburan di jakarta ya Tukang Review?
    well, saya setuju sama anda, omnibus tentang city of love ini gagal menyamai pendahulunya PJT, mungkin saya yang ekspektasi terlalu besar awalnya hingga pas nonton kecewa
    dari 11 part, saya hanya suka 3, dan salah satunya kisah Yelchin itu, it’a nice story rite?
    dan tentang part Shekar Kapur, actually itu masuk fave saya juga, imho, *spoiler* kalo menurut interpretasi saya, Julie Christie berperan jadi penyanyi opera yg udah lewat masa jayanya, dan dia datang ke hotel itu untuk suicide, dan disini, kehadiran Labeouf sebagai bellboy sebetulnya hanya ilusi, kayak bagian diri Julie yang sebetulnya belum mau mati,
    dan kehadiran si bellboy tua pada akhirnya menyadarkan Julie, yang pasti, saat jendela ditutup minimal rencananya bunuh diri dia hari itu gagal.
    cmiiw ya Tukang Review, itu yang saya tangkep sih ;)
    btw, gue juga suka interact nenek-kakek yang mau ke brighton beach

  2. Si Tukang Review
    24. Feb, 2010 at 2:19 pm #

    ahhh begitu ya movietard… sekarang saya menjadi lebih mengerti… although i still can’t say that i like it. ^^

    kebetulan saya sudah mendownload filmnya jadi menontonnya di laptop saat malam hari di jakarta. hehe.

    yap, yang kakek-nenek itu juga salah satu favoritku… sama untuk yang itu. ^^

Leave a Reply