Heroes – The Complete Season Four (Redemption)

Posted on 12 February 2010 by Si Tukang Review

Heroes Season Four (Redemption) Poster Promo

Heroes Season Four (Redemption) Poster Promo

Ah, season keempat Heroes (atau volume kelimanya) ini berakhir juga. Ketika saya menulis artikel ini, belum ada jaminan apakah serial yang mengambil tema orang-orang luar biasa di dalam dunia biasa ini akan dilanjutkan atau tidak. Di satu sisi, rating dari Heroes sudah sedemikian anjloknya hingga sulit membayangkan mereka masih mau direnew stasiun NBC (disaksikan sampai lebih dari 15 juta pemirsa di season pertama, untuk finale season keempatnya tidak sampai 4.5 juta orang menonton!). Toh bagi kalian penggemar Heroes tidak perlu khawatir dulu, keadaan NBC sekarang sangat morat-marit dan ini memberi Heroes sebuah kesempatan buat diperpanjang (apalagi karena serial ini masih cukup ngetop di mancanegara).

Kembali pada review serial ini, saya merasa bahwa tema Redemption untuk volume kelimanya sangat pas. Setelah menurun di season kedua dan makin amburadul di season ketiga, season keempat ini dianggap sebagai masa ‘penentuan’ bagi Heroes. Saya tadinya sempat optimistis saat Bryan Fuller kembali pada akhir season ketiga untuk menaikkan kualitas Heroes. Optimisme itu kembali berayun ke pesimisme ketika Bryan Fuller meninggalkan Heroes bahkan sebelum season keempatnya premiere di layar kaca. Saya menonton Heroes kali ini tanpa ekspektasi apapun dan boleh dibilang cukup kaget menyadari saya lumayan menyukai season ini; kedua terbaik setelah season pertamanya.

Dengan hanya 18 episode di season ini, serial ini tidak lantas ngebut dan memampatkan berbagai macam cerita di dalamnya. Mungkin ini dikarenakan satu season benar-benar dikhususkan untuk satu volume cerita sehingga para karakter di dalamnya diberi ruang untuk berkembang. Bicara soal karakter, Heroes sebelumnya dikritik karena memiliki terlalu banyak karakter yang akhirnya tidak berperan penting dalam cerita. Menyadari kelemahan ini, season Heroes kali ini memiliki cerita yang lebih terfokus dan satu episode biasanya hanya berfokus pada satu dua cabang cerita saja (paling banyak tiga). Penceritaannya juga mengambil tema yang lebih fresh tanpa perlu berkutat pada “lihat masa depan kelam, dan mari kita hentikan masa depan itu!”.

Di antara karakter-karakter baru yang diperkenalkan di season ini, yang paling menarik perhatian saya adalah Samuel Sullivan, pemimpin dari sebuah rombongan karnival misterius yang berisi orang-orang yang memiliki kekuatan. Samuel yang diperankan oleh Robert Knepper (terkenal sebelumnya sebagai T-Bag dari Prison Break) selalu berhasil mencuri spotlight setiap kali ia muncul di layar. Kelicikannya, kehebatannya memanipulasi orang-orang di sekelilingnya, sampai wajahnya yang culas membuat Samuel menjadi musuh paling berbahaya setelah Sylar (Sylar season pertama) yang pernah dihadapi oleh para jagoan-jagoan kita.

Di antara deretan karakter lama, dua aktor akhirnya dikecilkan porsinya dalam season keempat ini. Pertama adalah Sendhil Ramamurthy yang karakter Mohinder Sureshnya hanya sesekali tampil. Bisa dimengerti, mengingat bahkan para penulisnya sudah tidak tahu mau membawa cerita Mohinder ke mana lagi. Yang kedua, Adrian Pasdar, sedikit lebih rumit. Di akhir season ketiga lalu, karakter yang diperani oleh Pasdar, Nathan Petrelli, tewas dibunuh oleh Spock… eh Sylar (Zachary Quinto). Melalui proses-proses ajaib tertentu, Sylar dihipnotis dan diubah bentuknya menjadi Nathan. Tentu saja gampang ditebak bahwa Sylar Nathan ini suatu saat akan tersadar dari cuci otaknya, dan ini menjadi tema sentral di paruh awal season keempat.

Alasan kenapa saya mengatakan season keempat kali ini jauh lebih baik dari season sebelumnya adalah konsistensi para karakternya. Tidak seperti di season lalu di mana aliansi tiap tokoh berpindah di setiap episode, tokoh di season kali ini memiliki alasan yang kuat ketika hendak melakukan sesuatu. Belum sempurna dan masih penuh dengan lubang logika memang, tapi setidaknya sebuah langkah ke arah yang betul patut dipuji. Saya juga merasa bahwa Tim Kring dan tim direksi di Heroes menyadari bahwa ada potensi NBC menghentikan serial ini sehingga finale untuk season keempat pun digarap supaya memberi ‘sense of closure’ di dalamnya (walau mereka juga menempelkan label “To Be Continued” seandainya NBC kembali mengontrak Heroes). Saya pribadi berharap bahwa lebih baik Heroes dihentikan di sini saja. Serial ini sudah terlalu banyak kehilangan penggemarnya dan saat ia mampu naik lagi secara kualitas merupakan saat yang tepat untuk menutupnya.

So my verdict is… Season keempat Heroes di luar dugaan merupakan season yang cukup kuat untuk standar Heroes. Karakter Samuel Sullivan adalah nafas segar yang diperlukan oleh serial yang telah sekarat ini. Toh kalaupun season ini lebih baik, saya tetap berharap supaya Heroes dicancel. Lebih baik dikenang karena selesai kuat daripada hilang gara-gara rating rendah ditambah cercaan karena kualitas buruk.

Score: 7.5

TV Series Details
Creator: Tim Kring
Cast: Greg Grunberg, Masi Oka, Ali Larter, Zachary Quinto, Milo Ventimiglia
Running Time: 43 Minutes Per Episode (18 Episodes)

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

8 Comments For This Post

  1. Ando-kun Says:

    Yang membuatku sebal adalah ketidak konsistenan para penulis cerita dalam mnegikuti alur dari awal, mungkin krn penulisnya sudah banyak yg diganti dgn orang baru, tapi tetap saja orang baru harus mengikuti alur yang sudah ada (tentu saja kecuali kalau mereka mengambil setting dimensi alternatif).

    Contohnya, kalau mereka ingin menghidupkan Nathan, kenapa harus harus menggunakan proses manipulasi pikiran segala? Waktu volume 2, mereka mampu menghidupkan Mr. Bennet lewat transfusi darah Claire. Gak masuk akal kalau mereka melupakannya begitu saja, apalagi Mr. Bennet hadir disana. Apa Mr. Bennet lupa pada kematiannya sendiri?
    NB. walaupun aku merasa senang dgn dimatikannya tokoh Nathan, tp seharusnya mereka bisa mematikannya dgn lbh keren.

    Yang kedua adegan akhir di dalam trailer terpendam dalam tanah. Claire koq tetap saja cuek walau Mr. Bennet kehabisan oksigen. Apa paru2 Claire bisa beradaptasi bisa bernapas normal dgn sedikit oksigen? Bukannya seharusnya Claire jg ikutan lemah kehabisan oksigen? Toh dgn daya regenerasi sel nya dia bisa hidup kembali kalau menerima oksigen dalam kondisi normal. Toh dalam volume sebelumnya, Claire pernah dikurung dgn api oleh ibu kandungnya Meredith hingga lemas kehabisan oksigen.

    O iya, membawa Sylar menjadi sosok protogonis merupakan kesalahan besar dalam volume 3 yg jelek itu. Apa adegan akhir volume 4 akan mengulangi dosa yg sama? Terus terang saja, belum ada sosok antagonis lain yg sanggup menggantikan kharisma Sylar sbg antagonis favorit (walaupun Samuel jauh lebih bagus dibandingkan Adam Monroe).
    Dan menempatkan sosok tanpa power seperti Ando dan Mohinder pada volume 1 sangat bagus utk balance cerita. sayang dirusak pada volume selanjutnya.

    NB. Aku sangat berharap agar tokoh Claire dimatikan saja kalaupun ada lanjutan volume 5. di volume 1, karakter Claire sangat kuat dan jadi sentral cerita. Tapi mulai volume 2 hingga 4 karakternya benar2 menyebalkan sampai2 aku ikutan mikir gimana caranya membunuh Claire selamanya tanpa merusak selera nonton Heroes.

  2. Si Tukang Review Says:

    Saya setuju. Sylar di season tiga memang engga banget deh. Mulai dari jadi anak haram Petrelli, terus diubah jadi orang yang cuma dimanipulasi para Petrelli, sampai jatuh cinta lantas membunuh cintanya, kemudian jadi penjaga anak-anak berkekuatan.

    Haduhhhh… Ke mana Sylarku yang bengis di season satu? Kemudian di season tiga ngeliat Arthur Petrelli aku juga kurang suka. Kesannya sih ini karakter sok jagoan banget. Tapi nyatanya dia dengan mudah langsung ditewaskan. Betapa mengecewakannya.

    Setidaknya season empat ini menawarkan konklusi untuk jalan cerita Hiro, jalan cerita Sylar, dan jalan cerita keluarga Petrelli. Lebih baik endingnya dibiarkan saja sedikit open seperti awal Brave New World gitu.

    Btw Ando-kun, apakah namamu terinspirasi dari Ando di Heroes? ^^;

  3. Ando-kun Says:

    Nggak koq, itu nama panggilanku di jepang (tentu aja oleh orang jepun, kalau orang Indo sih manggil nama asli yg lengkap). Asli tuh! :D
    Malah udah ada yg manggil sebelum Heroes tayang.

  4. nisaa Says:

    Fiuuh, akhirnya kelar juga nonton heroes season 4 *agak kpaksa, soalnya ftv2 pada hiatus gara2 ada olimpiade apaaa gitu, trus juga leverage season 2 udah kelar -_-
    komenku pas kelar nonton episod terakhir : ja ampyuun, gitu doang ya ngalahin si samuelnya? cuma gara2 si claire “orasi” di depan pengikut2nya samuel? aku pikir bakal ada pertarungan apaa gitu antara samuel sama sylar.. trus juga claire jadi menyebalkan ya karakternya disini. aku sempet wondering pas si claire didatengin sama sylar itu, mereka ber2 bakal jadi couple, kayaknya bakalan seru deh :) aku malah jadi suka sama si pak noah bennet, dia lebih jelas maunya apa di season ini.

    eniwei, bener kata om tukang review kalo season 4 ini better dibanding season 3, dan emang lebih baik ga usah dilanjutin!

  5. Si Tukang Review Says:

    he-eh, salah satu kelemahan dari heroes itu finalenya ini kurang gigit. karakter samuel yang sudah dibangun begitu lama kok ternyata kalahnya cuma segitu doang ya?

    tapi kalau buat series finalenya sih sebenarnya lumayan oke. hiro akhirnya tumbuh sedikit lebih dewasa. peter menemukan tujuan hidupnya. claire membuka jati diri kepada dunia. sylar dapat redemption. matt uda balik ama keluarganya…

    well, all in all, uda cukup segini saja lah heroes. ^^

  6. Gie Purnama Says:

    Overall,saya puas nonton season ini,walau bnyk jg poin2 yg rada aneh. Sayang juga sh kalau seandainya heroes selesai d sn,tp memang kalaupun dilanjutin plotnya udh g bisa dikembangin lagi,kalau dipaksa mungkin lebih cocok utk dijadiin serial komik aja

  7. Adam Diens Says:

    Belum sempet nonton Heroes Season 4, menyedihkan memang, saya yg mengaku pecinta berat Heroes hanya mampu “mantengi” Heroes sampe akhir Season 2 saja. Maklum, dirumah hanya dapet siaran TV lokal saja, g pake indov*si*n. Heroes pun nontonnya di Trans 7. Melihat obrolan kalian mengenai Heroes season 3 yang “g banget” dan season 4 yang “feel better than season 3″ membuat saya semakin penasaran. Pengen rasanya “menghajar” semua season ini, tp baru mampu buat beli DVD yg 1juta lebih buat full 3 season, T.T . dtambah bajakan season 4. Walau belum mengikuti gimana kelanjutan Heroes favourite saya, rasanya kurang setuju kalau Heroes harus “dimatikan”, walau ceritanya mungkin tidak bisa terselamatkan. NBC bisa saja me.renew film ini dengan membuat spin-off untuk setiap tokoh favourite dalam serial Heroes, dengan demikian sekian juta penonton pada season awal yg pernah kecewa akan kembali menonton spin-off Heroes favouritenya dan membuat Heroes kembali bangkit. Sehingga kita para pencinta Heroes tetap dapat melihat Claire Bennet meregenerasi dirinya , atau Noah Bennet yg overprotektif pada keluarganya. Salam buat para pecinta Heroes lainnya.

  8. Adam Diens Says:

    Belum sempet nonton Heroes Season 4, menyedihkan memang, saya yg mengaku pecinta berat Heroes hanya mampu “mantengi” Heroes sampe akhir Season 2 saja. Maklum, dirumah hanya dapet siaran TV lokal saja, g pake indov*si*n. Heroes pun nontonnya di Trans 7. Melihat obrolan kalian mengenai Heroes season 3 yang “g banget” dan season 4 yang “feel better than season 3″ membuat saya semakin penasaran. Pengen rasanya “menghajar” semua season ini, tp baru mampu buat beli DVD yg 1juta lebih buat full 3 season, T.T . dtambah bajakan season 4. Walau belum mengikuti gimana kelanjutan Heroes favourite saya, rasanya kurang setuju kalau Heroes harus “dimatikan”, walau ceritanya mungkin tidak bisa terselamatkan. NBC bisa saja me.renew film ini dengan membuat spin-off untuk setiap tokoh favourite dalam serial Heroes, dengan demikian sekian juta penonton pada season awal yg pernah kecewa akan kembali menonton spin-off Heroes favouritenya dan membuat Heroes kembali bangkit. Sehingga kita para pencinta Heroes tetap dapat melihat Claire Bennet meregenerasi dirinya , atau Noah Bennet yg overprotektif pada keluarganya. Salam buat para pecinta Heroes lainnya..

Leave a Reply

Advertise Here
Advertise Here