Saya tahu saya seorang gleek (buat yang tidak tahu artinya, itu adalah kosakata baru campuran dari glee dan geek: gleek, got it?) ketika saya menonton episode keenam Glee dan turut berdansa dan bernyanyi di depan layar kaca. Dalam dua hari terakhir ini, saya menonton volume pertama Glee dua kali berturut-turut secara maraton and boy oh boy, it’s just so darn awesome. Saya jarang mengatakan ini di awal sebuah review tapi whoever you are, you owe it to yourself to watch this musical TV series. Glee langsung menghapus mimpi burukku akan musical yang tadinya hadir dalam bentuk film Nine.
Ehem, kembali pada Glee, ketika serial ini awalnya ditayangkan di Fox, banyak yang pesimis kalau ia bisa menjadi populer. Memang American Idol masih merupakan reality show terpopuler di Amerika sana, tetapi serial televisi yang berformat musical rasa-rasanya baru pertama kali ini saya dengar. Dan sudah menjadi rahasia umum apabila sebuah serial televisi yang temanya tidak biasa (ingat Pushing Daisies?) sulit untuk bisa sukses di Amerika sana. Oleh karena itu, Glee membuat begitu banyak pihak terkejut ketika ia mampu mencetak kesuksesan luar biasa sampai menyabet banyak penghargaan dalam ajang Golden Globe.
Will Schuester, seorang guru Spanyol di McKinley High School mendengar bahwa Glee Club (klub olah vokal / koor) mereka kini tidak lagi memiliki pembimbing dan akan ditutup. Karena Will dulu adalah seorang anggota Glee, ia merasa terpanggil untuk membagikan cintanya kepada anak-anak SMU sekarang ini. Masalahnya kini dunia sudah berbeda dengan jaman Will dulu. Saat itu masih ada berbagai film dansa dan dance serta olah vokal dianggap sebagai sesuatu yang cool dan keren. Sekarang tidak lagi begitu. Hanya anak-anak tidak populerlah yang mau bergabung dengan Glee. Lebih parahnya lagi, klub cheerleader di bawah pimpinan guru bengis Sue Sylverster sangat membenci Will karena dianggap mencuri dana klubnya. Satu-satunya cara bagi Will untuk menaikkan pamor bagi klub Glee adalah dengan terus memenangkan kompetisi dan berlomba di ajang nasional.
Apa yang membuat saya jatuh cinta dengan Glee walaupun saya tidak pernah sampai suka-suka amat dengan tiga film High School Musical? Mengingat ini adalah serial musical, jelas saya menaruh pengharapan tinggi dengan tembang-tembang yang dinyanyikan di dalamnya. Dalam hal ini Glee lulus dengan nilai 10. Ryan Murphy, Brad Falchuk, dan Ian Brennan yang menggagas serial ini memberi banyak perhatian mengenai musik apa saja yang akan dipakai dalam setiap episode Glee. Hasilnya lagu-lagu dalam serial ini terasa tidak hanya mengena dengan tema episodenya tetapi juga merupakan gabungan dari oldies dan lagu-lagu top 40 yang dinyanyikan ulang oleh salah satu personel atau gabungan New Directions (nama grup Glee). Entah berapa kali saya merasa merinding hanya melihat dan mendengarkan performa mereka saat menyanyi. Itu jugalah yang membuat saya sebagai penonton terus mendukung New Directions yang terbilang underdog dalam kompetisi olah vokal ini.
Sebuah musical tidak akan berhasil hanya akan bergantung dengan musik-musiknya semata. Toh kalau saya hanya mau lihat atau mendengarkan musik saya kan tinggal beli DVD konser. Untung saja Glee juga memiliki cerita yang fantastis dan langsung menjerat hati saya. Acungan jempol untuk kejelian memilih anggota Glee. Hampir semua anggota Glee datang dari kelas dan strata sosial high school yang berbeda. Yang pertama bergabung adalah mereka yang kurang populer sebelum kemudian para anggota cheerleader dan American Football yang semula mengolok mereka pun turut bergabung. Nah, ini uniknya Glee, kalau di kebanyakan serial TV yang saya tonton: si jahat cheerleader memiliki stereotipe cantik tetapi jahat dan suka mengejami si baik. Bahkan mungkin akan mencari segala macam cara untuk mengejami si baik supaya tidak bisa jadian dengan cowo idamannya. Betul bukan? Itu hampir menjadi resep setiap sinetron bahkan drama-drama Jepang / Korea / Taiwan yang pernah kutonton. Untungnya Glee tidak begitu. Ya memang ada beberapa karakter stereotipe di awal-awal season, tetapi seiring dengan berlalunya episode kita menggali lebih dalam karakter mereka dan menyadari bahwa semuanya adalah manusia dan bahkan karakter-karakter yang kurang populer pun memiliki kelemahan dan kelebihan mereka sendiri. Ini membuatku nyaman menonton karakter-karakter ini berinteraksi. Karena mereka terasa hidup. Siapa yang di dalam masa SMUnya tidak punya teman gay yang bergulat mengenai ke mana orientasi seksnya? Atau siapa yang tidak punya teman yang tanpa sengaja hamil di luar nikah karena begitu-begituan sampai terlewat batas? Rumit? Ruwet? Tapi bukankah memang begitu kehidupan masa SMU?
So my verdict is… Glee adalah serial TV baru terbaik tahun ini. Terlepas dari apakah kamu merupakan penggemar musik atau tidak, kamu harus memberi kesempatan untuk menonton serial ini. Saya pribadi tidak sabar menantikan datangnya 13 April 2010 di mana volume kedua sekaligus sembilan episode terakhir season pertama ditayangkan. So what are you waiting for? Come join me be a gleek!
Score: 10
TV Series Details
Creator: Ryan Murphy, Brad Falchuk, Ian Brennan
Cast: Dianna Agron, Chris Colfer, Jane Lynch, Jayma Mays, Kevin McHale, Lea Michele
Running Time: 43 Minutes Per Episode (13 Episodes)









February 7th, 2010 at 10:35 pm
Weleh, 10? hati-hati, jangan terlalu tinggi memberi nilai, siapa tahu nanti season 2 nya rating jeblok atau saat ni series di cancel, malah nangis lagi seperti saat Pushing Daisies. And please, I don’t wanna be gleek. LOL.
Gw sih sudah nggak begitu bernapsu lagi dengan namanya serial barat, banyak potensi2 awal bagus, tapi ditengah jalan kandas dan malah jadi sampah. Kalaupun tidak, pertama bagus, tengah2 jelek, lalu jadi bagus lagi, jelek lagi.
Tapi tetap aja salut buat yg bikin glee, serial musikal yang season pertamanya langung mendapat antusias dari banyak kritikus dan terutama banyak yg beli ke gw. Hehehehe, sekalian ngiklan dikit gpp yach. :p :peace:
February 8th, 2010 at 11:18 am
iyah, Glee is awesome. Ceritanya real dan dekat dengan kehidupan sehari-hari hehe, gak lebay kayak 90210 atau sejenisnya *gak jelas apaan*. Paling suka sama lagu2 yang dinyanyikan disana, langsung oleh pemainnya sendiri..
Saya suka penampilan Lea Michele pas nyanyi Take a Bow di episode 2, hihi..
anyway, salam kenal ya
February 8th, 2010 at 11:37 am
Saya belum nonton GLEE nih, kepengen nonton. Jangan2 nanti saya jadi gleek juga.. Hihihi..
February 8th, 2010 at 12:24 pm
@Gabby: Ehh ini Gabby Jagoan Movies temannya Felly ya? Salam kenal juga ya!
@iin: Kalau saya paling suka apa ya? Mungkin Kurt dengan Single Ladiesnya? Juga Don’t Stop Believing… keren banget.
@nezuko: Gw berhenti merekomendasikan film ke lu setelah lu membintangi King Kong dengan dua setengah bro. I think the gap of our taste is already tooooo far to bridge. ^_^ As I said, selera orang kan beda… yes?
February 8th, 2010 at 7:59 pm
hehehe, ya selera orang emang beda-beda sih. aku lebih suka sci-fi Stargate drpd Star Trek. Dan lebih suka serial bertema sci-fi petualangan kaya sanctuary. Soal movie, nggak beda-beda jauh amat, nyatanya Nothing but the truth lu malah melebihi ekspectasi gw nilainya. Hahahah….
February 8th, 2010 at 8:18 pm
“don’t stop…believin’…!” *O*
^terngiang2 karena lagunya dipake buat promo Glee di Star World
btw, Glee is fun to watch ^_^
February 9th, 2010 at 3:14 pm
@ajirenji: Ji, saya sadar kalau kamu adalah seorang pemerhati musik ya… Boleh tanya tidak pendapatmu mengenai lagu-lagu yang dinyanyikan ulang oleh Glee. Saya sempat membaca di internet ada pihak yang pro kontra pada kualitas lagu-lagu cover anak-anak Glee. Menurutmu pribadi bagaimana?
February 9th, 2010 at 3:27 pm
It’s time to try
Defying gravity
I think I’ll try
Defying gravity
Kiss me goodbye
I am defying gravity
And you wont bring me down!
Gua paling suka Defying Gravity ini, sama Kurt with Single Ladies nya, hehehe.. Dance pas di football match nya bikin ngakak abis ^_^
February 9th, 2010 at 10:06 pm
mas tukang, saya nontonnya nyicil di Star World, jadi mungkin blum bisa kasih pendapat. Sejauh ini, lagunya asik2 aja, agak mirip karaoke siy (apalagi Take A Bow nya Lea Michele di episode 2), dan dari segi vokal orang2nya sebenernya biasa aja, harmoninya juga kurang diekspos, masih bemodel vokalis utama+background vocal…tapi gimana yah, it’s just plain fun ^o^
February 11th, 2010 at 1:07 am
wuih, sudah belasan aja episodenya. saya dulu ngikutin glee, tapi sampe episode yang si quinn hamil kok ya jadi males nontonnya -_-
ah, tapi gara2 pas baca review ini jadi semangat nonton glee lagi *sambil nunggu serial yg lagi on going >> leverage, chuck, white collar.. paling suka sama take a bow yang dinyanyiin sama rachel, emang agak too much sih, tapi keren
February 11th, 2010 at 10:18 am
Setuju pak..
Dulu saya ngefans ama serial musikal berjudul “Fame”.
Dan sepertinya saya punya penggantinya, Glee. Film High School Musical mah ga ada apa2nya..
Lagu2nya keren.. walau kadang, ketika nyanyi udh sperti suara kaset rekaman di studio.
Ceritanya masih simple, soalnya saya msh di episode 5.
Gak sabar nontn episode brikutnya..
February 11th, 2010 at 12:03 pm
@ajirenji & Mauri: Silahkan simak top 10 performance di Glee. Bagaimana menurut kalian?
@nisaa: Wahh… harus nonton nis, it’s really good. Wah? Chuckies juga? Saya juga nih seorang Chuckies. Kalau serial yang lain memang belum nonton, tapi berhubung Heroes selesai season ini dan Dollhouse dah dicancel, space jadi terbuka buat nonton serial lain. Prolly mau nonton House yang banyak direkomendasikan teman.
February 19th, 2010 at 8:31 am
Ternyata emg cerita musikal yah dennnn…… lom ntn sih.. yah abis baca review and komen2 jd sdikit penasaran… tp nasibnya kalo kayak chuck……habislah!! hehehehe
February 19th, 2010 at 6:11 pm
hm.. baru2 aj gw nonton nih film.. ternyata film ini ga bisa dibilang bagus2 amat tapi ga bisa dibilang jelek juga sih… kalo gw bandingkan dengan HSM jelas gw pasti akan memilih film ini, tapi gw cukup menyukai film ini dari segi cerita yg membawa kehidupan sekolah dan paduan suara..
overall : 7.0
February 21st, 2010 at 11:00 am
Wahh whatever sudah langsung nonton semua sampai habis nih? Cepat sekali… hehehehe.
February 24th, 2010 at 3:07 pm
sori baru liat balesannya, Felly yg mana yaa? hehehe..
February 24th, 2010 at 4:52 pm
Hai Gab, it’s okay.
Saya sendiri juga ‘diperkenalkan’ ama Jagoan Movies melalui Felly. Dia sempat cerita-cerita katanya ada temannya yang senang banget sama Watchmen (yang langsung bikin aku tertarik mengingat ga banyak orang suka Watchmen).
Felly-nya yang kukenal ini jualan baju sekaligus berprofesi sebagai guru Mandarin.