Sebelum mengarang Meitantei Conan, Aoyama Gosho pernah menciptakan sebuah serial tentang seorang pencuri spektakuler: Kaitou Kid alias Kid sang pencuri. Gara-gara kesuksesan Detektif Conan, Aoyama Gosho pun menelantarkan serialnya Kid. Entah apakah karena ia merasa kedua karakter ciptaannya itu berseberangan dalam posisi hukum atau karena berdosa sama anak ciptaannya yang satu lagi, Aoyama Gosho kemudian melakukan crossover dan mempertemukan kedua karakter itu dalam serial Detektif Conan. Dalam kisah manga atau animenya sendiri, pertemuan keduanya selalu berakhir imbang. Conan hampir selalu bisa menebak identitas Kid (yang biasanya dalam penyamaran) tetapi tidak pernah berhasil menangkapnya. Sebaliknya Kid acap kali gagal mencuri barang incarannya gara-gara Conan, tetapi selalu bisa meloloskan diri. Dalam film ketiganya ini, keduanya kembali ‘berduel’ dalam mencari telur dari Russia. Siapa yang menang?
Lagi-lagi Kid membuat kepolisian gempar. Setelah ditemukan bahwa ada telur ke 51 dari Russia (sebelumnya hanya ada 50 ukiran telur), Kid kemudian mengirimkan surat tantangan bahwa ia akan mencuri telur tersebut. Para kepolisian seantero Jepang menjadi geram dan berniat untuk menghentikan Kid di panggung pencuriannya di kota Osaka. Surat dari Kid itu juga dibaca oleh dua detektif hebat dari barat dan timur: Conan Edogawa dan Hattori Heiji. Walaupun sempat hampir tertipu oleh Kid, keduanya menyadari rencana sang pencuri jenius tersebut. Saat itu terjadi sebuah even yang tak disangka-sangka. Saat Kid sudah berhasil menggondol telur tersebut, seorang misterius menembaknya. Kid yang terluka lenyap tanpa jejak.
Keanehan tidak berhenti sampai di situ, satu demi satu orang yang memiliki perhatian khusus terhadap telur itu dibunuh. Apa rahasia di balik telur itu? Kenapa semua orang, mulai dari pemerintahan Russia, China, dan pengagum karya seni lain semua menginginkannya? Apakah Kid benar-benar sudah tewas? Selain harus menghadapi semua misteri ini, Conan juga terlibat pergumulan mental yang lebih dalam mengingat Ran sang pacar tidak tahan lagi akan ketidakhadiran Shinichi dalam kehidupannya. Conan pun bimbang, apakah ini adalah saat baginya untuk mengungkapkan jati dirinya yang sesungguhnya?
Sekedar catatan saja, ini adalah film pertama di mana beberapa karakter penting dalam serial Conan muncul. Tercatat sekurang-kurangnya ada tiga karakter penting yang mendapat kemunculan perdana di sini: Hattori Heiji, Kid sang pencuri, dan Haibara Ai. Tentu saja keterlibatan mereka dalam cerita sebenarnya sangat kecil selain Kid. Heiji sekedar muncul membantu di Osaka (walau saya setuju karena membawanya ke tempat-tempat lain terasa terlalu mengada-ada) sementara Ai tidak diberi banyak peran di sini (karena memang kasus ini ada hubungannya dengan kawanan berjubah hitam).
Saya lumayan menyukai film ketiga Conan ini. Saya rasa dari tiga film pertamanya, film ini yang paling menekankan unsur misteri dan teka-teki. Di film pertama dan kedua, Conan dan kawan-kawannya hampir selalu berpacu dengan waktu menghadapi teror bom dan pembunuhan, tetapi di film ini fokus lebih ditujukan pada bagaimana Conan memecahkan teka-teki mengenai siapa Kid dan misteri yang menyelubungi telur Russia itu. Bahkan adegan-adegan ledakan bombastis di dua film pertamanya banyak dikurangi di film ini. Memang masih ada kebakaran dan ledakan di akhir cerita (mungkin ini sudah resep keharusan untuk setiap film Conan?) tetapi masuknya adegan tersebut di cerita tidak terasa dipaksakan.
Bicara soal si penjahat yang sebenarnya, lagi-lagi saya sudah bisa menebak siapa pelakunya. Toh, mendengarkan bagaimana Conan memberangusnya, sekaligus membeberkan alasan-alasan dan motif si tersangka tetap mengasyikkan untuk ditonton. Bahkan bila disimak lebih dalam, ada kegetiran dan ironi dendam turun temurun keluarga di baliknya (sayangnya hal ini kurang digali lebih dalam). Sedikit saja pertanyaan yang mengganjal di benakku; bukankah putri hilang dalam sejarah Russia itu Anastasia? Kenapa dalam film ini dia disebut dengan nama Maria ya?
So my verdict is… The Last Wizard of the Century adalah salah satu film Conan yang kualitasnya di atas rata-rata. Selain misteri berkaitan sejarah Russia yang menarik yang ditawarkannya, film ini juga memiliki ending yang paling memuaskan dan tidak terasa sekedar tempelan saja. Definitely a must-see for Conan fans!
Score: 8.6
Movie Details
Director: Kanetsugu Kodama
Cast: Kappei Yamaguchi, Minami Takayama, Wakana Yamazaki, Akira Kamiya
Running Time: 95 Minutes









February 3rd, 2010 at 9:46 pm
hahahaha, bahkan musuh bebuyutan-pun bisa bersikap baik yah.
February 4th, 2010 at 11:59 am
Kurasa itu karena sebenarnya Kid dan Conan saling menghormati satu sama lain walaupun mereka musuh bebuyutan.
Orang jenius hanya bisa dimengerti oleh orang jenius yang lainnya bukan?
February 4th, 2010 at 12:34 pm
hmmm, sama dng orang nerd hanya bisa dimengerti oleh orang nerd lainnya yach? ^^