Tanpa sadar sudah lama sekali Mel Gibson absen membintangi film layar lebar. Terakhir kali ia main di filmnya M. Night Shyamalans di Signs. Setelah itu hampir sepanjang satu dekade Mel Gibson lebih sibuk menyutradarai film (The Passion of the Christ dan Apocalypto) serta terlibat dalam urusan pribadinya termasuk perpisahan dengan sang istri sampai ditangkapnya dia masuk penjara. Lucu juga mendengar film terbarunya kemudian berjudul Edge of Darkness yang seakan merupakan metafora bagi Gibson yang hampir ambles di dalam kegelapan pekat.
Dari tema ayah polisi balas dendam urusan anaknya, banyak pihak - termasuk saya - yang menyangka bahwa Edge of Darkness merupakan Taken-nya tahun ini. Karena ekspektasi itulah saya agak kaget menyadari bahwa Edge of Darkness lebih banyak drama (sekitar 70 - 75%) dibandingkan actionnya. Pendekatannya seperti ini masuk akal bila ditilik lebih lanjut. Dalam Taken, Liam Neeson harus menyelamatkan putrinya yang diculik dengan cara apapun juga karena jendela kesempatannya hanya beberapa puluh jam saja. Sebaliknya dalam Edge of Darkness, putri Mel Gibson sudah tewas di awal sepuluh menit cerita sehingga film ini lebih berfokus pada penyelidikan Mel Gibson mencari tahu sebab sesungguhnya dari kematian sang putri. Dari sini alasannya menjadi jelas. Taken mengejar, Edge of Darkness menyelidiki. Persamaan antara keduanya hanya terletak pada sosok ayah yang tak peduli menantang bahaya apapun untuk mendapatkan kebenaran.
Thomas Craven mendapat syok besar ketika Emma, putrinya ditembak di depan rumahnya. Karena ia adalah seorang polisi, semua beranggapan bahwa orang yang menembak Emma sebenarnya mengincar Thomas tetapi salah tembak. Sang ayah tidak sependapat. Ketika menjemput Emma dari bandara, ia sudah menyadari ada yang aneh dengan tubuh putrinya yang nampak sakit. Thomas mulai menggali lebih dalam sebelum menemukan bahwa Emma ternyata bekerja pada sebuah institusi negara di bidang nuklir. Ternyata alasan di balik pembunuhan Emma tidak sesepele yang ia kira. Toh, layaknya banteng ketaton, Thomas terus menggebrak dan merangsek tanpa peduli siapapun yang menghalanginya mencapai kebenaran. Siapa sebenarnya orang yang membunuh Emma? Kenapa? Dan apakah Thomas berhasil balas dendam?
Saya tidak tahu apakah ini gara-gara film Nine (karena saya nonton dua film ini beruntun) tetapi saya lagi-lagi mengantuk dengan Edge of Darkness. Beberapa kali drama di pertengahan film terlalu banyak dialog panjang yang membuat mata saya lelah. Saya tidak percaya saya akan mengetik hal ini, tetapi saya berkali-kali memaksa mencubit tangan saya sendiri untuk tetap terjaga selama pertengahan film. Martin Campbell agaknya tidak bisa mempertahankan intensitas cerita di saat Mel Gibson berlari ke sana-sini untuk menyelidiki kasusnya. Sayang sekali, padahal Gibson sendiri sudah tampil habis-habisan. Penampilan seperti ini bukan pertama kali bagi sang aktor gaek yang pernah tampil dengan peran serupa di Ransom dan Payback. Ngomong-ngomong soal Ransom, film itu juga banyak sekali adegan bicaranya tapi hampir semuanya menegangkan. Salah satu alasan kenapa Taken dan Ransom lebih menegangkan (menurut hemat saya) adalah karena anak sang jagoan masih hidup dan membuat kita turut khawatir dengan nasibnya.
So my verdict is… Edge of Darkness bukan Taken-nya tahun ini. Kalau kamu berharap melihat agen atau polisi super ala Liam Neeson di Taken atau Matt Damon di Bourne Trilogy siap-siap kecewa. Tapi bila dinikmati tanpa perlu dibanding-bandingkan, adaptasi dari mini-seri terpuji tahun 1985 adalah media yang pas untuk kembalinya aktor yang ngetop lewat franchise Mad Max dan Lethal Weapon. Welcome back Mel Gibson!
Note: Percaya tidak kalau Bojana Novakovic yang berperan sebagai anak Mel Gibson sudah 29 tahun? Melihat wajahnya yang baby face itu, saya menyangka dia masih 21 atau 22 tahun!
Score: 6.0
Movie Details
Director: Martin Campbell
Cast: Mel Gibson, Ray Winstone, Danny Huston, Bojana Novakovic
Running Time: 117 Minutes









February 2nd, 2010 at 10:21 pm
Bojana, bojana, ceweknya caem, sayang mati di awal. Cewek rusia banyak yang caem2 yach.
February 2nd, 2010 at 10:56 pm
La… kalau dia engga mati filmnya engga mulai dong bro. ^^ hihihi.
February 4th, 2010 at 3:11 pm
Td malem aq baru nonton edge… ini, eh ga’ taunya setelah itu “taken” pas diputer juga di tv. Otomatis mbandingin deh. Emang lebih keren Taken klo dr sisi action-nya sih. Tp yg pasti ada persamaan adegan yg bikin keren. Klo di “Edge…” pas Gibson nyuruh penembak anaknya bilang ‘CRAVEEEEN!!!’ utk mastiin org itu mmg yg nembak, sedangkan di “Taken” pas Neeson bilang ‘I’ve told u that i’ll find u’ ke penjahat yg culik anaknya. Cool man!!
February 16th, 2010 at 9:46 pm
Film tanggung. Padahal ini film comebacknya Gibson. sayang kurang “nendang” hanya soundnya yang menggelegar yang membuat kaget di beberapa adegan.