Detektif fiksi paling terkenal di dunia ini bukan Batman. Bukan juga Hercule Poirot atau Miss Marple. Jelas juga bukan Conan Edogawa atau Kindaichi Kosuke. Kalau bicara soal detektif, tidak ada yang lebih terkenal dibandingkan sang tokoh Sherlock Holmes. Ketika teaser trailer dari Sherlock Holmes pertama kali diluncurkan, muncul dua macam reaksi dari para moviegoers. Kalangan pertama terang-terangan mencaci-maki film yang disutradarai Guy Ritchie tersebut dan mengatakan kalau karakter Sherlock Holmes dan Watson jauh di luar bayangan mereka. Kalangan kedua menerima versi re-imagining ini dan berharap bahwa duet Robert Downey Jr. dan Jude Law bisa mengejutkan mereka - sebagaimana Downey Jr. pernah melewati ekspektasi pengamat lewat penampilannya sebagai Tony Starks di Iron Man.
Sherlock Holmes adalah manusia yang mengatasnamakan ilmiah di atas segalanya. Dia dan Watson sudah dikenal sering membantu Scotland Yard dalam menyelesaikan berbagai perkara pelik. Perkara terakhir diselesaikan keduanya dengan menghentikan ambisi sinting seorang Lord Blackwood. Lord Blackwood adalah psikopat gila yang juga menjalankan sihir ilmu hitam. Sudah membantai lima gadis, saat ia hendak mengorbankan seorang wanita muda, Holmes dan Watson berhasil menghentikannya. Hukuman mati pun dijatuhkan kepada Blackwood.
Selesai? Nanti dulu. Tidak semudah itu. Pada saat-saat terakhir sebelum Blackwood dieksekusi gantung, ia mengancam Holmes bahwa ia akan kembali lagi menebar maut, dan ia memiliki kuasa dari punggawa-punggawa kegelapan, sesuatu yang tak bisa dihentikan oleh Holmes. Walaupun sempat diremehkan pada awalnya, kenyataan berbicara lain. Blackwood yang sudah dideklarasikan mati oleh Watson bangkit kembali! Kuburan Blackwood kosong pada hari ketiganya, dan ia dilihat sang petugas kuburan kembali hidup! Tentu saja tidak masuk logika bila ada orang yang sudah mati bisa hidup kembali. Holmes harus memeras otaknya dan menggunakan seluruh kemampuannya untuk memecahkan misteri ini dan menyelamatkan Inggris.
Ijinkan saya mengutip sebuah dialog dari Avatar: “It’s hard to fill a cup that’s already full”. Bila kamu adalah penggemar berat literatur novel Sherlock Holmes, ada kemungkinan besar kamu bakalan kecewa dan menemukan kelemahan film ini dari berbagai sisi (baca: mencari-cari kesalahan). Kenapa Sherlock Holmes bukannya tenang tapi malah slengean melulu? Kenapa Sherlock Holmes bisa berantem hajar-hajaran pakai otot ketimbang otaknya? Kenapa Watson tidak gendut tetapi malah kurus dan tinggi? Dan mungkin ada segudang kenapa lagi yang terlintas di otak kalian. Kebetulan saya sendiri tidak pernah membaca satupun cerita Sherlock Holmes sebelumnya sehingga menikmati film ini sebagai hiburan lepas yang seutuhnya.
Yang jelas patut saya apresiasi adalah duet dari Robert Downey Jr. dan Jude Law dalam peran mereka sebagai Sherlock Holmes dan Watson. Keduanya tidak hanya hebat dalam memerankan karakter mereka masing-masing, tetapi juga memiliki chemistry luar biasa ketika tampil berdua. Dialog-dialog banter tajam antara mereka sering membuat saya tertawa terbahak-bahak. Walau keduanya suka ‘bertengkar’, sekilas lihat saja dan kamu akan tahu bahwa keduanya juga sahabat baik yang dengan segera akan mempertaruhkan nyawa bila yang satunya terancam bahaya. Lord Blackwood diperankan oleh Mark Strong menjadi musuh utama dalam film ini, walaupun entah kenapa kehadirannya seakan terbayang-bayangi oleh sosok misterius Moriarty (jelas sekali sekuelnya sudah dipersiapkan). Untungnya latar belakang Blackwood sebagai praktisi ilmu sihir ditambah akting dingin Strong yang bertentangan dengan sisi ilmiah Holmes menjadikan Blackwood sebagai lawan sepadan sang detektif (atau setidaknya cukup mengisi waktu sang detektif sebelum sajian utamanya). Satu tambahan lagi sebagai pemanis layar adalah Rachel McAdams yang menjadi Irene Adler, satu-satunya gadis yang bisa mencuri hati sang detektif (apabila diperhatikan, hubungannya dengan Holmes dan sifatnya mirip sekali dengan Fujiko Mine dari serial anime / manga Lupin III).
Karena saya tidak pernah membaca novel Sherlock Holmes sebelumnya, saya mencoba-coba mencari beberapa detail dan informasi lebih lanjut mengenainya di Wikipedia. Ketika membacanya, saya kemudian sadar bahwa sebenarnya Guy Ritchie tidak seenak perut saja mengganti karakter Holmes. Beberapa ciri khas Holmes seperti kamarnya yang berantakan, dirinya yang anti-sosial, kebiasaannya menghisap pipa rokok, perhatiannya pada hal-hal kecil, sampai kejeliannya menganalisa sesuatu tetap ada. Penggemar yang khawatir bahwa film ini bakalan terlalu banyak pakai otot ketimbang pakai otak juga boleh membuang jauh kekhawatiran tersebut. Ya memang ada banyak adegan aksi sepanjang film ini, tetapi semua berfungsi untuk memajukan plot - bukan untuk sekedar keren atau memberi efek wah saja. Pada akhirnya suguhan utama dalam film ini tetap usaha Holmes memecahkan misteri kebangkitan dan rencana busuk Blackwood. Saya juga mengacungkan jempol untuk setting abad 18 Inggris yang dihidupkan film ini baik dari latarnya maupun dari musik-musik yang digubah Hans Zimmer. Zimmer kelihatannya bisa jadi komposer favorit saya tahun ini. Sesudah mempesona telingaku di Call of Duty: Modern Warfare 2 dengan musik perang yang patriotik, ia kembali membiusku dengan aransemennya (yang banyak memakai alat musik bagpipe dan corak Skotlandia) untuk film ini.
Walau kentara sekali bahwa film ini hanya appetizer untuk film-film Sherlock Holmes yang akan datang, saya puas dengannya. Lebih dari itu, saya sungguh berharap akan ada aktor yang lebih kompeten memerankan Professor Moriarty sebagai lawan setanding Sherlock Holmes (sekaligus untuk menghapus kenangan buruk sosok Moriarty dalam League of Extraordinary Gentlemen). Membayangkan Sherlock Holmes dan Professor Moriarty adu cerdik membuat saya ngiler; Bisakah menjadi duel kepintaran ala Batman dan Joker dalam The Dark Knight? Kita nantikan saja sama-sama.
Score: 8.1
Movie Details
Director: Guy Ritchie
Cast: Robert Downey Jr., Jude Law, Rachel McAdams, Mark Strong
Running Time: 134 Minutes









January 1st, 2010 at 9:31 pm
mestinya yang jadi Sherlock tuh Jude Law, en yang jadi dr. Watson ya Robert Downey Jr, kan aslinya dr. Watson lebih tua dari Sherlock Holmes
January 2nd, 2010 at 8:19 am
Mungkin itu adalah bagian dari reimaginingnya. Tetapi sebenarnya di filmnya engga disebutkan kalau Sherlock lebih tua loh. Ada kemungkinan dia lebih tua karena gaya hidup Sherlock itu lebih ga teratur (banget) dibandingkan Watson (yang notabene adalah dokter dan lebih teratur orangnya).
January 2nd, 2010 at 1:25 pm
ya… menurut gw film ini sudah cukup jauh dari novelnya dengan mendengar commentar2 tentang film ini, walaupun gw lom baca novelnya ya… kalo film ini terlalu ngikutin novelnya pasti akan cukup membosankan bagi pencinta film action, tapi bagi gw sih ok2 aj ni film, karena gw memang lebih menyukai film yg berbau action ketimbang cuma ngomong2 doang…
PS: ternyata sherlock holmes itu sangat gemar bermain biola loh, tapi di film ini biolanya cuma dipetik-petik kaya gitar aj, ga sempet belajar kali ya si Downey.Jr
January 3rd, 2010 at 3:31 pm
ada tambahan lagi mengenai actingnya Downey.Jr tipe2nya agak kaya tony stark nya iron-man, ama jack sparrow nya johnny depp ya?… itu menurut gw haha..:D
plus gw juga sangat berharap di sekuelnya ke-2nya, lawan Holmes yaitu prof Moriarty bisa lebih bagus dan lebih menggigit dari film ini.. kalo menurut gw duel Holmes dan Blackwood kurang menggigit dalam film ini, apalagi pada saat duel terakhirnya kayanya gampang banget matinya si Blackwood itu…
January 3rd, 2010 at 5:06 pm
Pada saat nonton Sherlock Holmes aku memang melihat ada kilasan-kilasan Tony Starknya dia itu. Mungkin karena dua-duanya memang agak nyentrik karakternya. Tetapi kalau ditilik lebih dalam Tony itu womanizer dan playboy flamboyan sejati, sementara kalau Sherlock lebih ke kuper dan kurang bisa bersosialisasi.
Mungkin saja duelnya kurang seru karena ini baru permulaan. Tapi film ini sudah laris manis di pasaran kok. Jadi pasti bakalan ada sekuel-sekuelnya. Selain Moriarty, yang ditunggu-tunggu olehku adalah Jack The Ripper. It’ll make one heck of a great trilogy. Whoo-hoo!
January 3rd, 2010 at 9:39 pm
Jack The Ripper emangnya bakal muncul di Sherlock Holmes ini??..
tapi kan musuh utamanya Sherlock kan tetep si Moriarty dnk..
January 4th, 2010 at 10:35 am
Tahu gak kalau Sherlock Holmes juga dibuat versi manganya? Sudah diterbitkan di Indo oleh Elexmedia lho ^^
January 4th, 2010 at 11:12 pm
@whatever…: Kenapa tidak? Jack the Ripper seharusnya bisa jadi satu lagi lawan sepadan dari Sherlock Holmes. Pelengkap trilogi kan malahan? ^^V Kalau lawan utama sih saya rasa memang Moriarty.
@Kencana: Iyakah? Saya kalau komik manga detektif bacanya cuma Kindaichi, Conan, dan Detective School Q (bener ga ini judulnya?). Yang pernah baca sedikit-sedikit tuh QED.
January 5th, 2010 at 4:45 pm
Akhirnya… ada orang yang setuju ama pandangan saiyah! Kebanyakan temen yang baca novel Holmes pada menistakan film ini, bahkan ada yang bilang film ini ‘jelek banget’. Tapi, meskipun dakuw juga pembaca novel Holmes, menurut saya film ini sama sekali ga layak dibilang jelek. Kalo gitu Avatar juga bisa dibilang jelek dong? Jalan cerita biasa aja tapi teknis luarbiasa. Soalnya menurut gue secara teknis Holmes juga keren abis.
Film ini jalan ceritanya emang ringan, tapi ga kacangan; dan menurut gw sih lebih menitikberatkan karakter Holmes dan Watson.
-dr. Miki-
January 5th, 2010 at 9:49 pm
Salam kenal Dr Miki. Untung kebanyakan teman saya sependapat dengan saya. Mungkin teman-teman Dr lebih purist ke novelnya sehingga ga suka karyanya diubah sembarangan? ^^;
Yang saya suka di Sherlock Holmes itu ya pada intinya ini masih film detektif kok, bukan film action. Actionnya cuma bumbu pelengkap aja, which is good.
January 5th, 2010 at 9:51 pm
Oh tambahan satu lagi, kata-kata “Elementary Dear Watson” itu engga pernah muncul di novelnya Holmes. Itu tambahan sendiri yang entah muncul dari mana. Saya sebenarnya mau posting di tempat livejournal Dr, tetapi entah kenapa tidak bisa… >_<;;
Mungkin saya harus register dulu?
January 5th, 2010 at 10:17 pm
Mestinya sih nggak perlu register, asal masukin URL blog aja udah bisa, malah posting secara anonymous juga bisa (lewat screening tapinya.) Dicoba lagi aja lain kali, livejournal memang lagi rewel dua hari ini.
Wah, ‘elementary, Dear Watson’ itu bukan dari novel? Yah, artinya saya kebawa film2 yang sebelumnya, soalnya saya baca novel terjemahan, kalau ada kalimat seperti itu, pasti hilang dalam belantara penerjemahan -__-;
Cuman rasanya kok nggak greget Holmes aja kalo gak ada kalimat itu… hohoho…
Banyak penggemar Holmes kebawa film2 sebelumnya sih, makanya begitu liat film ini pada shock semua.
-dr.Miki-
January 10th, 2010 at 3:27 pm
ahahaha, iya, saya sedikit kecewa setelah nonton filmnya. penggambarannya banyak yang beda dengan novelnya. jadi saya bilang, sih, ini film memang bagus…buat yang tidak terlalu mendalami karakter sherlock di novelnya. atau boleh jadi cerita di film ini juga bagus buat maniak sherlock asal judul film dan nama jagoannya bukanlah sherlock holmes
January 16th, 2010 at 2:29 pm
wah telat comment nih soalnya telat nonton juga..
saya penggemar setia sherlock holmes saat nonton film nya yang terbaru ini saya juga ngerasa karakter holmes kurang tenang dan terlalu banyak omong mungkin ini karena jika di novel holmes jarang bebicara karena di novel yang bercerita adalah watson..
terus mengenai watson yang kata nya gendut saya sendiri belum menemukan tulisan pada nopvel yang menjelaskan bentuk fisik watson..
penilaian saya sendiri untuk film ini 90 karenasecara keseluruhan pada film ini diangkat detail-detail pada kehidupan holmes dan watson seperti kebiasaan-kebiasaan yang memperkuat karakter ke 2 nya..mungkin letak kekurangan nya hanya terletak pada perbedaan karakter dari holmes yang kurang tenang aj
February 2nd, 2010 at 12:13 am
gua belum komen yang ini yah…hehe
Gua suka film ini. SEbagai penggemar Trio Detektif (sekalian promosi). Gua puas dengan semua penalaran dan analisa di film ini. Brilian ditambah adegan penalaran setiap gerakan yang akan dilakukan. Keren. Ditambah adegan ledakan yang dipadu dengan gerakan slow motion. Mantap.
February 6th, 2010 at 8:51 am
Yep… tapi mestinya karakter fisik yang mirip tetep jadi pertimbangan donk, soalnya si Holmes sendiri lebih jangkung, kurus daripada Watson. Emang Watson gak pernah dibilang gendut (menurut saya juga tidak) tapi masa jangkungan dia dari Holmes. Dan sebenernya Holmes lebih muda daripada Watson. Tapi bwat mereka yang baru kenal kerennya Holmes dari movie Guy Ritchie yaa… masalah ginian sih no problemo. Bagi saya? Saya agak males nonton jadinya klo terlalu banyak dilema antara novel dan film.
February 7th, 2010 at 8:03 pm
memang betul, makanya gua ga pernah suka baca novel baru nonton. Mending sebaliknya hehehe….