Kingdom Hearts 358/2 Days

Posted on 22 December 2009 by Si Tukang Review

Kingdom Hearts 358/2 Days Cover

Kingdom Hearts 358/2 Days Cover

Akhir-akhir ini Square Enix punya kebiasaan untuk membuat cerita tambahan di luar jalan cerita franchise utama mereka. Contoh yang paling mudah dikenali adalah Final Fantasy VII. Selama hampir satu dekade gamer hanya mengenal petualangan Cloud dan kawan-kawan menghentikan meteor yang disummon oleh Sephiroth dan menyelamatkan Gaia. Eh, mendadak saja sekarang ada Before Crisis yang menceritakan anggota The Turks, Crisis Core yang mengisahkan petualangan Zack, Advent Children yang adalah sekuel resmi dari Final Fantasy VII dan Dirge of Cerberus di mana Vincent menjadi tokoh utama. Lihat singkatannya: dari AC sampai DC lengkap semua! Setelah tidak bisa lagi meneruskan franchise Final Fantasy VII, pria yang ‘bertanggung-jawab’, Tetsuya Nomura, mengalihkan perhatiannya pada franchise Square Enix yang ngetop lainnya: Kingdom Hearts.

Walau saya tidak pernah memainkan semua game Kingdom Hearts sebelum 358/2 Days, saya tahu bahwa di awal kemunculannya, Kingdom Hearts disebut sebagai pernikahan dari karakter Final Fantasy dan Disney. Selain mengendalikan Sora, karakter orisinil yang didesign Nomura untuk franchise ini, kamu juga didampingi oleh Donal dan Gufi dalam petualanganmu, ditambah dengan menjelajahi berbagai dunia Disney dan bertemu dengan karakter-karakter dari dua dunia yang menjadi kawan maupun lawanmu. Tak disangka apa yang seharusnya merupakan cerita ala fanfic kemudian berkembang. Seusai Kingdom Hearts pertama, Square Enix merilis Kingdom Hearts: Chain of Memories dan disambung oleh Kingdom Hearts II. Seusai Kingdom Hearts II, seharusnya cerita Sora dan kawan-kawan sudah usai, tetapi Square Enix tidak berpendapat demikian (baca: mereka belum cukup mengeruk kantong para gamer). Nomura kemudian menyatakan bahwa ia sudah mempersiapkan dua game untuk dua sistem handheld yang berbeda: Kingdom Hearts 358/2 Days untuk DS dan Kingdom Hearts: Birth By Sleep untuk PSP. 358/2 Days lebih pertama diluncurkan, jadi bagaimanakah hasilnya?

Berbeda dengan ketiga game Kingdom Hearts sebelumnya (empat bila kamu menghitung remake Chain of Memories di PS2), dalam game ini kamu tidak mengendalikan Sora si karakter utama tetapi Roxas, karakter Nobody dari Sora. Apabila kamu belum pernah memainkan game Kingdom Hearts sebelumnya sepertiku, saya jamin kamu bakalan kebingungan mendengar istilah Roxas, Nobody, Heartless, Organization XIII, dan berbagai istilah lainnya. Bila memang demikian (dan bila kamu malas memainkan game Kingdom Hearts sebelumnya) saya menyarankan untuk kamu setidaknya membuka Wikipedia atau mencari-cari tahu dulu cerita mengenai game sebelumnya karena 358/2 Days tidak mau repot-repot menarasikannya ulang padamu. Tidak untuk memberi spoiler lebih lanjut, 358/2 Days mengambil setting waktu antara Kingdom Hearts: Chain of Memories dan Kingdom Hearts II sembari menunjukkan kepada gamer apa kiranya yang terjadi pada Roxas selama dia berada di Organization XIII, dan hubungannya dengan anggota keempat belas dari grup tersebut: Xion, yang adalah karakter orisinil game ini.

Apabila sebelum ini game Kingdom Hearts mengambil jalan cerita petualangan, 358/2 Days tidak bisa melakukan hal yang sama karena kemampuan hardware yang kurang memadai. Untuk mengakalinya, Square Enix memakai cara yang (hampir) sama dengan Crisis Core yaitu dengan membagi jalan cerita pada berbagai misi. Artinya kamu akan selalu memulai hari-harimu sebagai Roxas dalam markas Organization XIII sebelum diutus ke berbagai dunia untuk menjalankan misi yang disediakan. Ini juga sekaligus mengurangi kebebasanmu untuk menjelajahi dunia-dunia sesuai keinginanmu. Misalnya kamu hendak pergi ke dunia Aladdin di Agrabah tapi tidak ada misi yang mengharuskanmu pergi ke sana? Ya kamu tidak bisa pergi ke sana. Keterbatasan ini sebenarnya sangat saya sayangkan, walaupun saya juga tidak menyalahkan Square Enix sepenuhnya.

Setidaknya Square Enix berusaha menebus ini dengan memberi kita sistem panel yang inovatif. Sistem panel memberimu kebebasan untuk mengkustomisasi Roxas semaumu. Ingat sistem inventori baru Resident Evil yang diperkenalkan mulai serial keempatnya? Seperti itulah kamu bisa mengkustomisasi Roxas. Roxas akan memiliki slot-slot yang bisa diisi berbagai jenis kotak di dalamnya. Kotak ini bisa merepresentasikan segala sesuatu mulai dari menambah status Roxas, memberinya kemampuan sihir, melengkapinya dengan item, mengequip senjata, bahkan level up. Betul, dalam game ini status Roxas tidak akan begitu saja langsung bertambah setelah kamu level up, sebaliknya kamu akan mendapatkan kotak level-up yang bisa kamu pasang di dalam panelmu bila kamu inginkan. Pada awal permainan, Roxas hanya memiliki sedikit panel yang terbuka untuk dipasang tapi akan terus bertambah seiring kamu menyelesaikan misi-misimu. Sisanya tergantung imajinasimu. Apakah kamu ingin meningkatkan level Roxas setinggi-tingginya dengan memasukkan semua kotak level-up dalam panelmu? Ataukah kamu ingin menjadikan Roxas tukang pukul dengan memasukkan item penambah kekuatan serangan Roxas? Atau mungkin lebih senang menjadikan Roxas penyihir tangguh dengan memasukkan berbagai jenis elemen sihir dalam panelnya? Terserah kamu! Asal tahu saja, setiap misi yang harus diemban Roxas memiliki tantangan yang berbeda dan menantangmu mencari sistem panel terbaik untuk menyelesaikan misi tersebut secara efektif dan efisien.

Saya banyak membaca review yang memuji-muji kualitas audio visual dalam game ini, dan saya bisa bilang bahwa saya tidak sepenuhnya setuju. Untuk kualitas audionya saya senang dengan sentuhan Yoko Shimomura yang musiknya banyak dipakai ulang dan diremake dalam 358/2 Days. Sayangnya itu juga berarti saya seperti mendengar remake dari remake, mengingat Shimomura sendiri sudah meremake lagu-lagu klasik Disney ketika dia menggubahnya untuk Kingdom Hearts. Tapi yang paling mengangguku adalah kualitas visualnya. Walaupun kota-kota dan dunia Disney yang beraneka ragam terasa impresif untuk ukuran DS, entah kenapa mereka semua terasa… mati. Setiap kali Roxas berpetualang dalam misinya saya tidak pernah melihat ada orang siapapun, kecuali beberapa karakter Disney yang ‘kebetulan’ kamu temui dan para Heartless yang kamu lawan. Apakah gamer lain yang pernah memainkan Kingdom Hearts bisa mengkonfirmasi game sebelum 358/2 Days juga serupa? Aneh melihat Agrabah dalam film Aladdin begitu penuh kehidupan mendadak menjadi lenggang dalam game ini ketika dijelajahi Roxas. Game ini memang berusaha menjelaskan dengan mengatakan bahwa badai pasir terus menghantam Agrabah sehingga menganggu kehidupan di sana, tetapi setelah Genie datang dan menghilangkan badai pasir pun kota tersebut tetap melompong kosong. Uh… apa serunya berkelana di kota mati hanya untuk menghajar para Heartless semata? Dan walaupun saya sudah hampir menyelesaikan game ini, tidak sekalipun saya menemui karakter dari Final Fantasy di dalamnya. Tidakkah Kingdom Hearts seharusnya merupakan gabungan dari dunia Disney dan Final Fantasy? Ke mana para karakter Square Enix tersebut? Ke mana Cloud dan Squall?

Singkat kata, Kingdom Hearts 358/2 Days adalah sebuah game yang hanya bisa dinikmati oleh penggemar berat Kingdom Hearts. Kurangnya introduksi pada cerita dan minimnya presentasi yang disediakan takkan membuat gamer baru menyukainya. Daripada membuang waktu main game ini, kenapa tidak menantikan datangnya Kingdom Hearts III saja?

Final Verdict

Gameplay: 7.0
Saya suka dengan sistem panel yang membuat setiap pertarungan battle menjadi mengasyikkan dan berbeda-beda. Bertarung bersama dengan teman dengan sistem Wireless juga menjadi pengalaman baru sendiri. Sayangnya, game ini membosankan dengan sistem misi-misinya yang monoton dan kurang variatif.

Graphic / Sound: 7.0
Kualitas grafisnya entah kenapa terasa hambar di mataku. Pemilihan warna-warnanya terasa mati dan kurang hidup – apa lagi bila dibandingkan dengan film animasi Disney yang biasa saya tonton. Selalu mendengar bahwa Kingdom Hearts memiliki design yang spektakuler membuat saya kian kecewa melihat dunia-dunia Disney dihadirkan secara biasa-biasa saja dalam layar DS yang kupelototi. Yah setidaknya remake musik Disney tetap nendang dari speaker DSku.

Play Time: 8.0
Menyelesaikan jalan cerita utamanya sendiri bisa memakan waktu 20 jam lebih, tetapi 358/2 Days memiliki banyak misi-misi tantangan (Challenge) yang sulit dan menantang ketangkasanmu untuk diselesaikan. Sukses menghadapinya juga akan memberimu item-item langka yang bisa kamu dapat dari para temanmu atau Moogle yang dengan senang hati akan menukarkan medali penghargaanmu dengan hadiah.

Overall: 7.3

Game Details
Developer: Square Enix
Publisher: Square Enix
Genre: Action RPG

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

8 Comments For This Post

  1. john ramboh V Says:

    Ya jelas agak hambar bro, kan tau sendiri kualitas grafis NDS…paling maksimal mungkin ya kayak FF IV, Ninja Gaiden Dragon Sword, ama Soma Bringer. Aku sih belum maen Kingdom Hearts soalnya filenya gede jadi downloadnya lama banget.

  2. Si Tukang Review Says:

    Itu yang aku sayangin bro John.

    Kenapa Square Enix harus ngotot untuk tetap memakai sistem gameplay ala PS2 padahal NDS kemampuannya mungkin belum mencukupi untuk itu. Kenapa tidak berinovasi dengan menciptakan sistem yang baru?

    Oh ya John, kalau buatku pribadi game yang paling ‘cantik’ di NDS tidak lain tidak bukan The World Ends With You. It was also one of my favorite J-RPG ever. Ceritanya, artnya, musiknya, gameplaynya… it’s all fantastic.

  3. john ramboh V Says:

    coba Jump Ultimate Star bro, keren juga kok…

  4. Bella83_anime Says:

    duh… skrg harga DS brp… ma harga game Kingdom Heart?? nge-fans nie…

  5. john ramboh V Says:

    kalo mo beli DS, beli aja yang DSi sekalian…soalnya ada beberapa game yang cocoknya ama DSi (so, gak usah ngutak-ngatik firmware) harganya antara 2,15 jt ampe 2,4 jt (biasanya plus bonus), kalo gamenya sih mending donlot daripada beli

  6. fazz Says:

    gw juga rada kecewa juga ma kindom hearth 358/2 days,karena misinya yg bosenin,mudah2an bbs gak bikin gw kecewa

  7. Si Tukang Review Says:

    @john: Saya sudah mencoba Jump Superstar dan Ultimate Star. Tetapi masalahnya dalam bahasa Jepang, saya rada kesulitan memainkannya (walaupun sudah memakai FAQs). Huix.

    @Bella83_anime: Sekarang harga DS biasa berkisar 1.2 – 1.3 Juta di PS Enterprise Jakarta, sudah berikut mendapatkan kartu R4 untuk memainkan game bajakan. Kalau mau import game orisinil juga bisa dilakukan lewat toko-toko game. Biasanya harga buat game DS berkisar antara 350 – 450 Ribu, tergantung dari titel gamenya.

    Soal beli DSi or not, itu kembali bergantung kepada apa game yang kamu mau mainkan Bella. Walaupun seperti kata John ada beberapa game yang khusus bisa dimainkan di DSi karena memakai fitur kamera, ada juga beberapa game seperti Guitar Hero yang tidak bisa dimainkan karena hilang plugin GBA di slot bawahnya.

  8. john ramboh V Says:

    Jump Ultimate Star udah ada yang dipatch english bro, cari aja di google

Leave a Reply

Advertise Here
Advertise Here