Avatar (2009)

Avatar Poster

Avatar Poster

James Cameron memang orang gila yang suka bikin sensasi dengan budget film-filmnya. Di tahun 1991, dia adalah orang pertama yang membuat film berbudget 100 Juta USD lewat Terminator 2: Judgement Day. Di tahun 1997 lagi-lagi orang dibuat dia terperangah dengan membuat film berbudget 200 Juta USD lewat Titanic. Setelah Titanic memecahkan semua rekor box office dan masih berdiri sebagai film terlaris sepanjang masa hingga kini (12 tahun setelah filmnya dirilis), Cameron turut vakum lama dari dunia perfilman, padahal sebenarnya ketika Titanic sukses, rumor mengenai Avatar sudah mencuat sebelum kemudian proyek ini ditangguhkan oleh Cameron sendiri yang merasa bahwa teknologi saat itu belum cukup untuk menghidupkan visinya.

Tahun demi tahun berlalu, Cameron mencermati perkembangan teknologi dunia film yang menghasilkan Gollum melalui trilogi Lord of the Rings, King Kong, sampai Davy Jones di Pirates of the Caribbean. Di samping itu, ia sendiri juga aktif menciptakan sebuah teknologi kamera 3D. Ketika film ini mulai aktif digarap lagi, rumor terus bermunculan mengenai kapan ia akan dirilis. Tadinya hendak dirilis di tahun 2007, film ini dimundurkan rilisnya ke 2008, dan akhirnya Mei 2009. Seakan ingin mengulang keberuntungannya dengan Titanic (yang jadwal rilisnya juga dipindah dari Summer 1997 ke Winter 1997), Avatar lagi-lagi dipindahkan jadwalnya menjadi Desember 2009.

Trailer-trailer pendek sampai pertunjukan spesial Avatar (sepanjang 16 menit) terus mendapat pergunjingan orang. Beberapa menilainya secara positif, beberapa khawatir Cameron cuma bakalan main efek saja di film ini. Toh ketika film ini ditonton para kritikus, tanggapan mereka hampir seiya sekata. Avatar adalah film yang harus kalian tonton dan kalian alami sendiri. Dan itu jugalah alasan kenapa pada pagi ini saya langsung meluncur ke kota Jogjakarta demi menontonnya. Apakah Avatar berhasil memukau saya dengan budget sampai 300 Juta USD yang dikucurkan demi membuatnya?

Di tahun 2154, kita sudah tahu bahwa kita tidak lagi sendiri. Sebuah perusahaan bahkan sudah menemukan sebuah mineral yang sangat berharga di sebuah planet nun jauh di sana bernama Pandora. Di sana, kedatangan manusia tidak langsung disambut baik oleh penduduk setempat bernama Na’vi. Manusia ingin mengambil mineral melimpah yang celakanya tertimbun tepat di bawah tempat pemukiman para suku Na’vi. Dalam organisasi manusia sendiri terdapat dua sisi pendekatan terhadap para Na’vi. Para militan di bawah pimpinan Kolonel Quatrich ingin mengambil cara yang paling cepat dan efektif dengan mengganyang para Na’vi memakai senjata mereka. Sebaliknya, para ilmuwan di bawah pimpinan Dr. Grace Augustine berusaha melakukan pendekatan sosial dengan mengajarkan mereka bahasa Inggris bahkan menciptakan sebuah sistem bernama Avatar.

Avatar adalah sosok makhluk campuran dari DNA manusia dan DNA Na’vi yang bisa dipakai oleh manusia yang memiliki gen sama. Sebuah pengendali Avatar bernama Tony meninggal setelah dirampok orang sehingga saudara kembarnya Jake Sully-lah yang mengambil tanggung jawab untuk ke planet Pandora menjadi pengendali Avatar. Bedanya dengan yang lain, Jake Sully adalah mantan marinir yang kedua kakinya lumpuh karena perang. Sadar bahwa Jake memiliki latar belakang militer yang sama dengannya, Kolonel Quatrich meminta Jake untuk tidak sekedar menjalin persahabatan dengan para Na’vi, tetapi juga menjadi mata-mata yang memberi mereka informasi mengenai kelemahan para Na’vi. Seiring dengan berlalunya waktu, Jake pun makin jatuh cinta kepada dunia Pandora dan suku Na’vi. Siapa yang harus ia dukung ketika perang antara keduanya tak bisa terelakkan?

Kalau kalian merasa bahwa cerita ini familiar, jangan heran. Bila disuruh meringkas Avatar, saya akan mengatakan bahwa ini adalah Dance with the Wolves atau The Last Samurai atau Pocahontas yang tidak lagi bersetting di dunia ini tetapi di luar angkasa sana. Kesamaannya sungguh kentara. Seorang yang berasal dari pihak yang menginvasi kemudian merasakan hidup bersama dengan pihak yang diinvasi dan akhirnya berubah menjadi sang pemimpin untuk memberontak balik. Kita semua tahu kisah klise itu, tetapi di tangan Cameron semua masih bisa terasa cukup orisinil untuk ditonton lagi. Cameron juga masih seorang sutradara yang piawai mengatur tempo film. Di awal film kita diajak untuk berkenalan melihat dunia Pandora. Temponya dirasa oleh banyak orang (bahkan oleh teman yang bersamaku nonton) lambat, tetapi Cameron sebenarnya tengah menyisipkan begitu banyak detail dunia Pandora di dalamnya. Dan ketika peradaban itu mendapatkan serangan di pertengahan film, penonton pun ikut terharu karena merasa bahwa Pandora sudah merupakan dunia yang mereka kenal. Itulah bedanya Cameron dengan Michael Bay atau Roland Emmerich. Ia memberi kita sebuah alasan untuk peduli pada karakter dan dunia di dalamnya, bukan sekedar meledakkan atau menghancurkan segala sesuatu di layar saja.

Tapi sebagus apapun cerita dalam Avatar, ia akan masuk ke dalam buku sejarah sebagai film dengan teknologi terdahsyat saat ini. Saya menonton banyak film dan bisa dengan mudah membedakan mana yang karakter yang CG dan mana yang bukan. Avatar adalah kasus yang berbeda. Melihat para Na’vi di berjalan di tengah manusia, melihat kedipan mata mereka, melihat kulit biru dan gerakan mereka. Semuanya membuat saya kesulitan membedakan mana yang CG dan mana yang bukan. Na’vi bukan satu-satunya yang mencuri perhatian saya tetapi dunia Pandora sendiri secara keseluruhan. Seperti yang saya katakan di paragraf di atas, perhatian Cameron terhadap detail-detail kecil dunianya luar biasa. Mulai dari habitat tanamannya (perhatikan bagaimana tanaman tertentu bisa menyala ketika diinjak), air terjun, pohon raksasa, hingga pulau yang terapung di angkasa. Seakan melihat animasi film Ghibli Laputa: Castle in the Sky, hanya kali ini versi live-actionnya. Di kubu manusia dan mesin-mesinnya sendiri ada beberapa yang mengingatkanku pada film lama Cameron, terutama robot yang dipakai Ripley bertarung dalam Aliens. Design ini membuat para penonton bersama dengan Jake mengenal dan mencintai dunia Pandora di dalamnya.

James Cameron juga tidak kembali sendiri – tetapi membawa tim sukses bersamanya. Ada artis Sigourney Weaver yang memerankan Dr Grace, kedua kalinya mereka bekerja sama setelah Aliens. Selain itu James Horner yang dulu membuat musik Titanic dipasrahi menggarap musik film ini. Selain OSTnya, ada lagu I See You yang dinyanyikan oleh Leona Lewis. Walau saya ragu lagu ini bakalan setenar My Heart Will Go On-nya Celine Dion, saya rasa I See You adalah lagu yang tepat untuk merepresentasikan film ini. Sam Worthington yang menjadi Jake Sully sendiri mencuri perhatian saya dalam perannya di Terminator Salvation – dan dalam film ini ia sekali lagi menunjukkan kemampuan aktingnya. Bila bisa terus mendapatkan peran pada film-film Box Office seperti ini, karir aktor Australia ini rasanya bisa mulus-mulus saja di Hollywood.

Satu-satunya kelemahan yang bisa saya dapat dari Avatar (dan itupun setelah membaca review lain) adalah tudingan yang mengatakan bahwa beberapa karakter di kelompok Na’vi terasa terlalu standar. Sebagaimana kebanyakan film serupa, ada sang pemimpin suku dan istri berikut putrinya, ditambah seorang ksatria suku lain yang kemudian menjadi rival sang jagoan utama. Toh lepas dari kekurangan minor itu, Avatar adalah salah satu film terbaik tahun ini. Silahkan bilang kalau 2012 di mana Emmerich menghancurkan segalanya itu seru, tetapi semua orang tahu bahwa membangun jauh lebih sukar ketimbang menghancurkan sesuatu. Dan itulah yang dilakukan James Cameron melalui Avatar. Ia membangun sebuah dunia. Sebuah dunia bernama Pandora. Welcome to the world.

Note: Walau dilansir resmi bahwa budgetnya ‘hanya’ 237 Juta USD, banyak pihak menyatakan bahwa budget Avatar mencapai 300 Juta USD. Beberapa bahkan berani mengasumsikan kalau budgetnya sampai menembus setengah milyar USD!

Score: 8.9

Movie Details
Director: James Cameron
Cast: Sigourney Weaver, Sam Worthington, Michelle Rodriguez, Zoe Saldana
Running Time: 161 Minutes

Love It? Share It!
  • Print
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Google Buzz
  • Plurk
  • Technorati
  • Tumblr

Tags: , , , , , ,

38 Responses to “Avatar (2009)”

  1. whatever....
    19. Dec, 2009 at 12:23 am #

    belum nonton TT…
    btw anda menonton 3D nya atau yg biasa?

  2. nezuko
    19. Dec, 2009 at 1:02 am #

    Well, durasinya di imdb koq 162 minutes kalo ga slh. menantikan sekuelnya kalo ada. Tapi kynya ga bakal ada sekuelnya yah, memang lebih baik ga dibikin sekuelnya kalo trnyt ntar jelek malah menodai title ini.

  3. nezuko
    19. Dec, 2009 at 1:15 am #

    http://www.slashfilm.com/2009/09/29/james-camerons-producer-on-battle-angel-alita-the-dive-and-avatar-2/

    now that’s cool, I don’t predict ’til the depth of Pandora. Speaking of which, it is indeed only in the surface of Pandora the 1st AVATAR takes place.

    And Battle Angle Alita? Curious to watch, gotta watch the anime first.

  4. Si Tukang Review
    19. Dec, 2009 at 2:03 am #

    @whatever: Nonton yang biasa… Solo engga ada yang 3D ni. Entar di Jakarta sebaiknya kamu cari yang 3D aja. Ga nyesel kok… Aku aja sayang ga nonton 3Dnya.

    @nezuko: Semenit beda bro. Infoku ngambil dari Wiki. Yah, give or take deh bos. Kalau Cameron sendiri sebenarnya sudah pengen banget bikin sekuelnya (at least dua), tentu saja dengan catatan kalau film ini sukses.

  5. john ramboh V
    19. Dec, 2009 at 5:23 am #

    waah udah main di ibu kota-ibu kota propinsi ya?! Di Malang kayaknya masih lama =(

  6. Si Tukang Review
    19. Dec, 2009 at 9:36 am #

    @nezuko: Jangan terlalu berharap. Ketika Titanic sukses dulu saja Cameron vakum sampai 12 tahun. Kalau film ini sampai gagal? Jangan-jangan Cameron pensiun pula dari dunia film.

    @John: Wah John. This is a movie yang kamu harus bela-belain pergi ke Surabaya buat nonton. ^^ It’s worth the trip. Apalagi kalau bisa nonton versi 3Dnya.

  7. Kencana
    19. Dec, 2009 at 12:53 pm #

    Saya udah nonton Avatar kemarin. Emang awal2nya terasa lambat sih. Walopun saya gak nonton di bioskop 3D, saya tetap emnikmati visual efeknya. Cantik banget. Saya paling suka phonnya yang bersinar warna ungu itu.

  8. movietard
    19. Dec, 2009 at 2:55 pm #

    secara visualisasi Avatar bikin saya…speechless, gak tau harus ngomong apa,dan asiknya sih, secara cerita, Avatar jauh lebih dalam dari Titanic,

    Nice review! lengkap banget reviewnya :)

  9. ajirenji
    19. Dec, 2009 at 7:17 pm #

    belilah majalah film dan sandingkan bonus poster Avatar dengan poster Lord of The Rings dan Star Wars, amat sangat pantas. Salute!!!!

    Btw, ada beberapa adegan agak terpengaruh The Matrix/300/Watchmen yah, adegan aksi di slow-motion beberapa detik.

  10. nezuko
    20. Dec, 2009 at 12:24 am #

    Kalo titanic apanya yang mau dibikin sekuel? Kapal tenggelam berikutnya? Ga mungkinlah, kalo avatar kan emang di endingnya dan dari segi plot cerita James sebenrnya udah mempersiapkan sebuah dunia dimana dia bisa meng eksplorasi seenak udelnya dia, tinggal tergantung ni movie pertama sukses ato tidak, semoga sukses jadi sekuelnya dibikin. Dengan catatan sekuelnya memiliki bobot cerita yang paling tidak setara movie pertama ini.

    O,ya soal kekurangan AVATAR ini, gw rasa sih ngga standar2 banget, karena James memang membuat Na’Vi sebagai pencerminan manusia yang SEHARUSNYA. bukan manusia2 yang hidup di planet ini sekarang dimana hampir semuanya udah individualis, tidak ramah lingkungan (Na’vi digambarkan sebagai bangsa yang melindungi bahkan binatang buas sekalipun, dan hanya membunuh untuk makan). Peran masing2 Na’vi di movie pertama ini memang masih belum begitu terlihat mnrtku, suku2 Na’vi yang lain belum diperlihatkan perannya kecuali saat dipanggil oleh Toruk Macto aja.

  11. nezuko
    20. Dec, 2009 at 12:27 am #

    O,ya tukang review gak nge-review game nya AVATAR nih? Ternyata dah launch sebelum movienya malah. Tgl 1 Desember. ^^:

  12. Si Tukang Review
    20. Dec, 2009 at 12:31 am #

    @nezuko: Baca lagi komentarku bro. Aku bilang setelah bikin Titanic dia ga bikin film lagi selama 12 tahun. Bukan ga bikin SEKUEL Titanic selama 12 tahun. ^^;

    Kalau game Avatar, engga terlalu tertarik bikin review sih – setidaknya dalam waktu dekat ini. Nanti kalau memang lagi senggang bikin deh. ^^

  13. raditherapy
    20. Dec, 2009 at 11:59 pm #

    well, pengalaman yang menakjubkan bisa ke Pandora :)

  14. whatever....
    21. Dec, 2009 at 10:37 pm #

    pandora merupakan dunia yg luar biasa!!!
    ga heran james perlu 12 tahun untuk memikirkan dunia pandora ini…
    kalo menurut gw kayanya bakal dibikin sekuel ke-2 nya nih… cuma ga tau bkal jadi gimana..

  15. Si Tukang Review
    22. Dec, 2009 at 9:52 am #

    Ada yang sudah menonton versi 3D dari Avatar? Banyak status FB dari teman saya menyatakan kalau versi 3Dnya bahkan LEBIH superior lagi ketimbang versi 2Dnya. Wow. Saya benar-benar penasaran pengen tahu.

    Sekedar update Box Office Report: Ternyata Avatar masuk ranking satu box office pekan ini dan mencetak 73 Juta USD, terbesar kedua sepanjang Desember di belakang I Am Legendnya Will Smith, walaupun bila menghitung inflasi tentu saja masih kalah dengan Return of the Kingnya Peter Jackson.

  16. WewW
    22. Dec, 2009 at 6:44 pm #

    Besok baru mau nonton 3D nya.. ^^

  17. movietard
    22. Dec, 2009 at 9:59 pm #

    saya udah nonton versi 3Dnya Tukang Review
    dan memang lebih keren, mahluk di Pandora jauh lebih hidup dan bahkan saking lebainya saya, waktu bunga yg seperti putri malu menguncup aja saya jerit :)
    hanya aja disini menurut saya dipengaruhi dengan teknologi 3D yang dipakai juga,
    so far, untuk film2 3D yang bukan animasi saya emang selalu ntn diblitz, soalnya Blitz makai RealD, pengalaman saya sih bilang kalo ntn yg via RealD lebih bagus apalagi buat film action/thriller dibanding di XX1 yang memakai dolby digital 3D
    Kalau sempet nonton aja, domisili kamu di mana sih? di Bandung kan Blitz baru buka 3Dnya
    dan di Avatar ini terbukti, teman saya yg dua kali nonton 3D di blitz dan XX1 membandingkannya, dan dia lebih suka saat ntn diblitz

  18. Si Tukang Review
    22. Dec, 2009 at 10:23 pm #

    @movietard: Saya di Solo. ^^;; Jadi sebenarnya Avatar belum main di sini, ketika saya nonton harus bela-belain deh untuk pergi ke Jogja supaya bisa nonton. ^^; Kalau movietard ada di Jakarta atau Bandung enak ya bisa nonton di Blitz dan XXI…

  19. Buaya Film
    22. Dec, 2009 at 11:39 pm #

    Salah satu film favorit gue di tahun 2009 ini. Avatar memang luar biasa memukau, biarpun orang bilang cerita dalam film ini klise tapi James Cameron punya kelihaian meramu cerita klise itu menjadi sebuah tontonan adiktif yang pengen ditonton berkali2. Benar2 salut dan dua jempol (kalo bisa empat jempol) untuk visualisasi yang juga sangat realistik disini. Yang judulnya 2012, transformers 2, g.i joe, wolverine semuanya minggir aja, sama sekali ga bisa dijadikan tandingan buat film ini.

  20. Lina
    23. Dec, 2009 at 11:19 pm #

    GREAT job James Cameron!!, cuman sayangnya 3-D di XXI JAUH dibandingkan 3-D IMAX, mending nonton yg biasa aja. Masih lebih nyata nonton di 3D Keong Emas.

  21. MovieMania
    23. Dec, 2009 at 11:48 pm #

    gila ney fil emang keren abiz…
    ga percuma lah 300jt usd tuvh jadi film yang benar2 real.
    salut buat Om James Cameron…

  22. Blog Paling Keren
    24. Dec, 2009 at 1:03 am #

    Lengkap banget reviewnya gan…

    saya ketinggalan nih…baru aja tadi nontonnya dan langsung bikin review juga di blog saya. yuk dibaca review saya…

    salam kenal, terima kasih

  23. Si Tukang Review
    24. Dec, 2009 at 10:32 am #

    @Lina: Wuah, benarkah. Beberapa sudah menyarankan nonton di 3D XXI, ada beberapa menyarankan di IMAX Keong Mas, ada juga di Blitz. Wuah. Ini film kelihatannya sungguh ‘berbeda’ kalau di 3Dnya. ^^;
    @MovieMania & Blog Paling Keren: Thanks ya sudah mampir di sini. Untuk Blog Paling Keren, nanti saya singgah deh ke blog anda. Kalau sempat nanti juga pasti saya link di blog saya. Thanks ya.

  24. Avatas 2009 fans
    25. Dec, 2009 at 10:57 am #

    Buat yg main warcraft, film ini nggak akan asing, ibarat human vs elf, tokoh2nya mirip, sangat mirip sekali, bagaimana menghasilkan pasukan terbang elf di worfcraf, dll. dan.. jalan ceritanya mungkin ketebak sedari awal, terutama yg main warcraft akan langsung mengerti. tetapi.. sutradara yg luar biasa akan bisa membuat sesuatu yg biasa menjadi spektakuler, diluar semua kekurangannya, ini adalah film luar biasa yg layak kita semua tonton.

  25. Kagekun
    25. Dec, 2009 at 9:04 pm #

    Mau curhat dikit ^_^ Waktu denger bakal ada film bioskop judulnya AVATAR, aku pikir AVATAR THE LAST AIRBENDER (AVATAR AANG) yang bakal dijadiin film. Sebelum liat trailernya aku dah ngebayangin kalo ntar AANG, KATARA dkk yang bakal dijadiin versi live action. Tapi pas liat trailernya aku sedikit kecewa & ga begitu minat buat nonton film ini (soalnya jauh beda sama bayanganku).
    Well, akhirnya aku sedikit penasaran setelah liat di satu bioskop di bandung, avatar sampai diputar di 5 studio. Akhirnya aku coba buat nonton (meski harus duduk di barisan pertama karena saking banyaknya orang yg mau nonton film ini) dan akhirnya kekecewaanku berubah jadi rasa kagum yang luar biasa melihat visualisasi sebuah dunia bernama PANDORA yang ditampilkan film ini. Untuk film dengan budget 300 juta USD, film ini adalah film yang sangat bagus. Baik dari segi visual effect maupun cerita yang disampaikannya. Sebuah film yang sangat indah untuk menutup tahun 2009 ^_^

  26. Hanif
    26. Dec, 2009 at 1:42 pm #

    Hhh…untung g pernah main warcraft, jd lbih spesial dehh…he..he..

    Mau posting apa yah…semuanya sudah ad, wkwkwkk..
    share aja ah…

    Kmrin nton 2x, non3D dulu kmudian yg 3D…
    bagi yg belum ‘sempurna’ listening ny, sy sarankan nton yg non3D saja, sayang film -yg akan mjd- legenda gni klo g dinikmati secara ‘keseluruhan’…

    Kt tmen2 lbih baik 3D di blitz dri pd yg XXI…
    Ini pngalaman pertma nton 3D….weww….sangaaaaaaaaaaatttt memmpesonaa…(terharu aq dibuatnya) u/ film2 sci-fi.
    Biar puas coba aj sndiri, he..he..

    Oy, ad perbedaan antara avatar dg mkhluk na’vi, jumlah jari avatar 5 sedangkan na’vi hanya 4…
    Selain itu klo di versi 3D ad adegan yang dipotong loh, hayo tebak…khu..khu…

    Yupp, penggambaran yg sangat detil u/ dunia pandora…sgat sedih juga klo di babat habis gtu…

    Ingin punya rambut konektor…biar bs nyobain smua hewan di pandora, khu..khu…(smoga aja bisa sync)

    pengisi suara neytri mampu menghidupkan karakter animasi…
    Kekecewaan akan kepercayaan yg diberikan, serta kesedihan yg menyayat saat kehilangan mampu membuat qt ikut terhanyut dlam suasana…

    Ad tmen yg bilang antiklimaks nya kurang ngena bgtu…
    Untuk klimaks yg kompleks msi lbih baik Dark Knight…
    Oy, ad bbrp pertanyaan yg ad dipikiran…
    Knpa y harus jake sully yg harus ikut ekspedisi prof Grace k lapngan, pdhal di kamp msi bnyk avatar lain yg lebih berpengetahuan ketimbang jake sully..

    Sempat berfikir…inikah puncak dari teknologi cg?? Hmmm… We’ll see…
    Maz JC/ jg mmpu membuktikan bhw tehnologi CG memudahkan sang sutradara u/ mengekspresikan imaginasiny dengan lebih liarrr ….

  27. WewW
    26. Dec, 2009 at 5:25 pm #

    Huah, nonton 3D di XXI, kok rasanya lom puas.. Apa karena kacamata 3D yg gw pake rada burem yah? Tapi kalau ditanya soal dunia pandoranya yang pasti keren banget lha! Suka ama serangga gasing! hihi..

  28. alfi
    27. Dec, 2009 at 12:39 am #

    reviewnya perfect bgt..g klah ama film yg d review..

    teus terang ini kali pertama saya rela bersusah payah mau membaca blog seseorang dari awal samapai hbis..dan ini jg debut perdana saya mau mengomentari suatu blog..g tau karena saya emang g henti2nya mengagumi filmnya atau emang reviewnya menarik..

    rekomendasi buat teman2 yang belum nnton..sebaiknya tonton dulu yang 2D..barulah nnton yang 3D..karena d gak ad subtitlenya..tapi klau teman2 bisa mengerti bahasa inggris itu lebih baik..kalau belum sebaiknya nnton yg biasa dulu..

    tapi jangan sampai gak nnton samasekali..karena ini film pefect bgt..kalau ada yg mengkritik suruh aja bia bikin film yang menurut dia bagus..nnti sama2 kita bandingin filmnya..hahahaha

    film ini jga mengandung sisi edukasinya seperti hidup selaraslah dengan alam, keserakahan itu selalu berakibat buruk, tidak semua bisa dipaksakan..semut aja bakalan ngegigit kalau diganggu (kaya lagu dangdut yaa..hehehe)

    udah ah..bisa banyk ini komentar kalau dilanjutin..

    selamat meonton aja..
    BETTER VIEW IN 3D

  29. Si Tukang Review
    30. Dec, 2009 at 8:40 am #

    Catatan Box Office Report on Avatar:

    Turun hanya sekitar 2% dari minggu pertamanya (luar biasa mengingat pendapatan minggu pertama Avatar sudah 70 + Juta USD), Avatar menjadi film dengan weekend kedua terbesar sepanjang masa melewati The Dark Knight.

    Dengan masa Natal yang terus berlanjut, bukan tidak mungkin pendapatan Avatar terus naik tajam – bahkan bisa jadi melebihi Harry Potter sebagai film kedua terlaris tahun ini (dan ada kemungkinan tipis melewati Transformers: Revenge of the Fallen juga!).

    Sejauh apa Avatar akan melangkah? Yang jelas weekend lalu adalah weekend terbesar sepanjang sejarah melewati rekor minggu pembukaan The Dark Knight, thanks to the trio Avatar, Alvin, and Sherlock Holmes.

  30. dr.Miki
    05. Jan, 2010 at 11:01 pm #

    Film ini memang perayaan visual dan teknologi, yang, sayangnya… tidak didukung oleh storyline yang lebih ‘menggigit’.

    Well, gue tau bakalan dihantam seisi dunia bikin pernyataan begini tapi itulah pendapat gue pas nongton Avatar. Pas keluar dari bioskop ada perasaan yang aneh dan ga puas dengan pilem berdurasi lumayan bikin stress ini. Di satu sisi, visualnya luarbiasa, jempol saya ga cukup buat menunjukkan kehebatan visual dan teknologi Avatar. Concept ilustrationnya jelas super detail, nggak boong dah soal itu.
    Di sisi lain, storylinenya yang begitu, sori aja, klise membuat film ini seperti gampang dilupakan, me like… okay, it’s just another Pocahontas movie, with alien.

    Lain banget pas abis nonton Ratatoille, ato wall-E, ato bahkan 9. Yah… timpang ya, menurut gue. Sayang banget sih.

    Cuman Avatar tetep highly recommended, dalam kasus ini kehebatan visual Avatar bisa mengobati kekurangan storyline-nya. Jarang2 sih film kek gitu.

  31. Blog Paling Keren
    08. Jan, 2010 at 12:52 am #

    Ok deh kalo gitu…makasih ya…. :-)
    Have a nice day…

  32. Si Tukang Review
    08. Jan, 2010 at 7:56 pm #

    Hehe. Beberapa orang juga berusaha membela movie ini dengan mengatakan bahwa Star Wars pun demikian. Pada jamannya Star Wars ceritanya tergolong biasa-biasa saja, lantas semuanya berubah ketika ia menjadi salah satu franchise tersukses sepanjang jaman.

    Semoga saja bila Avatar 2 memang akan digarap, karena teknologi tidak lagi bakalan fokus Cameron, maka storylinenya bakalan digali lebih dalam. Cameron kalau bikin sekuel selalu bagus-bagus lo. Aliens contohnya ga kalah sama Alien pertama, padahal cuma ambil alih dari Scott. Atau Terminator 2 yang buatku masih film kedua terbaik favoritku. He he he.

  33. Si Tukang Review
    24. Feb, 2010 at 2:24 pm #

    saya akhirnya nonton versi 3d di real 3d blitz.

    ironisnya saya justru hampir jatuh ketiduran ketika nonton (beneran!)

    setelah tahu ceritanya (karena uda nonton dua kali versi 2d sebelumnya) menontonnya lagi untuk kali ketiga terasa membosankan sekali walaupun saya disuguhi efek-efek 3d yang memanjakan mata (sekaligus memusingkan begitu masuk ke putaran jam kedua)

  34. Hanif
    07. Mar, 2010 at 10:33 pm #

    maaf titip link, karena untuk tugas kuliah rieval
    kalau mau dihapus, mohon setelah 2 bulan kedepan saja.

    terima kasih banyak…

  35. Si Tukang Review
    07. Mar, 2010 at 11:30 pm #

    Titipan linknya di satu tempat saja ya Hanif… Yang di sini saya biarkan, tetapi yang di Alice saya delete. Mohon maaf karena linknya tidak berhubungan dengan dunia entertainment.

  36. john ramboh V
    08. Mar, 2010 at 6:09 am #

    hmmm…ini membuktikan bahwa website ini adalah website yang laris karena dipakai untuk menyampaikan banyak hal, mulai informasi dunia entertainment, jualan baju, sampe tugas kuliah…hahahahaha

  37. Nesta
    29. Mar, 2010 at 10:07 pm #

    Mungkin karena masalah storyline-nya juga, avatar gak jadi dapat oscar…

  38. miawruu
    08. Jul, 2010 at 5:41 am #

    satu2nya alasan aku suka banget ma film avatar ini adalah setting planet pandoranya yg MIRIIIIIIIIP banget dg dunia final fantasy di FF X. Apalagi hutan dan danaunya Pandora di saat malam, mirip banget di macalenia wood tmp Yuna dan Tidus kissing hihihihi

Leave a Reply