Call of Duty: Modern Warfare 2

Posted on 16 December 2009 by Si Tukang Review

Call of Duty: Modern Warfare 2 Cover

Call of Duty: Modern Warfare 2 Cover

(Review Based on PC Version)

Yang mengatakan kalau industri game tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu perlu berkaca lagi pada statemen tersebut. Tahun ini adalah tahun lahirnya Street Fighter IV, Resident Evil 5, Batman: Arkham Asylum, Uncharted 2, Dragon Age: Origins, Legend of Zelda: Spirit Tracks, The Sims 3, GTA: Chinatown Wars, New Super Mario Bros Wii, dan banyak - banyak - banyak sekali game-game keren lainnya. Tetapi bila saya diminta memilih mana yang harus saya nobatkan untuk menjadi game of the year, tanpa ragu saya akan memilih: Call of Duty: Modern Warfare 2. Saya tahu ada banyak orang yang mengatakan kalau game ini overrated dan dipuji berlebihan sekedar karena ia memecahkan rekor penjualan video game terbesar sepanjang masa. Sekedar catatan, pendapatan Modern Warfare 2 yang mencapai 310 Juta USD hanya pada hari pertama perilisannya adalah pendapatan dunia hiburan terbesar sepanjang masa (The Dark Knight yang memegang rekor opening weekend terbesar film ‘hanya’ mendapat 158 Juta USD selama tiga hari pertama masa tayangnya). Apa sebenarnya yang membuat saya berani berkoar kalau game ini adalah game terbaik tahun ini (setidaknya bagiku)? Silahkan baca.

Call of Duty pertama adalah salah satu serial FPS yang paling kukenang. Serial ini pertama kali dirilis oleh Activision pada tahun 2003, dan saya langsung terkesima ketika melihat Perang Dunia II yang brutal. Saat berperang bersama menyerbu markas musuh amat berbeda dengan FPS-FPS yang ada pada masa itu. Sontak Call of Duty menjadi franchise yang sukses dan terkenal. Tahun demi tahun Activision terus merilis sekuel game Call of Duty yang semua mengambil latar yang sama Perang Dunia II. Memasuki game keempatnya, Infinity Ward selaku developer yang menelurkan game ini sadar bahwa tema Perang Dunia II sudah basi. Seru sih memang seru, dan mungkin masih ada banyak sekali perang-perang yang bisa dimasukkan dalam skenarionya, tetapi Infinity Ward ingin mencoba satu konsep yang baru - yang lebih fresh. Lahirlah Call of Duty 4: Modern Warfare yang mengambil setting bukan di masa lalu yang sudah terukir sejarah melainkan masa depan alternatif. Bisa dibilang Call of Duty 4: Modern Warfarelah yang membawa franchise Call of Duty menjadi superstar dunia FPS. Perlahan tapi pasti, bahkan game center yang biasa dipenuhi kebisingan game lama Counter Strike mulai berubah menjadi Modern Warfare.

Begitu cintanya gamer pada Modern Warfare, ketika tahun lalu seri kelima Call of Duty dirilis dengan sub-judul World at War dan (kembali) mengambil setting di Perang Dunia II, banyak sekali orang kecewa dan mengecam ini sebagai langkah mundur serial Call of Duty. Yang mereka tidak tahu saat itu adalah, serial Call of Duty sebenarnya didesign oleh dua developer hampir secara simultan untuk memastikan publisher Activision punya satu game Call of Duty untuk dirilis tiap tahunnya. Sementara Infinity Ward merilis Modern Warfare di tahun 2007, Treyarch yang adalah pengembang satunya gantian merilis World at War di tahun 2008. Di tahun yang sama, Infinity Ward tengah bekerja keras untuk memenuhi harapan gamer akan sebuah game Modern Warfare yang baru. Dirilislah Modern Warfare 2 tahun ini - dan sisanya adalah sejarah. Tercatat dalam lima hari pertama saja sudah ada delapan juta orang online dan bermain Modern Warfare 2 secara multiplayer!

Saya tahu bahwa tidak biasanya sebuah FPS mementingkan cerita, tetapi Modern Warfare 2 adalah pengecualian. Ringkasan berikut ini bisa jadi mengandung spoiler, sehingga kalau kamu peduli dengan spoiler - lompati paragraf ini. Lima tahun berlalu setelah akhir Modern Warfare pertama. Kematian Imran Zakhaev bukannya menjadikan dia seorang penjahat perang - malahan berubah menjadi seorang pahlawan dan martir di Russia sana. Lebih mengecewakannya lagi adalah Vladimir Makarov yang dulunya seorang ajudan Zakhaev mulai membentuk kelompok teroris yang terus menyerang berbagai kota di Eropa. Amerika tentu saja tidak tinggal diam dan menyusun regu elit Task Force 141. Salah seorang anggotanya bernama Joseph Allen ditugaskan untuk menyusup dalam rombongan Makarov dalam aksi terorisme mereka. Aksi tersebut termasuk menembaki seluruh penumpang di bandara internasional Moskow secara membabi-buta. Sial bagi Allen, Makarov memergoki penyamarannya dan membunuhnya. Saat mayat Allen teridentifikasi, Russia pun marah besar karena menganggap Amerika berada di balik serangan tak berperikemanusiaan itu. Mereka membajak sistem radar di Amerika dan melancarkan serangan besar-besaran secara diam-diam ke kota Washington. Sementara kamu harus menghentikan invasi Russia ke tanah Amerika, kamu juga harus mencoba menangkap Makarov yang merupakan dalang semua kekacauan ini.

Karena ada beberapa plot yang berjalan bersamaan dalam cerita, kamu juga akan memainkan beberapa karakter berbeda di berbagai macam lokasi (untuk Single Player Mode). Modern Warfare 2 memang menyenangkan untuk dimainkan sendiri maupun bersama-sama. Dimainkan bersama-sama sih sudah jelas. Dengan grafis terkini, berbagai macam map dan campaign yang bisa dipilih (dan saya rasa akan terus bertambah seiring dengan hadirnya expansion pack resmi maupun tidak resmi), Modern Warfare 2 bisa dimainkan berjam-jam dengan kawan-kawanmu. Toh, dimainkan sendiri pun Modern Warfare 2 tidak kalah asyiknya. Single Player Mode menawarkan tur gratis ke berbagai macam lokasi eksotik dunia. Setelah misi prolog di Afghanistan, kita masih dibawa untuk melihat Rio De Janeiro, Siberia, Moskow, Washington, dan banyak tempat lagi. Setiap lokasi juga memiliki tujuan yang berbeda-beda sehingga misi tidak pernah terasa monoton. Misi yang paling memorable bagiku adalah Cliffhanger yang merupakan misi kedua. Tidak tanggung-tanggung, misi ini diakhiri dengan kejar-kejaran naik snowmobile yang sangat intens dan menegangkan. Beberapa pihak mengkritik Single Player Mode terlalu cepat dibandingkan game-game Call of Duty sebelumnya. Saya tidak setuju. Saya memerlukan waktu kira-kira enam hingga delapan jam untuk menyelesaikan Single Player Mode yang terbagi menjadi 18 chapter ini - cukup panjang untuk ukuran game FPS. Lagipula apa gunanya memperpanjang sebuah cerita Single Player Mode apabila malah mengorbankan kualitas ceritanya sendiri? Setiap satu chapter dalam game ini menurut saya berpengaruh untuk memajukan jalan ceritanya sebagai satu kesatuan. Tunggu apa lagi Hollywood? Garap versi film dari game ini! Selain mode ceritanya, dalam Single Player Mode juga terdapat berbagai variasi misi Solo yang bisa kamu jalankan bila kamu penasaran dengan kemampuanmu sendiri. Semakin bagus kamu menyelesaikan tantangan-tantangan yang ada, semakin banyak medal yang akan kamu menangkan sebagai penghargaanmu. Tantangan yang pendek - tetapi cukup mengasyikkan untuk mengisi waktu dan terus mengasah ketajaman instingmu.

Cerita yang hebat dan gameplay yang seru itu juga ditunjang oleh grafis dan suara yang ekselen. Seperti yang saya katakan tadi, Single Player Mode membawa pemain ke berbagai lokasi yang berbeda-beda di dunia, mulai dari putih dinginnya Siberia di tengah badai salju, serangan bawah laut di sebuah stasiun lepas pantai, perkampungan kumuh Rio De Janeiro, sampai pada kota Washington yang membara. Semuanya berbeda kecuali satu: semuanya digarap dengan detail yang mengagumkan. Bagi yang memainkannya di PC pun tak perlu khawatir sebab Modern Warfare 2 bukan game yang rakus spesifikasi (I’m looking at you Crysis), asal komputermu dulu kuat memainkan Modern Warfare pertama dan World at War, Modern Warfare 2 pun bisa kamu mainkan dengan setting standar tanpa slowdown berarti. Musik dalam Call of Duty sudah biasa ditangani oleh komposer-komposer top dan ini pun bukan pengecualian. Apabila di prekuelnya duet Stephen Barton dan Harry Gregson-Williams yang menggubah track-tracknya, kali ini musik dikompos oleh Hans Zimmer. Keberanian Infinity Ward merekrut komposer-komposer besar ini terbukti manjur. Ingat misi Cliffhanger yang kutulis di atas tadi? Alasan kenapa misi tersebut begitu memorable tidak hanya adegannya saja tetapi karena musik Zimmer yang mengiringi sangat pas menggiring emosiku. Saya jarang menyarankannya, tetapi untuk Modern Warfare 2, kalau kamu bisa mendapatkan OSTnya maka belilah itu tanpa ragu!

Memang Modern Warfare 2 tidak memberikan inovasi baru seperti ketika sang prekuel mengubah fondasi setting FPS, tetapi dengan jalan cerita yang fantastis, grafis yang tajam tetapi tidak makan banyak resource, kualitas musik yang luar biasa, sampai unsur fun dan replayability yang tinggi, Call of Duty: Modern Warfare 2 saya nilai layak mendapatkan penghargaan game terbaik tahun ini.

Final Verdict

Gameplay: 10
Single Mission Mode-nya langsung bikin ketagihan untuk memainkannya terus dan terus. Kualitas cinematic scenenya disutradarai dengan meyakinkan dan berkali-kali saya harus meyakinkan diri saya bahwa ini ‘hanya’ game dan bukan film. Bila kamu bertujuan ingin memainkan game ini online, pilihlah versi 360nya karena jaringan Live dari X-Box saat ini merupakan jaringan yang paling menunjang. Sebaliknya bila ingin mendapatkan grafis terbaik untuk game ini, beli graphic card terbaik dan bersiaplah untuk terpana memainkannya.

Graphic / Sound: 9.0
Kualitas grafis Modern Warfare 2 mungkin tak bisa dibandingkan dengan Crysis atau Farcry 2 bila sama-sama dimasukkan pada setting maksimum. Tidak berarti grafisnya jelek. Justru saya lebih kagum pada Infinity Ward yang mampu mendapatkan keseimbangan sebuah game yang tetap apik pada grafisnya tetapi bisa dimainkan di (hampir) semua gaming computer. Untuk versi konsolnya sendiri, kualitas Modern Warfare II setara (kalau tidak sedikit lebih baik) dengan FPS-FPS yang ada saat ini. Kualitas musik yang ditangani oleh Hans Zimmer dan voice acting yang meyakinkanlah yang menjadi poin terkuat sisi audio visual.

Play Time: 10
Setelah memainkan Single Player Mode (baik yang Campaign dan Cooperative) yang bisa menyedot 10 hingga 20 jam, bergabung dalam komunitas dunia maya (konsol) atau mainkan game ini secara LAN di Game Center (PC). Dengan angka 8 juta orang (dan mungkin terus bertambah) yang terkoneksi di dunia internet guna memainkan Modern Warfare II, jangan heran kalau game ini akan jadi idola dalam turnamen-turnamen FPS yang akan datang!

Score: 9.8

Game Details
Developer: Infinity Ward
Publisher: Activision
Genre: FPS

23 Comments For This Post

  1. john ramboh V Says:

    shortest COD…but it is THE COOLEST ONE, yup COD MW2 adalah salah satu FPS terbaik sepanjang sejarah dan juga yang paling pendek, bayangin aja, seorang gamer FPS veteran bisa nyelesain game ini dengan tingkat kesulitan “veteran” hanya dalam waktu kurang dari 10 jam. Kalo buat aku sih sebenernya seri2 COD itu adalah sebuah pembuktian dari kreator engine IW yaitu Infinity Ward bahwa sebuah game dengan kualitas visual yang sangat bagus tidak harus memerlukan hardware yang gila-gilaan.
    Didukung ama storyline dan gameplay yang hebat memang tidak bisa dipungkiri bahwa game ini adalah FPS terbaik, bahkan lebih bagus dari Farcry 2 or Stalker (menurutku).
    Tapi ada yang bikin aku agak bingung…kenapa ya, kalo seri COD digarap ama developer selain Infinity Ward, kayak Treyarch ceritanya jadi agak aneh dan terkesan “lame” (COD 3, COD World At War)

  2. Si Tukang Review Says:

    John, dulu aku main Call of Duty pertama dan Modern Warfare pertama sampai tamat menurutku juga engga terlalu panjang lo? Ya sekitar 10 jam juga deh kurang lebih.

    BTW, gimana tanggapanmu habis main misi No Russian? Aku langsung berhenti main sementara karena mual-mual tuh. >_>;

  3. john ramboh V Says:

    waduh ampe mual2 segala, kenapa bro?! Hmmm killing field syndrome eh? hahaha…
    Misi No Russian adalah pengalaman pertama kalinya aku main FPS nembakin civilian (jumlahnya gila2an lagi), gimana lagi lha wong objectivenya bunuh Russian sebanyak-banyaknya, jadi inget Left 4 Dead bedanya yang kita tembakin orang hidup. Jujur bro, yang ngedesain level ini bener2 edan, Rambo aja gak sampe kayak begitu =P… tapi ya itu, it’s just a game lagian gore-nya juga biasa aja, masih kalah sadis ama COD World at War or Manhunt

  4. Si Tukang Review Says:

    Iya. Ga biasa rasanya membunuh civilian, dan walaupun pernah merasakan bunuh-bunuhan serupa lewat World at War, rasanya berbeda (mungkin karena itu perang). Ya mungkin disturbingnya sama kaya Manhunt - tetapi Manhunt sebenarnya kan karakter ngelawan gara-gara dia ditekan terus dan diburu.

    Sebenarnya bukan obyektif bunuh Russian sebanyak-banyaknya. Saat itu Makarov memperingatkan kepada Joseph Allen “No Russian” karena dia sudah tahu bahwa Allen adalah anggota Task Force yang dikirim untuk menginfiltrasi kelompoknya. Dengan tidak mengatakan apa-apa dalam bahasa Russia, akan memudahkan Makarov untuk ‘menuduh’ Allen sebagai kambing hitam dalam pembantaian tersebut (alias Amerika di belakangnya).

    Dan akhirnya memang itu yang terjadi. Kesalahpahaman ini sebenarnya juga sempat terjadi dalam translasi versi Jepangnya (kalau tidak salah kata-kata Makarov malah ditranslasikan jadi “Kill them all! They’re Russian” yang membuat banyak gamer kebingungan gara-gara plotnya jadi ga nyambung. Walhasil para gamer Jepang memilih impor game deh. ^^;

  5. john ramboh V Says:

    Iya ya…aku gak mikir sejauh itu, habis asyik sih hahahahaha

  6. Rizky Andreas Says:

    Game itu harus ada sequelnya Bro, endingnya “Menggantung”
    WHERE IS MAKAROV???

  7. Dedy Kurniawan Says:

    wah.. senengnya bisa main…
    nasibku lain… habis selesai instal.., bisa masuk ke game nya tapi tampilannya jadi hancur, tulisan2nya tidak bisa dibaca.. padahal dulu juga bisa buat main Modern Warfare n World at War,.. kenapa ya??

    apa drivernya?? atau setting-an display-nya??

  8. john ramboh V Says:

    vga-nya apa bro?

  9. Si Tukang Review Says:

    Iya bro Dedy, kalau VGA-nya bisa main Modern Warfare dan World At War secara lancar mestinya Modern Warfare 2 juga bisa jalan tanpa masalah kok.

  10. john ramboh V Says:

    Ada sedikit perbedaan tapi dampaknya lumayan besar…yaitu COD 4 en WAW itu pake IW engine ver 1.0, yang sebenernya bisa berjalan dengan lancar dengan VGA card yang shader 2b (bukan shader 2.0!!!) seperti Radeon 9550 or GeForce FX 5900…sedangkan MW 2 menggunakan IW engine ver 4.0 yang sepengetahuan saya harus (sangat harus) menggunakan VGA yang support shader 3, seperti NVidia 6600 GT en Radeon X1600.

  11. AZUMI NAKAMURA Says:

    gw lg maen game ini tp lcd langsng blank…..directX has encountered an unrecoverable error……nah itu gimana ya…vga nya GF 8500 GT…TOLONG dong kasih solusinya tp ga jarang ol..klo bisa ke inbox d FB aja “azumi nakamura” makasih banget ya sebelumnya

  12. Si Tukang Review Says:

    Err…

    Saya pribadi kurang mengerti kalau soal teknis seperti ini. Mungkin john bisa membantu?

  13. john ramboh V Says:

    wah-wah di FB Azumi Nakamura yang mana? hehehe…coba diugprade DirectX-nya

  14. Dedy Kurniawan Says:

    punya ku Radeon X1550, berarti belum support ya mas john??

  15. john ramboh V Says:

    @Dedy: menurutku sih dicoba aja, walaupun gak ada di list, tapi X1550-kan udah shader 3

  16. john ramboh V Says:

    oh, sorry bro Deddy, saya gak baca postingan sebelumnya, apa bro Deddy udah download driver terbaru?

  17. dodick Says:

    emang beneran keren nih game, super duper wajib main… untung gw main di konsol, jadinya gak ribet maininnya

  18. Dedy Kurniawan Says:

    driver terbarunya apa mas John??

  19. john ramboh V Says:

    ya download drivernya x1550 di situsnya ATI, kalo belom berhasil juga, berarti VGA-nya enggak support…aku gak bisa coba pake VGA ini, soalnya kompie di sekitarku gak ada yang pake seri ini…

  20. Slasky Says:

    Aq udh install game ini. Tapi saat dibuka tulisannya nggak jls gitu (pecah2) jd nggak bisa dibaca. Kira2 knp ya? Trus aq nginstallnya didrive E yg kapasitas 20 Gg, sblm diinstal ada space 11 Gg tp stlh itu sisa dikit bgt cm 1 Gg dan bikin lemot pc ku. Dan info 1 lg aq pk radeon x1550.
    Mohon bantuannya?

  21. john ramboh V Says:

    Sebelumnya, silahkan dilihat lagi system requirementsnya:
    Operating System: Windows XP with Service Pack 2 or Windows Vista
    CPU: Intel Pentium 4 @ 3.2 GHz, Core Duo @ 1.8 GHz or higher, or AMD
    Athlon 64 3200+ processor
    Memory: 512 MB (1024 for Vista)
    Hard Drive Space: 16 GB of free space
    VGA: Nvidia GeForce 6600GT (256 MB) or ATI Radeon 1600XT (256 MB)
    Sound Hardware: 100% DirectX 9.0c compliant card

    Seperti pada postingan saya sebelumnya, saya tidak tahu apakah COD MW2 ini bisa disupport oleh vga kelas x1550, tapi kalo udah download dirver terbaru dan directx bawaannya game-nya namun belum ada perubahan, berarti vga-nya tidak support…

  22. Si Tukang Review Says:

    ^^; Ah. John… Technical Support buat game Modern Warfare II nih. Hihihi. ^^

  23. john ramboh V Says:

    any game bro, as long as I could…=)

Leave a Reply

Advertise Here
Advertise Here