Green Lantern – Secret Origin

Green Lantern: Secret Origin Cover

Green Lantern: Secret Origin Cover

Green Lantern selalu berasa seperti franchise sekunder di bawah trio Superman, Batman, dan Wonder Woman di DC. Memang selalu ada salah satu Green Lantern berperan dalam even-even penting DC atau tergabung dalam grup Justice League of America, tetapi tidak pernah ia mendapat posisi sorotan sebagai karakter utama. Semenjak DC memutuskan membunuh Hal Jordan di tahun 1994 dan menggantikannya dengan Kyle Rayner, franchise Green Lantern kian terdegradasi. Tidak saja Kyle tidak bisa menjadi Green Lantern setangguh Hal, ia juga tidak memiliki wibawa sehingga lebih terasa layaknya superhero junior yang tergabung dengan para Teen Titans.

Untungnya saja semua itu berubah setelah DC menyadari kekeliruan mereka dan membangkitkan kembali Hal Jordan. Green Lantern: Rebirth oleh Geoff Johns di tahun 2005 mengembalikan sang jagoan sebagai salah seorang superhero kelas atas DC, dan sekuelnya Sinestro Corps War tahun 2007 mencapai kesuksesan luar biasa sehingga mendadak melontarkan status Green Lantern menjadi komoditi superhero kelas atas DC. Dengan matinya Bruce Wayne aka Batman di Final Crisis dan mengendornya cerita Superman dan Wonder Woman, bukan hal berlebihan bila saya mengatakan Green Lantern adalah komoditi terpanas milik DC saat ini. Karena itu tidak heran juga bahwa untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun DC membuat sebuah cerita crossover besar-besaran yang tidak bertumpu pada Superman atau Batman, melainkan pada seluruh cerita Green Lantern Corps lewat Blackest Night.

Bagi pembaca komik Amerika, nama Green Lantern tidak lagi rumit, tetapi bagaimana dengan orang yang baru mulai membaca? Bagaimana sebenarnya cerita awal dari Hal Jordan menjadi Green Lantern? Lewat kilas balik, Geoff Johns (didukung dengan ilustrator Ivan Reis) sekali lagi mengisahkan bagaimana Hal Jordan mendapatkan cincin hijaunya dan menjadi penjaga galaksi Bima Sakti dalam tujuh volume 29 – 35. Tantangan Geoff Johns dalam mengarang kisah awal Hal Jordan ini sebenarnya sangat menantang. Ia harus menulis sesuatu yang sederhana supaya orang yang baru pertama kali membaca Green Lantern bisa mengerti, tetapi ia juga harus memberi twist baru dalam penceritaan supaya mereka yang sudah pengikut lama komik tidak merasa seperti mereka membaca kisah lama kembali.

Hal Jordan selalu bermimpi untuk bisa terbang dan mimpi itu tidak pernah kandas, sekalipun ia melihat pesawat yang dipiloti ayahnya jatuh hancur lebur tepat di hadapannya. Selama bertahun-tahun lamanya, Hal menjadi terasing dari ibu dan saudara-saudaranya karena merasa bahwa mereka tak bisa mengerti keinginannya untuk terbang. Tidak hanya itu, Hal juga menjadi pilot bengal. Ia gemar membangkang perintah dari pengawas darat ketika menguji-coba pesawat dan lama-lama – walaupun ia mahir – tak seorangpun lagi hendak memakai jasanya.

Di tengah kefrustasian Hal, sesuatu yang besar tengah terjadi di luar galaksi sana. Seorang Green Lantern bernama Abin Sur menangkap Atrocitus, seorang alien kriminal. Karena kelengahan Abin, Atrocitus lepas dari penjagaannya dan melukainya secara parah. Di tengah kematian Abin, proses seleksi cincin langsung mencari sosok pengganti dan menemukan Hal Jordan. Dari sana Hal Jordan dibawa untuk mengenal dan masuk ke dalam kesatuan korps Green Lantern, polisi galaksi yang bekerja di bawah kendali para Guardian – pencipta alam semesta.

Tidak mudah bagi Hal Jordan untuk beradaptasi di bawah kesatuan Green Lantern, dan keadaan ini diperparah ketika Abin Sur meminta Sinestro – mantan murid sekaligus Green Lantern tertangguh – untuk mendidik Hal Jordan. Bagaimanakah kisah Hal Jordan selanjutnya?

Sekali lagi saya mau berkata: untung ini Geoff Johns. Kalau ada orang yang bisa menulis kisah awal superhero secara meyakinkan, tidak lain tidak bukan dialah orangnya. Perlu diingat bahwa saat Geoff Johns menulis kisah ini, ia baru saja rampung menulis Sinestro Corps War dan tengah mempromosikan Blackest Night. Oleh karena itu tidak heran jika banyak referensi menuju kedua even tersebut. Apakah itu berarti komik ini hanya bisa dinikmati oleh pembaca setia Green Lantern saja? Sama sekali tidak. Seperti tajuk Secret Origin yang disematkan padanya, Geoff menulis kisah ini sepenuhnya mengenai Hal. Bahkan hampir dua edisi awal dalam kisah ini didedikasikan untuk kita mengenali siapa karakter Hal dan orang-orang yang berinteraksi dengannya. Setelah kita mengenali siapa Hal, Geoff kemudian membawa kita pada tahap berikutnya untuk mengenal apa itu Green Lantern, Guardian, Sinestro, maupun sejarah kemunculan korps ini, dan ditutup dengan klimaks akhir (SPOILER) duel antara duet Hal Sinestro menghadapi Atrocitus yang masih jadi buronan. Singkat kata, kalau kisah ini diadaptasi sebagai skenario film Green Lantern yang akan datang – saya akan sangat sangat bahagia.

Sejenius-jeniusnya Geoff dalam menulis kisah ini, ia bukan satu-satunya yang membuat kisah ini begitu menyenangkan untuk dibaca. Separuh kedua kredit itu saya berikan kepada Ivan Reis yang bertanggung jawab atas ilustrasinya. Setiap panel dalam komik ini terasa hidup dan penuh isi karena Reis mampu menghidupkan setiap skenario yang diminta oleh Geoff, padahal ini bukan hal yang mudah. Dari kehidupan Hal di bumi sampai planet Oa markas besar para Green Lantern memiliki variasi jenis alien, tapi toh Reis tidak pernah kewalahan menggambarnya. Kekuatan para Green Lantern yang dimanifestasikan lewat imajinasi mereka pun memiliki banyak bentuk, dan lagi-lagi Reis menggambar semuanya dengan sempurna.

Duet Geoff dan Ivan inilah yang membuat Green Lantern: Secret Origin karya yang begitu menyenangkan dan sempurna untuk dibaca. Apabila kalian adalah seorang yang masih awam terhadap Green Lantern dan hendak tahu lebih banyak mengenainya, komik ini harus kalian baca. Kalau kalian sudah tahu mengenai Green Lantern dan mengenai kisah Blackest Night di dalamnya, well, komik ini tetap harus kalian baca!

Score: 10

Graphic Novel Details
Writer: Geoff Johns
Penciller: Ivan Reis
Publisher: DC Comics
Volume: 29 – 35

Love It? Share It!
  • Print
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Google Buzz
  • Plurk
  • Technorati
  • Tumblr

Tags: , , , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply