Ninja Assassin

Posted on 27 November 2009 by Si Tukang Review

Ninja Assassin Poster

Ninja Assassin Poster

Bila sekedar ditilik dari judulnya orang awam pasti menyangka ini sejenis B-Movie. Dan entah kenapa judulnya langsung mengingatkanku pada American Ninja yang dulu dibintangi oleh jagoan B-Movie Michael Dudikoff. Entahlah. Kurasa kamu tidak pernah bisa menganggap serius sebuah film yang dengan gagah memajang kata “ninja” di judulnya. Tambahan lagi, saya tidak terlalu yakin dengan kemampuan bela diri Rain. Konon Wachowski Brothers tertarik dengan kemampuan Rain setelah melihatnya melakukan bela diri dalam Speed Racer. Celakanya ketika saya menonton film itu, Rain malah saya nilai sebagai bagian terburuk dari film yang secara keseluruhannya saja saya tidak begitu suka. Jadi saya masuk ke dalam gedung bioskop dan tidak memasang target apa-apa.

Di dunia ini terdapat banyak sekali klan ninja yang hidup dalam bayang-bayang. Kita tidak pernah tahu mereka ada, menyangka mereka hanya sekedar mitos, tetapi percayalah kalau itu tidak benar. Ninja itu ada, dan mereka adalah pembunuh bayaran yang sangat kejam dan tidak berperi-kemanusiaan. Asalkan ada bayaran, siapapun tega mereka bunuh. Salah satu klan dalam dunia Ninja itu adalah klan Ozunu. Mereka mengambil banyak anak yatim piatu dan mendidik anak-anak tersebut menjadi jagoan silat tiada duanya. Raizo - seorang anak yatim piatu - juga bernasib sama. Ia dididik secara keras oleh sang kepala klan karena sang pimpinan percaya bahwa Raizo memiliki kemampuan di atas rata-rata.

Sementara itu, seorang agen Europol bernama Mika Coretti percaya bahwa yang namanya Ninja itu sungguh ada dan klan pembunuh bayaran ini didanai oleh para tokoh politik untuk membunuh lawan-lawan mereka. Tentu saja dugaan Mika ini dicibir - kecuali oleh sang pemimpin Ryan Maslow. Sebaliknya para klan ninja yang tahu kalau keberadaan mereka tengah dilacak oleh Mika tentu tidak tinggal diam dan mengirimkan para ninja untuk membunuh Mika. Apakah Mika akan bertemu dengan Raizo? Apakah cerita film ini konyol? Bisakah Rain menjadi ninja sejati?

Jalan cerita film ini dangkal dan gampang ditebak. Seperti yang tadi saya sebut di awal review saya, memasukkan kata Ninja sebagai judul film sudah merupakan garansi kalau ceritanya bakalan kacangan. Padahal Wachowski Brothers saja sudah tidak setuju dengan skenario awal dan meminta bantuan J. Michael Straczynski untuk menulis ceritanya. Buat yang tidak tahu, Straczynski adalah salah satu penulis komik favorit saya dan terkenal dengan penulisan yang mampu mengoptimalkan sisi humanis dari seorang superhero (story arc Back in Black dan One More Day dalam Spider-man serta Silver Surfer: Requiem adalah bukti nyata dari kejeniusannya). Tapi skenario film ini ditulis dalam waktu 53 jam oleh Straczynski sehingga mungkin sekali karena itu kualitasnya juga seadanya. Paruh awal film terutama sangat membosankan karena berisi rentetan adegan flashback dari Raizo dan Raizo masa depan yang berlatih di kamarnya. Kisah flashback dari Raizo terasa bertele-tele dan terlalu klise.

Untungnya saja pacing film mulai meningkat memasuki paruh keduanya. Satu hal yang menjadi kejutan menyenangkan bagi saya adalah penampilan Rain dalam film ini. Di awal film saya masih pesimis. Saya takut kalau perannya nanti sekedar seperti Jun Ji-Hyun dalam Blood: The Last Vampire alias pendiam dan sok cool, ditambah adegan aksi ala kadarnya. Ternyata perkiraan saya meleset, di paruh awal cerita Rain langsung menunjukkan hasil latihan intensifnya. Badannya luar biasa kekar dan six-pack; intinya dia bisa langsung daftar jadi anggota tentara Raja Leonidas di 300! Lebih dari itu saya terkesima melihat bagaimana Rain memperagakan kemampuan bela dirinya. Walau belum sedahsyat - katakanlah Tony Jaa - kemampuan Rain sangat impresif. Terbukti dalam paruh kedua film ketika pertarungan-pertarungan antar ninja mulai terjadi, sutradara James McTeigue tidak takut untuk mengambil sudut gambar dari jauh dan bereksperimen dengan berbagai macam gaya sinematografi untuk menunjukkan kemampuan Rain beraksi - bandingkan dengan bagaimana kamera dalam film Blood terus menyorot Jun Ji-Hyun secara close-up untuk mencurangi penonton melihat si artis Korea beraksi. Kemampuan akting Rain juga meningkat jauh dibanding saat debut di Speed Racer. Terbukti saya beberapa kali tertawa dengan humor one-liner yang ia ucapkan.

Toh, Ninja Assassin memang dari sananya merupakan film aksi yang harus dinikmati tanpa banyak berpikir. Tampilnya Sho Kosugi sebagai pemimpin klan Ozunu dan musuh utama juga bakalan dikenali penggemar B-Movie karena aktor tersebut sering tampil dalam film bertema Ninja. Hanya saja sedikit peringatan terutama buat yang mengasosiasikan bahwa ninja hanya buat anak kecil gara-gara kebanyakan membaca Naruto: this movie is bloody… and when I say it’s bloody, I mean it’s bloodier than Saw. Ehem, ada yang ingat Ong-Bak ketika nonton film ini?

Score: 7.5

Movie Details
Director: James McTeigue
Cast: Rain, Naomie Harris, Sho Kosugi
Running Time: 95 Minutes

18 Comments For This Post

  1. Kencana Says:

    Bloody, ya? Saya gak suka film yang terllau sadis. Nonton Wanted aja berkali-kali nutup mata karena ngeri. Sialnya adek saya yg masih SMP nonton. Untung gak ikutan nonton.

  2. Kencana Says:

    Tambah lagi lagi. Ninja buat anak kecil karena terpeangruh Naruto? Nooo, ini salah satu kesalahan (goblok) orang Indo : menganganggap manga dan anime hanya untuk anak kecil. Padahal ada lho manga untuk khusus dewasa (gak usah disebutin genrenya di sini)

  3. Si Tukang Review Says:

    Hem… Sekarang sebenarnya sudah makin banyak orang Indo yang sadar kalau manga dan anime bukan buat anak-anak.

    Dan memang banyak sekali manga dan anime yang khusus untuk dewasa (lepas dari hentai atau ecchi tentunya). Sebagai contoh paling gampang: Death Note. Itu udah universal banget ketahuan bukan buat bacaan anak-anak.

    Atau cek saja hampir setiap terbitan Level Comics itu bukan buat bacaan anak-anak.

    Yang gw sayangkan malah orang-orang yang gemar banget sama manga dan anime Jepang (beberapa gw tahu pilih berantem demi membela hobinya pas diserang) sebaliknya suka nyerang balik ke animasi atau komik Amerika yang mereka nilai (dengan gobloknya) terbatas pada sekedar superhero dan pahlawan berotot dalam kostum spandek semata. Biasanya disambung dengan memuja-muja animasi/manga Jepang.

    Back to Ninja Assassin though, ini satu lagi ironisme yang gw liat bahwa akhir-akhir ini banyak banget orang Korea memerankan karakter yang biasa diperankan orang Jepang / seharusnya orang Jepang. Kenapa ya? Blood diperankan Jun Ji Hyun, Storm Shadow Lee Byun Hun, and now this. Belum Star Trek Mr Zulu kini juga jatuh ke tangan Korean-Amerika John Cho.

  4. Si Tukang Review Says:

    Oh Kencana, saya senang kamu termasuk orang yang tahu kalau manga dan anime bukan buat anak-anak doang. We need more people like you. He he he. Setidaknya stereotipe pemikiran kaya gini uda ga separah 5 - 10 tahun lalu pas demam anime manga mulai merebak di Indonesia. ^^;

  5. Kencana Says:

    Wah, dipuji Tukang Review jadi malu, nih. Sebenarnya saya termasuk yang ngamuk saat ada berita seorang anak kecil meninggal karena meniru aksi di Naruto terus anime Naruto disalahin sebagai penyebabnya.

    Ttg peran yang semestinya diperankan orang Jepang, mungkin mereka susah nyari pemeran dari Jepang, atau orang Jepang yg gak bisa Inggris. Tapi gak papa sih. Toh wajah orang Asia Timur itu rada mirip, sehingga gak bisa bedain org ini dari negara mana (sama2 bermata sipit). Pengalaman pribadi: Saat ke Jepang, sempat dikira penduduk sana dan ditanyain jalan ama orang bule.

  6. john ramboh V Says:

    Apa film ini bergaya Ninja Gaiden? Kok pakai bantai membantai…

    Ninja berasal dari kata “Nin” yang artinya “menyusup” atau secara harafiah adalah “orang yang bergerak secara rahasia” atau bergerak tanpa suara (lebih cocok bergerak “bersama” suara), merupakan perkembangan dari seni “nonuse” yang dipelajari oleh para pendeta buddha sekitar tahun 645…Jadi seharusnya ninja itu menunggu, bukan menyerbu, membunuh yang perlu dibunuh dan mengambil yang perlu diambil, en yang penting prinsip shinobi sejati: “Jika bisa hidup, kenapa harus mati” itulah bedanya ninja dengan samurai

  7. WewW Says:

    @John Rambo:
    Seperti kata Joker: Why so serious? Nikmatin ajah eksyennyah.. heuheu.. *dikepkuks*

  8. Budi Says:

    Wah, pdhal gw pngen liat pilm ini besok.. Mgkin trgantung slera y, tp Kok jd rada mles y kl trnyta reviewny “lumayan” jelek

    oh y q pngen nany, ni film gayany kayak V For Vendetta, g? Soalny sutrdarany sama..

  9. Nedia utami Says:

    Horrray…
    Filna na seru lho kk..

    Adegan bloody na kan ngga nyata..
    Lagian bloody na terlalu berlebihan..

    tapi yg mengherankan adegan waktu Raizo na di sayat bagian perut..
    Huiii tu mantaaafff…
    Tp mash bisa bertahan hidup…ada yg kayak gt ea…
    Apalagi jantung d sebelah kiri bs pindah kekanan…klo ketauan medis mereka kan bs d tuntut*kidding

  10. john ramboh V Says:

    @WewW:
    Seperti kata Uesugi Kenshin: Respect the basic, then you’ll conquer all

  11. Si Tukang Review Says:

    Lumayan mirip dengan Ninja Gaiden karena memang pakai gaya bantai membantai. Tapi mereka itu digambarkan memang sangat kuat sekali sehingga hampir-hampir tidak bisa dikalahkan. Tapi yang sesuai dengan elemen ninjanya adalah mereka sering banget berantem di balik bayangan. Sebaliknya, ini bikin masalah saat sinematografi karena beberapa kali berantemnya jadi ga jelas.

    Kalau soal gaya penyutradaraan si McTeigue, gw rasa rada beda gaya fightnya Rain dengan V. Somehow malah berantemnya mengingatkan aku sama gaya Tony Jaa berantem di Ong Bak. Bisa dibandingkan dengan Ong Bak merupakan bukti bahwa penampilan Rain di sini bukan main-main. Yang bikin penasaran adalah saat ada push up dengan jari, itu Rain beneran bukan ya yang ngelakuin?

    Dan yang lebih bikin penasaran, gw harus diet berapa tahun baru bisa kaya gitu ya perutnya? ^^;

  12. john ramboh V Says:

    Kalo kuat banget en berantem dalam bayangan berarti mirip seri Manhunt ya?
    Nnnah, kalo Ong Bak emang keren abis, apalagi yang pertama, ngeliat Tony Jaa “mengaplikasikan” Muay Thai dengan sebenar-benarnya wuah hebaat…pantes Muay Thai disebut bela diri paling berbahaya di dunia.

    Btw, gak usah diet bro, toh Rambo biar udah gendut juga sanggup ngalahin satu resimen (watch Rambo IV) hehehe

  13. Nedia utami Says:

    Pokok na Rain Great….
    ;calm ;calm buat oPpa Rain..

    Ohohohoh…
    Buat tukang review..

    FiLm New Moon coba d review…
    *hwaaa

  14. WewW Says:

    Weleh, banyak berantem di tempat gelapnya.. Keren sih.. Rating gw 7 dari 10 aja deh.. Heuheu..

  15. Ivana Says:

    Lom ntn ninja assasin nih… penasaran juga…
    btw @Nedia Utami: Menurut tukangreview, Bella is a bitch hahahahahaha

  16. Si Tukang Review Says:

    @ivana: ^^; Ayo nonton… entar habis itu kasi pendapat. Ada yang di sini nonton konsernya Rain? Kayanya Nedia Utami pasti nonton nih. Hi hi hi.

  17. Rizky Andreas Says:

    The Body’s Rain…

  18. zLc Says:

    ga bisa mati euy jagoan nya

    jadi inget nonton wolverine..

Leave a Reply

Advertise Here
Advertise Here