The Founding of a Republic

The Founding of a Republic Poster

The Founding of a Republic Poster

Film ini masuk ke dalam radarku ketika aku melihat begitu banyak bintang dari Hong Kong dan China berpartisipasi di dalamnya. Ada Leon Lai, Andy Lau, Jackie Chan, Donnie Yen, Zhang Zi Yi, Jet Li, dan begitu banyak lagi artis-artis terkenal lainnya. Setelah saya menyelidiki lebih jauh, rupa-rupanya film ini dibuat untuk memperingati hari kemerdekaan ke 60 dari Republik China. Dalam banyak berita yang saya baca juga, disebutkan bahwa film ini merupakan propaganda komunisme dari negara China. Membaca berita itu saya setengah percaya dan setengah tidak percaya. Percaya karena saya pernah tinggal di China selama lebih dari setahun (belajar bahasa Mandarin) dan tahu benar bagaimana pemerintah China sangat giat mengontrol dan mencuci otak para penduduknya. Tidak percaya karena saya juga tahu bagaimana biasnya media barat dalam meliput keadaan negeri China. Manakah yang benar?

Perang antara partai Kuo Ming Tang dan Gong Chan Dang sudah berlangsung sejak sebelum invasi Jepang ke China. Saat Jepang menyerang ke China, kedua pihak memutuskan untuk berdamai sejenak dan mempersatukan kekuatan melawan Jepang. Tak lama setelah perang China-Jepang, pecah juga Perang Dunia II dan perang China-Jepang menjadi bagian dari Perang Dunia tersebut. Setelah menyerahnya Jepang, partai Kuo Min Tang di bawah pimpinan Chiang Kai-Sek dan Gong Chan Dang di bawah pimpinan Mao Zedong berusaha meneruskan kerja sama semu mereka. Kenapa saya sebut semu? Karena nyatanya ketika mereka melakukan gencatan senjata demi melawan Jepang, pertikaian kecil sesama mereka masih tetap terjadi. Nah, setelah kerja sama mereka terbukti tak lagi bisa diteruskan, perang kembali pecah antara kedua partai tersebut.

Kuo Min Tang merasa diri mereka di atas angin sehingga cepat-cepat mengangkat Chiang Kai-Sek menjadi presiden negara. Tentu saja Mao Zedong yang bergerilya dari desa ke desa tidak mengakui hasil tersebut dan berusaha membujuk partai-partai kecil lain untuk bergabung dengannya. Seterusnya, Gong Chan Dang juga terlibat dalam perang frontal di segala lini melawan tentara dari partai Kuo Min Tang. Sebagaimana tercatat dalam sejarah, setelah melalui perang panjang selama tiga tahun lebih ditambah dengan ditinggalkannya Kuo Min Tang oleh Amerika sebagai pendukung terbesarnya membuat Chiang Kai-Sek terpaksa lengser dari jabatan kepresidenannya dan melarikan diri ke Taiwan. Hingga kini status Taiwan masih menjadi polemik. Kendati mengaku sudah merdeka, nyatanya China sendiri tidak pernah mengakui kedaulatan Taiwan dan selalu mengatakan bahwa Taiwan adalah salah satu dari propinsi mereka.

Menonton film ini langsung membuatku mengerti kenapa begitu banyak media barat mengenyampingkannya sebagai media propaganda semata. Praktis semua adegan dalam film ini tampak mengagungkan Mao Zedong dan mendiskreditkan Chiang Kai-Sek. Hampir dalam setiap adegan diperlihatkan bagaimana Mao Zedong begitu bijaksana dan Chiang Kai-Sek hampir selalu arogan dan salah dalam melakukan perhitungan. Gara-gara tak ada representasi yang akurat dalam sejarah (sama sekali tidak disebutkan bahwa Mao Zedong bisa memenangkan perang melawan partai Kuo Min Tang dengan mengorbankan jutaan nyawa petani yang tidak bisa perang – tetapi dibujuk janji manis Mao Zedong sehingga rela angkat senjata), saya menjadi muak menonton film ini hingga pertengahan. Seharusnya saya sadar tidak bisa berharap banyak pada negara yang sampai saat ini masih memblokade situs-situs seperti Facebook, Youtube, maupun Twitter karena takut akan informasi asing masuk ke negara mereka.

Kalau kalian masih mau nekat menonton film ini, ada baiknya kalian tahu lebih dahulu mengenai kondisi sejarah dan partai politik China di tahun dekade 30 – 50an supaya mengerti pembicaraan politik kental yang terjadi sepanjang film. Tapi bila kamu ingin mencari tahu sejarah China yang sesungguhnya, situs Wikipedia merupakan tempat yang jelas lebih akurat untuk mengetahuinya.

Note: Jangan tergiur dengan segudang nama terkenal yang bermain di dalamnya. Semua nama besar itu hanya terlibat sebagai sosok cameo semata. Posisi-posisi penting film seperti Chiang Kai-Sek, Mao Zedong, sampai Zhou En Lai semua dimainkan oleh artis ternama China yang kurang terkenal di luar negeri.

Score: 2.4

Movie Details
Director: Sanping Han, Jianxin Huang
Cast: Tang Guoqiang, Zhang Guoli, Qing Xu, Jin Liu
Running Time: 138 Minutes

Love It? Share It!
  • Print
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Google Buzz
  • Plurk
  • Technorati
  • Tumblr

Tags: , , , , , , , ,

19 Responses to “The Founding of a Republic”

  1. john ramboh V
    18. Nov, 2009 at 6:01 am #

    siapa yang jadi ketua Mao?! Dari fotonya kok gak mirip ya…Lagipula Ketua Mao itu adalah sosok yang gak bisa sembarangan diperanin orang lain, sama kayak Presiden Soekarno

  2. Si Tukang Review
    18. Nov, 2009 at 10:17 am #

    Lumayan mirip kok kalau dilihat dalam filmnya bro. Tang Guoqiang yang main.

    Walau sosoknya sakral, tetapi film ini udah diijinkan oleh China sendiri dengan tujuan sebagai sarana propaganda komunis ke generasi mudanya yang makin lama makin ga peduli sama kultur budaya mereka sendiri (lebih suka budaya barat).

  3. john ramboh V
    18. Nov, 2009 at 11:12 am #

    Mao zhu xi wan sui! Mao zhu xi wan sui!

  4. Si Tukang Review
    18. Nov, 2009 at 11:59 am #

    Dan benar-benar mau dibikin ‘wan sui’ kayanya. Sekarang saja kalau kita ke Tian An Men masih bisa melihat jasad Mao Zedong, walau saya rada ragu kalau itu jasad aslinya. Kalau biasa baca di komik sih itu yang replika. Yang asli entah deh di mana.

  5. Seika
    18. Nov, 2009 at 12:04 pm #

    Wikipedia juga kalau udah artikel yang sensitif, misalnya ideologi, isinya kurang bisa dipercaya kok. Mending andalin buat data yang memang sifatnya lebih netral.

    Tuh negara lagian dari bawahnya rapuh juga kan? Kalau pagarnya dibuka mungkin langsung habis ditikam musuh-musuhnya ^^;

  6. john ramboh V
    18. Nov, 2009 at 1:09 pm #

    Seperti halnya Ketua Lenin, sepertinya jasad Ketua Mao itu asli, jangan percaya komik kamerad…
    Haha jadi pengin ke China en Rusia

  7. Si Tukang Review
    18. Nov, 2009 at 1:28 pm #

    @Seika: Saya tahu kalau Wikipedia tidak seratus persen bisa dipercaya juga. Tapi kalau udah nonton film ini, Wikipedia terlihat menjadi sangat amat adil. Karena bila melihat film ini saya cuma melihat bagaimana Mao digambarkan welas asih, pemberani, cinta damai, dan semua sisi positifnya doang. Seakan-akan dia bukan lagi jadi Chairman Mao, tetapi SANTO Mao.

    Saya juga tahu bahwa semua negara punya tengkorak yang mereka sembunyikan di balik klosetnya (yeah, even Indonesia). Jepang punya pembantaian Nanjing, China punya tragedi berdarah Tibet, dan banyak lagi. Tapi kalau sampai propagandanya bersifat satu pihak begini sih ya keterlaluan lah.

    @john: Ha ha ha. Soalnya saya ingat ketika Bucky pengen mencari tamengnya Captain America habis Steve Rogers mati, dia kan pergi ke museum memorialnya Cap, tapi dia langsung sadar kalau yang dipajang di sana itu repli….. (*disambit dan dibazoka sama rambo*)

  8. john ramboh V
    18. Nov, 2009 at 5:30 pm #

    Hahaha, jangan sampe dibazooka ama Rambo bro karena Rambo itu:
    - lebih kuat dari Hulk
    - lebih akurat dari Robocop
    - en lebih tahan lama dibandingin Terminator

  9. Kencana
    18. Nov, 2009 at 5:40 pm #

    Dlihat dari posternya yg memuat begitu banyak karakter, kayaknya plot cerita di film ini gak bakal begitu digali. Ternyata benar.

  10. john ramboh V
    19. Nov, 2009 at 10:15 am #

    Semoga kalo aku udah meninggal nanti juga dibikin “wan sui”, supaya diingat terus ampe kiamat =P

  11. Ando-kun
    19. Nov, 2009 at 2:12 pm #

    Nonton, tp gak sampai abis. Film propaganda sih udah biasa dan bisa dibilang salah satu genre. Tp yg ini bener2 bikin muak dan bosan minta ampun, yang hitam terlihat hitam legam, yg putih terlihat putih licin berseri. kalau jenis film hitam-putih beginian sih mendingan nonton Ksatria Baja Hitam, paling nggak KBH jauh lbh menghibur.

  12. Si Tukang Review
    19. Nov, 2009 at 11:58 pm #

    @Ando-kun: Sangat setuju. Wait, bahkan KBH pun masih lebih kelihatan engga hitam putihnya, apa lagi Kamen Rider era baru.

    @Kencana: Sebenarnya ya Kencana, plot ceritanya sangatttt digali. Tetapi digali dengan cara yang salah. Yaitu dengan cara menjelek-jelekkan pihak Taiwan dan mendukung-dukung China banget.

  13. hawe11
    20. Nov, 2009 at 4:35 am #

    terlepas dari permasalahan kedaulatan, kalo dari sudut pandang saya menonton film ini, sosok Mao dan Chiang sebenarnya punya impian sama: menyatukan Cina. bedanya, Mao lebih pendekatan kerakyatan, sedangkan Chiang di jalur birokrasi. terbukti, Chiang gagal mengubah kultur pemerintahan yang kacau-balau itu dan tentara rakyat lah yang akhirnya menang.

    sejarah ditulis oleh yang menang bukan? ;)

    salam kenal!

  14. Si Tukang Review
    20. Nov, 2009 at 4:18 pm #

    Betul Hawe.

    Sebenarnya keduanya memiliki impian untuk menyatukan China. Makanya tidak mau China dibagi dua daerah selatan dan utara (kalau diingat, kondisi geografi yang seperti inilah yang senantiasa membuat China sulit bersatu – apalagi di masa lalu di mana transportasi masih sulit).

    Apa yang kurang adil menurutku adalah kenapa seakan-akan partai Kuo Min Dang terus disorot sebagai pihak diktator dan tukang tikam, sementara Guo Chan Dang terus disorot sebagai pihak yang berjuang melawan tirani. Sekali lagi anda mengatakannya dengan tepat: sejarah ditulis oleh yang menang.

    Tetapi menarik juga untuk disimak bahwa dalam sejarah tercatat bahwa walau Mao yang ‘memenangkan’ China, pada akhirnya toh Chiang Kai-Sek lah yang lebih dahulu sukses membangun Taiwan menjadi salah satu macan Asia, sementara China masih harus terpuruk untuk empat hingga lima dekade ke depan sebelum akhirnya berhasil bangkit di era millenium.

  15. john ramboh V
    21. Nov, 2009 at 5:44 am #

    Harus dipikir lagi masalah ideologi bro, memang benar kalo Taiwan lebih dulu sukses menjadi macan Asia tapi mereka pakai “kendaraan super cepat” yang disebut Kapitalisme, sementara China daratan terus konsisten dengan komunisme dan terus mencari formula yang cocok supaya bisa kaya dan tetep komunis, dan akhirnya mereka berhasil kan, (walaupun sudah tidak 100% komunis). Satu lagi yang harus digaris bawahi adalah luas wilayah China daratan yang jauuuuh lebih gede dibandingin Taiwan, sehingga buat pemerataan pembangunan juga lumayan susah bro…

  16. Si Tukang Review
    28. Nov, 2009 at 10:18 pm #

    Mungkin john. Dan kerabatku pernah berkata juga bahwa Chiang Kai-Sek sebenarnya korupsi uang China besar-besaran untuk dibawa lari ke Taiwan sehingga Taiwan bisa maju dan China melarat.

    Ah, membicarakan politik memang tidak ada habis-habisnya. Saya rasa seperti yang dikatakan hawe: sejarah memang ditulis oleh yang menang.

    *perkecualian ada pada Liu Bei yang walau negaranya kalah dalam Samkok tetap dianggap pahlawan rakyat*

  17. kw
    26. Feb, 2010 at 7:30 pm #

    thx reviewnya, aku mau nonton ini film untuk mengisi liburan hahahhaha

  18. willem
    07. Apr, 2010 at 9:55 am #

    kalau mau beli dvd nya the founding ini dimana ya??ada teks bhs indonya nda?
    thx before

  19. Si Tukang Review
    12. Apr, 2010 at 12:27 am #

    Saya dulu beli DVDnya di Jogja bro willem. Selamat mencari, siapa tau bisa ketemu. =)

Leave a Reply