2012

Posted on 16 November 2009 by Si Tukang Review

2012 Poster

2012 Poster

Roland Emmerich identik dengan satu hal: kehancuran dunia. Kelihatannya tidak ada sutradara Hollywood yang lebih terobsesi menghancurkan sesuatu ketimbang dirinya. Sejak pertama kali dikenal dunia melalui Independence Day, Emmerich hampir selalu berhasil meyakinkan para studio film untuk menggelontor dana sebanyak-banyak demi proyeknya. Hampir semua film yang kemudian dihasilkan dari tangannya identik dengan hancur-hancuran. Setelah alien menghancurkan dunia, Emmerich kemudian membawa Godzilla si kadal raksasa untuk ‘memakan’ New York. Belum puas ia menghadapkan dunia pada ancaman masa es di The Day After Tomorrow. Saya sangka itu sudah menjadi puncak dari keedanan Emmerich. Ternyata saya salah.

Mendekati tahun 2012 yang akhir-akhir ini lagi ngetren disebut akhir dunia, Emmerich mengangkat film dengan judul yang sama. Bagaimana penggambaran kiamatnya Emmerich? John Cusack yang berperan sebagai lakon utama film ini berkomentar bahwa ini adalah film bencana terbesar karena semuanya ada di sini. Lengkap. Gempa, gunung meletus, tsunami, salju longsor, semuanya. Cusack bahkan berani berkata kalau film bencana lain yang mau dibuat setelah 2012 harus pikir-pikir lagi mau membuat bencana macam apa buat menyaingi film kiamatnya dunia ini. Sesumbar sih boleh saja, tapi pembuktiannya di layar lebar bagaimana?

Pada tahun 2009, seorang ilmuwan India menemukan keanehan pada reaksi matahari, ia segera melaporkan penemuannya itu kepada sesama rekan ilmuwan . Setelah melalui penjelasan ilmiah, ditemukan bahwa pada tahun 2012 dunia akan mengalami serangkaian bencana alam yang berujung pada kiamatnya dunia. Begitu menyadari hal ini, semua pemimpin dari negara-negara maju di dunia bersatu dan berpacu dengan waktu untuk mencari jalan solusi kiamat ini. Hanya saja untuk menjaga supaya masyarakat tidak panik, semua pemerintahan bersekongkol untuk tidak menyebarkan berita ini kepada kalangan luas. Dan akhirnya tahun 2012 pun tiba. Apa yang akan terjadi pada dunia? Bisa selamatkah manusia dari bencana ini?

Film ini bisa dibilang dibagi dalam dua perspektif. Perspektif pertama adalah reaksi pemerintah untuk menyelamatkan dunia di bawah pimpinan Adrian Helmsley (rekan ilmuwan yang diberi tahu oleh sang ilmuwan India bahwa dunia akan berakhir). Perspektif kedua adalah perjuangan keluarga Curtis untuk menyelamatkan diri di tengah kehancuran total dunia di sekeliling mereka. Kedua skenario ini berpapasan sekali di awal film dan bertemu lagi pada klimaks penghujung film. Setelah begitu banyak film bencana yang fokus hanya pada bencana dan bukan pada karakter di dalamnya, saya lega bahwa film ini memiliki banyak sekali karakter yang memorable di dalamnya. Jalinan ceritanya juga cukup kuat, walaupun 2012 secara konstan menyorot banyak karakter yang berbeda-beda. Di tengah begitu banyak orang kalang kabut di tengah bencana, karakter terbaik film ini jatuh pada Chiwetel Ejiofor yang memerankan sosok Adrian Helmsley - satu-satunya tokoh yang berhasil memadukan otak dan hati dalam menghadapi kiamatnya dunia.

Toh, mari kita akui saja bahwa kita tidak masuk ke dalam ruang bioskop 2012 dan berharap pada jalan ceritanya bukan? Dalam hal ini, bualan Cusack memang benar. Sekitar 30 - 40 menit pertama film ini digunakan oleh Emmerich untuk memperkenalkan karakter-karakter dalam film ini. Setelahnya penonton disuguhi bencana demi bencana demi bencana demi bencana. Tapi tak satupun dari adegan bencana itu yang membosankan karena Emmerich selalu berhasil memberinya angle yang berbeda. Ketika melihat California digoncang gempa terbesar sepanjang sejarah manusia, saya tanpa sadar mencengkeram pegangan kursi saya kencang-kencang. Terakhir saya melakukan hal itu adalah pada adegan saat Spider-man menahan jatuhnya kereta di Spider-man 2 empat tahun lampau. Melihat taburan efek visual di film ini, saya berani garansi kalau 2012 adalah film dengan spesial efek terbaik tahun ini (mungkin hanya akan disaingi oleh Avatar-nya James Cameron, karena jelas Transformers: Revenge of the Fallen lewat).

Saya akan tutup review ini dengan sebuah saran. Jangan lewatkan film ini di layar lebar. Kamu boleh saja menontonnya untuk kali kedua di rumah via DVD atau Bluray, tetapi tetap takkan memberi pengalaman yang sama kala menontonnya di layar lebar. Film seperti inilah yang memberi alasan buatku pergi menonton bioskop lagi. Saya membawa mobil dari Solo ke Jogja pulang pergi tiga jam. Mengantri selama hampir satu jam. Menunggu sampai empat jam. Semua demi nonton 2012. Dan wow… ga ada penyesalan sama sekali untuk film dengan spesial efek terbaik tahun ini.

Score: 8.5

Movie Details
Director: Roland Emmerich
Cast: John Cusack, Amanda Peet, Lian James, Morgan Lily
Running Time: 158 Minutes

40 Comments For This Post

  1. john ramboh V Says:

    udah liat bajakannya sih, biar agak gelap tapi efeknya keren abis, tapi sepertinya gak bisa dibandingin ama Avatar-nya James Cameron deh bro, soalnya denger-denger itu adalah film animasi CG…tapi kalau ngomong soal film bencana alam, 2012 emang top sama kerennya ama Volcano dan jauuuh lebih bagus dari The Day After Tomorrow…

    BTW manusia emang makhluk paling sok tahu di alam semesta, padahal kiamat itu kan hak prerogatif Tuhan…

  2. gilasinema Says:

    Waaah…dah di Solo ya? Kemaren niat di Yogya tapi sayang gak ada teman. Terpaksa liat di Solo dengan sound yang kalah dahsyat ma Amplaz. Kapan-kapan bisa nonton bareng nih hehehe….Rencana paling dekat liat Avatar Desember nanti

  3. May Says:

    Hohoho, kemaren2 gw cek belom ada reviewnya sekarang tau2 dah nongol xDD.

  4. Si Tukang Review Says:

    @john: Iya sih. Sebenarnya tidak boleh membandingkan langsung begitu. Tetapi kalau soal jualan efek kan ga banyak tuh film yang melakukannya tahun ini. Yang paling kentara ya Terminator Salvation, GI Joe, Transformers 2, Avatar, dan 2012.

    Belum nonton Volcano, but so far 2012 itu better than most disaster movie. I still like Armageddon better though. ^^;

    @gilasinema: Loh, gila ga tinggal di Jogja tah? Saya agak lupa, perasaan dulu bilangnya sering nonton di Empire XXI dan Amplas kan? Percaya ga bro, Empire XXI sampai full orang ngantri (antriannya benar-benar bikin geleng-geleng kepala).

    @May: Iya. Ngupdatenya malam-malam May. ^^; Abis pulang dari Jogja sampai rumahnya aja uda jam 10.30 ^^;;

  5. gilasinema Says:

    Ke jogya cuman maen ato nyari dvd soalnya disana lebih murah dan lebih banyak pilihan.
    Armageddon salah satu film sampah favoritku lho. Film yang paling sering aku tonton dan tetap sukses bikin terisak hehehehe

  6. john ramboh V Says:

    @tukang review: coba tonton aja bro filmnya asyik apalagi ada Tommy Lee Jones, emang udah lawas sih, tapi biar diputer berapa kali pun di TV tetep aja aku tonton.
    Armageddon juga keren abis bro, saya sependapat ama Mr. gilasinema, memang momen akhirnya bikin sampe “mbrebes mili” hehehehe

  7. Kencana Says:

    Emang efek spesialnya sebagus itu? Sayang hari ini saya gak nonton padahal diajak keluarga *gara2 mesti ngerjain tugas seni buat besok* Semoga bisa nonton di bioskop.

  8. WewW Says:

    Film Volcano kan yang ada gunung Merapi di tengah2 kota.. Emang keren juga kok filmnya..

    Semoga Rabu bisa nonton film 2012 nyah.. :D

  9. whatever.... Says:

    gile gw nonton di bioskop mana pun penuh semua!
    padahal ni film ud gw nantikan sekian lama….

  10. bangmupi Says:

    salah satu adegan di 2012 mengingatkan gua akan Volcano dimana ada siaran radio yang bercerita tentang gempa dan scene diambil dari atas. So far, gua salut banget dengan adegan gempanya. Betul seperti tukang review bilang. Gua juga memegang erat pegangan kursi. Tapi yang lainnya biasa aja. Memang filmnya tidak antiklimaks seperti The Day AFter Tomorrow. Tapi adegan disasternya secara keseluruhan, gua masih suka The DAy After Tomorrow. Dan gua setuju juga, gua lebih suka karakter Adrian di film ini.

  11. dozus Says:

    well, karena gw selalu menggunakan Volcano sebagai tolak ukur disaster movie gw merasa 2012 emang bener2 keren dan bombastis efeknya, hanya sayang storynya kurang kuat terlalu di beberapa bagian panjagg bahkan ada beberapa scene yang gw merasa agak janggal gimana gituh…

    well a good movie, but not my personal favorite disaster movie

  12. bangmupi Says:

    @Dozus :kenapa selalu menggunakan Volcano sebagai tolak ukur disaster movie?

  13. Si Tukang Review Says:

    Dari semua orang di sini kayanya tinggal aku yang belum nonton Volcano… ^^;; Habis dulu kupikir itu semacam tiruannya Dante’s Peak sih. Aku malahan nonton Dante’s Peaknya si Pierce Brosnan and kelewatan malahan sama Volcano.

    Jaman habis ID-4 emang lagi heboh disaster movie kan? Twister, Deep Impact, Armageddon, Dante’s Peak, Volcano… Ada yang lain lagi gak ya?

  14. john ramboh V Says:

    @bangmupi: mungkin karena Volcano adalah disaster movie yang paling masuk akal

    @tukang review: ada bro, tapi jarak waktunya lumayan jauh, judulnya adalah “DISASTER MOVIE” hahahaha

  15. gilasinema Says:

    Aku belum liat Volcano juga :D
    Ada yang sudah liat HAEUNDAE belum sih? Bagus lho.

  16. Si Tukang Review Says:

    @john: I knew that was your favorite movie! =P Ha ha ha… Joking bro. Sebenarnya ada lagi Daylight sama Poseidon, tetapi itu dua film bukan termasuk Disaster Movie kan ya? The Perfect Storm juga entah deh masuk Disaster Movie engga.
    @gilasinema: Ahh… aku mau banget tuh nonton Haeundae. Katanya tentang Typhoon Korea dengan budget tergede sepanjang history Korean movie. Jadi penasaran banget kaya gimana hasilnya. Ada di DVDkah?

  17. gilasinema Says:

    Critanya soal tsunami yang melanda Korea. Di Solo dah ada lho. Coba deh cari yang didekat Pasar Gede

  18. dozus Says:

    @gilasinema: yup ceritanya gak berlebihan, dan penyampaiannya juga bagus. Apalagi ada tommy lee jones hehehe.. terus moral ceritanya lebih gampang dicerna.

    gw dah nonton HAEUNDAE, bagus sih sayangnya pada saat liat covernya gw kirain bakal tentang Aftermath Tsunami, tapi malah ceritanya lebih fokus pada sebelum tsunaminya terjadi..

    @Tukang Review: Jangan samain Dante’s Peak sama Volcano dung >.<

  19. john ramboh V Says:

    @tukang review: hahahaha you got me bro…Kalau Daylight, Poseidon, Perfect Storm, ama Titanic sih sepertinya lebih cocok kalau digolongkan menjadi Accident Movie, tul gak?! Soalnya skalanya kecil sih

  20. john ramboh V Says:

    @tukang review: ooii lupa bro, kok gak pernah ngreview tentang film Rambo sih? Padahal itu kan “the true disaster movie”, bayangin aja, satu orang ngehancurin satu negara, bener2 disaster :-D

  21. WewW Says:

    Bener tuh, film Haendaeu fokus ke sebelum tsunaminya.. Pas Tsunami malah kurang puas.. Kuciwa daku.. >.<

    Masih lom nonton 2012, semoga kebagian tiket besok.. :D

  22. bangmupi Says:

    bukannya Dante’s Peak yang lebih masuk akal dibandingkan dengan Volcano?

    Kalo Haendaeu, kurang greget, terlalu banyak pengenalan karakter sehingga berkesan sedikit bertele2.

  23. raditherapy Says:

    walau dengan cerita ala kadarnya, gw masih memuji film ini yah apalagi selain spesial efeknya yang benar-benar di obral layaknya cuci gudang…

    setidaknya jika dilihat dari behind-the-scene, film ini benar2 niat
    untuk urusan efek, cgi, sampai set lokasi yang dibuat nyata lalu
    digoyang oleh mesin hidrolik.

    tapi untuk urusan disaster movie sejenis, tahun ini
    gw masih lebih suka KNOWING, ada yang suka juga? hehehe

  24. gilasinema Says:

    Kecuali aliennya, aku sukaaaa Knowing

  25. Seika Says:

    Meski gak bawa logika dan nggak peduli kualitas selain efek…
    Cukup kecewa bahwa ramalan suku Maya yang digemborin dalam strategi promosi mereka akhirnya di dalam film ini cuma keluar seperti kelakar yang nggak punya hubungan langsung dengan terjadinya bencana.

    Kalau dibandingin… sama ama kecewanya yang promosi film Menculik Miyabi cuma ngomongin artisnya tanpa ngomong tema filmnya.

    BTW, mereka nggak tau bencananya 2012 kok. Dikiranya masih beberapa tahun lagi kan, makanya kalang kabut waktu jadwalnya maju terus.

  26. Si Tukang Review Says:

    @gilasinema: Akhirnya aku beli Haeundae juga nih. Penasaran nanti filmnya seperti apa. Belinya sebenarnya pakai menebalkan muka juga sih, soalnya dulu pernah berantem ama toko DVDnya gara-gara gw dianggap choosy banget (more about that in the curhat section pas review Haeundae ^^;)
    @dozus: ^^; Eh, kenapa ga boleh disamain gitu? Bukannya sama-sama tentang gunung meletus ya?
    @john ramboh V: Mau banget review Rambo. Nanti aku masukin dalam waiting listku deh. Masalahnya cari original sourcenya itu susah banget kalau Rambo. Entar aku coba hunting lagi deh (apalagi First Blood. Walah itu udah hampir ga ketemu di mana-mana).
    @raditherapy: Knowing saya tahu. Dulu juga nonton di Empire XXI. Filmnya lumayan keren kok. Endingnya juga mungkin lebih ‘masuk akal’ dibandingkan dengan 2012.
    @Seika: Sebenarnya saya malahan ga pernah nonton trailernya 2012 (palingan sekali, itu aja karena mau dilihatkan ke temanku).

    Mau tanya kawan-kawan, reaksinya gimana setelah Majelis Islam di Malang melarang nonton? Ada yang berdomisili di Malang dan bisa memberitahukan kondisi 2012? Kalau ga salah john tinggal di Malang bukan ya?

  27. john ramboh V Says:

    @tukang review: di Malang tetep aja yang nonton rame bro, buktinya aku mau nonton (aslinya) di Matos gak dapet2 tiket, soalnya perhatian para ulama di sini lagi teralihkan sama meninggalnya salah satu ulama terbesar Kota Malang…
    Lagian tuh film kan hanya referensi aja supaya kita lebih banyak introspeksi karena kiamat emang udah dekat cuman gak tau kapan, entah itu tahun 2012, 2112, atau tahun 2121…Sebagai umat beragama kita kan wajib gak percaya ama yang namanya ramalan betul gak bro?

  28. WewW Says:

    Temen yang di Malang juga panik tuh karena dia denger berita 2012 ditarik Sabtu. Tapi kayaknya ga turun dulu..Heuheu..

    @Om Rambo:
    Haha.. iyah setuju.. Nonton pelem ini biar pada tobat!

    Baru nonton pelem ini kemaren, bener2 ngobatin kekecewaan dari film Haeundae.. wuhuu..

  29. Si Tukang Review Says:

    @john: Setuju. Cuma memang ada efek negatif film ini. Di Solo saja saking banyaknya yang pengen nonton, banyak anak-anak cabut sekolah demi menonton. Now that’s not good.

    @WewW: Kalaupun hilang di minggu-minggu mendatang, kurasa itu dikarenakan gara-gara saingannya turun. Apa lagi kalau bukan New Moon?

  30. john ramboh V Says:

    @tukang review: Wah2 ini nih yang gak bener!! Masak bolos sekolah cuman gara2 nonton film, sama bro, di Malang juga begitu…tapi ya begitulah anak sekolahan jaman sekarang.
    New Moon, another Twilight saga, jujur aja aku kurang cocok ama karya Stephanie Meyer ini baik novel maupun filmnya, mending nonton 2012 ketimbang nonton para Malkavian yang main cinta-cintaan…huh, so lame, so un-vampire for me.

  31. horrorpopcorn Says:

    kalo ‘Towering Inferno’ gak termasuk disaster yah? xp soalnya saya suka banget film itu…kalo 2012, efeknya bolehlah :) cuman saya ngarepnya dunia teh bener2 kiamat dan manusia musnah haha, ternyata nggak , jadinya ekspektasi saya agak meleset..sedikit kecewa..

    @rambo : kalo doyan vampire2an atau zombie2an hehe, silahkan visit blog saya :)

    buat yang punya blog, salam kenal. :)

  32. Si Tukang Review Says:

    Salam kenal horrorpopcorn.

    Mungkin Towering Inferno, Airplane, Poseidon, Daylight dan sejenisnya lebih mirip accident movie yang bercampur dengan unsur survival kali ya? ^^; Atau bisa juga disaster - tapi disaster manusia bukan alam? ^^;

  33. john ramboh V Says:

    @horrorpopcorn: menurut saya, anda orang yang hebat bro!!! Karena tahan ngreview film2 horor, baik yang kelas kaki lima ampe bintang lima. Padahal aku kalo liat film horor kampungan macam Eight Legged Freak, Dracula 2000, dll, biasanya udah gak ngeh!!!…Salute bro!

  34. Ayah Says:

    Sepertinya kali ini kita tidak cukup sehati. Karena film ini membuatku bosan setengah mati! Cerita yang mengada-ada, ditambah dengan satirme politik Amerika vs Rusia. Spesial efeknya pun menurutku tak istimewa. Kepada rekan-rekan kerja, aku bahkan berani sesumbar, film ini adalah salah satu flop terbesar di tahun 2009. Hehehehe…

    John Cusack pun bermain mengecewakan… Yah, itu sih menurutku :D

  35. john ramboh V Says:

    @ayah: boooooo!!!!

  36. Ayah Says:

    @john ramboh V:
    hehehehe! habisnya kurang begitu suka dengan film2 yang bertemakan bencana. Ceritanya gak kuat, akting pun biasa2 saja. Paling lumayan suka dengan Dante’s Peak :D

    Untuk 2012.. Hmmm… Bintang dua dari lima lah…

  37. horrorpopcorn Says:

    @john ramboh V : thanks bro hehehe aku emang ngereview film horror apa aja yang baru ditonton, film baru atau film lama, film kancrut atau film bagus hahahaha..just 4 share aja.

    thanks :)

  38. Buaya Film Says:

    Efek emang keren tapi ceritanya benar2 klise dan lemah banget. Itulah bedanya Roland Emerich sama James Cameron, kalo Cameron bisa mengimbangi spesial efek di filmnya dengan penceritaan yang juga tidak kalah bagus. Review Avatar yang udah beredar di website2 luar sana juga udah membuktikan kualitas film itu. Pokoknya 2012 kaga bisa nandingin lah….

  39. Si Tukang Review Says:

    Saya juga punya harapan tinggi dengan Avatar. Semoga saja ekspektasi berlebihanku bisa dipenuhi film ini.

    Banyak kok sutradara yang bisa mengimbangi efek dengan penceritaan. Peter Jackson bikin King Kong yang menurut saya bagus. Juga ada Tim Burton yang gaya visualisasinya sering ajaib - tapi ga lupa cerita.

    But, ada sih bagian dari 2012 yang buat saya menyentuh. Yang John Cusack sempat jatuh dari mobil, tapi anak2nya teriak minta pesawatnya jangan ditinggal ayahnya. Aku terharu di bagian itu. Itu pertama kali anaknya yang cowo manggil dia “Dad” dan mendeklarasikan kalau “dia itu bokap gw, jangan tinggal dia”

  40. Rahad 2 Six Says:

    yang bisa menyainginya tentunya film avatar donk!!!
    tapi efek di film 2012 emang bagus kok…cuma bencananya masih kurang…yaitu hujan meteor,tabrakan antar planet2…..coba ditambahin…makin seru deh..

Leave a Reply

Advertise Here
Advertise Here