(Review Ditulis Di Tahun 2005)
Pada tahun 1974, publik Amerika dikagetkan oleh sebuah pembantaian sinting yang terjadi pada keluarga Defeos. Ronald ‘Ronnie’ Defeos menggunakan shotgun untuk menghabisi seluruh keluarganya yang masih tidur. Dia ditangkap dan dituding bersalah. Anehnya, Ronnie menyatakan bahwa ia tak melakukan hal itu atas keinginannya sendiri, melainkan atas perintah dari ’suara’ yang muncul dalam rumah itu. Rumah itu lantas dianggap oleh sekitarnya sebagai rumah angker.
Setahun kemudian, kabar mengenai hal itu mulai lenyap seiring berjalannya waktu. Orang lupa, dan rumah itu dijual untuk umum. Keluarga yang sial membelinya adalah keluarga Lutz. George dan Kathy Lutz membeli rumah itu tanpa mempercayai takhayul yang ada di dalamnya. Mereka berpikir bahwa kebersamaan mereka dengan ketiga anak mereka akan mengatasi kendala yang ada. Namun sayangnya, menjelang malam kejadian-kejadian aneh mulai terjadi. Pintu yang sering terbuka dan tertutup sendiri. Huruf-huruf abstrak yang bermunculan. Dinginnya suasana rumah secara mendadak, dan bahkan penampilan dari seorang hantu wanita cilik yang konon adalah Jodie Defeos, seorang yang seharusnya sudah mati setahun yang lalu. Apa sesungguhnya rahasia di balik rumah angker itu ?
Seakan semua hal itu belum cukup, kini George Lutz mulai menjadi beringas. Perangainya yang semula sangat lembut dan mengasihi ketiga anak tirinya menjadi menyeramkan dan kejam. Akankah tragedi yang menimpa keluarga Defeos kembali menimpa keluarga Lutz, ataukah mereka akan mampu meloloskan diri dari kutukan tersebut ?
Michael Bay yang sebelumnya menyutradarai Texas Chainsaw Massacres duduk sebagai produser film remake ini. Remake ? Benar, The Amityville Horror, berikut The Omen - Poltergeist - dan Exorcist adalah cikal bakal dari film horror pada tahun 70an dahulu. Film originalnya muncul pada tahun 1979 dan langsung merebut perhatian banyak orang karena konon cerita ini didasarkan dari kisah nyata.
Para aktor memainkan peranan mereka dengan baik dalam film ini, tetapi Ryan Reynolds memainkannya secara luar biasa. Perubahan sikapnya dibawakan dengan sangat apik dan halus sehingga penonton sadar apa yang akan terjadi, namun tetap harus menebak proses apa yang akan dialami sebelum perubahan itu terjadi. Semuanya itu juga didukung dengan alur cerita yang gelap dan berbau spiritual. dengan setting tempat bagaikan rumah hantu, maka lengkaplah sudah unsur dari Amityville Horror sebagai sebuah film horror.
Satu-satunya hal yang mungkin disayangkan adalah berubahnya tone cerita menjelang grand finalenya. Terasa mengecewakan melihat degradasi kualitas cerita yang telah dibangun begitu apik harus berantakan menjelang endingnya. Toh, mungkin ini juga cara Michael Bay menjembatani penggemar film slasher dengan film horror murni. Secara keseluruhan, The Amityville Horror akan mencekam bagi mereka yang tak terbiasa dengan film sejenisnya, dan menghibur para movie horror freak secara keseluruhan, dan jelas lebih menghibur pecandu film horror 80’s yang kadung kecewa dengan Exorcist The Beggining tahun lalu.
Score: 6.5
Movie Details
Director: Andrew Douglas
Cast: Ryan Reynolds, Melissa George
Running Time: 85 Minutes









November 14th, 2009 at 11:11 am
Did you know?
- Ronald DeFeo mengidap penyakit jiwa semacam schizophrenia jadi dia suka ngayal yang aneh2, en setelah ngebunuh keluarganya dia bahkan berkata “Once I startes, I just couldn’t stop. It went so fast”
- Jodi DeFeo bukanlah anggota keluarga DeFeo, dia adalah karakter yang dibuat-buat sama George Lutz
- Salah satu anak George Lutz (saya lupa namanya), pada tahun 2006 membuat sebuah pengakuan mengejutkan, yaitu cerita horor itu hanya dibuat-buat sama bapaknya
November 14th, 2009 at 3:58 pm
Intinya ini film horror yg hanya mengandalkan gore tapi plot cerita gak digali, ya?
November 14th, 2009 at 6:16 pm
Enggak juga sih sis, kalo menurutku sadisnya gak seberapa (malah gak sadis sih), film ini lebih ngutamain horor supranatural mirip2 Poltergeist ama Exorcist gitu…Masih lebih sadis Texas Chainshaw Massacre atau Jeepers Creepers
November 14th, 2009 at 7:15 pm
… or Friday the 13th dan Halloween versi remake.
Kalau The Amityville Horror sebenarnya malah berusaha menyeimbangkan sisi supernaturalnya (dengan munculnya lagi-lagi anak kecil yang misterius en berambut panjang) dengan unsur sadisme gore (ingat pas masuk bagian ruang penyiksaan?).
But overall, aku bilang jauh lebih layak tonton ketimbang Friday the 13th or Halloween. Those two movies are just… brutal.
November 14th, 2009 at 9:40 pm
@john rambo : Oh gitu, ya? Thanks bro.
Saya gak pernah nonton Friday the 13th, Hallowen, A Nightmare At Elm Street (betul kan ejaannya?, Texas Chainshaw Massacre atau yg lainnya. Walopun banyak orang yg bilang itu film horror yg bagus. Terlalu sadis sih.
Penjahatnya juga aneh. Masa bunuh orang “hanya” karena senang membunuh, bahkan org yg dikenal juga asal main bunuh. Masih bisa dimengerti kalo orang membunuh karena dendam, kekuasaan atau uang. Mending Joker di Batman *dasarnya emang terpesona ama Joker*
November 15th, 2009 at 12:59 pm
Nightmare On Elm Street
November 15th, 2009 at 1:04 pm
Hohoho, A Nightmare On Elm Street, remakenya bakal rilis 30 April 2010, can’t wait that long =P…SLASSHHHH!!!!
November 15th, 2009 at 3:58 pm
@john : Oh itu toh *angguk2*
November 16th, 2009 at 8:51 pm
Yang jadi Fredy itu yang jadi Roscharch di Watchmen kan? Robert Englund akhirnya berakhir juga masanya jadi Fredy. Jadi penasaran juga sih sebenarnya sama remakenya. Semua film horror legendaris US kan udah diremake, tinggal sisanya ya ini Nightmare On Elm Street.
November 20th, 2009 at 9:49 pm
alur cerita nya G jeLas bgt