Bagi pengikut komik Marvel tentu tahu bahwa dunia Ultimate yang diciptakan penerbit tersebut disokong oleh empat komik: Ultimate Spider-man, Ultimate X-Men, Ultimate Fantastic Four, dan The Ultimates. Saya rasa semua pengikut komik juga tahu bahwa Ultimate X-Men dan Ultimate Fantastic Four tidak pernah bisa menyamai serial paralelnya di kontinuitas resmi Marvel. Beda halnya dengan Ultimate Spider-man dan The Ultimates. Saya sudah mereview Ultimate Spider-man menjelang direbootnya serial ini oleh Marvel. Kini adalah giliran The Ultimates.
Pada hakikatnya, The Ultimates adalah The Avengers versi dunia Ultimate. Setiap karakter yang dulu pernah tergabung dalam The Avengers pun tergabung dalam The Ultimates seperti Captain America, Iron Man, Thor, Wasp, Hulk, dan banyak lainnya. Mereka dikomandoi oleh pemimpin SHIELD sendiri; tidak lain dan tidak bukan Nick Fury. Berbeda dengan Ultimate Spider-man yang merombak banyak hal tentang Peter Parker (seperti menjadikannya seorang anak remaja kembali), The Ultimates hampir selaras dengan padanannya di kontinuitas resmi. Captain America masih pahlawan perang yang sempat menghilang selama puluhan tahun sebelum ditemukan kembali di es. Begitu juga dengan Iron Man masih Tony Stark yang pemabuk tetapi juga konglomerat playboy.
Kenapa saya menulis season pertama untuk The Ultimates? Karena format penerbitannya berbeda dengan tiga komik yang lain. The Ultimates diterbitkan dalam bentuk mini-seri 13 edisi dan ditangani oleh duet Mark Millar dan Bryan Hitch. Keduanya saling melengkapi dengan sempurna. Millar adalah jagonya menulis cerita superhero dengan konspirasi politik, tidak hanya itu ia juga piawai meramu adegan aksi yang menegangkan dan memacu adrenalin. Visi Millar yang kadang gila-gilaan ini kemudian dibawa hidup di kertas oleh goresan Hitch. Ciri khas dari Bryan Hitch adalah penggambaran karakter realistis dan penggambaran dengan sudut pandang yang mementingkan aksi. Gabungan keduanya ditambah format penerbitan The Ultimates membuat komik ini seperti serial TV. Saya harus jujur bahwa setelah mendengar Disney membeli Marvel saya langsung berharap bahwa The Ultimates bisa diangkat ke layar kaca, baik dalam bentuk animasi atau dalam bentuk live-action. Memang pada kenyataan serial dunia Ultimate ini lebih ‘mudah’ difilmkan. Terbukti beberapa unsurnya sudah diadaptasi di dunia film. Film Iron Man mengambil basis karakter Tony Starks dari dunia Ultimates, demikian pula dengan karakter Nick Fury yang diperankan oleh Samuel L. Jackson (sudah direferensikan dalam komiknya setengah bercanda!). Terakhir, adegan di mana Bruce Banner dijatuhkan dan dipaksa menjadi Hulk pun dijiplak mentah-mentah (dalam kondisi berbeda) dalam reboot film The Incredible Hulk tahun lalu.
Karena ini season pertama, Mark Millar tidak semata-mata langsung terjun dalam aksi-aksi. Dalam tiga komik pertamanya ia hanya menguraikan kepada kita mengenai pembentukan The Ultimates, ditemukannya Captain America, dan memperkenalkan kita kepada karakter-karakter penting lain dalam komik ini. Kita diajak untuk sekali lagi mengenali para karakter klasik yang diintepretasikan ala Millar. Setelah semua pion tersusun rapi, Millar tancap gas. Misi pertama yang harus dihadapi oleh The Ultimates adalah melawan Bruce Banner yang karena cemburu mengubah dirinya menjadi Hulk. Baru selesai masalah yang satu ini, ancaman lebih besar muncul. Makhluk alien bernama Chitauri diketahui sudah bersembunyi di balik manusia selama puluhan tahun lamanya dan berusaha untuk menguasai manusia. Setelah mengetahui keberadaan makhluk ini, The Ultimates pun bergerak menghentikan mereka – tapi bisakah mereka melawan musuh yang mereka sendiri tidak tahu siapa? Bila ini mengingatkan kalian pada Secret Invasion, itu karena nama lain dari Chitauri adalah Skrull; nama yang cukup familiar bukan? Toh bagi saya sendiri, The Ultimates season pertama jauh lebih berkualitas daripada Secret Invasion yang kebanyakan aksi tapi minim cerita maupun pengembangan karakter.
Tidak peduli apakah kamu pembaca komik mula-mula atau veteran, apabila kamu belum pernah membaca The Ultimates, hanya satu hal yang bisa kukatakan padamu: kamu kelewatan sebuah maha-karya!
Score: 9.5
Graphic Novel Details
Writer: Mark Millar
Penciller: Bryan Hitch
Publisher: Marvel
Volume: 01 – 13

















December 4th, 2009 at 4:18 pm
Blog-nya bagus bos! Sebagai penggemar komik dan film, blog ini bisa mengisi kekosongan bacaan di kala bengong setelah ditinggal pergi oleh Wizard Indonesia.
June 1st, 2010 at 11:26 am
setuju banget dengan pendapat di atas
this site is totally rocks !!!