Mickey Mania (SNES)

Posted on 22 August 2009 by Si Tukang Review

Mickey Mania Cover
Mickey Mania Cover

Tajuk sebuah game tidak pernah lebih tepat dari Mickey Mania: The Timeless Adventure of Mickey Mouse. Dirilis pada tahun 1994, game ini sebenarnya hendak dirilis untuk memperingati 65 tahun hari jadi sang tikus paling terkenal di dunia pada tahun 1993. Apa daya karena dianggap terlalu tergesa-gesa, Traveller’s Tales memutuskan untuk memundurkan perilisannya selama setahun. Kendati begitu, hasilnya terbayarkan karena Mickey Mania merupakan salah satu game platform 2D dengan penampilan terbaik di konsol SNES.

Seperti sub-judulnya, game Mickey Mania mengajak Miki untuk menjelajahi kartun-kartun klasiknya dari yang pertama (Steamboat Willie) hingga yang terbaru saat itu (The Prince and The Pauper). Total ada enam level yang diadaptasi dari versi kartunnya dan satu level orisinal untuk game ini.

Level-level game yang diangkat dari kartun memiliki nuansa klasik yang khas dan berbeda-beda. Yang pasti semuanya memorable dan menawarkan corak permainan yang cukup berbeda satu sama lain. Ingat bagaimana semua orang memuji Kingdom Hearts II yang dunia Steamboat Willie-nya hitam putih? Bagi saya hal itu biasa-biasa saja karena sedekade lebih sebelum game itu diluncurkan, Mickey Mania sudah lebih dulu mengeksplorasi kemungkinan tersebut. Grafis di Steamboat Willie hitam putih hampir di setengah awal stage sebelum gradasi menuju warna terjadi sedikit demi sedikit pada paruh kedua stage tersebut. Saya menyayangkan bahwa The Mad Doctor yang merupakan stage kedua digarap dengan warna padahal kartunnya sendiri hitam putih. Toh saya tidak bisa menyalahkan Traveller’s Tales. Masa dua level semuanya hitam putih? Satu-satunya kelemahan design stage ini justru di level terakhir (sekaligus orisinilnya). Traveller’s Tales memang sukses mengadaptasi kartun-kartun klasik Miki menjadi bentuk game – tetapi mereka gagal dalam menciptakan dunia fantasi mereka sendiri.

Seperti yang saya katakan, hampir semua level memiliki ciri uniknya sendiri. Di level kedua misalnya ada even kereta luncur di mana kamu harus terus menghindari jebakan sembari melompat untuk berganti kereta. Di level ketiga Moose Hunters malah tidak ada musuh selain rusa yang nantinya muncul sesekali dan kemudian mengejar-ngejarmu. Ini membuat game ini tidak pernah terasa membosankan dan menantang.

Departemen suara dalam game ini juga bagus. Saya tahu bahwa kebanyakan musik klasik yang mengiringi film orisinilnya secara misterius absen dalam game ini (apakah karena kesulitan memperoleh ijinnya?) tetapi sebagai gantinya kita disuguhi musik-musik baru yang uniknya pas dengan level-level di mana kita berpetualang. Beberapa yang paling memorable bagiku adalah musik di level Steamboat Willie, Moose Hunters, dan Lonesome Ghosts.

Banyak orang yang mengatakan kalau kesulitan game ini sangat tinggi. Saya sempat menonton review ScrewAttack di situs Gametrailers yang terang-terangan mengkritik kontrol game ini. Memang kontrol game ini bisa menyulitkan bagi pemula karena kamu tidak tahu apa-apa saja obyek yang bisa melukai Miki. Sekedar pemberitahuan: semua bisa melukai Miki di game ini. Apapun dari tulang belulang tengkorak, diseruduk rusa, pisau gerigi mesin, sampai musik nyanyian kambing dan ketel uap berpotensi membunuh Miki. Seakan-akan sang tikus menjadi musuh besar dari dunia animasinya sendiri. Kontrol yang kadang aneh seperti Miki bisa melompat tinggi dan rendah di lain waktu juga presisi lompat dari satu platform ke platform lain kadang memang menyebalkan dan menyulitkan – tapi tidak sampai pada tahap membuatmu ingin membanting kontroler gamemu ke layar kaca.

Game ini dirilis untuk beberapa konsol sekaligus. Sega Genesis, SNES, Sega CD, juga Playstation. Versi yang paling inferior adalah SNES karena ada satu level yang dihilangkan (The Band Concert) juga karena ada beberapa bagian dari level-level tertentu yang dihilangkan. Versi SNES ini juga dikenal memiliki loading time yang lebih lama dibandingkan versi-versi lainnya. Bila kamu selama ini hanya mengenal Castle of Illusion, coba simak juga petualangan Miki yang lain di Mickey Mania.

Final Verdict

Gameplay: 6.0
Kelemahan terbesar game ini ada pada kontrolnya yang kadang kaku dan aneh dalam pergerakan Miki. Sayang sekali karena sang developer sebenarnya sudah mencoba membuat gameplay di tiap levelnya berbeda.

Graphic / Sound: 9.0
Walau kadang kesal dengan loading time yang lama (karena hardware SNES kalah dalam memproduksi grafis 2D dibandingkan Sega Genesis) sulit untuk mendebat bahwa warna-warna cerah dan musik-musik variatif yang ditawarkan game ini adalah salah satu yang terbaik buat generasi 16-bit.

Play Time: 7.0
Karena game ini cukup sulit pada awalnya, kamu mungkin akan mati berulang kali sebelum menyelesaikan sebuah level. Toh tantangan nilai nostalgiauntuk menemukan dunia apa yang akan kamu jelajahi berikutnya akan membuatmu memainkannya lagi. Saya sendiri sudah berulang kali memainkan game ini sehingga tahu benar di mana jebakan-jebakan yang bisa mengancam keselamatan maskot Disney. Bila sudah tahu, menyelesaikan game ini pun jadi jauh jauh lebih mudah dan cepat.

Overall: 7.4

Game Details
Developer: Traveller’s Tales
Publisher: Capcom
Genre: Platform / Adventure

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

Leave a Reply

Advertise Here
Advertise Here