Di akhir tahun 2008, saya menulis sebuah artikel tentang ‘The Top 15 Games That Makes You Wish 2009 Comes Faster’. Sekarang sudah lebih dari setengah tahun berlalu, dan saya ingin melihat ulang list tersebut. Apakah hal-hal yang saya tulis benar-benar membuat saya mengenang tahun 2009 dengan bahagia? Let’s check it out!
15. War in the Future (Terminator: Salvation)
Walaupun hypenya tergolong dahsyat, film keempat dalam franchise Terminator ini bisa dibilang flop di pasaran. Pendapatannya hanya 120 Juta USD, secara signifikan lebih rendah ketimbang dua prekuel sebelumnya. Secara kualitas, saya sendiri menilai kalau Salvation sedikit lebih baik daripada T3, tetapi masih jauh di bawah kedua film pertama franchise ini. Seakan menabur garam di atas luka, film serial The Sarah Connor Chronicles juga dihentikan di season keduanya karena rating yang terus anjlok. Apakah sudah saatnya franchise Terminator diterminate?
Verdict: Below Expectation
14. The Appearance of Legion (Smallville)
Sukses besar! Geoff Johns membuktikan kalau dirinya bukan hanya penulis komik yang piawai, tetapi juga seorang penulis skenario film yang handal! Legion bukan sekedar episode terbaik dalam Smallville season ini, tetapi juga membantu kebanyakan orang yang semula asing mengenal kumpulan superhero masa depan DC ini. Kalau kalian beranggapan menonton sejam Legion di Smallville tidak cukup, langsung saja cari tie-in Final Crisis: Legion of Three Worlds, juga dikarang oleh Geoff Johns.
Verdict: Above Expectation
13. Konoha VS Pain (Naruto)
Pertempuran antara Naruto dan Pain benar-benar dahsyat dan memukau. Jurus-jurus jutsu yang diperagakan dua pihak benar-benar luar biasa. Sudah lama saya tidak membaca pertarungan sedahsyat ini di Naruto. Dan itu semua ditutup dengan konklusi yang… jujur saja… sedikit mengecewakan. Bagaimana Naruto memutuskan untuk “tidak membenci dan mendendam” langsung mengubah keyakinan Pain terasa terlalu cepat dan gampang. Bukankah ini sosok yang bisa membunuh mantan gurunya tanpa merasa bersalah? Still, it’s a solid Naruto story arc.
Verdict: As Expected
12. Blizzard Big Year (Diablo III and Starcraft II)
Diablo III dan Starcraft II belum dirilis – dan mungkin tidak jadi dirilis tahun ini. Boo! Boo! Boo!
Verdict: No verdict
11. The Day Evil Finally Won Has Arrived (Final Crisis)
Dari semula saya selalu merasa bahwa karya Grant Morrison itu hit dan miss di mataku. Terkadang saya bisa sangat enjoy dengan gaya penuturannya, terkadang saya sama sekali tidak mengerti kalau dia sudah menggunakan dialog super aneh dari karakter-karakter DC yang sudah lama terlupakan. Ini membuat Final Crisis menjadi karya yang sulit kunilai. Sebagian diriku mencintainya karena format penceritaannya yang berbeda dengan event komik biasa, sebagian lagi membencinya juga karena format penceritaannya yang terlalu njelimet untuk kumengerti.
Verdict: Slightly Below Expectation
10. The Grandest Battle (One Piece)
Ini adalah sebuah pembuktian kenapa One Piece adalah satu-satunya raja Shounen Manga di Jepang sana. Oda-sensei merupakan satu-satunya mangaka yang mampu mengombinasikan unsur misteri, komedi, aksi, hingga drama dalam satu saga panjang yang luar biasa ini. Siapa yang menebak kalau Ace adalah anak dari Gold D. Roger misalnya? Siapa yang tidak terharu melihat Bon Clay sekali lagi mengorbankan dirinya demi keselamatan Luffy dan kawan-kawan? Siapa yang menyangka One Piece tetap bisa menjaga momentumnya walau tanpa karakter-karakter Bajak Laut Topi Jerami yang sudah kita kenal selama ini?
Verdict: Above Expectation
09. Akhirnya tahu dari mana Wolverine dapat kuku panjangnya itu (Wolverine)
Tak disangka, saya sebenarnya lebih menikmati Wolverine ketimbang film trilogi X-Men sebelumnya. Mungkin karena fokus yang hanya pada karakter Wolverine membuat saya lebih bisa bersimpati dan berempati kepadanya. Film ini tidak sempurna, mengingat mutant selain Wolverine hanya jadi sampingan (but then again; that’s why it’s called Wolverine right?), juga cerita antara Sabretooth dan Wolverine diubah (tapi malah menjadikan hubungan mereka lebih erat). Overall, it’s a solid summer blockbuster!
Verdict: As Expected
08. When Cobra Comes… Who’d You Call? (GI Joe)
Sayangnya, film ini belum dirilis ketika saya menulis artikel ini. Jangan khawatir, saya akan menulis review lengkapnya begitu film ini turun.
Verdict: No verdict
07. HADOUKEN! (Street Fighter IV)
Segala yang lama menjadi baru lagi dalam game ini. Begitu game ini keluar, semua orang seakan teringat akan demam Street Fighter lagi. Game keempat ini mengingatkan kita semua kenapa kita pernah menghabiskan masa kecil kita selama berjam-jam di arcade untuk berlatih mengeluarkan semua jurus jagoan kita… termasuk mengeluarkan Shoryuken di saat yang tepat untuk mengcounter Psycho Drive terkutuknya M. Bison itu. Mark my words: Street Fighter IV akan menjadi modern classic dari tahun 2009 ini!
Verdict: Above Expectation
06. A Neverending Journey (Final Fantasy XIII)
Dengan begitu banyaknya berita heboh mengenai Final Fantasy XIII dan segala versinya, sayangnya belum satupun dirilis – bahkan dengar-dengar game ini diundur lagi perilisannya.
Verdict: No verdict
05. What is Gantz? (Gantz)
Gantz menjadi salah satu manga yang mengecewakan tahun ini. Setelah kembalinya Kurono Kei, entah kenapa jalan ceritanya menjadi semakin amburadul. Saya tahu kalau Gantz selama ini selalu berada di ambang fantasi dan sci-fi, tetapi akhir-akhir ini jalan ceritanya makin ge-je dan membingungkan. Janji untuk mengungkap apakah Gantz juga terasa sangat bias dan kabur. Apabila tidak ada perbaikan signifikan di chapter-chapter berikutnya, nampaknya saya terpaksa meninggalkan Gantz.
Verdict: Below Expectation
04. Blasting Zombie’s Head (Resident Evil 5)
Begitu tingginya ekspektasi akan game ini karena Resident Evil 4 adalah satu-satunya kejatuhan game ini. Dengan tambahan bermain sebagai dua pemain, permainan yang sedikit lebih panjang, serta grafis next-gen yang membuat mata membelalak, Resident Evil 5 tidak melakukan perubahan apapun dari gameplay Resident Evil 4 yang dinilai banyak orang revolusioner. Ini adalah sebuah game ‘besar’ dan ‘oke’ tetapi ke depannya ia akan menjadi salah satu titel biasa yang terlupakan di tengah serbuan banyak game Resident Evil di masa depan (percayalah, bakalan banyak game Resident Evil yang dirilis lagi)
Verdict: Slightly Below Expectation
03. Lost Season 5 (Lost)
Hampir serupa dengan Resident Evil 5, season 5 Lost ini menderita karena dibandingkan dengan season sebelumnya yang hampir sempurna. Buat yang lupa, season keempat Lostlah yang membawa serial ini kembali dibicarakan orang setelah pada season ketiga menjadi sasaran kritik karena pacingnya yang terlalu lambat. Kelemahan season 5 terletak pada plot time travel yang melempar beberapa Islanders pada jaman lalu. Saya tahu Lost memang penuh dengan misteri dan sci-fi, tetapi memakai time travel secara berlebihan membuat saya jadi memikirkan mengenai konsep paradoks (padahal tanpa itu saja sudah banyak sekali kontroversi menyangkut Lost!)
Verdict: Slightly Below Expectation
02. Beware… For the Dead Shall Rise Again (Blackest Night)
Mari kita lihat siapa saja yang sudah dipersiapkan oleh Geoff Johns untuk menjadi Black Lantern. Ada Superman Earth Two. Ada Aquaman. Ada Elongated Man dan Sue Dibny. Ada Martian Manhunter. Kemudian di volume pertamanya Hawkman dan Hawkgirl sudah menjadi korban. Kemudian di Green Lantern #44, Hal Jordan dan Barry Allen sudah harus berduel dengan Jonn. Apa saya perlu mengatakan lebih banyak lagi? Saya rasa tidak. Blackest Night is – without a doubt – the best comic event of this year.
Verdict: Above Expectation
01. Transformers 2 and Watchmen
Oh Tuhan. Adalah dosa laknat menyatukan keduanya dalam satu kalimat. Saya bahkan tidak percaya saya telah melakukannya.
Watchmen adalah salah satu film superhero yang berani mendobrak tradisi. Bersama dengan Iron Man, Superman (yang pertama), dan Batman karya Christopher Nolan, ia akan selalu tergabung dalam film superhero favoritku sepanjang masa. Tidak banyak orang yang bisa mengerti ceritanya sehingga berakhir dengan menjelek-jelekkan Watchmen. Shame on those people. Untuk mereka yang membaca komiknya dan mengetahui karya Alan Moore, Watchmen might be the best superhero movie of all time just behind The Dark Knight. Definitely… ABOVE EXPECTATION
Transformers 2: Revenge of the Fallen. Gw tertipu oleh trailernya. Trailernya super keren. Dan prekuelnya juga lumayan dahsyat. Tapi film keduanya ini… adalah kumpulan dari: adegan ledak-ledakan, adegan drama yang tidak kalah picisan dengan sinetron Indonesia, adegan ledak-ledakan lagi, adegan drama yang menyedihkan, adegan ledak-ledakan (lagi), adegan komedi yang gak lucu sama sekali, dan tebak ditutup dengan apa? Yap. Adegan LEDAK-LEDAKAN LAGI.
Selain menaruh Transformers 2 sebagai hal yang paling kuantisipasi di tahun 2009, blunder terbesarku adalah tidak menaruh Star Trek dalam deretan list 15 besar di atas. Keterlaluan! Sungguh keterlaluan! Apabila keadaan di balik sekarang, saya akan menghapus Transformers 2 dari list di atas dan menggantinya dengan Star Trek. Remake dari Star Trek adalah comeback gemilang dari JJ Abrams dan juga film Star Trek yang telah lama didamba-dambakan para fans. Jangan sampai tidak menontonnya – atau kamu akan kelewatan apa yang mungkin saja menjadi film terbaik tahun ini.