Catatan: Ada spoiler minor mengenai cerita Fugitive dalam review ini.
Mau tahu bagaimana penurunan kualitas Heroes? Di season pertamanya, Heroes dipuji sebagai serial TV paling inovatif yang hadir di layar kaca. Ia didaulat sebagai Lost kedua; sebuah serial TV yang tidak hanya sukses di Amerika tetapi juga mendapatkan pengikut fanatik di seluruh dunia. Bedanya: Lost berhasil mempertahankan momentum tersebut hingga kini sementara Heroes kini hampir secara universal dimaki karena penurunan kualitas ceritanya. Saya sendiri hampir putus asa mengikuti Heroes setelah volume ketiganya begitu amburadul.
Lantas saya membaca berita bahwa Bryan Fuller kembali ke Heroes mulai di episode ke 20nya. Bagi yang sudah membaca reviewku mengenai Pushing Daisies tentu tahu siapa itu Bryan Fuller. Fuller tidak lain tidak bukan adalah penggagas dari serial Pushing Daisies sekaligus penulis dari season pertama Heroes. Apakah sentuhan midas Fuller masih bisa menyelamatkan Heroes?
Fugitive dibuka dengan adegan pertemuan Nathan dan sang presiden. Berawal dari kejadian di volume sebelumnya (Villains), Nathan merasa bahwa para orang berkekuatan super harus dikarantina. Mendapatkan persetujuan dari sang Presiden, Nathan pun langsung membentuk kelompok khusus yang bertujuan menangkapi mereka. Segalanya berjalan lancar. Mohinder, Peter, Hiro, dan satu demi satu orang berkemampuan berjatuhan ke tangan Nathan yang dibantu oleh Noah. Yang tak disangka oleh kedua ‘ayah’ ini: anak gadis mereka Claire tidak setuju dengan perbuatan mereka dan membantu para tawanan meloloskan diri. Dimulailah pemburuan kucing tikus antara mereka.
Permasalahan dalam Fugitive sama dengan permasalahan pada Villains. Ia memiliki konsep yang menarik dengan eksekusi yang berantakan. Berapa kali kita sudah mendengar konsep Claire mau menjadi pahlawan dan tak mau menjadi gadis biasa? Kemudian kenapa Nathan mau menangkapi para orang berkekuatan super padahal baru di akhir Villains dia hendak memberikan SEMUA orang kekuatan super? Tidak masuk akal dan penuh plot hole. Dosa paling besar dari Fugitive (setidaknya pada bagian pertamanya) adalah bagaimana ia menangani karakter Sylar. Kenapa Sylar malah dijadikan seorang babysitter cengeng yang mencari-cari sang ayah melulu? Dan jangan bilang saya tidak mengerti perasaan Sylar; saya seorang anak yang tidak kenal ayah saya mulai umur 5 tahun dan tidak tumbuh menjadi seorang bersosok father-complex alanya. What happen to Sylar? Di Villains dia ditipu mentah-mentah oleh keluarga Petrelli, sekarang dia merasa perlu ayahnya untuk tahu tujuan hidupnya. Ke mana hilangnya si badass Sylar?
Lantas datanglah Bryan Fuller.
Dan ajaibnya Fugitive berubah jadi bagus lagi.
Perbedaan kualitas Heroes langsung terlihat begitu Fuller datang. Heroes bukan lagi menjadi sebuah serial yang menggunakan asas “mari kita lupakan apapun yang terjadi di season sebelumnya“. Fuller dengan berani menarik kembali elemen yang sudah terlupakan dari season-season sebelumnya. Cinta engga jelas Matt dan Daphne dihapus sementara anak (bayi) dan istri lama Matt Parkman dikembalikan. Alasan kenapa Angela mencuri di season pertama dijelaskan. Bahkan Fuller menjelaskan mengenai asal usul Company dan menanam benih cerita yang bisa dikembangkan di season mendatang. Yang paling saya kagumi adalah bagaimana Fuller mengembalikan Sylar menjadi seorang badass sejati hanya dalam hitungan empat hingga lima episode. Sylar kembali menjadi psikopat sinting yang haus kuasa – the Sylar we knew in Season pertama Heroes.
Fuller juga tidak melulu mengganti-ganti fokus karakter di Heroes hingga membingungkan penonton. Tiap episode biasanya berfokus pada dua atau tiga sub-plot yang difungsikan membangun cerita utama. Klimaks dari Fugitive juga mengesankan karena Fuller dengan cerdik membunuh salah satu karakter utamanya. Bahkan sayapun tak menyangka Fuller berani mengeksekusinya!
Saya belum sepenuhnya memaafkan serial ini. Kesalahan yang ia lakukan terhadapku (dan banyak penonton lainnya) terlalu besar dan terlalu dalam. Tapi setidaknya Fugitive (dan Fuller) memberi harapan bahwa ada kemungkinan Heroes kembali pada jalurnya yang benar. Dan fakta ironisnya adalah volume kelima yang akan menjadi ajang pembuktian itu dijuduli “Redemption / Pengampunan”.
Score: 7.5
TV Details
Creator: Tim Kring
Cast: Milo Ventimiglia, Adrian Pasdar, Ali Larter, Zachary Quinto
Running Time: 40 Minutes per Episode
















