Monster House Poster
Makin lama rasanya makin bervariasi saja tontonan film animasi. Setelah ada film animasi dengan humor yang lebih dewasa seperti Hoodwinked, sekarang ada Monster House: sebuah film animasi yang sebenarnya lebih layak bila digarap dengan metode ala film horror klasik. Lo? Ya, Monster House bisa dibilang sebagai film animasi yang paling ‘menakutkan’ yang pernah saya tonton (kendati kalian jangan menyamakan kadar menakutkan dalam film ini dengan film Ju-On atau The Ring atau segala macam film horror Jepang lainnya).
DJ mengira dia sedang menjalani masa pubertasnya. Masa pubertas ini berarti dia harus bertengkar dengan orang tuanya yang terus mengira dia adalah anak kecil, dia bahkan sudah tidak berniat lagi melakukan trick or treat. Tetapi yang paling membuatnya bingung adalah ia mulai membayangkan hal-hal yang aneh. Masakan dia melihat bahwa rumah seberang rumahnya hidup? Oke, tetangganya si Necker-apapun itu memang menyebalkan. Tetapi masakan orang tua menyeramkan itu bisa membuat rumahnya hidup? Engga mungkin kan? Tidak hanya sang pengasuh yang menertawakannya tetapi juga Chowder. Tetapi segalanya itu berubah begitu DJ melihat kalau rumah itu kemudian bergerak dan berusaha memangsa apapun yang melintas di dekatnya. Yang lebih gawat lagi sekarang pemilik rumah itu mati karena ulah DJ. Jangan-jangan gara-gara itu arwahnya menjadi penasaran lantas merasuki rumahnya? Atau mungkinkah ada suatu hal lain? Suatu rahasia terpendam yang lebih mengerikan sehingga menjadikan rumah ini sebagai sebuah rumah yang ganas? Atau… mungkinkah sebenarnya segala gerakan rumah itu hanyalah angan-angan dari DJ yang ketakutan saja? Anak-anak suka berimajinasi bukan?
Monster House seperti yang saya katakan tadi bukanlah film yang sepenuhnya cocok buat anak-anak kendati diperankan oleh anak-anak dan memiliki format film animasi. Bahkan adik saya yang berusia 5 tahun menangis ketakutan gara-gara menonton film ini. Film ini banyak menampilkan setting suram semacam Ghostbuster atau Evil Dead dulu. Bagi yang sudah pernah membaca Goosebumps atau The Nightmare Roomnya RL Stine malahan akan menemukan banyak kemiripan dengan film ini. Monster House sendiri memiliki tampilan animasi yang cukup menarik (tidak bisa dibilang menawan dan cerah sih, tetapi untuk membangkitkan suasana suram dan horror film ini sudah berhasil). Pengisi suaranya juga bisa dibilang telah berusaha dengan baik dalam mengisi suaranya. Tetapi masalahnya justru terletak pada cara penyutradaraan Gil Kenan. Saya menilai bahwa dia masih kurang berhasil menghidupkan adegan-adegan yang seharusnya bisa menjadi adegan kunci yang menyulut rasa haru atau simpati penonton.
Lebih celakanya lagi, Kenan juga membuat blunder fatal di bagian akhir film (anda akan menyadarinya begitu menontonnya). Hasilnya, film Monster House ini menjadi tontonan serba tanggung. Kalau mau ditonton bersama anak-anak, maka mereka akan merasa bahwa film ini terlalu menakutkan (apalagi untuk ukuran sebuah film yang diedarkan sebelum masa Halloween). Di lain pihak, pemuda seumuran saya akan merasa bahwa Monster House terlalu absurd dan terlalu bertele-tele (dan tidak logis) dalam menjelaskan bagaimana sang rumah pada awalnya berhantu.
Nampaknya ini bukanlah sebuah awal yang baik bagi Steven Spielberg dalam menjadi produser sebuah film animasi. Mungkin perlu turun tangan sendiri Mr. Spielberg?
Score: 6.0
Movie Details
Director: Gil Kenan
Cast: Michael Musso, Sam Lerner, Spencer Locke, Maggie Gyllenhaal
Running Time: 109 Minutes


















bagus reviewnya !
“film Monster House ini menjadi tontonan serba tanggung. Kalau mau ditonton bersama anak-anak, maka mereka akan merasa bahwa film ini terlalu menakutkan…”
Setuju. Saat film ini diputar di bioskop, anakku baru berusia 2 tahun. Gak bisa ditinggal. Jadi diajak, dan dia ketakutan… Hehehehe!
Pesan moralnya cukup bagus… Tapi secara keseluruhan, kurang memikat hati.