X-Men Origins: Wolverine

Posted on 04 April 2009 by Si Tukang Review

X-Men Origins: Wolverine Poster

X-Men Origins: Wolverine Poster

Sebelumnya, saya hendak menyatakan bahwa review film X-Men Origins: Wolverine (Wolverine) ini berdasarkan versinya yang bocor ke internet beberapa hari lalu. Buat mereka yang penasaran dengan kualitas bocorannya: beberapa adegan aksi dalam film ini (terutama di penghujung film) masih belum dipoles CGInya juga dalam beberapa adegan tampak belum diedit (safety rope misalnya masih terlihat di sana-sini). Kendati begitu secara keseluruhan film ini sudah 80% selesai dan bisa ditonton.

Setelah trilogi X-Men dirasa sulit untuk dikembangkan lebih lanjut, tidak berarti Fox kehabisan akal untuk mengembangkan franchisenya. Kali ini, mereka berusaha menggali lebih lanjut karakter Logan alias Wolverine. Wolverine memang sosok terunik di X-Men. Masa lalunya yang misterius (dan di komik sendiri detailnya masih penuh kontradiksi) memberinya warna tersendiri.

Kehidupan Logan diawali sejak tahun 1845 ketika ia menyadari bahwa ia berbeda dengan orang lain. Bersama sang kakak Victor (nantinya dikenal sebagai Sabretooth), keduanya melarikan diri dan bergabung dari satu perang ke perang yang lain karena memiliki kemampuan tak bisa mati. Di jaman modern, kemampuan duo ini mengundang perhatian dari militer William Stryker. Stryker mengundang keduanya bergabung dalam tim khususnya. Tak tahan dengan kekejaman Stryker, Logan memutuskan untuk keluar dan memulai kehidupan tenang.

Tak terima dengan keputusan sang adik untuk keluar, Victor pun marah dan memburu Logan. Ia menghabisi pacar adiknya dan menghajar Logan yang berusaha melawan. Dibakar api dendam, Logan pun menyetujui dijadikan kelinci percobaan oleh Stryker. Percobaan inilah yang nantinya mengubah dia menjadi Wolverine yang kita kenal sekarang ini. Lantas, apakah Wolverine sukses balas dendam?

Cerita origin dari Wolverine tidak melulu menekankan pada aksi. Terdapat cukup banyak adegan drama yang menyelingi adegan-adegan aksinya. Adegan drama ini cukup efektif untuk membangun karakter Logan. Sebagai penonton, kita diajak untuk bersimpati dengan Logan yang sebenarnya hanya ingin hidup damai - tapi terus menerus diganggu. Dua jempol untuk Hugh Jackman. Di tangannya, Logan bak pedang bermata dua. Ia adalah sosok yang bersimpati dengan orang lain, tetapi takkan segan menghabisi musuh bila diperlukan. Sungguh sosok anti-hero sejati.

Bicara soal musuhnya, ada dua nama yang menarik perhatian di film ini. Yang pertama tentu saja Liev Schreiber sebagai Sabretooth. Pengungkapan jati dirinya sebagai kakak Logan mungkin membuat beberapa orang mengernyitkan dahi - tetapi plot ini efektif untuk membuat hubungan keduanya terasa berarti. Terlebih karena Schreiber dan Jackman memiliki chemistry yang apik di layar. Musuh kedua adalah William Stryker; bagi yang menonton X-Men 2: United mungkin tahu kalau kiprah Stryker takkan berakhir di penghujung film, tetapi Danny Huston tetap berhasil membuatnya sebagai karakter villain yang berkesan.

Selain para X-Men muda yang nongol di film ini (bahkan ada Emma Frost muda!), sosok mutant yang paling menyedot perhatian tidak lain tidak bukan Remy LeBeau alias Gambit. Banyak orang bertanya kenapa karakter keren ini tidak pernah masuk dalam jajaran trilogi X-Men sebelumnya. Nah, jawabannya mungkin bisa kamu dapatkan melalui film ini.

Pada akhirnya, Wolverine bisa jadi menjadi film spin-off superhero yang paling sukses kalau dibandingkan dengan Supergirl, Catwoman, ataupun Elektra. Bila benar demikian, jangan heran bilamana di tahun-tahun mendatang kita bakalan dihadiri spin-off lain para mutant. Kabarnya sih X-Men Origins: Magneto juga telah dipersiapkan!

Score: 7.7

Movie Details
Director: Gavin Hood
Cast: Hugh Jackman, Liev Schreiber, Ryan Reynolds, Dominic Monaghan, Taylor Kitsch
Running Time: 97 Minutes

17 Comments For This Post

  1. bentai Says:

    yup gw jg udah nonton prototypenya kmrn..wkakkaa..
    lucu jg ya byk adegan yg blm dipoles gt..
    tp sec keseluruhan layak sih bt dtonton…

  2. bangmupi Says:

    ga sayang bro, nonton prototype-nya? ga nunggu sekalian di bioskop aja?

  3. Si Tukang Review Says:

    @bentai: Yeah. Sedikit banyak jadi tahu bagaimana hasilnya sebuah film yang belum jadi. He he he. Quite amusing. Mengenai filmnya sendiri gimana menurutmu?

    @bangmupi: Sayang bro. Sayang banget. Kalau waktunya tinggal sebulan lagi turun sih pasti kutungguin bro. Masalahnya kalau di Solo tempat aku tinggal sekarang, film ini kemungkinan baru turun 4 bulan dari sekarang. Sebagai contoh, di Solo baru saja turun tayang Red Cliff II minggu lalu, padahal film tersebut sudah tayang di Jakarta mungkin sejak dua bulan atau tiga bulan lalu. The Incredible Hulk contoh lain, film itu turun di Solo bulan Oktober / November. Terlambat hampir lima bulan dari penayangannya di US sana. Keburu ga sabar bro. Aku saja masih nungguin Watchmen nih. He he he.

    Yah, nasib begini nih di kota kecil bro. Rencanaku sih minggu besok aku mau naik kereta ke Jogjakarta buat menonton Dragon Ball Evolution sama Fast and Furious nih. ^^

  4. bangmupi Says:

    wah bela2in ke Yogya pake kereta buat nonton film. Salut2
    Tapi kalo untuk Dragon Ball Evolution sih, gua ga menganjurkan :D
    Tapi untuk Fast and Furious ato mungkin Knowing, ok-ok aja.

    Oh bro, lu tinggal di Solo, tapi kalo game sih di Solo berarti Up to date juga ya. Gua pernah dua kali ke Solo. Gua sih tinggal di Bandung.

  5. Si Tukang Review Says:

    Iya bang, saya baca abang punya review kayanya Dragon Ball kurang otre ya? Kayanya juga anak2 di cinemagsforum milis sudah sibuk caci maki ini film. ada yang sampai ngomong dragonball? more likeeee DRAGOMBAL. hahaha

    tapi tetap saja entar kalau ke sana nonton fast and furious sama knowing doang kok kayanya kurang. maunya sih lahap sebanyak mungkin, pulang tengah malam… hihihi, udah puasa nonton terlalu lama jadinya seperti ini deh aku… >_<;;;

  6. dozus Says:

    hmmmm gw justru kecewa dengan film ini, mungkin ekspektasi terlalu tinggi..

    tapi memberi harapan akan munculnya X-Men First Class yang lebih berpotensi dibanding X-Men Origin Magneto

  7. Si Tukang Review Says:

    ALow dozus!

    Kalau buatku sendiri Wolverine oke lah. Ga bagus banget tapi ga jelek banget. Probably sama dengan perasaanmu pas nonton Watchmen.

    Kemudian soal X-Men First Class. Gw juga lumayan menantikan kalau jadi dibuat (mengingat komiknya gw cukup suka). Masalahnya siapa nanti rosternya? Cyclops dan Emma Frost mungkin bisa masuk. Jean Grey juga bisa dilibatkan. But Ice Man, Beast, dan Angel kalau menurut kronologinya seharusnya susah masuk.

    Yah, kita lihat saja nanti bagaimana.

    X-Men Magneto Origins gw bakalan bersyukur banget andaikata digarap mengikuti kisah komiknya yang Testament. Itu benar-benar bagus banget. Kalau sukses it might be the second Watchmen. or the second Captain America. ^^;

  8. dozus Says:

    Maksudnya gw sih X-Men First Class lebih berpotensi dijual karena format mirip seperti X-Men yang telah dibuat sebelumnya, dan kyknya Ice Man dan Angel nggak bakal masuk (secara kronologis versi movie, mereka baru bergabung pada saat X-Men sudah berdiri lama)

    Kalau menurut kronologis filmnya sih yang pasti sudah ada Cyclops dan Emma Frost, tapi gw menebak kalau hampir semua cast yang “terpenjara” dan diselamatkan oleh you know who (biar gak spoiler) bakal tergabung menjadi Kelas Pertama dari X-Men hehehe

    Sayangnya magneto bukan karakter favorit gw, jadinya kurang ngikutin atau suka baca komik tentang magneto (paling baca cuman House of M, etc) jadinya yah hypenya kurang buat gw

  9. Si Tukang Review Says:

    Coba ikutin Testament dozus, kurasa kamu ga bakalan kecewa karena ini adalah komik yang ada di bawah imprint Marvel Knights (yang bikin Spider-man Reign dan Silver Surfer Requiem). Jalan ceritanya dewasa banget dan bagus.

    First Class bisa jadi dibuat, tetapi gw harap jangan terlalu serius ala X-Men (nanti apa bedanya dengan X-Men?)… gw malahan berharap bisa dicross-over dengan sedikit lucu-lucuan dan komedi romantis di dalamnya.

    Kalau pernah nonton Sky High… gw CINTA MATI ama itu movie, dan gw harap First Class lebih mengarah ke sana… kalau jadi dibikin.

    Hanya saja kelihatannya ke depannya yang mau digarap ama Marvel malahan Runaways, Magneto, ama Deadpool… franchise X-Men emang ga ada matinya!

  10. bangmupi Says:

    Gua baru nonton nih film. Kedahsyatan adamantium bener2 diperlihatkan di film ini. That’s nice. Tapi ada beberapa yang rancu seperti kehadiran Sabretooth yg bertentangan dengan X-Men pertama lalu juga Cyclops. Agak mengganggu aja. Seperti Elektra yang agak rancu dengan Daredevil.
    Overall, lumayanlah nih film. Ga bagus2 amat.

  11. Si Tukang Review Says:

    Yap.

    Konon sih Sabretooth yang jadi saudara Wolverine itu ditambahkan supaya menambah ikatan antara keduanya.

    Cyclopsnya… aku ga tahu kenapa ganggu ya bro? Aku rasa lebih ganggu kenapa Emma ga nongol lagi sih di X-Men 1 - 3 walau dia pegang peranan lumayan penting di sini.

    Elektra benar-benar ngaco berat dibandingkan dengan Daredevil. Parah banget itu. Gw kecewa pas nonton. Referensi ke Daredevilnya minim banget. Bahkan scene Ben Affleck dalam mimpi pun dicut (but setelah lihat cutnya gw bersyukur dicut ^^;;)

  12. bangmupi Says:

    rancunya tuh. Waktu di X-Men 1 , sabretooth-nya tuh tidak terlihat seperti kenal dengan Wolverine waktu pertempuran pertama mereka ketika Wolverine membawa Rogue di mobilnya. Kalo Wolverine kan memang lupa ingatan…wajar sih kalo dia lupa. Tapi Sabretooth kan ga lupa ingatan.

    Terus Cyclops pun tidak terlihat kenal dengan Wolverine waktu mereka bertemu di rumah professor Xavier.

    Emma Frost tuh yg keluar mutiara ya? Gua ga apal karakter Marvel nih. :D

  13. Si Tukang Review Says:

    Halo bangmupi… oh kalau yang Wolverine aku tahu memang itu rancunya. Kalau Cyclops itu yang aku bingung kenapa rancu, soalnya bukannya selama ini matanya ditutup ya?

    Although iya sih, gw ragu GA ADA SATU ORANG MUTANTPUN yang ngomongkah kalau yang membebaskan mereka itu satu cowo gahar pakai kuku sepanjang gaban? Apa Cyclops ga nanya gitu?

    Emma Frost yang keluar mutiara. Betul sekali. The Diamond Girl. Cuma di kontinuitas komik kok gw ga yakin dia adik / kakaknya pacar Wolverine itu ya?

  14. bangmupi Says:

    memang sih matanya ditutup, tapi pasti dia nanya ke si Emma, siapa sih yg nyelamatin mereka. hehe…still yakin.

    Gua pengen nih superhero dari DC bisa menyaingi Marvel. Jangan hanya The Dark Knight aja. tapi yang laen juga. Bahkan superman kalo bisa dibikin ulang lagi deh, tapi dengan bintangnya masih Brandon Routh. Menurut gua dia pas banget.

  15. Si Tukang Review Says:

    Ya.

    Superman kalau bisa PLEASE diREBOOT aja. Jangan diterusin.

    Dan please musuhnya jangan Lex Luthor melulu. Masa filmnya semua (selain yang kedua) musuhnya Lex melulu. Lex itu villain yang hebat, tapi come on. How about Brainiac? Doomsday? Zod? Dare I say… DARKSEID?

    Lihat saja Batman Begins. Walau musuhnya ga harus Joker tetap sukses secara finansial kan?

  16. bangmupi Says:

    setuju bro. Sekali lagi bukannya Superman Returns jelek tapi kok kalah ama Batman Begins.. ckck…kasian nasib pahlawan super favorit gue.

    Reboot boleh…musuh tambah banyak ok. Tapi Brandon Routh uda cocok profilenya jadi Superman tinggal diasah aja aktingnya.

  17. Matty Says:

    I really enjoyed X-men orgins much more than the firt X-men films, fantastic film, really gritty! Also want to give the game a go too!

Leave a Reply

Advertise Here
Advertise Here