Menurutku era yang paling penting bagi video game adalah era kelimanya; era yang lebih dikenal juga oleh para gamer sebagai era 32-bit. Saya pribadi sih kurang setuju menyebut era tersebut 32-bit mengingat ada Nintendo 64 yang berkekuatan 64-bit.
Kenapa saya menganggap masa tersebut penting bagi industri video game? Beberapa orang mungkin mendebat dan mengatakan kalau 8-bit adalah era terpenting dalam video game. Ada juga yang mengatakan 16-bit di mana pertama kali hegemoni Nintendo ditantang Sega merupakan era terpenting. Malahan ada yang berpendapat bahwa sekaranglah era yang terpenting dalam video game.
Alasan kenapa saya memiliki anggapan bahwa era 32-bit adalah era terpentingnya video game adalah karena di jaman inilah lahir game-game yang membuka pendapat masyarakat bahwa game bukan sekedar buat anak-anak dan remaja. Di jaman SNES dan Sega memang ada Mortal Kombat dan Street Fighter yang dikritik para orang tua karena dianggap mempelopori kekerasan, tetapi secara keseluruhan jaman tersebut masih identik dengan Mario dan Sonic. Identik dengan anak-anak. Jaman 32-bit juga merupakan jaman pergeseran. Mulai dari digesernya Nintendo yang sebelumnya menguasai pasar game dunia oleh Sony, sampai berevolusinya game dari 2D menuju 3D. Begitu banyaknya hal penting yang terjadi turut membawa dunia game dikenal oleh banyak orang. Orang tua mulai sadar bahwa mereka tidak melulu harus membelikan konsol game untuk anak mereka – karena mereka sendiri pun bisa memainkannya!
Dan inilah beberapa game yang saya anggap berhasil merevolusi dunia game selamanya. Perlu diperhatikan kalau list ini bukan Countdown terbaik karena bagi saya enam game di bawah sama pentingnya mendefinisikan dunia game di jaman itu.
6. Tekken
![]()
Populernya genre fighting hingga dimainkan oleh banyak orang adalah jasa Street Fighter dan Mortal Kombat. Dunia 3D Fighting pun dipelopori oleh Virtua Fighter. Walaupun demikian, franchise yang berjasa mempertahankan game fighting dalam aliran mainstream hingga kini tidak lain tidak bukan adalah Tekken. Apabila generasi 80an mengenal nama-nama seperti Ryu, Ken, atau Chun Li, maka generasi 90 pasti lebih ngeh dengan nama Hwoarang, Jin, maupun Kazuya.
Di jaman Playstation dulu ada game seperti Tobal, Toshinden, hingga Soul Edge yang juga sama-sama buatan Namco. Tetap saja game fighting terbaik di era tersebut hadir melalui Tekken 3 yang adalah penyempurnaan dari para prekuelnya. Saya masih ingat bagaimana saya dibuat terbengong-bengong oleh grafis dan gameplay Tekken 3 yang berani memadukan karakter lama dan baru (membuang Jun, Baek, Kazuya, Ganryu, dan banyak lagi karakter dari prekuelnya, tetapi juga memperkenalkan Eddy, Xiaoyu, sampai Jin dan Hwoarang). Saya juga ingat menghabiskan waktu berjam-jam mengadu dan mengasah kemampuan Hwoarang-ku untuk beradu melawan teman-temanku.
Ironisnya, memang saya ini kurang jago dalam main game fighting sehingga berakhir dengan dipecundangi orang sana-sini.
5. Gran Turismo
![]()
Need for Speed… Ridge Racer… mungkin saja dua game itu terkenal dan banyak menghasilkan sekuel demi sekuel. Tapi coba tanyakan kepada para pecinta game driving sejati apa game driving yang paling realistis di mata mereka. Jawaban mereka hampir serempak pasti menyebut: Gran Turismo.
Need for Speed boleh melahirkan sekuel demi sekuel per tahunnya, Ridge Racer boleh menggelar cewe-cewe racing virtual yang cantik, tapi soal realisme dalam gameplay, tidak ada yang bisa menandingi Gran Turismo. Saking realnya, Gran Turismo melahirkan genre baru yang disebut sebagai Driving Simulation. Satu dua temanku bahkan mengaku kalau mereka sampai membeli peralatan setir khusus untuk lebih menikmati memainkan game ini.
4. Super Mario 64

Generasi kelima adalah generasi di peralihan dari 2D menuju 3D. Semua pihak seakan berlomba-lomba menjadikan game mereka modern dengan mengubahnya menjadi 3D. Banyak yang gagal total. Lihat saja game seperti Contra, Worms, Castlevania sampai-sampai maskot Sega Sonic sekalipun. Game-game yang begitu adiktif dan menyenangkan saat dimainkan versi 2Dnya gagal berevolusi ke 3D.
Bagaimana dengan maskot utama dari Nintendo dan dunia game sendiri – the plumber Mario? Jangan khawatir; tidak hanya petualangan 3D Mario adalah salah satu game action adventure 3D pertama, ia masih merupakan game 3D adventure terbaik sepanjang masa. Sebagaimana yang dilakukan oleh Super Mario Bros, Super Mario 64 meletakkan fondasi untuk game-game adventure platform 3D yang kamu mainkan sekarang ini. Nintendo memang layak diacungi jempol semua franchise unggulannya mulai dari Mario, Zelda, sampai Metroid sukses berevolusi seiring berjalannya waktu.
3. Final Fantasy VII

Adalah hal yang aneh bahwa saya pertama kali tahu nama Final Fantasy VII dari sebuah tabloid komputer bernama Komputek. Ketika saya membaca guide dari game tersebut, saya keheranan. Kok ada orang masuk ke penjara… meloloskan diri dengan motor… bahkan sampai bertarung dengan monster raksasa dan naik pesawat terbang. Apa mungkin sih ini game? Di benak saya (dan banyak gamer lainnya) yang namanya game saat itu adalah lompat di platform demi platform ala Sonic, fighting gebuk-gebukan ala Street Fighter atau Mortal Kombat, atau mungkin menghajar puluhan musuh sepanjang jalan ala Final Fight. Sesekali mungkin ngedunk atau melakukan gol di game olahraga.
Final Fantasy VII memperkenalkan kepada dunia apa potensi dari sebuah genre kecil bernama RPG. RPG yang sebelumnya dianggap genre yang hanya akan dimainkan orang-orang aneh berubah menjadi genre berkelas yang menjanjikan puluhan jam gabungan dari cerita dan gameplay yang menawan. Game seperti Suikoden, Wild Arms, Breath of Fire, dan banyak lagi harus berterima kasih pada Squaresoft karena Final Fantasy VII lah yang membawa dan memperkenalkan RPG pada dunia.
2. Metal Gear Solid
![]()
Kalau Final Fantasy VII mengangkat nama Squaresoft menjadi perusahaan besar, maka Metal Gear Solid mengangkat nama sang kreator didapuk sebagai salah seorang kreator terbaik sepanjang masa: Hideo Kojima. Sejarah franchise ini sebenarnya sudah dimulai semenjak Metal Gear di NES, tapi jujur saja, teknologi di jaman itu belum bisa menghidupkan visi dari Kojima. Ayo jujur, berapa di antara kalian yang pernah main game Metal Gear, atau bahkan pernah mendengar namanya sebelum Metal Gear Solid hadir di Playstation? Saya rasa jumlahnya sangat sedikit kalau bukan bahkan tidak ada!
Metal Gear Solid menghadirkan game yang lain dari lain di jamannya. Ketika biasanya game mengharuskan kita menerjang dan membabat semua musuh yang ada, game ini justru menekankan betapa pentingnya melakukan stealth, menyelinap secara diam-diam. Gameplay yang revolusioner itu dikombinasikan dengan jalan cerita yang sangat dalam dan penuh intrik politik. Game ini seakan membuktikan bahwa media video game pun mampu menghadirkan sebuah jalan cerita yang tidak kalah dengan film-film berkualitas Oscar sekalipun.
1. Resident Evil

Mengira kalau game aman dikonsumsi anak-anak? Silahkan mainkan Resident Evil. Ibuku yang terkenal kolot sekalipun terhenyak ketika saya memainkan Resident Evil 2. Ia turut berteriak dan menjerit kaget ketika pertama kali melihat para zombie merangsek maju untuk menyerang.
Itu baru orang yang melihat. Bayangkan bagaimana terpacunya adrenalin orang yang memainkan game ini. Selain berhadapan dengan para makhluk haus darah, mereka juga harus berpikir bagaimana menghemat persediaan amunisi yang terbatas, memecahkan teka-teki yang ada, serta bertahan hidup sambil menuntaskan misteri yang ada. Sukses Resident Evil bukan hanya melahirkan genre Survival Horror, tetapi juga melahirkan banyaknya pesaing-pesaing serupa; beberapa di antaranya berkembang menjadi franchise sukses sendiri (seperti: Silent Hill dan Fatal Frame).
Keenam game di atas adalah bukti nyata betapa pentingnya era keempat dalam perkembangan video game.
Era tersebut menjadi era yang membuktikan bahwa franchise klasik yang bisa berevolusilah yang bisa bertahan. Franchise klasik seperti Mario, Zelda, hingga Castlevania (versi Symphony of the Night) bertahan karena berinovasi dalam gameplay mereka. Beberapa lainnya seperti Sonic, Contra, atau Golden Axe pudar karena gagal menyesuaikan diri dengan selera pasar. Ia juga era yang menjadi saksi lahirnya franchise baru seperti Resident Evil dan lahir laginya franchise yang dulu kurang terkenal macam Metal Gear dan Final Fantasy.
Kenapa era ini begitu berbeda dengan era-era sebelumnya? Perlu diingat bahwa konsol game mulai diperkenalkan dengan hadirnya NES di tahun 80an. Seiring dengan bergantinya era demi era game, muncullah kebiasaan baru yang tidak disadari oleh Nintendo saat itu. Para gamer juga tumbuh dewasa. Mereka menghendaki sebuah game dengan jalan cerita maupun gameplay yang lebih dalam dan kompleks ketimbang sekedar ‘lompati jurang itu‘ dan ‘hajar musuh itu‘. Ceruk pasar itulah yang akhirnya diambil oleh Sony sehingga mereka mampu menjadi penguasa pasar (Nintendo learned their lesson and did their revenge with Wii and the Casual Gamer in this generation though).
PS: Dan kalau boleh jujur sejujur-jujurnya, ada satu game lagi yang layak disebut berpengaruh setidaknya untuk dunia game Indonesia. Apalagi kalau bukan… Winning Eleven (WE)?


















Gw salah satu orang yang menyatakan bahwa era 8 bit adalah era terpenting ^.^
btw, no Zelda: Ocarina of Time o_0 The define standard of Action RPG with the first targeting/lock on system
To be honest nih Dik, gw tahu sih setiap era memiliki masa terpentingnya. Era pertama yang adalah era lahirnya… Ada juga era 8-bit di mana video game yang udah masuk ICU dihidupkan lagi oleh Super Mario Bros… Kemudian generasi di mana nama Sega muncul dan menjadi penantang utama Nintendo…
Setelah generasi PS – N64 – Saturn juga ada era PS2 – XBOX – GC yang menunjukkan makin matangnya dunia game (plus lahirnya game-game sandbox macam GTA). Era sekarang menurutku juga penting di mana gaming makin tak mengenal batas (tiap konsol punya sistem online mereka kan?).
So gw rasa memang tiap generasi punya tanda mereka tersendiri. Gw rasa wajar kok kalau semua orang punya era favorit mereka.
Ah Dik, gw sebenarnya pengen memasukkan juga Zelda: Ocarina of Time, since itu adalah salah satu game yang mendefinisikan N64 (kalau bicara soal konsol itu biasanya game yang dibicarakan orang itu OoT, Super Mario 64, dan GoldenEye). Hehehe… But for some reasons, gw akhirnya memutuskan engga Dik… Nguix… Maaf ye… Kekeke…