Resident Evil 5 Cover
(Review Based on 360 Version)
The Evil That Begins in 1996
Bila ditanya game apa yang melahirkan genre Survival Horror, kebanyakan gamer bakalan menjawab “Resident Evil”. Walaupun Alone in the Dark sebenarnya lebih dahulu lahir, tak bisa disangkal kalau game yang lahir dari tangan dingin Shinji Mikami inilah yang mengubah (dan melahirkan) genre Survival Horror. Resident Evil membuktikan pada kita bahwa game bisa menyeramkan. Siapa yang dulu tidak kaget ketika para anjing pertama kali menyerang masuk dari kaca jendela mansion coba?
Setelah melihat bagaimana larisnya Resident Evil, lahirlah sekuel demi sekuelnya. Resident Evil 2, 3, Code Veronica, belum lagi prekuelnya di Zero, sampai game bertipe First Person Shooting ala Gun Survivor dan co-op macam Outbreak. Resident Evil memang berubah menjadi franchise terlaris Capcom tapi setelah bertahun-tahun stagnan dengan gameplay itu-itu saja, para gamer mulai bosan. Grafis Resident Evil memang makin apik, ceritanya makin dalam (membingungkan?), dan arenanya pun bertambah luas dan tidak melulu di Racoon City, tetapi pada dasarnya gameplaynya tetap sama. Gamer ingin sesuatu yang berbeda, sesuatu yang baru, dan sesuatu yang lebih intense dan menyeramkan.
Capcom menjawab permintaan para gamer melalui Resident Evil 4 (RE 4). Game ini merombak total konsep dari Survival Horror yang diusung oleh prekuelnya. Musuh yang harus dihadapi gamer tidak melulu zombie tak berotak melainkan para manusia biasa yang diinfeksi oleh parasit sehingga menjadi beringas. Tentu saja para manusia beringas ini jauh lebih cerdas ketimbang para zombie. Mereka bisa bekerja sama dan memakai senjata untuk menghabisimu. Walau ada yang menanggapi secara negatif, secara keseluruhan RE4 menuai pujian para kritikus dan gamer, bahkan didaulat sebagai salah satu game terbaik tahun tersebut.
Ketika bocoran mengenai Resident Evil 5 (RE 5) muncul, publik kembali menahan nafas. Apa lagi kiranya yang akan menjadi inovasi baru Capcom kali ini?
Chris Redfield is Back
Dalam RE 5, gamer menjalankan karakter Chris Redfield. Chris Redfield adalah pahlawan pertama dalam Resident Evil. Ia termasuk seorang dari sedikit anggota STARS yang selamat dalam insiden di Umbrella Mansion juga salah satu dari orang pertama yang menyadari kebusukan perusahaan Umbrella. Setelah akhirnya berhasil melakukan reuni dengan adiknya di Code Veronica, Chris kembali berusaha memburu Albert Wesker, bosnya yang berkhianat, dan menghentikan Umbrella.
Setelah Umbrella ditutup, itu tidak berarti perjuangan Chris selesai. Sebaliknya, keadaan malah bertambah rumit. T-Virus milik Umbrella beredar ke pasar gelap dan jatuh ke tangan teroris untuk dijadikan uji coba. Salah satu ladang uji coba itu adalah di tanah Afrika, dan di sanalah Chris kembali bertualang.
Ketika trailer RE 5 pertama kali beredar, kontroversi konsep co-op dengan karakter Sheva Alomar muncul. Saya sendiri merasa biasa-biasa saja dengan konsep ini. Bukankah fitur co-op sudah berulang kali muncul dalam Resident Evil? Di Resident Evil 3, kamu beberapa kali bisa dibantu oleh Carlos berhadapan dengan Nemesis, dalam Resident Evil Zero Billy dan Rebecca praktis terus saling dukung untuk selamat, dan dalam Outbreak kamu malah bisa bermain online untuk menyelamatkan diri. Malahan saya khawatir kehadiran Sheva akan mengurangi nuansa seram game, dan hal itu benar-benar terbukti.
RE 5 tidak lagi menjadi game yang menyeramkan - melainkan berubah menjadi game action. (Sungguh!)
Sepanjang permainan kamu akan saling dukung dengan pasanganmu untuk mengungkap misteri penyebaran penyakit di Afrika. Selain itu Chris juga punya alasan personal mau mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Jill (bagi yang tidak tahu, Jill adalah pasangan Chris di Resident Evil pertama sekaligus tokoh utama di Resident Evil 3). Ada dua alasan kenapa sebuah game survival horror menakutkan. Pertama adalah kesendirianmu, dan kedua adalah kamu dipaksa untuk melarikan diri melawan musuh ketimbang melawan mereka. Dua alasan itu semuanya lenyap di RE 5. Kehadiran Sheva yang selalu mendampingimu praktis membuat alasan pertama dinihilkan sementara ammo yang melimpah malahan membuatmu memburu musuh ketimbang kabur dari mereka. Apalagi musuh bisa saja menjatuhkan uang yang bisa kamu gunakan untuk mengupgrade senjatamu. Sedikit banyak game ini malahan mengingatkan saya pada Dino Crisis 2.
Kalau boleh jujur, RE 5 tidak banyak melakukan inovasi. Bisa dibilang ia adalah RE 4 yang bersetting di Afrika, memiliki pasangan Sheva, dan hadir dengan grafis yang lebih mumpuni. While that’s not bad since Resident Evil 4 is a great game, it still is a bit of a letdown. Yang paling mengecewakan dari gameplaynya adalah bagaimana ia ‘memaksa’ kita untuk berdiri di tempat sambil membidik musuh. Capcom berdalih ini demi menambah intens permainan tetapi saya kok tidak percaya. Buktinya Dead Space memperbolehkan kita membidik sambil terus berjalan tanpa harus mengurangi suasana seramnya. Bicara soal seram dan seru, RE 5 juga terasa tanggung di tengah-tengah perbatasan kedua nuansa itu. Kalau seram jelas seram Dead Space, kalau seru ia juga kalah dengan Left 4 Dead (game FPS yang juga memiliki unsur co-op dan berhadapan dengan zombie).
Walau tidak luar biasa di aspek manapun, bukan berarti RE 5 game yang jelek, sebaliknya, ia sebenarnya bagus merata di segala aspek. Hanya saja, this is a jack-of-all-trades game.
Lost in Africa
Lantas bagaimana dengan translasi franchise Resident Evil di konsol masa kini? RE 5 memiliki tampilan yang benar-benar cantik. Beberapa pihak mungkin akan berusaha membandingkannya dengan setting Farcry 2 yang sama-sama di Afrika. Menurut saya keduanya tidak bisa dibandingkan. Afrikanya RE 5 lebih bernuansa fantasi bercampur nyata sementara Afrikanya Farcry 2 lebih berat pada nuansa nyata. Salah satu stage yang paling memorable kumainkan adalah setting dalam gua pertambangan Afrika di mana suasana gelap dan orang-orang Afrika yang (maaf) juga berkulit gelap bisa tahu-tahu saja nongol untuk menyergapmu. Itu satu dari sedikit bagian dalam RE 5 yang masih berhasil mempertahankan nuansa seram di dalamnya.
Untuk audionya, saya rasa pengisi suara dari tiap karakter mampu menjalankan tugasnya dengan baik - kecuali untuk karakter Sheva. Saya mungkin sedikit terlalu memilih tetapi suara Sheila sebagai seorang lokal Afrika kurang terdengar aksen Inggris-Afrikanya. Musik backgroundnya yang mendadak menjadi tegang apabila kamu berhadapan dengan musuh malahan saya nilai kurang efektif. Kalau musiknya terus memperingati kita kalau ada musuh yang belum kita habisi / tengah bersembunyi lantas ke mana unsur kejutan dalam gameplaynya?
Sekali lagi kalau review saya seakan bernada negatif, bukan berarti saya tidak suka dengan RE 5. Sebaliknya saya sangat menikmati game ini. Kendati RE 5 tidak lagi seperti para pendahulunya, ia tetap sebuah game aksi yang solid dan menegangkan dari awal hingga akhir.
Final Verdict
Gameplay: 9.0
Kendati tidak menghadirkan revolusi seperti iterasi keempatnya, game bernomer kelima dari franchise RE ini memiliki kontrol yang solid, variasi senjata yang bisa kamu gunakan, juga permainan yang dibalut cerita misterius khas RE. Kelemahan berupa kurang seramnya game ini bisa ditutup dengan serunya permainan co-op yang bisa kamu lakukan dengan partnermu (apalagi dengan memainkannya online bersama orang lain).
Graphic / Sound: 9.0
Kualitas grafis dan sound membuat RE 5 layak disebut Resident Evil untuk generasi masa kini. Pujian utamanya bisa disampaikan pada stage-stage penuh variasi yang bisa dijelajahi oleh Chris (tetapi kok beberapa stage terasa agak ’sempit’ dan terlalu ‘berlorong’ ya?)
Play Time: 8.0
Normalnya, menamatkan game ini membutuhkan waktu kurang lebih 12 jam dengan pembagian sekitar 2 - 3 jam per chapternya. Hanya saja, ada beberapa mode permainan tambahan RE 5 yang hanya bisa diakses setelah kamu menamatkan game ini. Selain itu, kamu mungkin akan menamatkan game ini beberapa kali dengan rekanmu. Sekedar catatan, memainkan game ini seorang diri ataupun dengan orang lain sungguh memberi sensasi yang berbeda.
Overall: 8.8
Game Details
Publisher: Capcom
Developer: Capcom
Genre: 3D Action








March 18th, 2009 at 5:15 pm
Gua maen REsident Evil 4, dan gila game ini paling seru diantara semua seri RE dan Yang paling panjaaaannnngggg. Gua cuma bisa ngiler liat trailer Resident Evil 5. dan kurang ajarnya nih game cuma ada di PS3 dan Xbox. Kenapa tidak dibikin di PS2????? Why???
March 20th, 2009 at 5:21 am
RE 5 lebih panjang lagi lo kayanya. Dia settingnya benar-benar bervariasi mulai dari kota Afrika sampai tambang ala Tomb Raider, sampai kapal Tanker… Benar-benar variatif loh arenanya. Ga rugi deh main game ini.
March 25th, 2009 at 3:14 pm
Gua sih menyalahkan Capcom kenapa ga direlease di PS2 hehe…walaupun harus dimuat dalam DVD 9 dua keping pun gua pasti beli.
Seperti kasus God of War 2 (DVD 9 nya baru bagus gambarny).
March 26th, 2009 at 6:20 am
Hehehe… bangmupi… ayo beli 360… banyak lo game-game bagusnya. Aku jamin bangmupi pasti senang game kaya Dead Space atau Left 4 Dead. Wah benar-benar seram sekali! Dead Space terutama itu mirip kaya Alien digabung dengan Event Horizon. Benar-benar tegang awal akhir!
March 28th, 2009 at 6:53 am
hehe..uda punya anak, harus hemat pengeluaran.
Tapi pengen sih….walaupun sebenarnya banyak game PS2 yg gua belum mainin juga.
June 9th, 2009 at 3:13 pm
gw berdoa ma yg MAHA KUASA agar RE 5 kluar versi pc,,,sukur222222222 ad versi ps2,,
June 12th, 2009 at 8:11 am
PC mah pasti ada, CAPCOM gituh
June 13th, 2009 at 7:07 pm
Yap.
Tunggu aja tanggal mainnya. Tapi kalau PS2 rasanya engga bakalan keluar si. PS2 praktis sudah meninggal dunia soalnya tahun ini. ^^
June 29th, 2009 at 9:43 am
bulan juli versi pc-nya keluar!!!
bareng ama SF IV, asyiiik…………..
gambarnya lebih bagus dibandingin versi consolenya!!!!!!
July 17th, 2009 at 5:46 am
woeee ralat pren, gara2 konspirasi CAPCOM dan NVidia, maka release-nya diundur bulan september…Nvidia sucks!!!!!
July 25th, 2009 at 9:52 am
kk saya denger klo di luar RE5 udah kluar di ps 2 dgn harga $60
July 25th, 2009 at 10:42 pm
@john ramboh V: yang sabar ya bro… hehehe
@kyle: di PS2 tidak mungkin keluar bro sayangnya… karena teknologi PS2 tidak kuat lagi. Dan setahuku PS2 sudah ‘meninggal’ tahun ini…
July 27th, 2009 at 9:22 am
gua agak tidak setuju dengan kebanyakan review-er tentang RE4.. bagiku RE4 telah lost RE punya soul.. terlalu “action” dan setting maupun grahicnya kurang. entah karena gua main di PC atau gimana ya.
give me our RE back…!!
July 27th, 2009 at 3:39 pm
Kalau RE 4 di Gamecube sebenarnya grafisnya keren kok. Kalau di PS2 memang sedikit didowngrade. Kalau PC belum pernah coba… ^^;
Gw juga merasa RE 4 rada berbeda dengan RE sebelumnya. Bisa beli item dan senjata membuat dia ga semenyeramkan RE sebelumnya. RE 5 rada berusaha bikin itu balance sih karena duitnya jauh lebih sedikit. Kita bisa beli ammo - cuma kalau ga terlalu ngirit bisa habis juga.
Still, hadirnya Sheva yang selalu di sampingmu praktis bikin ‘mati’ jadi susah. Seremnya juga berkurang terus karena kamu punya someone that got your back.
July 28th, 2009 at 6:17 am
@Ali Gani : memang gua suka game yang agak action. Kalo yg terlalu menyeramkan, gua males maennya. (ga kuat jantung) walaupun gua maen hampir semua game Resident Evil. Trilogi Fatal Frame pun ga pernah gua maenin. Terlalu serem euy…
July 28th, 2009 at 6:43 am
RE 4 yang di PC sih gambarnya emang jelek (sama kaya’ DMC 3), itu karena pihak CAPCOM lagi males aja nge-port ke PC…tp tunggu dulu pren2 sekalian…beberapa game CAPCOM yang bener2 di-port ke PC jadinya bener2 ruarrrr biasa!!! Simak aja DMC IV, ato SF IV (hehehe tadi malem baru install trus main ampe subuh), en upcoming hits yaitu RE 5 yang di PC bakal nyuguhin grafis yang menawan, en sepertinya musuhnya juga enggak bego2 amat kaya RE 4, bukan begitu Mr. Tukang Review???
August 2nd, 2009 at 4:47 pm
ulang tahun gue kan bentar lagi sebenernya september sih tapi gua
pengen minta xbox 360 ma bokap gua biar gue bs maen re5,dmc 4,and god of war 3 gua berdoa semoga boleh dibeliin
August 3rd, 2009 at 10:17 am
beli sendiri doooong!!!!
August 4th, 2009 at 1:01 am
@Gilgamesh: Semoga berhasil merayu bokap ya? Cuma sedikit saran aja. Setahuku selain RE 5 kedua game yang kamu sebutkan tadi itu untuk PS3 deh. Terutama God of War itu pasti eksklusif PS3 karena buatan Sony. Gears of War yang punya 360.
@john ramboh V: Musuh di RE4 setahuku sih masih lebih menantang dari RE5. Mungkin sama menantangnya - tapi sekali lagi faktor Sheva membuat game ini terasa lebih gampang. Setidaknya aku bilang AI Sheva bagus karena dia ga tolol dan sering mati sendiri. Bayangkan betenya kalau dia mati melulu. Anyway, I think RE5 itu terbaik kalau kamu bisa main sama seorang teman.
September 14th, 2009 at 12:14 pm
woi….
gw ud mw beli nieh hari….
ud kluar lom sie?
btw gw lom maen DMC 4….bagus ya??(maklum tokona jauh)
September 17th, 2009 at 12:23 am
Sdh keluar nih gw copas dari butikgames
http://www.butikgames.com/index.php?page=shop.product_details&flypage=flypage.tpl&product_id=15014&category_id=3&option=com_virtuemart&Itemid=2
September 17th, 2009 at 9:16 pm
Hehehe.
Tuh Bang_Kribo… sudah keluar. Selamat memainkan! ^^
September 24th, 2009 at 9:06 am
aku kmaren ke toko game dkt rmh. Terpampang cover RE 5 for PS2,bahkan cover CDnya tampak meyakinkan,klo itu RE5, lgsung sikat 2 biji. Sampe rmh aku cb,trnyata isinya RE4..krg ajar bgt yg bikin tu.. Hati2 bwt kawan2 yg ngeliat cover RE 5 utk PS2..
September 25th, 2009 at 11:48 am
Wah… mdap… Yang paling penting kalau dalam menyikapi hal seperti itu adalah JANGAN PERCAYA.
Game-game generasi kini apapun sudah tidak mengeluarkan versi PS2. Jadi kalau lihat Metal Gear Solid 4, God of War III, dan kawan-kawan, jangan dipercaya. Itu pasti palsu. Sangat sedikit titel yang masih dirilis buat PS2. It’s over for the black box. ^^
September 26th, 2009 at 5:45 pm
PANJANG SEKALI PENCARIAN INI……
AKU SANGAT LELAH, TAPI AKU HARUS DAPATKAN……
Eh….. dmna sih aq bisa dptin GAME RE 4 ne…..pls jwb
September 28th, 2009 at 5:14 pm
Gameplaynya bisa dibawah 5 jam kok..tapi musti maen kedua kalinya sih
September 28th, 2009 at 6:49 pm
RE 4 mah banyak dan uda lama keluar. dan memang RE 4 termasuk game Resident Evil terpanjang.
September 28th, 2009 at 7:57 pm
Iya kalau RE 4 termasuk sudah lama keluar. Tetapi malahan sekarang sulit dicari karena sudah langka mungkin ya? He he he. Bangmupi akhirnya sudah main RE 5? Itu juga panjang kok bang. Tapi kalau hafal jalannya ya seperti kata srx. Bisa lebih cepat.
Nyoba main di PC, ternyata PCku masih kuat menjalankan. Jadi buat bangmupi upgrade aja PCnya bang, nanti ga usa beli 360 tetap bisa main. He he he.
September 29th, 2009 at 7:38 am
belum maen bro. emeng yang punya tukang review apa spec PC-nya?
September 29th, 2009 at 9:24 am
Afal jalan + infinite ammo…
Ammo disini jauh lebih susah daripada di RE4…g sempet lawan Wesker pake golok doang >.< akhirnya reset dan ngumpulin ammo dulu
September 29th, 2009 at 12:43 pm
asyiik, akhirnya maen yang versi PC…
menurutku sih AI-nya cukup bagus, malah saking bagusnya ampe si sheva “dengan santainya” ngerebut hampir semua ammo hahahaha…
yang bikin keren lagi, musuhnya sekampung, walaupun nggak sepinter RE4 tapi jumlahnya lebih ngeri…
kalo spec buat PC-nya…hmm kok menurutku lebih enteng dari SF4 ya??? belom tau sih kalo maen pake vista
September 29th, 2009 at 1:01 pm
sori nambah lagi nih…lupa…
@bang mupi: kalo prosesornya sekelas pentium dual core 2,8 ghz (apalagi kalo OC ampe 100%), trus vga-nya sekelas 6800 GT, udah bisa maen dengan spek yang minimum…tapi kalo mau nyaman (standar) paling enggak pake intel c2d en vga-nya paling enggak ya 9600 GT…tapi kalo mau nyamaaaaan bangggeets ya pake phenom 2 940, memory 4 giga, vga radeon 4770, OS-nya pake vista biar gambarnya jdi yahuud hehehe
September 30th, 2009 at 8:32 pm
@john ramboh V: kayanya aku juga ga sampai yang 9600GT uda jalan lumayan mulus kok bro. Dan emang nih SF IV malahan lebih berat dari RE 5. Aku pakai Sapphire 512MB yang bisa diupdate jadi 1 GB.
bangmupi, saran saya sih main Dead Space aja. Specnya lebih rendah dikit tapi serammm sekali. Sampai sekarang saya belum bisa review karena ga berani main. Padahal itu benar-benar bagus banget. John main?
October 1st, 2009 at 7:39 am
yup, aku juga maen dead space, tapi gak tak terusin…selain serem kalo menurutku sih lumayan susah tapi yang bikin aku bener2 berhenti ya seremnya itu bro hahaha, udah gelap trus suka ngagetin. Ditambah lagi efek suaranya, bener2 kayak nonton horor jepang, padahal waktu maen silent hill 4 (yang menurutku seri yang paling serem)aku gak sampe takut ke kamar mandi hahahahahahahahahaha
January 19th, 2010 at 10:38 am
wah,sayamain RE5 lumayan asyik,senjta bisa d upgrade.pokoknya asyik lah.
ayoburuan beli X-BOX.
January 28th, 2010 at 11:57 am
nice info gan..
numpang promo, maaf kalo repost,
kunjungi website ane di :
http://www.cdkomputer.com (info Game PC)
http://www.sumbercd.com (info Software PC
February 5th, 2010 at 1:22 pm
review yg keren gan XD
March 8th, 2010 at 2:44 pm
kerennnnnnnn