Beverly Hills Chihuahua

Posted on 27 February 2009 by Si Tukang Review

Beverly Hills Chihuahua Poster

Beverly Hills Chihuahua Poster

Untuk para binatang, tahun 2008 bisa dibilang menjadi tahun untuk para anjing. Banyak sekali film mengenai sahabat terbaik manusia ini diangkat ke layar lebar, mulai dari Bolt, Marley and Me, juga Beverly Hills Chihuahua (BHC). Kendati begitu, semuanya menyorot pasar yang berbeda. Bolt berupa film animasi, Marley and Me lebih condong ke genre komedi romantis, sedangkan BHC merupakan tipe film ‘binatang berbicara’ macam Stuart Little.

Dimandikan, didandani, diberi makanan kelas atas, sampai dibawa ke hotel bintang lima dan salon supermodel. Itulah perlakuan yang tiap harinya diterima Chloe. Mungkin ini wajar apabila Chloe seorang gadis yang kaya; herannya Chloe sama sekali bukan gadis kaya. Dia bahkan bukan seorang gadis. Chloe adalah anjing betina yang tinggal di Beverly Hills bersama sang pemilik, Aunt Viv, yang begitu menyayangi dan memanjakan dia. Tidak heran Chloe begitu pongah dan tidak pernah mengindahkan Papi – anjing si tukang kebun yang sudah lama naksir dia.

Suatu hari, Aunt Viv terpaksa meninggalkan Chloe karena urusan pekerjaan. Ia menitipkan sang anjing kepada kemenakannya Rachel, tanpa peduli bahwa kedua belah pihak saling tidak suka. Rachel yang tidak mau terpasung oleh jadwal Chloe membawanya pergi berjalan-jalan juga ke Meksiko. Celakanya, Chloe malahan diculik orang dan dibawa ke tempat adu anjing (Dogfight Arena). Berkat bantuan Delgado, seekor anjing German Shepherd, ia berhasil meloloskan diri. Si anjing manja kini harus bertahan hidup di jalanan Meksiko (yang bak neraka dibandingkan dengan kehidupan surgawinya di Beverly Hills) sambil mencari jalan pulang. Rachel pun berusaha mati-matian mencari si anjing supaya tidak dimarahi oleh tantenya. Reuni keduanya takkan mudah karena Chloe yang berharga diincar untuk dijadikan sandera oleh sindikat penjahat.

Sebelum menuding film ini dangkal dan klise, harap diingat bahwa ini adalah filmnya Disney. Dan sebagaimana tipikal film Disney lainnya, BHC adalah tipe film ‘feel-good movie‘; kamu menontonnya untuk hiburan ringan, tertawa, dan mendapatkan satu dua pesan positif tanpa perlu mengingatnya di kemudian hari (kecuali kalau kamu berumur di bawah 10 tahun dan masih terpikat akan anjing yang bisa ngobrol). Saya yang datang menonton film ini tanpa ekspektasi apa-apa nyatanya tetap bisa enjoy dengan film ini, maklum – saya memang pecinta anjing.

Karakter dalam BHC yang cukup banyak tak berarti membuat film ini membingungkan. Walau porsi utama cerita difokuskan pada upaya Chloe dan Rachel bertemu kembali, Gosnell masih bisa menyelipkan nilai-nilai persahabatan dan romantisme antara trio Chloe, Delgado, dan Papi. Melihat chemistry ketiganya yang saling mengisi dan klop (walaupun saya lebih menyukai Delgado), saya geregetan karena Gosnell tidak berani menciptakan unsur cinta segitiga dalam film ini. Apa boleh buat, barangkali sang studio melarang tema ini untuk film dengan segmen kanak-kanak. Celakanya, Gosnell malah menutupinya dengan tambahan aneh-aneh seperti tur ke vila para Chihuahua (maunya imut atau lucu – jadinya malahan jayus).

Begitu banyak potensi dalam film ini akhirnya gagal dikembangkan dan dimaksimalkan. Gara-gara itu, BHC pun jatuh menjadi sebuah film yang menghibur – tapi tidak lebih.

Score: 6.0

Movie Details
Director: Raja Gosnell
Cast: Drew Barrymore, Piper Perabo, Andy Garcia, George Lopez
Running Time: 91 Minutes

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

4 Comments For This Post

  1. gilasinema Says:

    Menyaksikan film seperti ini memang sebaiknya tidak membekali dengan ekspektasi yang berlebihan. Hanya sebagai sebuah hiburan yang lumayan cheesy.
    Terlalu banyak sub plot membuat film ini agak sedikit kurang enak dinikmati.
    tapi agak sedikit termaafkan dengan penampilan anjing-aning yang menggemaskan dengan tatapan innocentnya :)

  2. Si Tukang Review Says:

    Iyaaa anjingnya lucu-lucu… sampai tadinya kukirain CG lo!

    Ternyata bukan CG… ^^; anjing beneran… Sigh, tapi aku ga bisa terlalu dekat sama anjing karena orangnya emosional. Kalau sampai terlalu dekat sama anjing, aku ga kuat kalau anjingku entar pergi…

  3. gilasinema Says:

    Maksudnya apa nih
    Jadi ngeres hehehe

  4. Si Tukang Review Says:

    Maksudnya itu aku suka banget sama anjing, jadi kadang bisa depresi kalau mereka meninggal dunia. Dulu pernah punya anjing terus ehhhh dicuri orang. Sampai sekarang masih sakit hati memikirkannya.

    Juga punya dua dobermen yang baik2 (makanya kesel juga dobermen kok dijadikan antagonis di sini) dan keduanya meninggal di pelukanku, pada akhir hayat mereka.

    Sejak itu gw ga mau lagi pelihara anjing… Hix.

Leave a Reply

Advertise Here
Advertise Here