Narcissu adalah sebuah game yang unik.
Kebingungan saya cukup beralasan, Narcissu tidak bisa disebut sebagai sebuah game mengingat interaksi anda dengannya bisa dibilang hanya sekedar mengklik tombol mouse anda berulang-ulang kali. Secara tidak langsung, Narcissu lebih mirip sebuah novel digital yang bergambar ketimbang sebuah game (istilah yang dipakai Wikipedia: Visual Novel).
Inilah ringkasan cerita dari Narcissu yang merupakan sebuah visual novel garapan dari stage-nana, sang developer.
So what is Narcissu sebenarnya?
Kisah Narcissu dimulai ketika anda (protagonis utama, akan saya sebut sebagai ‘anda’ mulai sekarang) dalam cerita ini didiagnosis terkena penyakit bernama Lung Carcinoma. Lung Carcinoma adalah sebuah penyakit mematikan dan fatal yang akan menggerogoti kesehatan sedikit demi sedikit sampai pada akhirnya penderita akan kehilangan seluruh kekuatannya dan meninggal dunia.
Anda masuk ke sebuah rumah sakit di Mito, Ibaraki, dan bertemu dengan seorang gadis bernama Setsumi. Setsumi pun terkena penyakit kronis dan sudah tinggal di tempat tersebut jauh lebih lama ketimbang anda – dalam kata lain, ia seperti senior anda. Anda dan Setsumi menyadari bahwa kalian memiliki persamaan. Keluarga kalian telah mengabaikan kalian, teman kalian sudah melupakan kehadiran kalian, dan kehidupan seakan tak ada lagi artinya selain keluar masuk rumah sakit.
Menyadari kenyataan pahit tersebut, anda dan Setsumi ingin melarikan diri dari rumah sakit; melarikan diri dari rumah; dan mati di tempat lain, di tempat di mana tidak orang mengenali anda, dan ketika kesempatan itu muncul – anda mengambil kunci mobil Honda Integra milik ayah anda, dan melarikan diri bersama dengan Setsumi.
Ke manakah perjalanan ini akan membawa anda?
Gaya visualisasi Narcissu sangat unik. Dia tidak memakai gambar-gambar secara ekstensif dan bertumpu pada kekuatan cerita dan musiknya. Saya sempat tertipu dengan mengira ini sebagai sebuah Japanese eroge visual novel, dan saya tertipu mentah-mentah. Jangankan adegan-adegan seperti itu, wajah Setsumi saja jarang sekali terlihat di dalam game ini. Efek visualisasi game ini lebih banyak menggambarkan adegan pemandangan, mobil, dan wilayah-wilayah lain yang anda kunjungi. Toh, efek visualisasi seperti ini justru membantu mengembangkan imajinasi dan membuat anda merasa seolah-olah anda sendirilah turut berpetualang dalam game ini.
Penceritaan Narcissu mungkin sederhana tetapi justru kesederhanaan ini yang menjadikannya sangat down-to-earth. Kalau anda pernah menonton film berjudul My Life Without Me, maka Narcissu memiliki banyak kesamaan dengannya: memiliki banyak dialog di dalamnya tanpa ingin berkesan sok filosofis. Ini membuat jalan cerita Narcissu dan panjangnya yang hampir mencapai dua jam menjadi mengalir dengan enak tanpa terasa diburu-buru, endingnya pun menyentuh di hati tanpa perlu menunjukkan kecengengan atau terkesan dibuat-buat. Realistis: mungkin inilah nilai terkuat dari Narcissu.
Salah satu nilai terkuat Narcissu adalah musik-musiknya. Variasi musik dalam Narcissu berbeda-beda tetapi khas dengan suasana sendu yang diusung oleh game ini. Bisa dibilang musik dalam game ini adalah salah satu elemen kunci bagaimana Narcissu bisa membangun suasana melankolis yang ada. Bagaimana dengan suaranya? Setali tiga uang, suara memang tidak banyak dan hanya disuarakan oleh Setsumi saja, tetapi pengisi suaranya mampu menjiwai perannya dengan sangat baik.
Buat kalian yang penasaran akan Narcissu, game… maaf… Visual Novel ini sudah ditranslasikan oleh proyek insani ke dalam bahasa Inggris (proyek translasi ini legal karena disetujui oleh stage-nana) dan dipublikasikan secara gratis di dunia maya. Silahkan mendapatkannya di sini: http://narcissu.insani.org/
This visual novel teaches me many value of life – and I hope it’ll do the same for you.
Score: 8.2
PS: Bagi yang menuding Narcissu menjiplak The Bucket List, perlu diperhatikan bahwa game ini hadir beberapa tahun lebih dahulu sebelum film itu digarap.
Game Details
Developer: stage nana



















